Al-Qur’an Dan Filosofi Hukuman

In Metodologi by Hamba Allah0 Comments

Kampungmuslim.org – Mereka yang memproklamasikan  kedaulatan “Allah” didalam konstitusinya (Pancasila) telah menyatakan bahwa Negara Indonesia didirikan berdasarkan prinsip dan pengakuan kedaulatan Allah di muka bumi, namun pada kenyataannya mereka melawan Allah dengan menolak hukum Allah dan menggantikannya dengan hukum manusia yang berasal dari peradaban Imperialisme Barat (Belanda) yang memiliki kedudukan sebagai hukum tertinggi, mereka itu dan siapa-siapa yang mengikuti mereka adalah orang yang melakukan syirik.

Quran menyatakan syirik sebagai satu-satunya dosa yang Allah tidak akan pernah memaafkannya, jika seseorang meninggal tanpa taubat yang benar.  Seorang muslim yang tunduk pada kekuasaan, kedaulatan dan hukum Negara lebih tinggi dari hukum Allah, telah meninggalkan Islam (munafik) dan sebagai konsekuensinya mengikuti mainstream masyarakat global sebagai ternak-ternak yang digiring ke neraka dunia dan akhirat.

Sangatlah mengagumkan, bahwa peradaban sekuler Barat (Yahudi-Nasrani), yang lahir di Eropa, yang kini dengan bodohnya diikuti oleh seluruh umat manusia, telah meniadakan semua hukuman (hukum sosial) manusia yang ditetapkan Allah dan menggantinya dengan hukuman manusia. Apakah ini terjadi dengan kebetulan, atau umat Muhammad sedang diuji? Homoseksualitas & temannya Lesbianisme mendapatkan hukuman di dalam hukum Allah, demikian juga aborsi (kecuali karena nyawa ibu terancam), perzinahan, dan pelacuran. Peradaban Barat Modern kini melegalkan pernikahan gay dan lesbian setelah mereka menghilangkan dan atau mengganti semua hukuman mengenai homoseksualitas, aborsi, perzinahan dan pelacuran. Orang zalim yang kini menguasai dunia tidak hanya menegakkan hukum sekuler mereka untuk menggantikan hukum Allah, bahkan mereka menggunakan kekuasaannya untuk mencegah dan menghancurkan hukum-hukum lain (lisan, adat dan tradisi).

Ayam Sekuler Pulang ke Rumah Jagal

Banyak orang Muslim didalam dunia sekuler modern yang dicuci otaknya oleh peradaban barat modern, mengutuk dan menolak “Hukum Allah” sebagai tak beradab, ekstrim, dan barbar.  Sedangkan mereka sendiri diam membisu ketika Yahudi-Nasrani/Zionis Amerika menyiksa manusia tanpa peradilan dan tanpa perikemanusiaan di Guantanamo dan Abu Ghraib. Merekapun diam ketika AS menghancurkan hutan Vietnam dengan agent orange atau membombardir Iraq menggunakan peluru dilapis uranium yang menyebabkan bayi-bayi yang lahir baik di Vietnam dan Iraq cacat permanen.  Tak heran jika peradaban manusia munafik yang memiliki dualisme moral yang hidup didalam peradaban pimpinan Zionis itu kini diambang kehancuran didalam tatanan kehidupan yang penuh dengan darah kekerasan, kriminalitas, dan politik golongan seperti Ayam Negeri yang akan pulang ke Rumah Jagal.

Inilah pembuktian kebenaran, dari tatanan kehidupan illahiah, yang ditetapkan oleh Allah, dan diberikan kepada Daud, as, Sulaiman, as, Isa, as, dan Muhammad, SAW.

Hukuman Allah – Tiga Jenis Kejahatan 

Allah menetapkan hukuman terhadap pelaku kejahatan dimana hukumannya mampu dengan konstan menekan angka kejahatan, dimana masyarakat sekuler yang mengganti hukuman Allah, dengan hukuman sekuler mereka, mendapatkan tatanan kehidupan dimana angka kejahatan terus-menerus meningkat. Dalam artikel ini, kami hendak menjelaskan, bahwa dengan penerapan hukum Allah, dalam tatanan masyarakat yang dikehendakiNya, kita akan mendapatkan dunia yang bebas kejahatan dan kehidupan yang damai (Islam).

Disini pula kita akan memenuhi panggilan shuhada ‘ala al-Naas (saksi kebenaran terhadap semua manusia) sehingga mereka-mereka yang mengetahui hukum Allah di dunia, tidak akan pernah bisa menyangkalnya di akhirat.

Ada tiga jenis hukuman untuk tiga jenis kejahatan; 

  1. Hukuman Reformasi: Contoh hukuman yang bertujuan untuk merubah pelaku kejahatan seperti perzinahan dan alkohol. Pertama pelaku diberikan pembelajaran mengenai dampak kebatilan dan kejahatan yang ditimbulkan alkohol dan perzinahan sehingga pelaku dengan ikhlas dapat menolak alkohol dan zina . Jika metode ini gagal maka pelaku diberikan pembelajaran mengenai dampak kebatilan dan kejahatan yang ditimbulkan alkohol dan perzinahan melalui pembelajaran yang dilakukan dengan kesadaran internalnya/kesadaran spiritualnya. Jika tetap gagal maka akan dilaksanakan hukuman cambuk didepan umum, bukan untuk menyakitinya namun untuk menimbulkan rasa malu di dalam hatinya supaya dia tidak akan mengulanginya lagi. Hukuman cambuk, di muka umum ini, akan menimbulkan kesadaran baik eksternal dan internal sehingga pelaku tidak akan mengulanginya lagi.
  2. Hukuman Retribusi: Ketika kejahatan mengakibatkan hilangnya “mata” atau “nyawa”, maka keadilan alami berupa kesetaraan akan memerlukan hukuman retribusi, “mata untuk mata” atau “nyawa untuk nyawa”. Korban dari kejahatan tersebut akan merasakan kepuasan ketika dia mengetahui kejahatan yang ditimpakan kepada dirinya akan ditimpakan kepada pelaku kejahatan itu. Namun hukum keadilan dalam kesetaraan ini juga menganjurkan penggantian materi oleh pelaku atau komunitas/keluarga/suku dimana pelaku berasal. Besarnya penggantian ini biasanya sangat besar sekali sehingga dapat mengurangi kekayaan pelaku/komunitasnya/keluarganya/sukunya, yang akan menyebabkan mereka untuk dapat membina sendiri lingkungan mereka, karena otomatis lingkungan mereka akan menanggung malu dan menderita materi yang sangat besar akibat perbuatan pelaku. Namun, penggantian materi ini hanya dapat dilakukan atas persetujuan korban. 
  3. Hukuman Berat: Ketika kejahatan memiliki dampak yang merusak komunitas beserta kesejahteraannya, seperti tindakan terorisme dan penculikan maupun penguasaan hajat hidup orang banyak melalui penguasaan sumber daya alam atau penipuan system moneter dan jual beli, yang menghancurkan pasar yang adil dan bebas, maka kebijaksanaan Allah yang menerapkan hukuman berat.

“Dan jagalah dirimu dari kekerasan dan anarki yang tidak hanya menimpa yang zalim namun juga yang tidak bersalah. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.” Al Anfal 8:25

Kejahatan yang menghancurkan tatanan sosial dan tatanan ala mini bersasarkan ketetapan Allah akan mendapatkan hukuman:

  • Hukuman mati.
  • Hukuman mati di tiang salib.
  • Pemotongan tangan dan kaki dalam sisi yang berlawanan.
  • Pengusiran dan diperbolehkan untuk kembali lagi. 

Korupsi di masyarakat tak berTuhan ini akan dapat dibersihkan secepat tangan pertama dipotong.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan. (35)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang di bumi ini seluruhnya dan mempunyai yang sebanyak itu [pula] untuk menebus diri mereka dengan itu dari azab hari kiamat, niscaya [tebusan itu] tidak akan diterima dari mereka, dan mereka beroleh azab yang pedih. (36)

Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya, dan mereka beroleh azab yang kekal. (37)

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya [sebagai] pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (38)

Maka barangsiapa bertaubat [di antara pencuri-pencuri itu] sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (39) Al Maidah 5:35-39

Inilah hukuman terberat dari Allah dimana gradasi beratnya akan ditentukan oleh hakim dan masyarakatnya. Hukum Allah wajib ditegakkan di dunia dimana manusia menjatuhkan hukuman Allah kepada mereka-mereka yang zalim, dan Allah, juga akan menghukum mereka di akhirat.(*)

Imran Nazar Hosein Sabtu, 26 Ramadaan 1429

Leave a Comment