Bersikaplah Seperti Habil ‘Alaihis Salam

In Opini by Hamba Allah0 Comments

Ukraina mengalami krisis sampai sekarang sejak Viktor Yanukovych, Presiden Ukraina saat itu, menolak perjanjian dagang dengan Uni Eropa pada tanggal 21 November 2013. Keputusan Yanukovich tersebut mengakibatkan dia digulingkan dari pemerintahan oleh oposisi dan menelan banyak korban jiwa.

Namun, apa tujuan Uni Eropa mengajak Ukraina bergabung dengan mereka? Tujuan mereka adalah untuk melemahkan kekuatan Rusia setelah Putin berpidato di Munich pada tanggal 19 Februari 2007.

Lantas, apa yang disampaikan Putin saat itu sampai-sampai membuat AS dan sekutunya meradang? Yakni Dunia Multipolar yang dicanangkan Putin agar Dunia Unipolarnya Amerika Serikat lenyap dari muka bumi.

Itulah yang membuat AS kalang kabut hingga Rusia diserang dari berbagai sudut. Namun, apakah Rusia sendirian dalam mewujudkan Dunia Multipolar? Tidak! Rusia dibantu oleh Tiongkok. Tiongkok yang notabene termasuk negara dengan ekonomi yang sangat kuat membantu Rusia melalui ide yang sangat brilian dan dapat melemahkan Komplotan Setan, yakni melalui One Belt One Road.

Perlu diingat bahwa untuk membangun politik dan militer yang kuat, suatu negara harus memiliki ekonomi yang kuat dan berdaulat.

Melalui OBOR, negara yang tadinya lemah, bisa menjadi kuat apabila ada infrastruktur yang besar. OBOR sendiri diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur yang besar, seperti membangun Jalur Kereta Cepat, Pelabuhan Laut Dalam (Pelabuhan berkapasitas besar), Tol Laut, dll.

Mengapa dengan membangun infrastruktur seperti itu bisa membuat ekonomi meningkat?

Pertanyaan sederhana, jika kendaraan angkut barang Arab Saudi dilakukan dengan unta, tak ada truk apalagi kereta api, sedangkan Indonesia dengan kereta api cepat antar provinsi, negara manakah yang ekonominya lebih maju? Arab Saudi atau Indonesia?

Al Qur’an Surah Az-Zukhruf 43, 10-13
(Perhiasan): Bisa berarti harta, uang, atau ekonomi.

“… dan Dia menjadikan jalan-jalan di atas bumi untukmu agar kamu mendapat petunjuk.”
ِ
“Dan yang menurunkan air dari langit menurut ukuran (yang diperlukan), lalu dengan air itu Kami hidupkan negeri yang mati (tandus). Seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur).”

“Dan yang menciptakan semua berpasang-pasangan dan menjadikan kapal untukmu dan hewan ternak yang kamu tunggangi,”

“agar kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan agar kamu mengucapkan, Maha Suci (Allah) yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya,”

Infrastruktur besar yang dibangun di negara berkembang, atau dunia ketiga, memerlukan dana yang sangat besar. Melalui skema win to win (sama-sama menguntungkan), Tiongkok menawarkan pinjamannya kepada negara-negara yang dilalui Jalur Sutera dan Maritim.

Apakah IMF dan World Bank mau melakukan hal yang demikian? Tentu saja tidak. Lebih baik menerapkan pajak tanah nganggur, beli minyak kemasan ber-merk, dll daripada harus meminjamkan dana kepada negara yang bukan sekutu dekatnya untuk membangun infrastruktur seperti Sigapura!

Lebih baik melihara singa ompong daripada Garuda.

Namun, upaya Dunia Multipolar dan inisiatif OBOR itu tidak berjalan lancar begitu saja. Tentu saja AS tidak akan tinggal diam. Melalui propaganda dan tipu dayanya, AS dan sekutunya akan melakukan segala cara untuk menyingkirkan lawan-lawannya, termasuk dengan menggunakan Revolusi Warna dan Asian Pivot.

Jika terjadi kerusuhan yang tak engkau sangka sebelumnya sebagaimana yang terjadi di Suriah, Yaman, Libya, Ukraina, dan negara lainnya, maka bersikaplah seperti Habil as. Bersikaplah seperti Habil as wahai saudara/i ku.

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya akan terjadi fitnah-fitnah, ingat, setelah itu terjadi fitnah, orang duduk saat itu lebih baik dari pada yang berjalan dan yang berjalan saat itu lebih baik dari yang berlari kecil menujunya. Ingat, bila fitnah terjadi, barangsiapa memiliki unta, hendaklah menyusul dengan untanya, barangsiapa memiliki kambing, hendaklah menyusul dengan kambingnya dan barangsiapa memiliki tanah, hendaklah menyusul dengan tanahnya.” Seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, menurut Tuan bagaimana dengan orang yang tidak memiliki onta, kambing atau tanah? Beliau menjawab: “Ia berpegangan pada pedangnya lalu memukulkan bagian tajamnya ke batu kemudian hendaklah menyelamatkan diri bila mampu. Ya Allah, apakah telah aku sampaikan, Ya Allah, apakah telah aku sampaikan, Ya Allah, apakah telah aku sampaikan?” seseorang bertanya: Wahai Rasulullah, menurut engkau bagaimana bila aku dipaksa hingga aku dibawa menuju salah satu dari kedua kubu atau salah satu dari dua kelompok lalu seseorang menebasku dengan pedangnya atau anak panah menimpaku lalu membunuhku? Beliau menjawab: “Ia datang membawa dosanya dan dosamu dan ia termasuk penghuni neraka.” (Shahih Bukhari, Kitab: Fitnah dan tanda kiamat, Bab: Turunnya fitnah seperti tetesan hujan)

Al Qur’an Surah Al-Ma’idah 5:28-29

لَئِنۢ بَسَطتَ إِلَىَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِى مَآ أَنَا۠ بِبَاسِطٍ يَدِىَ إِلَيْكَ لِأَقْتُلَكَۖ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ رَبَّ ٱلْعَٰلَمِينَ

إِنِّىٓ أُرِيدُ أَن تَبُوٓأَ بِإِثْمِى وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِۚ وَذَٰلِكَ جَزَٰٓؤُا۟ ٱلظَّٰلِمِينَ

”Sungguh, jika engkau (Qabil) menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu. Aku takut kepada Allah, Tuhan seluruh alam.”

”Sesungguhnya aku ingin agar engkau kembali dengan (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka engkau akan menjadi penghuni neraka; dan itulah balasan bagi orang yang zalim.”

Wallahu a’lam bishawab

image_pdfimage_print

Leave a Comment