Bahaya Rekayasa Genetika

In Hijrah by Hamba Allah1 Comment

Kampungmuslim.org – Genetically Modified Organism (GMO). Perpindahan gen antar spesies secara alamiah tidak mudah, karena ada mekanisme sel untuk menghilangkan/menonaktifkan gen-gen asing. Dengan rekayasa genetika hal tersebut dapat terjadi, karena teknologi rekayasa genetika memang dirancang untuk mematahkan halangan alamiah ini, sehingga suatu gen dari spesies tertentu dapat dipindahkan ke spesies lainnya. Tetapi, amankah produk-produk hasil rekayasa genetika tersebut? Rekayasa genetika yang semula bertujuan untuk menggabungkan sifat-sifat unggul dari makhluk hidup, ternyata menimbulkan bahaya yang sangat fatal. Misalnya pada sapi transgenic (sapi yang diberi hormon rBGH). Sapi yang diharapkan meningkat produksi susunya ini setelah mengalami rekayasa genetika malah mengalami infeksi pada puting susunya (mastitis), sehingga air susunya bercampur nanah dan cepat basi. Lalu untuk mengatasi infeksi tersebut digunakan antibiotic. Sehingga antibiotic ini tercampur di dalamnya dan menyebabkan susu tidak aman dikonsumsi.

Selain itu susu dari sapi transgenic juga mempunyai kadar lemak tinggi dan kadar protein rendah. Hal yang tidak kalah penting adalah susu ini mengandung hormone IGF-I yang diduga dapat memicu kanker.

Pada tanaman juga demikian. Misalnya pada jagung transgenic. Jagung yang telah direkayasa dengan bakteri Bacillus Thuringiensis (Bt) ini ternyata hasilnya juga tidak seperti yang diharapkan. Rekayasa genetika ini semula bertujuan agar tanaman jagung dapat menghasilkan pestisida sendiri melawan ulat penggerek di tubuhnya (tanpa kita perlu repot-repot menyemprot). Tetapi, tidak hanya ulat penggerek jagung yang mati, melainkan juga predator ulat tersebut, kupu-kupu, dan kunang-kunang. Sapi yang biasanya suka batang jagung lokal juga tidak mau memakannya. Manusia pun juga terkena dampaknya, kulit masyarakat akan gatal-gatal setelah terkena serbuk sari jagung. Tak hanya itu, hama sasaran menjadi resisten Bt dalam 3-5 tahun, sehingga petani akan mencari pestisida yang lebih kuat.

Berikut ini adalah beberapa bahaya dari rekayasa genetika:

  1. Tanaman transgenic kemungkinan akan menjadi gulma (hilangnya keanekaragaman hayati)
  2. Tanaman transgenic dapat bertindak sebagai perantara masuknya gen-gen asing ke tumbuhan liar yang kemudian berubah menjadi gulma.
  3. Tanaman rekayasa yang mengandung partikel virus akan memudahkan terciptanya virus-virus baru yang mungkin lebih intensif menimbulkan penyakit baru pada tumbuhan.
  4. Tanaman yang direkayasa untuk menghasilkan senyawa beracun seperti obat-obatan dan pestisida dapat menjadi ancaman yang membahayakan organisme lain.
  5. Banyak tanaman rekayasa menyebabkan meningkatnya kebutuhan herbisida dan pestisida dalam pertanian sehingga perusahaan pengolah makanan menetapkan standar keamanan yang lebih tinggi.
  6. Kebanyakan tanaman rekayasa kebal terhadap antibiotic yang digunakan sebagai penanda dalam percobaan. Dan ketahanan ini bisa dipindahkan ke bakteri yang ada di tanah, bahkan dalam organisme yang hidup dalam benda yang terkena kontak dengan manusia dan hewan.(*)

Oleh Angkoso Nugroho

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Comments

Leave a Comment