Austerity, Bahaya Nyata yang Menghancurkan Nusantara

In Geo Politik & Strategi by Hamba AllahLeave a Comment

Kampungmuslim.org – Sang gembala domba yang miskin namun dapat membangun gedung-gedung tinggi (Hadith Nabi Muhammad s.a.w), kini akan meminta pengorbanan rakyatnya demi majikannya. Epistimologi dari gembala domba yang miskin disini adalah seseorang yang memiliki ilmu logik dan rasional namun miskin dalam sisi internal/ spiritual/ moral/ imannya. Mereka yang telah menguasai segala aspek bisnis, ekonomi dan politik dunia, dan sedang berlomba-lomba membangun gedung-gedung tinggi pencakar langit sebagai bentuk arogansi/ kesombongan eksistensi kesuksesan duniawi mereka. Kini mereka dengan segala cara dan upaya akan meminta secara paksa (memeras) pengorbanan rakyatnya, masyarakatnya, keluarganya, saudara-saudarinya, demi memenuhi imbauan dari majikannya yang tidak lain adalah IMF (International Monetary Fund) dibawah kendali Amerika Serikat (United States of Amerika).

IMF akan segera meminta Presiden Boneka mereka untuk melaksanakan kebijakan mereka di berbagai negeri yang telah mereka kuasai termasuk NKRI ini. Kebijakan itu bernama austerity, yaitu, karena kebanyakan hutang dan tidak mampu mengembalikannya, IMF meminta NKRI untuk melakukan apapun yang mereka perintahkan dalam pengelolaan negara apabila NKRI menginginkan pengajuan hutang barunya dikucurkan.

Terminology austerity di dalam Bahasa Indonesia tidak ditemukan, maka kami akan memberikan terminology dari Nabi Muhammad s. a. w, yaitu ‘perbudakan ekstrim’.

Hakikat sebenarnya adalah seperti ini, bankir mencetak uang untuk mendapatkan barang dari kita. Jika kita menggunakan uang itu untuk mendapatkan barang dari mereka, maka tipuan mereka itu tidak ada artinya. Oleh karena itu, mereka harus mendapatkan uang mereka dengan cara dibalik meja, atau tanpa melalui transaksi di dalam aktivitas ekonomi (inilah yang disebut sebagai Hutang/ Kredit/ Debt). Produk-produk perbankan bertujuan untuk menarik uang dari perputaran ekonomi. Namun inipun ternyata tidak cukup. Semua uang yang beredar harus kembali ke tangan mereka, apapun caranya.

Mekanisme pencetakan uang di negara ini dan seluruh negara-negara di dunia adalah sebagai berikut:

Pemerintah menerbitkan obligasi dan menyerahkannya ke Bank Indonesia, Bank Indonesia kemudian mencetak uang sesuai dengan nilai dalam obligasi tersebut. Semua uang yang dicetak adalah hutang berbunga dimana pemerintah wajib mengembalikannya kepada sang majikan gembala domba (IMF).

Imperium Barat tidak akan pernah mendekolonisasi, atau meninggalkan negara jajahan, sampai dan kecuali, mereka telah menempatkan institusi yang akan membuat mereka terus berkuasa di negara itu melalui wakil mereka atau proxy, yaitu orang lokal yang bertindak atas nama mereka.

Institusi yang dimaksud adalah bank sentral dan sistem negara modern berbasis demokrasi trias politika.

Dan kini institusi tersebut terus bertambah di negara ini untuk mengatur siapa yang boleh berkuasa dan siapa yang tidak. Siapa yang ikut dan tunduk pada mereka dan siapa yang tidak. Melalui lembaga-lembaga supranatural seperti LSM, badan-badan non pemerintahan yang berhak mengatur aparatur negara seperti lembaga anti korupsi, lembaga energi, think tank, dan lain-lain.

Untuk menghisap rakyat sampai titik darah penghabisan, maka apa yang dilakukan austerity adalah intervensi-intervensi terhadap kebijakan negara yang dapat mengubah ekonomi suatu negara untuk menggiring uang ke arah mereka, dalam rangka menghidupkan kembali eksistensi kekuasaan USD (dollar Amerika) yang kini sedang berada di ruang gawat darurat. USD (dollar Amerika) sendiri lahir dengan dosa yang bernama RIBA dan merupakan alat penipuan terbesar sepanjang zaman dalam melakukan penjajahan dan perampokan di seluruh dunia.

Ada dua langkah kongkrit bagi sebuah negara boneka dalam menjalankan austerity (perbudakan esktrim) ini, yaitu:

Pertama, pemotongan anggaran pemerintah, antara lain:

  • Pemangkasan birokrasi,
  • Pemangkasan jumlah pegawai negeri, tentara dan polisi,
  • Pemangkasan proyek-proyek pembangunan,
  • Pemangkasan jasa dan layanan publik.

Semua hal tadi akan memicu pengangguran yang akan memicu bangkrutnya bisnis-bisnis menengah kebawah. Tentu saja hukum gravitasi berlaku, yaitu naiknya angka kriminalitas di berbagai wilayah.

Kedua, memperketat regulasi bisnis dan menaikkan bea dan tarif, antara lain:

  • Menaikkan pajak,
  • Menambah pajak baru,
  • Menaikkan harga BBM, Listrik, Air, dan lain-lain.

Hal ini akan memperkuat hasil dari rekayasa pada bagian pertama di atas.

Kebijakan seperti ini telah diberlakukan di Uni Eropa dengan hasil yang sangat menghancurkan. Pengangguran berdemonstrasi setiap hari dan banyak dari mereka yang bunuh diri dengan membakar diri mereka. Bulan lalu di Ferguson, California, AS, kerusuhan sosial terjadi dimana pemerintah AS mengeluarkan UU untuk mempersenjatai polisi layaknya tentara.

Jerman beralih ke Rusia untuk menyelamatkan ekonominya. Sangsi ekonomi Amerika Serikat kepada Rusia sebenarnya ditujukan kepada Jerman karena industry Jerman bergantung dari konsumen mereka di Rusia. Perancis sekitar sebulan yang lalu juga menyatakan hal yang sama, yaitu menolak austerity. Kita tinggal menunggu apa yang akan dilakukan majikan gembala domba kepada Perancis. Tentunya semua juga memahami bahwa hilangnya MH-370 Malaysia yang penuh sesak dengan wisatawan China adalah tamparan majikan gembala domba agar Malaysia memutuskan hubungan bisnis dengan China.


Austerity adalah kebijakan untuk menarik uang kertas dari peredarannya di ekonomi, karena uang kertas yang beredar telah terlalu banyak sedemikian sehingga nilai uang kertas yang beredar di rakyat akan hilang. Hal ini akan menyebabkan keyakinan rakyat terhadap uang kertas hilang juga. Dampaknya adalah hancurnya tatanan sosial dan negara sekaligus. Kemiskinan, kemelarataan, kelaparan dan kematian.

Golongan menengah akan tereduksi menjadi golongan bawah dalam austerity. Itulah misi yang diemban oleh para presiden boneka di berbagai negara, yaitu Presiden yang masuk dalam kriteria penerapan aplikasi Dajjal, pencitraan/ propaganda, manipulasi polling, money politic/ bribery, hidden agenda, shadow agencies, sleeper cells, covert agents  dan lain-lain.

Walau krisis ekonominya terjadi di Amerika Serikat, namun austeritynya terjadi di negara-negara lainnya. Eropa (Yunani khususnya) adalah contohnya. Kini hal tersebut akan ditimpakan kepada Indonesia. Dengan kata lain, austerity adalah usaha-usaha yang dilakukan dalam penarikan uang kertas secara besar-besaran di seluruh dunia untuk menyelamatkan USD (dollar Amerika).

AS memakan ekonomi bangsa lain agar ekonominya bisa diselamatkan. Namun yang terjadi saat ini, walaupun austerity telah mereka jalankan kepada negara-negara di penjuru bumi, tetap saja USD dan Amerika Serikat sedang menuju kehancurannya (global financial collapse), begitupula dengan negara-negara yang menjadi pengikut setia/ boneka-bonekanya.

“Jika kalian memiliki tanah, maka pertahankanlah tanah kalian. Dan jika kalian memiliki ternak, maka pertahankanlah ternak kalian!”
“Bagaimana jika kami pada saat itu tidak memiliki tanah dan ternak?”
“Maka tajamkanlah pedang kalian, karena itu adalah perbudakan!” (Rasulullah Muhammad s. a. w)

Dalam Hadist di atas Nabi Muhammad s. a. w. telah menerangkan bahwa kelas menengah akan tereduksi menjadi kelas miskin dimana harta dan kekayaan mereka dirampas secara ghaib tanpa mereka menyadarinya. Solusi dari keadaan itupun ada di dalam Hadist di atas, yaitu kembali lagi ke dasar, hijrah ke kampung muslim dan hidup natural. Apabila kita belum memiliki tanah maupun ternak, maka sebaiknya kita harus menajamkan pedang kita yaitu ilmu, iman dan ihsan karena inilah senjata utama dalam meraih perlindungan dan kesempurnaan petunjuk yang lurus dari Rabb kita, ALLAH SWT. (*)

Oleh Angkoso Nugroho | 21 Oktober 2014

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Leave a Comment