Bangsa Rum dalam Islam di Akhir Zaman

In Rum by Hamba Allah4 Comments

Kampungmuslim.org – Bismillah Arrahman Arrahiim. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

 

30_1

 

 

Alif Laam Miiim. (1)

 

30_2

 

 

Telah dikalahkan Byzantium (Bangsa Rum). (2)

 

30_3

 

 

Di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan kembali menang. (3)

 

30_4

 

 

 

 

Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan Bangsa Rum) itu, bergembiralah orang-orang yang beriman. (4)

 

30_5

 

 

Karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (5)

 

30_6

 

 

(Sebagai) janji yang sebenarnya dari Allah. Allah tidak akan menyalahi janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (6)

(Al-Qur’an Surah Ar Rum: 30; Ayat: 1-6)


Bangsa Rum adalah suatu bangsa yang beragama Nasrani (Kristen Ortodox) yang mempunyai kitab suci (al-kitab), sedang bangsa Persia adalah beragama Majusi, menyembah api dan berhala (musyrik). Kedua bangsa itu saling perang memerangi. ketika tersiar berita kekalahan bangsa Rum oleh bangsa Persia, Maka kaum musyrik Mekah menyambutnya dengan gembira karena berpihak kepada orang musyrikin Persia. sedang kaum muslimin berduka cita karenanya.

Kemudian turunlah ayat ini dan ayat yang berikutnya menerangkan bahwa bangsa Rum sesudah kalah itu akan mendapat kemenangan dalam masa beberapa tahun saja. Hal itu benar-benar terjadi. Beberapa tahun sesudah itu menanglah bangsa Rum dan kalahlah bangsa Persia, dengan kejadian yang demikian nyatalah kebenaran Nabi Muhammad Sallallaahu ‘alaihi wasallam sebagai Nabi dan Rasul dan kebenaran Al Quran sebagai firman Allah.

Kini kita sedang menyaksikan sejarah yang kembali berulang dengan sendirinya, sebagai bahan pelajaran dan cerminan bagi mereka yang berpikir.

Dimana bangsa Rum yang telah dikalahkan oleh Ottoman Empire yang beraliansi dengan British Empire (Zionist) berhasil menaklukkan konstantinopel, yang disambut gembira oleh kaum musyrikin dan munafikin.

Namun Allah telah berjanji bahwasanya mereka akan menang sesudah dikalahkan itu. Dan di hari kemenangan mereka (bangsa Rum) maka bergembiralah orang-orang yang beriman.

Pertanyaan utamanya adalah:

Siapakah Bangsa Rum kini yang akan kembali meraih kemenangan di Konstantinopel?


Deduksi Semantik Al-Quran

“Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang).” (Al-Qur’an Surah Ar Rum: 30; Ayat: 4)

Bagi Allah-lah urusan (kemenangan Rum atas musuhnya) sebelum (saat itu, setelah diterimanya ayat ini, saat Nabi  Sallallaahu ‘alaihi wasallam hidup) dan sesudah (setelah wafatnya Nabi Muhammad Sallallaahu ‘alaihi wasallam).

Urusan = [kemenangan Rum atas musuhnya] Sebelum = [saat itu, setelah diterimanya ayat ini, saat Nabi Sallallaahu ‘alaihi wasallam hidup] Sesudah = [setelah wafatnya Nabi Sallallaahu ‘alaihi wasallam].

Terjadi peperangan antara orang yang percaya pada Kitab Allah Subhanahu Wata’ala/ ahli kitab, dengan bangsa Pagan/ musyrik. Percaya pada kitab/ ahli kitab berarti menerapkan hukum yang ada pada Kitab di dalam tatanan kehidupan sosial kenegaraan. Pagan atau penyembah berhala berarti hukum manusia digunakan dalam kehidupan sosial kenegaraan. Figur dari sang pembuat hukum dijadikan patung dan dihormati dimana-mana dengan ritual khusus, semacam upacara bendera setiap hari senin.

Rum berarti orang-orang Romawi, dalam bahasa Inggris, Romans. Ada dua bangsa Romawi dalam sejarah yaitu Romawi Barat di Roma Italia, dan Romawi Timur di Constantinople. Al-Qur’an merujuk yang mana?

Di Tahun 400 M, Romawi Timur telah hancur, dan pada saat ayat ini diturunkan, Romawi Timur sedang berada di jaman keemasannya. Romawi Timur atau Eastern Roman Empire, adalah peradaban yang berdasarkan kepada agama Nasrani Orthodox Timur (Orthodox Christianity). Berkedudukan di Constantinople (Istanbul) yaitu di Asia Minor (Turki saat ini). Sejarawan yang benar menyebut peristiwa suksesi Romawi Barat ke Romawi Timur sebagai Romawi Kedua atau The Second Rome.

Allah Subhanahu Wata’ala mengatakan bahwa di tahap akhir dari akhir jaman, akan terjadi keadaan atau tatanan kehidupan yang sama dengan keadaan waktu itu. Yakni terjadi peperangan antar bangsa ahli kitab dan bangsa pagan. Lihat Ayat Al-Qur’an Surah Ar-Rum di atas.

“Bizantium akan hancur (Roma Kedua), Caisar (Tsardom Russia/ Roma Ketiga) akan hancur juga. Namun Gereja Orthodox Timur (Federasi Russia kini) akan terus hidup, bahkan hingga akhir waktu!”

Muhammad Sallallaahu ‘alaihi Wasallam,  dalam Kitab Asy Syifa oleh Qadi Iyad.

Siapakah orang-orang yang taat pada Nasrani Timur yang akan meneruskan Roma Ketiga, yang menerapkan hukum-hukum kitab pada negaranya?


Federasi Russia hari ini adalah pewaris bangsa Rum di akhir zaman. Mereka memiliki symbol yang sama yaitu elang berkepala dua. Lalu siapakah pewaris bangsa Persia? Orang yang berhukum manusia? Berhukum Toghut? Anda tahu jawabannya, dan tentu saja mereka sedang sibuk menebar fitnah dengan segala bentuk kekuasaan, penindasan dan penipuan yang mereka berhasil raih selama seribu tahun terakhir ini.

Rangkaian ayat selanjutnya menyebutkan yang beriman akan bergembira (pula/ lagi/ juga) pada kejadian kemenangan Rum di akhir jaman? Siapakah orang beriman itu? Silahkan bertanya kepada diri kita masing-masing sesuai dengan pemahaman, intelegensi dan kebijkasanaan internal dari dalam diri kita.

Mereka yang mengetahui keburukan hukum manusia (dan menolaknya) atau yang tidak sadar dan bahkan hidup senang di dalam negara yang berhukum manusia? Dan menjadikan bangsa pagan idola anda dan menjadikan cara hidup mereka menjadi cara hidup anda? Apa yang mereka sukai anda sukai? Apa yang mereka inginkan/ impikan juga anda inginkan/ impikan? Lalu bagaimana anda ingin mengetahui/ memahami ilmu Islam jika diri anda bukanlah bagian dari golongan orang yang beriman?

"Mereka yang menghancurkan tatanan kehidupan manusia  tidak berhak sama sekali untuk mengajarkan kita tentang demokrasi dan nilai-nilai dari kebebasan dalam berkehidupan."

“Mereka yang menghancurkan/ melakukan penindasan terhadap tatanan kehidupan manusia tidak berhak sama sekali untuk mengajarkan kita tentang demokrasi dan nilai-nilai dari kebebasan dalam berkehidupan.”

 

Comments

    1. Author

      Nasrani Ortodox yang kini sebagian besar telah bermukim di Russia bahkan kini telah mengelola/mengendalikan/mengatur pemerintahan Russia.

  1. “Philosopinya seperti gunung berapi yang sedang meletus.
    Setelahnya, tanah akan menjadi subur, rakyat pun jadi makmur”

    Maksud saya adalah, bahwa jika ingin hal itu terjadi (seperti yang redaksi sampaikan), maka harus melalui upaya peperangan besar, sifatnya global dan massive, nuclear war.

    Artinya, dominasi barat (as), zionis, dan si penipu munafik bani al saud harus dilenyapkan.
    Harus memasuki tatanan dunia yang betul betul baru.

    Karena jalan diplomasi layaknya hanya seperti ajang kasak kusuk, dan tidak bisa ditepatinya masing masing omongan.

    Kalau tandanya kita bisa lihat di suriah dan yaman.
    Wacana syiah bagi saya sangat memuakkan, hanya propaganda oleh barat untuk membenturkan sesama islam >>> CIA operation.

    Intinya, saya sependapat dengan artikel ini.

    Terima kasih.

Leave a Comment