Bisakah Muslim Ikut Mencoblos dalam Pemilu, Pilkada atau Semacamnya dalam Negara Sekuler Modern?

In Politik by Rio Esvaldino0 Comments

Oleh Sheikh Imran Hosein

 

Apa keabsahan negara sekuler modern ketika dinilai berdasarkan agama Islām? Apakah Halāl atau Harām bagi Muslim yang memilih dalam pemilu atau sejenisnya dalam negara sekuler modern? Tulisan ini berusaha menjawab pertanyaan tersebut.

Seorang ulama Islam di AS asal Mesir mengeluarkan Fatwa bahwa adalah Wājib bagi Muslim untuk memilih dalam pemilu negara sekuler modern seperti AS. Sesuatu yang tersirat yang tak masuk akal dalam Fatwa tersebut adalah bahwa jika Muslim enggan untuk ikut memilih dalam pemilu, maka akan dianggap melakukan dosa!

Dr. Isrār Ahmad

Dr. Isrār Ahmad

Di samping itu, ulama Islam Pakistan yang fenomenal, Dr. Isrār Ahmad, secara kategori menyatakan bahwa adalah Harām bagi seorang Muslim untuk ikut serta dalam pemilu yang berhubungan dengan politik negara sekuler barat (yakni, negara yang didirikan berdasarkan konstitusi barat). Dia yang merupakan seorang Amīr Tanzeem-e-Islāmi melarang semua anggotanya untuk memilih dalam pemilu negara sekuler modern. Dia juga membeberkan bahwa Maulānā Maudūdi (rahimahullah), yang sebelumnya mengambil sikap untuk mendukung partisipasi dalam pemilu yang berhubungan dengan politik, merubah sikapnya sebelum wafat dan menentang partisipasi tersebut.

Pandangan kami adalah bahwa pendapat Ulama Islam AS asal Mesir tersebut merupakan pendapat yang salah dan sangatlah keliru. Kita berdo’a agar Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang menunjukkan saudara kami yang terpelajar ke jalan yang benar. Āmīn! Jutaan Muslim di Amerika menerima Fatwa-nya, dengan mantapnya mereka yakin bahwa mereka benar-benar diberi petunjuk, dan kemudian pergi keluar rumah untuk ikut serta dalam memilih George Bush. Akan tetapi setelah tanggal 11 September 2001, mereka menggenggam kuat tangannya sambil marasa sedih dan meratapi akan fakta bahwa pemerintah mereka (Pemerintahan Bush), yang dibentuk berdasarkan pilihan mereka sendiri, melancarkan perang yang licik terhadap Islām! (Lihat analisa Sheikh Imran Hosein dalam buku atau tulisan yang berjudul “A Muslim Response to the Attack on America’ di situs: www.imranhosein.org)

Maulānā Maudūdi (rahimahullah)

Maulānā Maudūdi (rahimahullah)

Di tanah kelahiranku, Trinidad dan Tobago, sistem pemilu politik secara konsisten telah mengutubkan masyarakat secara ras. Tahun 1956, sebuah Gerakan Nasional Rakyat (PNM) yang sekuler muncul, menawarkan sesuatu yang tidak lebih dari sekedar nasionalisme ‘orang berkulit hitam’. Sesuatu yang mencemari negara tersebut. Hal itu menciptakan sesuatu yang berbau busuk yang lebih buruk daripada kerusakan yang dihasilkannya dan membuahkan sebuah batu nisan yang bertuliskan “All ah we tief” (Kita semua mencuri). Secara profesional, saya sendiri menderita rasisme dari PNM, dan begitu pula ayah saya. Pada kenyataanya, hal tersebut membawa ayah saya ke dalam kuburnya.

Saat itu, nasionalisme ‘hitam’ PNM berubah menjadi nasionalisme ‘India’. Ketika orang India memenangkan kekuatan politik, muncullah nasionalisme ‘India” United National Congress (UNC) yang tidaklah berbeda dari nasionalisme ‘hitam’ sebelumnya. Tapi satu hal yang tetap konsisten dalam gelapnya malam yang panjang akan politik Jāhiliyah ini, yaitu bahwa Muslim yang telah ikut serta dalam pemilu politik ras belum menyadari akan fakta bahwa Islām memiliki sesuatu yang berbeda yang jauh lebih bermakna untuk ditawarkan kepada umat manusia. Bagaimana lagi caranya agar kita bisa menjelaskan fenomena bahwa Muslim Afrika mendukung PNM dan sementara Muslim India mendukung UNC?

Banyak Muslim Trinidad yang mungkin akan terkejut dengan tulisan ini karena permasalahan ini sudah ada sejak tahun 1956, ketika pemilu pertama diadakan, beberapa Muslim terpelajar di Trinidad dan Tobago dengan seriusnya mempertanyakan Halāl atau Harām nya pemilu tersebut. Ada jawaban sembarangan yang memperbolehkan untuk memilih dalam pemilu, menyamakan sesuatu yang sama sekali tidak ada hubungannya, sebagai contoh, “selembar dollar dalam satu dompet”, “surat izin mengemudi”, “kepemilikan rumah atau mobil”, dan lain-lain. Apabila ulama Islam terkenal menyatakan bahwa “surat izin mengemudi” adalah “Syrik”, maka kita tahu kalau kita benar-benar berada dalam bahaya serius. Ulama Islam di AS yang gegabah juga telah menyatakan bahwa hukumnya Fardhu bagi Muslim di Trinidad dan Tobago untuk memilih dalam pemilu.

Tapi Muslim Trinidad harus berhenti sejenak untuk mempertimbangkan kembali bahwa masih banyak beberapa hal aneh lainnya yang juga layak untuk ditangisi. Misalnya, kita menyanyikan Lagu Kebangsaan Negara Trinidad dan Tobago di mana kita menyatakan, berulang kali, “This our native land, we pledge our lives to thee,” “Ini tanah lahir kita, kita mengabdi untuk engkau” (yakni, untuk Republik Trinidad dan Tobago), ketika Al-Qur’an meminta kita untuk mengabdikan hidup kita kepada Allah SWT secara totalitas:

“Katakanlah! Sesungguhnya sholatku, dan ibadatku, dan hidupku, dan matiku, hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

Q.S Al An'ām, 6:162

Sesungguhnya, seorang Muslim yang mengabdikan hidup kepada negara, atau tanah lahir kita, atau pada sebuah pohon mangga, selain daripada Allah SWT, Muslim tersebut akan melakukan dosa “Syrik”. Muslim tersebut juga tidak akan mengakui Hijrahnya Nabi Ibrahim as yang meninggalkan tanah lahirnya demi Islam, serta Hijrahnya Nabi Muhammad saw yang juga meninggalkan tanah kelahirannya.

Sekali lagi, Organisasi Inter-Religius Trinidad dan Tobago, yang terdiri dari beberapa Muslim, memiliki slogan “fatherhood of God and the universal bretherhood of man”. Tapi Al-Qur’an telah jelas menyatakan bahwa Tuhan bukan seorang bapak (lam yalid). Siapapun yang menjadi anggota organisasi tersebut secara ipso facto menganggap Allah adalah bapak dan karenanya itu adalah perbuatan Syirik!

Tulisan ini dimulai dengan sebuah penjelasan tentang tatanan dunia saat ini, termasuk sebuah pendahuluan tentang negara sekuler modern dan penjelasan asal usulnya. Kita tahu bahwa landasan dari negara tersebut secara kuat berakar pada Kufur (kekafiran) dan Syirik – istilah yang didefinisikan dalam tulisan ini, Syirik, adalah salah satu dari tanda besar Hari Kiamat, dan terhubung dengan Dajjāl, Al Masih Palsu, atau Anti-Kristus.

Umat Islam telah diperingatkan bahwa Islām telah memberikan sebuah konsep organisasi politik dan negara kepada dunia yang tidak ada Kufur dan Syirik di dalamnya. Itu adalah Khilafah Islam, yang dihancurkan oleh Eropa karena menghambat Eropa dalam memaksakan seluruh umat manusia menjadi Kufur dan Syirik.

Kami mengakui bahwa ada efek dari negara sekuler yang cukup jelas dan kami akan menelaah status negara sekuler modern dari perspektif Islam. Termasuk penjelasan Al-Qur’an atas Syirik universal (berjama’ah) negara sekuler modern. Kami memutuskan dengan menawarkan umat Islam sebuah alternatif pemilu politik negara sekuler modern. Dalam memperkenalkan alternatif tersebut, kami menghimbau orang-orang beriman untuk kembali memperhatikan politik Sunnah Nabi Muhammad saw.

TATANAN-DUNIA SAAT INI

Abad pertengahan Eropa pada dasarnya tak bertuhan, yang mana orang Eropa beragama Kristen memakai jas yang nyaman dan kemudian secara misterius membuang agama Kristen demi materialisme di zaman modern, yang anehnya didukung dengan lahirnya kekuatan ilmu sains dan teknologi yang sangat menarik dan tidak dapat dimusnahkan. Eropa menggunakan kekuatan tersebut untuk mengambil alih kendali politik dan militer dunia Muslim agar Khilafah Islam hancur. Eropa kemudian membuat umat Islam mustahil untuk membebaskan wilayah jajahan mereka dan mencegah umat Islam mendirikan Islām otentik di mana saja di bumi ini. Serangan kejam Eropa terhadap peradaban Islam terus berlangsung tanpa henti selama ribuan tahun lebih, hingga Khilafah hancur pada tahun 1924, dan pada akhirnya menundukkan umat Islam atas kendali politik Eropa. Kendali ini dimulai dari Eropa dan kemudian berlanjut menjadi Eropa baru di Amerika. Peradaban Islam bukan hanya mengalami  keadaan yang kacau balau dari segi politik dan budaya, tapi juga dengan cepatnya merubah keadaan secara total menjadi perbudakan ekonomi melalui Ribā berkedok ‘Kapitalisme’.

Serangan ini mengakibatkan sebagian besar Muslim meniggalkan Islām secara hakikat dan menjadi bagian dari dunia sekuler baru yang diciptakan Eropa. Hal ini sehubungan dengan pemerintah dunia negara nasional Muslim yang baru. Muslim seperti itu sibuk menciptakan Islam baru (yakni, modernisme Islam) yang bisa disediakan untuk dunia modern yang tak bertuhan. Ulama Islam yang sangat luar biasa, Maulānā Dr. Muhammad Fazlur Rahmān Ansārī (rahimahullah), mencela modernisme Islam ini dan mendesak umat Islam untuk kembali menggenggam ortodoks dinamis (berpegang teguh pada ajaran resmi yang dinamis) di mana dengan kembali pada Al-Qur’an untuk menemukan penjelasan akan dunia modern dan juga cara menanggapi tantangan besar tersebut.

Di tengah-tengah dari semua persoalan ini, Eropa berhasil membebaskan Tanah Suci dari tangan umat Islam dan kemudian ‘mendirikan kembali‘ Negara Israel di Tanah Suci untuk pertama kalinya. Setelah itu, begitu aneh dan sangat misteriusnya, orang Yahudi Eropa memulangkan Yahudi Israel (Bani Israel) ke Tanah Suci di mana peristiwa ini belum pernah disaksikan dalam sejarah manusia. Sungguh jelas bahwa orang Eropa tak bertuhan yang mengendalikan seluruh dunia lah yang memungkinkan kembalinya Yahudi Israel ke Tanah Suci. Faktanya, Yahudi Israel menerima untuk kembali ke Yerusalem, dan menafsirkannya sebagai pemenuhan janji Tuhan tentang kembalinya zaman keemasan dan menantikan kehadiran sang al Masih, ini menandakan kebutaan spiritual mereka. Pada kenyataannya, Dajjāl, sang Al Masih Paslu (Anti-Kristus) telah menipu mereka.

Bagaimana seharusnya umat Islam menanggapi drama yang masih berlangsung ini? Bagaimana seharusnya umat Islam melepaskan diri dari keadaan mereka saat ini? Jawabannya adalah tidak ada yang mungkin bisa menjelaskan dunia aneh saat ini dan tidak ada yang bisa menyelamatkan umat Islam dari bahayanya kecuali Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad saw. Penyelamatan tergantung pada rekonstruksi masyarakat Muslim seasli mungkin. Keaslian tergantung pada ketaatan terhadap Al-Qur’an, dan ketaatan pada seseorang (Muhammad saw) yang dikirim untuk mengajarkan Al-Qur’an dan mengamalkannya dengan sebuah model yang konkrit.

Saat ini umat Islam tidak mungkin bisa mengambil alih wilayah di mana pun di dunia ini dalam rangka mendirikan Islam sebagai ‘tatanan publik’ atau ‘negara’ (Dārul Islam). Usaha apapun yang dilakukan, pada akhirnya seluruh dunia yang tak bertuhan akan mencegah munculnya kekuasaan Islam atas suatu negara. Sebagian besar umat Islam tidak paham bahwa Tatanan Dunia Ya’juj dan Ma’juj lah yang kini menguasai dunia. Ada pengecualian, yakni daerah Khurasān (nama daerah di zaman Nabi saw) yang berada di Timur Efrat. Eropa modern tak bertuhan belum pernah berhasil menaklukkan jantung wilayah ini. Inggris mencoba menaklukkan Afganistan dan gagal. Kemudian Uni Soviet mencobanya dan mereka juga gagal. Saat ini, Amerika lah yang kini berusaha menaklukkan dan menguasai daerah tersebut dengan serangan yang lebih canggih dari peradaban Eropa. Tapi usaha tersebut juga ditakdirkan untuk gagal karena  perlahan-lahan Islam menegaskan dirinya kembali. Nabi Muhammad saw meramalkan bahwa Islam akan muncul kembali persis dari belahan dunia tersebut ketika tentara Muslim bergerak untuk membebaskan setiap wilayah jajahan mulai dari Khurasan hingga Yerusalem:

Abu Hurairah ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Beberapa bendera hitam akan muncul dari Khurasan dan tidak ada yang dapat menghentikannya sama sekali hingga ditancapkan di Ilya (Yerusalem).”

Sunan Tirmidzi, 2195; Musnan Ahmad, 8420

Dunia mungkin tidak perlu menunggu untuk waktu yang lama sebelum peristiwa itu terjadi.

Bagaimana seharusnya umat Islam menanggapi serangan terhadap masyarakat Muslim yang tak kunjung berhenti dan semakin meningkat di masa depan? Bagaimana bisa mereka bertahan dalam sisa waktu ini (sebelum merdeka dan menang) jika mereka tidak bisa mendirikan Islam-makro di wilayah mana pun dan di negara mana pun? Kami akan berusaha menjawab pertanyaan tersebut ketika kami mennguraikan solusi bagi umat Islam atas pemilu politik dalam negara sekuler modern.

Sesuatu yang sangat aneh di mana sebuah dunia yang banyak melahirkan peradaban besar non-Eropa, beberapa di antaranya ada yang berumur ribuan tahun, namun saat ini tidak ada satupun yang menguasai suatu wilayah. Di mana pun di dunia ini, saat ini umat manusia dipaksa untuk menerapkan peraturan peradaban Eropa. Di mana pun di dunia ini, umat manusia terpenjara oleh sebuah model negara sekuler Eropa. Politik globalisasi dari model negara sekuler Eropa ini adalah sesuatu yang sungguh unik dalam sejarah manusia. Juga sesuatu yang misterius dan berbahaya. Sistem negara sekuler Eropa pada akhirnya menghasilkan lembaga politik internasional baru yang disebut sebagai ‘Liga Bangsa-Bangsa’ dan kemudian bermetamorfosis menjadi ‘Perserikatan Bangsa-Bangsa’. Atas namanya sendiri, Perserikatan Bangsa-Bangsa’, adalah hasil dari sebuah tujuan Tatanan Dunia Baru ciptaan Eropa. Tujuannya adalah untuk menyatukan dunia dibawah pengaruh dan kendali politik Eropa sehingga pada akhirnya Eropa bisa menguasai dunia sebagai pemerintahan dunia. Pada saat tulisan ini ditulis, Eropa (tatanan dunia orang berkulit putih) hampir menyelesaikan tujuan politiknya. Semua peradaban non-Eropa di dunia ini tampaknya tak berdaya membebaskan diri dari cengkraman orang Eropa sekuler.

Arnold Toynbee, sejarawan Inggris, menanggapi fenomena unik ini dengan sebuah pandangan bahwa semua peradaban sebelumnya (sebelum peradaban barat modern) telah ‘mati’ atau ‘hampir mati’, dan bahwa “peradaban barat tidak akan menderita nasib yang sama dengan semua peradaban sebelumnya” (Toynbee: Civilization on Trial, Oc. Univ. Press, London, 1957: p38). Tujuan Eropa jelas, misterius dan berbahaya. Tujuan Eropa adalah untuk menguasai seluruh dunia. Tapi bukan itu saja. Kekuasaan Eropa seharusnya tanda bagi “Akhir Sejarah” karena tidak ada yang mungkin bisa menggantikan kekuasaan Eropa atas dunia! Toynbee membuat pernyataan jelas yang mengagumkan dalam bukunya yang terkenal, “Civilization on Trial

“Tujuan peradaban Eropa tidak lain adalah untuk menggabungkan seluruh umat manusia ke dalam kendali dan masyarakat tunggal di semua wilayah darat, udara, dan laut …”

Ibid, p166

Bagaimanapun, tujuan terakhir orang Eropa adalah untuk memulangkan orang Yahudi ke Tanah Suci dan memberikan kekuasaan dunia kepada orang Yahudi sehingga mereka bisa memerintah dunia dari Yerusalem. Buku saya yang berjudul, Yerusalem dalam Al-Qur’ān menjelaskan fakta lain yang tidak dipahami oleh Toynbee sendiri! Kembalinya orang Yahudi ke Tanah Suci dan mendirikan Negara Israel setelah Allah SWT mengusir mereka dan menghancurkan Israel 2000 tahun yang lalu, dan peristiwa yang sungguh aneh dalam sejarah ketika orang Yahudi kembali ke Tanah Suci. Hanya Al-Qur’ān yang sudah lama menjelaskannya. Dan hanya Al-Qur’ān yang bisa menjelaskan takdir yang menanti Yerusalem dan orang Yahudi.

Al-Qur’ān (Al Anbiyaa’, 21:96) dengan sangat jelas dan sederhana menyatakan bahwa Ya’juj (Gog) dan Ma’juj (Magog) telah dilepaskan Allah SWT ke dunia, pada akhirnya mereka “Turun dari tempat yang tinggi, atau menyebar ke segala arah”. Al-Qur’ān menjelaskan konsekuensinya, suatu kaum yang telah diusir dari suatu ‘kota’ yang telah dihancurkan oleh Allah SWT, dan mereka dilarang untuk kembali, suatu saat mereka akan kembali dan mengklaim ‘kota’ tersebut. Dalam buku saya, saya berpendapat bahwa ‘kota’ itu adalah Yerusalem. Tapi apabila Ya’juj dan Ma’juj turun dari tempat yang tinggi, atau menyebar ke segala arah, maka mustahil bagi umat manusia untuk menentang mereka karena pernyataan Ilahi dalam Hadits Qudsi:

“Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku (yakni Ya’juj dan Ma’juj) begitu kuat sehingga tidak ada kecuali Aku yang dapat menghancurkan mereka”

Shahih Muslim

Jelas dari hadits di atas bahwa peradaban Eropa modern adalah peradaban Ya’juj dan Ma’juj. Dan juga Tatanan Dunia yang kini menguasai dunia dengan cengkraman besi dan yang sedang melancarkan perang terhadap Islam, adalah Tatanan Dunia Ya’juj dan Ma’juj. Mereka lah yang memiliki kekuatan yang tak dapat dihancurkan dan melakukan penindasan dengan kejam, bejat, rusak dan pada intinya adalah penguasa dunia modern yang tak bertuhan. Topik Ya’juj dan Ma’juj juga menjelaskan fenomena globalisasi aneh di dunia modern.

Buku saya ‘Yerusalem dalam Al-Qur’an’, juga menjelaskan fenomena Dajjāl, Al Masih Palsu. Dia bersama Ya’juj dan Ma’juj adalah salah satu tanda besar Akhir Zaman. Karena dia memiliki misi yang menyamar sebagai Al Masih, maka dia juga harus memerintah dunia dari Yerusalem. Buku saya menjelaskan Hadits Tamīm Ad Dāri di Shahih Muslim. Hadits yang dapat membantu kita mengetahui lokasi pertama keberadaan Dajjāl, sebuah wilayah yang menjadi markas untuk memulai misinya, dan itu adalah pulau Inggris. Dari Inggris, negara penguasa, berpindah ke Amerika Serikat, negara penguasa kedua, dan dia akan berpindah ke Israel dengan segera. Negara Yahudi akan menggantikan Amerika Serikat sebagai negara super power yang baru di dunia. Kami menduga bahwa peristiwa tersebut akan segera terjadi. Jadi tujuan Eropa yang terakhir bukan hanya untuk memulangkan orang Yahudi ke Tanah Suci tapi juga memberikan status superpower kepada mereka sehingga mereka bisa memerintah dunia dari Yerusalem!

Para pembaca harus paham bahwa negara sekuler modern membentuk sebuah bagian pokok dari semua strategi politik melalui prestasi kekuasaan politik Eropa atas dunia. Dengan kata lain, negara sekuler modern secara khusus didesain untuk berfungsi sebagai instrumen politik globalisasi yang memudahkan tatanan dunia orang berkulit putih untuk menguasai seluruh dunia. Proses politik globalisasi tersebut memiliki hubungan dengan Yahudi Eropa Israel yang akan menjadi negara penguasa di dunia.

MISTERI NEGARA SEKULER MODERN

Munculnya negara sekuler modern akibat dari penerapan sekulerisme terhadap filosofi politik dan teori politik. Negara sekuler kemudian mendunia di zaman modern dengan sebuah tatanan sekuler baru. Ini tidak terjadi secara kebetulan. Sekulerisme muncul di Eropa setelah peradaban Eropa secara misterius menyerang dari dalam dan dipaksa untuk melakukan perubahan revolusi yang berbahaya. Revolusi tersebut mengakibatkan sebuah peradaban yang dulunya tampak berlandaskan keimanan Kristen dan Yahudi (karena yang satu muncul dari yang lainnya) berubah secara aneh menjadi sesuatu kombinasi karakteristik yang menakutkan. Berikut beberapa karakteristiknya (masih banyak yang tidak bisa disebutkan di sini):

  • Revolusi sains dan teknologi memberikan kekuatan yang tak terkalahkan kepada Eropa. Kemudian kekuatan itu digunakan untuk menguasai dunia. Tidak ada orang atau kaum dalam sejarah yang sebelumnya pernah berhasil menguasai seluruh dunia secara totalitas;
  • Kekuatan tersebut digunakan untuk menindas semua orang yang menentang master dunia yang baru;
  • Agama kehilangan substansi spiritual internalnya dan melemah hingga masyarakat yang pada hakikatnya menjadi tak bertuhan. Pada akhirnya, bentuk eksternal agama yang selamat dalam sebuah negara sekuler tersebut mengizinkan pernikahan sejenis;
  • Jalan hidup yang tak bertuhan menyebabkan kehancuran moral kehidupan masyarakat hingga menjadi sebuah negara yang bobrok;
  • Ketamakan dan hawa nafsu membawa masyarakat pada kehancurannya sendiri;
  • Penipuan digunakan untuk merampas harta umat manusia dan menyebabkan sekelompok manusia menjadi miskin. Penipuan juga digunakan untuk memancing umat manusia agar meniru jalan hidup orang Eropa yang tak bertuhan;
  • Globalisasi meberikan kemampuan pada kediktatoran mesianik Israel yang baru untuk mencengkram seluruh dunia.

Ini merupakan salah satu peristiwa paling unik dan bersejarah yang terjadi dalam sejarah Eropa dan dunia. Namun begitu banyak orang-orang yang katanya berpindidikan dan tampaknya tidak pernah berusaha untuk memahami bagaimana dan mengapa semuanya bisa terjadi. Mereka melihat tidak ada yang misterius di dalamnya. Biarkan kami menjelaskan beberapa hal lainnya.

Peradaban Eropa modern yang tak bertuhan secara jelas memilih ‘materialisme’ untuk menggantikan interpretasi realitas spritual agama. Maksudnya adalah bahwa Eropa tidak lagi mengakui adanya realitas manapun selain realitas materi. Bagian utama materialisme itu sendiri adalah puncak logis dari penerapan epistemologi ‘satu-mata’ yang baru (Dajjāl melihat dengan satu mata) yang mana dengan tegas menyatakan bahwa ilmu pengetahuan hanya diturunkan dari satu sumber, yakni pengamatan eksternal dan eksperimentasi. ‘Mata’ yang lainnya adalah wawasan spiritual intuitif yang datang dari hati, namun ditolak sebagai sarana untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

Revolusi Eropa yang tak bertuhan adalah peristiwa yang bahkan lebih misterius karena diiringi dengan revolusi sains dan teknologi yang memberi Eropa sebuah ‘kekuatan’ yang tampak tak terkalahkan, dan memberinya ‘daya pikat’ yang membuatnya sangat menarik. Mesin steam, kereta api, mobil, truk, tank perang, kapal bertenaga steam dan minyak, pesawat terbang, dan sebagainya., benar-benar merubah cara bagaimana menjelajahi dunia dan mengobarkan perang, dan pada gilirannya, merubah jalan hidup orang banyak. Listrik menghasilkan daya dan merubah kehidupan orang banyak. Telepon dan telegraf membuat komunikasi instan sejauh mungkin dan ini pada gilirannya, merubah jalan hidup dan tingkah laku orang banyak. Dan revolusi feminisme mengambil alih ‘malam’ dan merubahnya menjadi ‘siang’, dan dengan begitu, memberikan wanita kebebasan untuk mengadopsi peran fungsi laki-laki dalam masyarakat. Hal ini dilakukan dengan membantah perbedaan fungsi yang dibentuk dan diangkat oleh Allah SWT (Lihat Q.S Al Lail, 92:4, dimana sebuah analogi dibentuk antara fungsi ‘laki-laki’ dan ‘perempuan’). Itulah yang digembar-gemborkan sebagai kebebasan wanita! Akibatnya, hal tersebut menghasilkan perubahan yang paling bersejarah dan berbahaya dari semua jalan kehidupan manusia.

Eropa baru mengarahkan serangan pada manusia dengan cara memikat manusia pada naluri ketamakan dan hawa nafsu. Revolusi seksual menjadikan sex – wajar atau tidak wajar – tersedia dengan mudah secepat dan sebebas sinar matahari. Pornografi, homoseksual, lesbianisme, telanjang di depan publik dan seks di depan publik telah membanjiri seluruh dunia. Pernikahan semakin dianggap sesuatu yang berlebihan dan orang-orang bisa memilih untuk hidup bersama tanpa perlu menikah dan dianggap sesuatu yang dihormati. Jacqueline Kennedy, istri mantan Presiden John F. Kennedy dan ikon hari Camelot, hidup bersama dengan seorang wanita tanpa ikatan pernikahan di akhir-akhir hidupnya. Ketika dia mati, ‘rekan’ wanita Yahudi dalam hidupnya memperkenalkan diri kepada dunia sebagai ‘sahabat’nya. Homoseksual dan lesbianisme dipertahankan sebagai pengganti seksualitas dan begitu diterima oleh umum hingga seorang pendeta atau Rabbi yang homo atau lesbi bisa keluar dari lemari tanpa takut menyatakan tentang dirinya dan meneruskan tugasnya sebagai pendeta atau Rabbi. Bahkan kata ‘homoseksual’ telah disekulerkan dalam rangka untuk menghapuskan rasa jijik dalam masyarakat dan membumbuinya dengan seks yang tidak wajar. Kata tersebut diganti dengan kata ‘gay’. Tak disangka-sangka, publik menerimanya tanpa mempedulikan perubahan namanya. Mereka yang menentang homoseksualitas dituduh dengan sebutan ‘homophobia’.

Pengguna revolusi memberikan nafsu berlebih kepada umat manusia demi memperoleh lebih banyak konsumen baru akan barang-barang yang menyilaukan mata. Pengguna revolusi harta benda menembus umat manusia dengan seluas-luasnya yang hingga dapur, kamar mandi dan toilet berubah secara total, kecuali rumah kuno.

Eropa baru yang tak bertuhan terus menggunakan ‘kekuatan’ untuk menaklukkan seluruh dunia dan menjajahnya, dan kemudian menggunakan ‘daya pikat’ untuk menggoda seluruh umat manusia hingga meniru jalan hidup orang Eropa yang tak bertuhan dan menjadi koonsumen budaya yang baru. Revolusi Eropa tak bertuhan berbelok ke revolusi Amerika, Perancis dan Bolshevik tahun 1776, 1787-1800 dan 1917. Perekonomian berubah menjadi sistem ekonomi yang berlandaskan Ribā, (pinjam-meminjam uang dengan bunga, dan mengganti uang asli – yang punya nilai hakiki – dengan uang kertas yang nilainya bisa dimanipulasi dan dirubah sehingga nilainya terus-menerus menurun), dan semuanya dicapai melalui revolusi Protestan (Lihat R. W. Tawney’s classic work: ‘Religion and the Rise of Capitalism’). Kebudayaan berubah menjadi revolusi feminisme dengan memperjuangkan kebebasan wanita. Tapi, semua revolusi ini tidak akan ada tanpa diiringi revolusi sains dan teknologi.

EFEK DARI NEGARA SEKULER MODERN

Negara sekuler tidak akan bisa diterima di kalangan orang Kristen-Eropa dan Yahudi Eropa, atau umat Islam, jika tidak menyembunyikan Kufur dan Syiriknya serta kepastian efek yang jelas. Apa saja efeknya? Negara sekuler modern muncul di Eropa dalam rangka menanggapi dominasi dan penindasan teokrasi Kristen-Eropa dan untuk melawan kekuatan ‘sementara’ Gereja Kristen-Eropa. Sekulerisme menantang Gereja ketika memaklumatkan sebuah injil lengkap baru yang sensasional dan tak mengekang kebebasan beragama dan berintelektual, hak asasi manusia dan toleransi beragama. Negara sekuler juga membentuk kondisi politik yang memelihara hidup bersama secara damai di antara agama yang berbeda dalam satu wilayah yang sama. Jadi, negara sekuler mengakhiri perang religius berdarah yang telah menerpa Eropa selama berabad-abad.

Negara sekuler juga ahli dalam menyuap perut dan hati manusia melalui inovasi kreatif mereka. Negara sekuler juga menemukan atau menghasilkan sesuatu yang diterima umat manusia dengan sukacita, terlepas dari keyakinan agama, sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan modern, misalnya, listrik, radio, telefon dan handphone, televisi, komputer, pesawat terbang, mobil, mesin fax, teknologi fotocopy, dan lain-lain. Kapanpun seseorang menerima modernitas semua penemuan ajaibnya, orang tersebut juga menerima negara sekuler dan jalan hidup yang sekuler. Itu bukan lah sebuah pencapaian!

Tapi efek negara sekuler ini, beberapa di antaranya juga ada dalam negara-kota Madinah yang didirikan oleh Nabi Muhammad saw, tidak merubah landasan dasarnya akan Kufur dan Syirik. Sesungguhnya negara sekuler modern perlahan-lahan menunjukkan agenda rahasia sesungguhnya ketika negara sekuler mulai melancarkan serangan pada jalan hidup beragama. Karena masyarakat menjadi sekuler, semakin sedikit orang yang pergi ke gereja, dan gereja serta sinagog yang kosong dijual dan diganti menjadi aula ‘permainan’. Bahkan, agama perlahan-lahan menjadi lemah dalam dunia sekuler baru yang pada hakikatnya tak bertuhan.

Demokrasi negara sekuler modern  ternyata adalah pil racun berlapis gula. Demokrasi ‘politik’ bekerja sedemikian rupa untuk mempertahankan sistem ekonomi luar biasa yang menindas dan merampok orang banyak (karena ekonomi berlandaskan Ribā). Penindasan ekonomi sering kali ditambah dengan penindasan ras dan etnis. Orang miskin tak pernah bisa merebut kekuatan politik sesungguhnya dari elit predator yang kaya, dan karena itu, orang miskin tidak pernah bisa memiliki kekuatan yang bisa digunakan mengakhiri penindasan ekonomi. Itu karena kekayaan yang dimiliki elit predator membuat perbedaan yang jauh antara keberhasilan dan kegagalan dalam kampanye politik yang mahal. Injil masyarakat sekuler modern yang baru adalah yang kaya akan menguasai bumi. Dan itu benar-benar terjadi.

Eropa baru terus menggunakan kekuatan militer yang luar biasa dan kekuatan penipuan yang mengagumkan untuk mendominasi dan mencuci otak orang-orang non-Eropa. Filosofi politik yang baru serta konsep kedaulatan negara yang tak bertuhan, sistem ekonomi perampokan, dan budaya yang rusak, pada akhirnya mengglobalisasikan dirinya. Itu bukanlah sebuah pencapaian!

Pemerintah penjajah barat kini meletakkan sistem politik yang berlandaskan Kufur dan Syirik kepada seluruh dunia serta umat Islam dengan memperkenalnya secara halus dan penuh tipuan. Khilafah Islam Ottoman hancur. Dari debunya muncullah negara sekuler Turki modern yang tak bertuhan. Dārul Islām yang didirikan Nabi Muhammad saw di semenanjung Arab hancur, dan dari debunya muncullah Negara sekuler modern Arab Saudi (dilengkapi dengan atribut kedaulatan wilayah, penduduk, dll) sebagaimana negara sekutu Barat mereka. Jadi, ramalan Nabi Muhammad saw terpenuhi. Beliau meramalkan bahwa umat (Islam) ini akan meniru dan mengikuti orang Yahudi dan orang Nasrani, bahkan jika mereka pergi ke lubang biawak sekalipun, umat ini juga akan mengikutinya.

Akibatnya, dunia orang Yahudi, Kristen dan Muslim memasuki ujian dari segala ujian (fitnah) dan gagal mematuhi perintah Allah ketika Dia berfirman:

Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu, dan janganlah kamu mengikuti selain-Nya sebagai Auliya’. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).

Q.S Al A'rāf, 7:3

Negara sekuler modern menciptakan sebuah sistem pemilu politik untuk Parlemen konstitusi, Pemerintah dan (kadang) untuk pemilihan Hakim. Penduduk negara sekuler ikut memilih dalam pemilu demokrasi, tak peduli apa agama mereka. Bahkan prinsip demokrasi mewajibkan orang Kristen, Yahudi dan Muslim untuk memilih pemerintah mereka sendiri dan mengharuskan mereka untuk memilih sebuah pemerintah yang dapat mengatur hukum, undang-undang hingga menguasai mereka, tak peduli jika pemerintah yang terpilih itu menyembah setan sebagai Tuhan. Mereka juga diwajibkan untuk patuh pada otoritasnya. Jika pemilu menghasilkan sebuah pemerintah yang menyembah berhala orang-orang Hindu yang secara terang-terangan bermusuhan dengan orang-orang yang menyembah Tuhannya Nabi Ibrahim as, atau pemerintah yang menyatakan Halāl apa yang Allah SWT Harāmkan, maka tetap saja, prinsip pemilu demokrasi masih membutuhkan penduduk yang beragama Yahudi, Nasrani, Muslim, dll untuk memilih pemerintahan mereka, dan mengharuskan mereka untuk mengakui pemerintah mereka sebagai pemerintahan yang sah, dan mematuhi otoritasnya.

Tak ada lagi kitab suci (Taurat, Injil, Al-Qur’an) atau Sunnah Nabi Muhammad saw yang dapat digunakan untuk membenarkan orang Yahudi, Kristen, Muslim, dll., untuk berpartisipasi dalam pemilu politik yang mana mereka bebas untuk memilih pemerintah yang mengatur mereka. Sebaliknya, telah ada larangan keras atas tindakan tersebut!

“ … dan Dia tidak mengambil seorangpun menjadi sekutu-Nya dalam menetapkan keputusan (Kekuasaan, Otoritas Tertinggi, Pemerintahan, Hukum, dll milik-Nya)”.

Q.S Al Kahf, 18:26

“Dan katakanlah: “Segala puji bagi Allah Yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya …”

Q.S Al Isrā, 17:111; Al Furqān, 25:2

Al-Qur’an juga memberi peringatan pada orang yang menolong dalam hal kejahatan hingga mereka akan memikul sebagian dosanya:

Barangsiapa yang memberikan syafa’at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa’at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Q.S An Nisā, 4:85

SYIRIK DAN KUFUR DALAM NEGARA SEKULER MODERN

Peradaban Kristen-Eropa dan Yahudi-Eropa sebelumnya berlandaskan keimanan pada Tuhan dan dalam Kekuasaan-Nya dan Kedaulatan-Nya. Dalam agama Kristen-Eropa, ada teori Hak Ilahi akan pemerintahan para Raja, yakni ‘perwakilan Tuhan di bumi’ yang berada dalam lembaga Gereja Roma. Tapi setelah perubahan revolusi, peradaban tersebut tidak lagi mengakui Tuhannya Nabi Ibrahim as sebagai Yang Berdaulat, dan tidak lagi mengakui Otoritas dan Hukum Tertinggi-Nya. Negara sekuler modern kini diakui sebagai yang ‘berdaulat’, dan itu adalah Syirik! (Syirik adalah menyembah sesuatu selain Tuhannya Nabi Ibrahim as. Kufur adalah menolak Kebenaran). Kini otoritas dan hukum ‘negara sekuler modern’ diakui sebagai yang ‘tertinggi’, dan ini juga Syirik. Negara yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Tuhannya Nabi Ibrahim as, ini juga Syirik. Al-Qur’an menyatakan bahwa Syirik adalah perbuatan dosa yang tidak akan diampuni Allah SWT.

Nabi Muhammad saw meramalkan bahwa umat Islam akan mengkhianati Islām dengan meniru dan mengikuti orang Yahudi dan Kristen (yakni, persekutuan Yahudi-Kristen) bahkan jika mereka pergi ke lubang biawak pun, umat Islam juga akan mengikuti mereka ke lubang tersebut:

“Diriwayatkan oleh Abu Sa’id al Khudri: Rasulullah saw bersabda: “ Kalian pasti akan mengikuti jalan hidup bangsa-bangsa (orang-orang, negeri-negeri) sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta hingga seandainya mereka masuk ke lubang biawak pun, kalian pasti akan mengikuti mereka. Kami bertanya, ‘Ya Rasulullah, Apakah yang engkau maksud adalah Yahudi dan Nasrani? Beliau menjawab, ‘Siapa lagi?’”

Shahih Bukhari, 3197

Kemudian dia memperingatkan bahwa apabila umat Islam meniru orang Yahudi dan Kristen (persekutuan Yahudi-Nasrani), mereka akan menerima akibatnya:

Dari Abdullah bin Amru, Rasulullah saw bersabda: “Pasti akan datang kepada umatku, sesuatu yang telah datang pada bani Israil seperti sejajarnya sandal dengan sandal, sehingga apabila mereka di antara mereka (bani Israel) ada orang yang menggauli ibu kandungnya sendiri secara terang-terangan maka pasti di antara umatku ada yang melakukan demikian, sesungguhnya bani Israil terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan,” para sahabat bertanya, “Siapakah yang satu itu ya Rasulullah? Beliau menjawab, “mereka adalah golongan yang mana aku dan sahabatku berpegang teguh padanya.”

Sunan Tirmidzi, 2565

Muslim yang berjanji setia pada negara sekuler modern, atau ikut memilih dalam pemilu politik negara, muslim tersebut tidak bisa diakui sebagai satu golongan yang terhidar dari api neraka! Syirik adalah dosa yang paling besar. Bahkan yang paling besar dari semua dosa. Dosa yang tidak akan diampuni oleh Allah SWT:

“Pasti akan kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. …”

Q.S Al Maa'idah, 5:82

Tapi ada bentuk Syirik lainnya yang juga dijelaskan dalam Al-Qur’an. Contohnya, Fir’aun yang berkata pada Musa as: “Akulah tuhanmu yang paling tinggi,” dan dia berkata pada para Pembesar kaumnya: “Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku …” Itu adalah Syirik. Dengan menyembah Fir’aun, maka kaumnya harus patuh dan taat pada otoritasnya sebagai otoritas yang tertinggi, dan hukumnya sebagai hukum yang tertinggi, di tanah Mesir.

Al-Qur’an telah berulang kali memberi peringatan kepada orang-orang, seperti Fir’aun, yang mendirikan Hukum, yakni pemerintahan, hukum dan hakim, yang berlandaskan ‘sesuatu yang lain’ atau ‘bertentangan’ dengan otoritas Allah dan hukum Allah. Bagaimanapun, apabila petunjuk Ilahi sampai pada suatu kaum (seperti Yahudi, Kristen dan Muslim), dan mereka menerima petunjuk itu, maka situasinya akan sangat berubah. Seandainya kaum seperti itu memiliki kesempatan untuk mendirikan kekuasaan atas sebuah wilayah, seperti Muslim India yang mendirikan Negara Pakistan, dan mereka gagal membentuk hukum dan otoritas berlandaskan Hukum Ilahi, maka Al-Qur’an secara tegas mengutuk mereka dan menuduh mereka Kufur, Zalim (tidak adil) dan Fasik (fasik:dosa yang amat besar):

“… Dan barangsiapa yang tidak memutuskan perkara (pemerintahan, hukum, dll) menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” 44

“… Dan barangsiapa yang tidak memutuskan perkara (pemerintahan, hukum, dll) menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” 45

“… Dan barangsiapa yang tidak memutuskan perkara (pemerintahan, hukum, dll) menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” 47

Q.S Al Maa'idah, 5L44-47

Karena pernyataan Fir’aun dan penerapan konkrit di tanah Mesir adalah perbuatan Syrik, maka pernyataan yang sama dari negara sekuler modern juga adalah perbuatan Syirik. Karena Tuhannya Nabi Ibrahim as berfirman: “Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara (pemerintahan, hukum, dll) menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang Kafir, Zalim, dan Fasik),” dan negara sekuler modern justru melakukan hal yang demikian, maka siapapun yang mengikutinya, baik itu Yahudi, Kristen, dan Muslim yang mendirikan negara sekuler setelah datang Hukum Tuhan melalui Kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an, maka mereka adalah orang-orang yang melakukan Kufur, Zalim, dan Fasik!

Seandainya seorang Yahudi, Kristen, atau Muslim hendak mengikuti pemilu nasional dalam negara sekuler modern, secara tak langsung dia menganggap bahwa partai yang dipilihnya akan memerintahnya. Dan jika partai tersebut menjadi pemerintah dan melakukan Syirik, Kufur, Zalim dan Fasik, maka implikasinya adalah Yahudi, Kristen atau Muslim yang memilih tersebut akan mengikuti partainya dan pemerintahnya ke dalam Syirik, Kufur, Zalim dan Fasik! (Hal yang sama juga terjadi bagi Hindu, Buddha, dll). Al-Qur’an juga mencela perbuatan yang menghalalkan apa yang Allah haramkan sebagai Syirik. Jadi wahyu yang diturunkan Allah SWT, di mana Dia mencela orang Yahudi dan Kristen yang melakukan dosa tersebut, adalah:

“Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.”

Q.S At Tawbah, 9:31

Ketika ayat Al-Qur’an ini diturnkan, seorang laki-laki mendatangi Rasulullah saw dan memprotes bahwa Yahudi dan Kristen tidak menyembah pendeta dan rahib-rahib mereka. Dia bertanya, bagaimana bisa Allah SWT menuduh demikian? Rasululalh saw menjawabnya dengan bertanya kembali: Bukankah mereka menghalalkan apa yang Allah haramkan? Itu adalah Syirik. Kemudian dia bertanya: Apakah orang-orang yang mengikutinya juga demikian? Beliau berabda: mereka juga melakukan Syirik! Di antara perkara Harām yang dibuat Halāl adalah seperti perjudian & lotere, konsumsi minuman beralkohol dan perbuatan Ribā. Dalam beberapa kasus, Taurat sendiri ditulis ulang untuk menghalalkannya. (Lihat buku saya: ‘The Religion of Abraham and the State of Israel – A View from the Qur’ān’, dan ‘The Prohibition of Ribā in the Qur’ān and Sunnah’).

Apabila Yahudi melakukannya demikian, Daud as dan Yesus as mengutuk mereka:

Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil melalui lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.

Q.S Al Maa'idah, 5:78-79

Barangsiapa yang mati dengan kutukan seorang Nabi, mereka tidak memiliki kesempatan untuk menjauh dari api neraka! Pada kenyataannya, perbuatan tersebut adalah kemunafikan tertinggi bagi sebuah kaum yang menyatakan bahwa mereka menyembah Tuhannya Ibrahim as dan kemudian melegalkan apa yang di-ilegal-kan dan dilarang oleh-Nya.

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma’ruf dan mereka menggenggamkan tangannya (dari berbuat baik). Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.

Q.S At Tawbah, 9:67

Jika para pendeta dan rahib-rahib menghalalkan apa yang Allah haramkan adalah suatu perbuata Syirik, maka pemerintah yang melakukan hal yang sama juga merupakan perbuatan Syirik. Jika perbuatan tersebut adalah kemunafikan pada saat itu, maka itu sama saja dengan saat ini. Dan jika perbuatan itu dikutuk oleh Nabi saat itu, maka itu sama saja dengan saat ini.

Metode pendekatan biasa untuk subjek ini adalah untuk menimbang ‘pro’ dan ‘kontra’ akan partisipasi orang beriman dalam pemilu politik negara sekuler modern. Para pembela negara sekuler modern menjadi pandai berbicara mengenai efeknya. Mereka berargumen bahwa hal itu merupakan ‘tatanan politik’ dan ‘negara’ yang paling maju yang pernah ada dalam sejarah. Beberapa di antaranya berargumen: “Jika kita tidak ikut serta dalam pemilu politik, maka kita tidak akan punya perwakilan politik, dan tidak ada yang memperjuangkan hak kita.” Ada tingkat argumen yang lebih serius yang muncul: “Partisipasi dalam pemilu politik adalah kondisi yang diperlukan demi memperjuangkan kesuksesan untuk merubah sistem politik tak bertuhan.” Masalah syirik diakal-akali (yakni penipuan strategis atau tipu muslihat): “Kita akan berpartisipasi dalam pemilu hanya atas dasar beridirinya publik yang mana kita tidak menerima konstitusi dan negara sekuler yang dipeliharanya. Klausul ini akan melindungi kita dari Syirik.”

Jawaban kami adalah untuk menunjukkan bahwa partisipasi dalam pemilu politik dalam negara sekuler, ipso facto, sama artinya dengan menerima karakter sekuler sebuah negara. Negara sekuler membuat pernyataan yang sama dengan apa yang disampaikan Fir’aun kepada Musa as. Pernyataan tersebut adalah: Negaralah yang berkuasa! Otoritasnya lah yang tertinggi! Hukumnya lah yang tertinggi! Itu adalah Syirik. Apabila orang memilih dalam pemilu sebuah negara sekuler, maka mereka menerima klaim negara yang memiliki kekuasaan, otoritasnya yang tertinggi, dan hukumnya sebagai hukum yang paling tinggi. Oleh karena itu, apabila orang beriman ikut dalam pemilu tersebut, maka mereka tidak bisa menjauh dari perbuatan Syirik. Bahkan jika seorang pembaca Muslim membaca perihal di atas, maka paling tidak ada keraguan dalam hatinya bahwa dia mungkin telah melakukan Syirik.

Kedua, apabila orang beriman ikut dalam pemilu negara sekuler, maka mereka harus memilih sebuah partai politik. Jika partai tersebut, sebagai pemerintah, menyatakan Halal apa yang diharamkan Allah SWT dalam undang-undang, maka pemerintah tersebut berbuat Syirik. Beberapa tahun yang lalu, tepat di Trinidad sini, sebuah usaha telah dilakukan Menteri Muslim dalam pemerintahan yang didominasi Hindu, untuk mengorganisir pemuda Muslim dalam negara tersebut. Setelah usaha tersebut sukses, akan ada keuntungan politik yang diterima pemerintah dan partai penguasa. Sekitar 600 pemuda Muslim disediakan transportasi gratis untuk pergi ke pusat konvensi. Mereka juga disediakan makanan gratis. Selanjutnya, diketahui bahwa sebuah hibah yang bernilai $25,000 National Lotteries Board digunakan untuk mendanai makanan tadi. Rupanya, Menteri Muslim tadi harus mempertimbangkan bahwa Halāl menggunakan uang Perjudian untuk mendanai transportasi dan makanan tadi. Jika dia melakukannya, dan masih melakukannya, maka dia telah menghalalkan apa yang Allah haramkan.

Seluruh dunia saat ini, pemerintah dan parlemen negara sekuler sudah hampir menghalalkan semua apa yang Allah haramkan. Apabila orang beriman telah memilih partai politik dan pemerintah yang telah berbuat Syirik di atas Syirik, maka akibatnya mereka menerima pihak tersebut untuk memerintah atas mereka. Jadi orang beriman mengikuti mereka yang melakukan Syirik, Kufur, Zalim dan Fasik.

Ketiga, metode ini telah melanggar dan meninggalkan Sunnah Nabi Muhammad saw.

Partai politik dan pemerintah di seluruh dunia saat ini terdiri dari orang-orang yang menganggap remeh perbuatan yang menghalalkan apa yang Allah haramkan. Tulisan ini menyediakan banyak contoh. Apabila orang beriman memilih partai dalam pemilu nasional dan mengakui mereka sebagai pihak yang memerintah atas mereka, maka orang beriman harus berhenti sejenak untuk mempertimbangkan kembali dampak yang ditimbulkannya. Apabila suatu kaum meremehkannya, maka mereka akan membayarnya dengan harga yang mahal dan dengan sesuatu yang mengerikan. Perkara ini sejelas sinar matahari, di mana dunia sekuler modern sudah menerima akibatnya. Apa itu?

“Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina” (Ini menyiratkan bahwa mereka kini hidup seperti kera, hingga tak mampu menahan hasrat kotor dan hawa nafsu mereka, di ‘Akhir Zaman’, mereka akan menunjukkan kecenderungan seks berbeda di depan umum).

Q.S Al' A'rāf, 7:166

Negara sekuler modern menghalalkan pinjaman uang berbunga (Ribā). Saat ini di seluruh dunia, sejumlah besar negara sekuler modern telah melegalkan perjudian (dan lotere), konsumsi minuman keras (alkohol) dan daging babi dan penggunakan uang kertas yang terus kehilangan nilainya. (Ketika itu terjadi, orang-orang akan tercabik-cabik dan pada akhirnya terjebak dalam ‘perbudakan’). Aborsi, homoseksual, lesbianisme, dan perzinaan, semuanya legal saat ini. Ada perusahaan di Amerika yang menawarkan kepada orang-orang untuk menjual bayi mereka. Bahkan mereka memiliki mobil berjalan ‘penjualan kondom’ untuk mereka yang ingin mengambil kesempatan yang tak terduga-duga, dan kondom tersedia di Sekolah Menengah Atas (SMA) di Amerika Serikat. Para siswi banyak yang hamil dan melakukan aborsi, berdasarkan hukum, hal itu bisa disembunyikan dari orang tua mereka. Namun illegal bagi seorang gadis 16 tahun untuk menikah.

Saat ini di seluruh dunia, sebagian besar negara sekuler modern tidak lagi mengakui hukum Allah yang mana seorang anak laki-laki menerima warisan dua kali lebih banyak dibandingkan anak perempuan. Mereka menyatakan bahwa hukum tersebut merupakan diskriminasi terhadap perempuan, dan mereka membentuk hukum mereka sendiri. Pada kenyataannya, hukum mereka sebenarnya bukanlah sebuah hukum. Seorang laki-laki bisa memberikan semua harta warisannya kepada seekor binatang piaraan dan tidak memberikan apapun kepada istri dan anaknya! Negara sekuler modern telah melarang seorang laki-laki untuk menikahi lebih dari satu wanita pada satu waktu, karena mereka menganggap bahwa itu adalah diskriminasi pada wanita. Bahkan negara telah mewajibkan seorang pria untuk tidak memiliki istri lebih dari satu, dengan kata lain, ini mencopot keadilan terhadap wanita yang telah ada dalam hukum Allah. Solusi monogami yang kejam ini telah menghasilkan revolusi seksual yang mengolok-ngolok pernikahan itu sendiri karena seorang laki-laki bisa memiliki perempuan piaraan sebanyak yang mereka inginkan selama mereka tidak menikahi mereka. Negara sekuler menyatakan bahwa seorang istri tidak lagi memiliki kewajiban, legal atau moral untuk patuh pada suami mereka karena hal tersebut akan mendiskriminasi kesetaraan pria dan wanita.

Penulis mengingatkan bahwa matahari tidak akan pernah terbit di dunia yang lebih aneh daripada dunia-Eropa yang glamor, modern, dan tak bertuhan. Itu benar-benar dosa yang sangat berbahaya.

Definisi dari karakter agama Ibrahim as adalah bahwa tidak ada tempat bagi Kufur dan Syirik (kerusakan, atau menolak menyembah satu Tuhan) di dalamnya. Namun, sistem politik sekuler yang baru pada dasarnya peradaban Eropa-Kristen tak bertuhan yang berlandaskan Kufur dan Syirik. Organisasi PBB didirikan persis berlandaskan Syirik. Piagam PBB menyatakan bahwa Allah SWT bukanlah Al Akbar (Maha Besar)! Pasal 24 dan 25 Piagam tersebut menyatakan bahwa Dewan Keamanan memiliki otoritas tertinggi di dunia yang berhubungan dengan masalah perdamaian dan keamanan nasional. Dengan kata lain, otoritas Dewan Keamanan adalah yang lebih tinggi daripada otoritas Allah SWT dan Rasul-Nya saw. Itu adalah Syirik.

Kemudian bagaimana caranya kita menjelaskan tentang negara sekuler modern yang diterima oleh umat Islam di seluruh dunia, seperti Republik Turki, Kerajaan Arab Saudi. Republik Pakistan, Negara Malaysia, dll sebagai pengganti sah Khilafah? Dan bagaimana kita menjelaskan kepada Muslim India di Trinidad yang terus mengidentifikasi diri mereka secara ras dan politik dengan partai politik India, dan partai politik Muslim Afrika? Barangkali ini adalah momen yang tepat bagi kita untuk menjelaskan sistem politik Islam dan konsep negara Islam, yakni Khilafah, dan kemudian membandingkannya dengan negara sekuler modern. Saat ini, kebodohan dunia sedemikian rupa, bahkan Muslim sama sekali tidak menyadari subjek ini.

KHILAFAH DAN NEGARA SEKULER MODERN

Khilafah Islam adalah sebuah konsep negara dan sistem politik yang mengakui Kekuasaan, Otoritas Tertinggi, dan Hukum Allah, dan mengharamkan apa yang Allah haramkan, dan menghalalkan apa yang dihalalkan. Khilafah muncul sebagai wujud dari ketaatan kepada Allah, Rasul-Nya dan ‘mereka yang berwenang di antara umat Islam’.

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. …”

Q.S An Nisaa', 4:59

Islam menolak mengakui kesetiaan yang terpisah – yang satu bisa memberikan loyalitas kepada negara dan yang satu belum juga memberikan loyalitas tertinggi kepada Allah SWT. Dua dunia (dunia agama dan politik) tidak bisa dipisahkan satu sama lain karena Al-Qur’an menyatakan bahwa “Dialah Yang Awal dan Yang Akhir Yang Zhahir dan Yang Bathin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu”. Q.S Al Hadīd, 57:3. Kesetiaan tertinggi harus diberikan kepada Allah, bukan pada negara, karena Al-Qur’an meminta orang-orang beriman memproklamirkan:

Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Q.S Al An'aam, 6:162

Eropa menghancurkan model sistem politik dan negara Islam ketika Khilafah Ottoman menjadi target dan dihancurkan. Eropa ingin memastikan bahwa Khilafah Islam tidak pernah bisa didirikan kembali. Khilafah hancur ketika Eropa membantu menciptakan negara sekuler Arab Saudi di Hijaz (provinsi di semenanjung Arab, yang di dalamnya ada Mekkah dan Madinah), kemudian memastikan keselamatan negara tersebut dengan jaminan keamanan. Khilafah tidak bisa dipulihkan karena dua alasan. Pertama, rezim Saudi-Wahabi yang menguasai Haramain (wilayah suci Mekkah dan Madinah yang ada Ka’bah dan Masjid Rasulullah/Nabawi di dalamnya), Hijaz dan Hajj (ibadah haji) tidak pernah bisa mengklaim Khilafah. Kedua, selama mereka menguasai Haramain, Hijaz dan Hajj, tak satupun yang bisa mengklaim Khilafah. (Untuk penjelasannya, silahkan lihat buku saya: ‘The Caliphate the Hijaz and Saudi-Wahhabi Nation-State’).

Ada sejumlah alasan yang menjelaskan mengapa Eropa menargetkan dan menghancurkan Khilafah Islam. Pertama, tentu saja adalah untuk memfasilitasikan tujuan pembebasan Tanah Suci dan memulangkan Yahudi ke Tanah tersebut. Tapi alasan kedua adalah membuat model negara sekuler Eropa baru untuk merusak seluruh umat manusia dengan Syirik. Ketika Khilafah dihancurkan, Negara sekuler modern Turki mengganti Khilafah. Kemudian muncul ‘negara’ serupa di Iran, pusat Islam Syiah, dan ‘negara’ serupa di Arab Saudi di pusat Arabia Sunni Islam. Terakhir Muslim India dengan indahnya diperdaya sampai menerima Republik sekuler Pakistan. Ketiga, Khilafah harus dihancurkan karena dapat menghalangi pelaksanaan tujuan akhir dalam agenda orang Eropa tak bertuhan. Tujuan Eropa tersebut adalah untuk membentuk Negara Israel Yahudi menjadi ‘negara penguasa’ di dunia, menguasai dunia dari Yerusalem.

Nabi Muhammad saw meramalkan bahwa Khilafah akan hilang. Dan beliau juga meramalkan bahwa:

“Betapa bahagianya kalian pada saat Putra Maryam turun ke tengah-tengah kalian dan Imam kalian (Amirul Mu’minin atau Khalifah) akan muncul dari tengah-tengah kalian (dia adalah Muslim).”

Shahih Bukhari

Hadits ini mengungkapkan tiga hal:

Pertama, beliau memberitahu kita bahwa Khilafah akan muncul kembali di dunia di ‘Akhir Zaman’. Ini sama dengan ramalan bahwa Khilafah akan hilang dari dunia tetapi suatu hari akan didirikan kembali. Kedua, sebelum kembalinya Khilafah, umat Muslim akan hidup selama satu periode waktu di bawah otoritas, kendali, dan kekuasaan orang-orang non-Muslim. Itulah keadaan yang tepat tentang dunia kita saat ini. Ketiga, kembalinya Khilafah akan menjadi peristiwa yang terjadi berdekatan dengan kembalinya Putra Maryam. Dan karena kita tahu bahwa saat ‘Isa (Jesus) as kembali, dia akan menguasai dunia dari Jerusalem sebagai seorang Pemimpin Adil yang menjalankan Hukum Allah, implikasinya adalah bahwa negara sekuler modern Israel di Tanah Suci akan digantikan oleh negara Islam otentik yang terbebas dari belenggu Syirik Israel sekuler.

Orang-orang yang tetap mempertahankan status quo negara-bangsa Islam sekuler harus berhenti meyakini ramalan Nabi Muhammad saw mengenai kembalinya Khilafah. Berdasarkan hitungan kami, tak lama lagi ramalan tersebut akan terjadi.

PENJELASAN AL-QUR’AN MENGENAI SYIRIK UNIVERSAL NEGARA SEKULER MODERN

Pendapat kami adalah bahwa hanya Al-Qur’an yang dapat dan telah menjelaskan perubahan penting politik yang terjadi di dunia Kristen-Eropa, Yahudi-Eropa, dan umat manusia lainnya. Bagaimana penjelasannya? Al-Qur’an telah mengajarkan bahwa proses sejarah suatu hari akan berakhir saat Allah SWT menakdirkan ‘Hari Akhir’ mendatangi umat manusia dan dunia. Sebelum ‘Hari Akhir’ itu terjadi, akan ada ‘Akhir Zaman’. Diantara peristiwa-peristiwa yang terjadi pada Akhir Zaman adalah lepasnya Dajjal al-Masih Palsu dan Ya’juj dan Ma’juj ke dunia. Saat dilepaskan ke dunia, mereka menjadi pemain yang berpengaruh dalam proses sejarah dan merekalah yang akan menjadi dalang yang memainkan perubahan dunia yang unik dan tidak menyenangkan ini. Nabi saw menyatakan bahwa pada Zaman Dajjal al-Masih Palsu (Anti-Kristus) terjadi peristiwa menyebarnya Ribā secara universal. Itu juga akan menjadi zaman Syirik karena Dajjal akan ‘memainkan’ peran Tuhan dan menipu umat manusia untuk menerimanya. Sangat jelas dan terang bagi penulis, seperti terangnya cahaya mentari pada siang hari bahwa Dajjal adalah dalang di balik penciptaan negara sekuler modern yang pada intinya tidak bertuhan dan sistem pemilu politiknya.

ALTERNATIF BAGI ORANG-ORANG BERIMAN UNTUK MENGHADAPI POLITIK PEMILU DALAM NEGARA SEKULER MODERN

Pembaca dari umat Yahudi, Kristen, dan Muslim mungkin bertanya: Adakah alternatif untuk menghadapi pemilu politik dalam negara sekuler ? Jawabannya adalah: Iya, Ada! Alternatifnya adalah berjuang untuk merestorasi kedaulatan Tuhannya Nabi Ibrahim as, dalam sistem politik – berjuang untuk pengakuan kekuasaan-Nya sebagai kekuasaan tertinggi – dan berjuang untuk pengakuan Hukum-Nya sebagai hukum tertinggi. Itu adalah perjuangan paling mulia yang dapat dilakukan oleh manusia, dan itulah perjuangan yang harus dikejar hingga akhir waktu. Bahkan Allah SWT telah menjamin bahwa waktu tidak akan berakhir sebelum pada akhirnya perjuangan tersebut berhasil.

Alternatif untuk orang-orang beriman adalah menegakkan apapun yang Allah Halalkan menjadi Halal, dan apa pun yang Allah jadikan Haram menjadi Haram, tidak peduli harga yang mungkin harus mereka bayar. Dan jika suatu kaum melakukan Syirik, Kufur, Zalim, dan Fasik, maka orang-orang beriman harus mengutuk perbuatan tersebut, menentangnya, berjuang melawannya, dan kembali kepada Allah, dan berdoa kepada-Nya untuk memisahkan mereka dari umat yang seperti itu:

“… Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu”.

Q.S Al Maa'idah, 5:25

Al-Qur’an menyebutkan misi orang-orang beriman ini sebagai amr ma’ruf (mengajak pada kebenaran) dan nahi munkar (menentang kebatilan). Jika perjuangan untuk mengembalikan Kedaulatan Allah SWT dan supremasi Kekuasaan dan Hukum-Nya berhasil, maka wilayah itu menjadi Darul Islam. Umat Muslim berkuasa atas wilayah itu. Tetapi ada model alternatif plural negara yakni umat Muslim berbagi kekuasaan atas suatu wilayah dengan non-Muslim dengan dasar persamaan politik dan melalui persetujuan konstitusional yang mengijinkan umat Muslim mengakui Kedaulatan Allah dan supremasi Kekuasaan dan Hukum-Nya atas ‘mereka’. Nabi Muhammad saw mendirikan model negara “plural‟ tersebut di Negara-Kota Madinah yakni umat Muslim, Yahudi, dan Arab pagan berbagi kekuasaan di wilayah negara itu dengan landasan persamaan politik. (Pelajari Piagam Madinah)

Manusia memiliki kebebasan pilihan untuk menerima atau menolak agama Ibrahim as. Walau bagaimanapun, saat agama Ibrahim as diterima, maka orang-orang beriman tidak memiliki kebebasan memilih antara pemerintahan yang beriman atau pemerintahan yang tidak beriman. Jika kebebasan mereka untuk mengakui Kedaulatan Allah dan supremasi Kekuasaan dan Hukum-Nya atas ‘mereka’ ditolak di wilayah mana pun, maka mereka harus mencari suatu tempat di mana kebebasan itu ada kemudian berpindah ke wilayah itu! Tuhannya Ibrahim as telah memerintahkan orang-orang beriman untuk:

“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. …”

Q.S An Nisaa', 4:59

Apabila mereka tidak lagi memiliki kebebasan membentuk pemerintahan mereka sendiri di mana pun mereka berada, dan mereka harus hidup di bawah kekuasaan orang-orang yang tidak beriman, maka orang-orang yang beriman pada agama Ibrahim as ‘tunduk’ pada kekuasaan itu hingga saat mereka dapat kembali memilih sahabat orang-orang beriman untuk berkuasa atas mereka. Tetapi ‘ketundukan’ pada kekuasaan yang tidak beriman tidak boleh melibatkan partisipasi mereka dalam pembentukan pemerintah yang tidak beriman. Kedua, orang beriman tunduk kepada kekuasaan tersebut dengan syarat kebebasan beragama, yakni tidak ada aturan yang memaksa mereka melanggar hukum Tuhannya Ibrahim. Sebagai contoh misalnya, kewajiban agama untuk berjihad (al-Qital) dan karena itu menerima latihan militer!

Sementara pemerintah tersebut tidak akan menjadi pemerintah ‘mereka’, mereka dapat menasehati dan membantu pemerintah tentang segala hal yang benar, baik, dan saleh; dan memperingatkan, melawan, dan tidak terlibat dalam segala hal yang salah, jahat, dan berdosa. Di sinilah letak peran politik yang paling penting bagi umat Islam di Trinidad dan Tobago.

Sudah menjadi sifat yang sangat melekat pada negara sekuler modern yakni tidak mengijinkan pemilu digunakan untuk mengubahnya menjadi bentuk Negara yang berbeda – seperti bentuk negara yang mengakui Kedaulatan Tuhannya Ibrahim as dan supremasi Kekuasaan dan Hukum-Nya. Pemilu politik adalah alat untuk membuat seluruh warga negara tunduk pada negara sekuler yang tidak bertuhan.

Nabi saw menyatakan bahwa dunia Kufur merupakan kesatuan esensial (al-kufru millatun wahidah). Dan ini adalah tepat seperti terjadi di dunia saat ini. Umat Yahudi dan Kristen harus mempertimbangkan dengan hati-hati akan fakta ketika umat Muslim Aljazair menggunakan ‘pemilu politik’ untuk agama Ibrahim as di Aljazair dan memenangkan 85% suara pada pemilu nasional. Kemudian dunia yang tidak bertuhan datang dan dengan kejam menghukum 85% pemilih tersebut yang berani berusaha mengubah dasar negara sekuler yang tidak bertuhan. Pemerkosaan tanpa ampun dan tak tahu malu pada Aljazair oleh seluruh dunia sekuler tak bertuhan masih terus berlanjut, bahkan bertahun-tahun setelah adanya pemilu politik yang sial tersebut.

Dengan demikian, daripada memberikan suara dalam pemilu dan melegitimasi bentuk negara sekuler yang berlandaskan Syirik, umat Muslim harus melindungi diri mereka dari Syirik dengan memutuskan hubungan dengan negara sekuler. Mereka juga harus menanggapinya dengan berargumen bahwa bentuk negara ‘plural’ yang dibentuk Nabi Muhammad saw adalah bentuk negara yang lebih baik daripada negara sekuler modern yang tidak bertuhan. Solusi untuk politik Syirik negara sekuler dan pemilunya juga harus menjadi solusi yang akan menyelematkan Muslim dari Riba ekonomi modern. Riba tersebut menghasilkan perbudakan canggih yang baru pada seluruh umat Manusia. Umat Islam juga membutuhkan solusi untuk kerusakan moral yang membobrokkan seluruh umat manusia. Barangkali yang paling bahaya dari semua kejahatan yang harus disingkirkan Muslim adalah sistem pendidikan yang mensekulerkan pengetahuan dan pendidikan, dan sistem tersebut telah menghasilkan orang-orang yang buta secara internal dan spiritual.

Hanya ada satu jalan bagi Muslim untuk menyelamatkan iman mereka di dunia saat ini dan jalan itu diberikan dalam Surat Al-Kahfi (Surat yang melindungi kita dari Dajjal). Solusi tersebut berguna untuk menghapuskan koneksi dari dunia tak bertuhan, yakni ‘keluar’.

Al-Qur’an sendiri mengarahkan umat Islam untuk keluar dari dunia tak bertuhan:

“… Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasik itu”.

Q.S Al Maa'idah, 5:25

Metode yang bisa ditempuh umat Islam di Trinidad dan Tobago untuk keluar dari Syirik yang kini telah mengerumuni mereka telah ada dalam Al-Qur’an, dalam kisah pemuda di Surah Al Kahfi. Metode tersebut adalah mendirikan Kampung Muslim yang terpisah dari negara.

KAMPUNG MUSLIM

Umat Islam harus konsentrasi dalam membangun komunitas Islam-mikro di manapun mereka bisa melakukannya. Tapi biarkan saya langsung memberi tahu kekaguman saya kepada Br. Nāzim Mohammed dalam mendirikan Kampung Muslim di Boos Settlement Jamā’at di Rio Claro, Trinidad. Saya mengunjungi Kampung Muslim tersebut dan saya bahagia mengetahui bahwa dia berhasil mengumpulkan segala macam ras dalam satu persaudaraan. Tulisan ini ditulis untuk tujuan khusus, yakni mendorong para pembaca untuk berinisiatif dalam mendirikan sebuah desa di mana pun mereka bisa membuatnya dengan menyatukan multi-ras, multi-etnis, multi-bahasa dalam satu persaudaraan keimanan dalam Islam.

Jika Kampung Muslim otentik didirikan, dan jika disedikan bagi Muslim dengan maksud melindungi keimanan mereka dalam dunia yang saat ini makin tidak bertuhan, maka, sebagai tambahannya, mereka harus abstain (tidak memberikan suara sedikit pun) dalam pemilu negara sekuler modern, hal itu harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  • Kehidupan publik Kampung Muslim harus didirikan berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah. Apapun itu, jika tidak berlandaskan Al-Qur;an dan Sunnah, tidak bisa diakui sebagai hakikat keberlangsungan hidup. Jika sebuah praktek agama Islam tidak bisa didirikan, terlepas seberapa besar keuntungan dari praktek tersebut, atau terlepas seberapa lama umat Islam meninjaunya, praktek agama tersebut tidak boleh di bawa ke dalam Masjid dan ke dalam kehidupan Kampung Muslim, atau tidak boleh diizinkan jika dapat menimbulkan perpecahan di antara umat Islam. Hanya dengan demikian, Kampung Muslim akan bertahan dari upaya kontemporer jahat, dengan membersihkan komunitas Muslim dari segala praktek yang tidak berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dan jalan Aslāf (kata jamak dari Salaf, yakni umat Islam awal). Satu implikasi dari hal di atas adalah bahwa Halaqa Zikir Tarekat Sufi Qāderiyyah yang saya miliki, atau Tarekat Sufi yang lain, harus diselenggarakan dalam lokasi pribadi di dalam kampung tersebut.
  • Kampung Muslim harus mandiri dalam produksi pangan dan energi. Surat Al Kahfi menunjukkan energi solar sebagai solusi energi. Surat Al Kahfi juga mengingatkan perihal kemurnian makanan, karena itu pantang untuk menggunakan pupuk kimia, makanan rekayasa genetik, hormon dalam susu atau daging, dan lain-lain. Produksi makanan organik Kampung Muslim yang berlebih dapat dijual di luar Kampung dan ini merupakan bentuk bagian dari landasan ekonomi Kampung. Strategi pemasaran yang efektif dapat mencakup tentang hubungan antara makanan, seksualitas dan kejantanan seksual. Dalam proses menghasilkan makanan yang murni dan sehat, Kampung Muslim harus mendemonstrasikan sebuah kemampuan untuk melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh orang di seluruh dunia. Hal yang sama juga harus dilakukan Kampung Muslim untuk menyembuhkan kecanduan alkohol dan obat-obatan, untuk melawan kemerosotan moral seksual, untuk menyelematkan keluarga yang pada saat itu sedang runtuh di seluruh dunia, untuk menciptakan perdamaian dan keamanan dan melenyapkan kekerasan dan kejahatan, dan lain-lain. Semua dari pencapaian ini akan menciptakan dampak politik yang efektif pada politik Trinidad dan Tobago dalam arti bahwa mereka akan menunjukkan kemampuan Islam untuk memecahkan masalah yang tidak bisa dipecahkan partai politik dan pemerintah sekuler.
  • Kampung Muslim juga harus mendirikan pasar-mikro yang bebas dari pasar-makro, dan yang akan menggunakan uang asli (emas dan perak) daripada uang kertas buatan pasar-makro. Dengan cara ini, pasar-mikro akan selamat ketika sistem moneter internasional yang berlandaskan uang kertas runtuh. Saya memperkirakan bahwa sistem moneter internasional akan runtuh pada saat Israel melancarkan perang besar untuk memperluas wilayahnya dari ‘sungai Niil Mesir’ sampai sungai ‘Efrat’ di Irak. Perang tersebut sepertinya akan segera terjadi. Salah satu karakteristik pasar-mikro yang paling penting dari Kampung Muslim adalah bahwa hal tersebut memastikan kekayaan tersirkulasi dalam ekonomi kampung. Jadi tidak ada orang yang miskin selamanya dan tak ada yang kaya selamanya. Karena semua bentuk Riba akan dilarang di dalam kampung – baik itu dari ‘pintu depan’ maupun ‘pintu belakang’ – stidak akan diizinkan untuk berbisnis di dalam Kampung Muslim.
  • Kampung Muslim harus membuat sebuah upaya tegas dalam menggapai al-Ihsān (Tasawwuf) dalam rangka untuk mencapai wawasan spiritual internal. Jadi kehidupan kampung harus jadi sederhana, bersahaja dan bertakwa. Harus ada penegakan hukum secara tegas, yakni Syariah. Selain itu, Kampung Muslim harus memastikan untuk menngambil kendali penuh atas pendidikan. Al-Qur’an harus tetap pada pusat sistem pendidikan secara merata dalam semua tahap pendidikan. Sekolah Islam dalam Kampung Muslim harus unggul dari sekolah Muslim lain yang berada di luar. Anak-anak murid sekolah Muslim harus didukung oleh komunitas Muslim yang akan menegakkan Islam! Hanya anak-anak seperti itu yang benar-benar bisa dilatih dan dididik sebagai Muslim!
  • Semua Muslim yang menetap dalam Kampung Muslim harus bersama-sama mendirikan ‘Satu Jama’ah’ dibawah kepemimpinan Satu Amīr. Amīr harus seseorang yang paham Dīn (agama) dan hidup dengan secara Dīn. Dia juga harus paham akan dunia saat ini. Tak peduli apakah dia orang Afrika atau India atau ‘Dougla’, dll., dia harus memaksakan Dīn pada anggota Jama’ah dan mereka harus menjawabnya dengan as-Sam’u wa at-Ta’atu (mendengar dan patuh). Hal ini akan memilihara integritas dan disiplin internal Kampung Muslim. Hal ini juga membawa beberapa ras Trinidad dan Tobago bersama-sama ke dalam persaudaraan dan dengan begitu akan membuat pernyataan politik bijak untuk polarisasi ras Trinidad dan Tobago, juga di dunia.
  • Kampung Musliim tidak bisa, dan tidak harus menjadi batu loncatan bagi kendali akhir atas negaranya. Satu-satunya tujuan Kampung Muslim adalah untuk memelihara keimanan orang-orang beriman. Jadi, Kampung Muslim tidak harus dipersenjatai kecuali dengan senjata yang digunakan untuk mempertahankan diri dari perampokan, pemerkosaan dan pencurian! Kampung tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri jika diserang negara atau diserang oleh musuh Islam. Selain itu, Kampung Muslim harus mendorong orang Hindu, Kristen dan lainnya untuk bermukim bersama Muslim dalam Kampung pada kondisi yang mana mereka tidak memusuhi Islam dan mereka setuju untuk mematuhi perilaku norma-norma publik dalam Kampung tersebut. Dengan cara ini, non-Muslim sendiri akan mampu mengusir rumor-monger dan ‘doubting Thomas’ perihal tabiat non-acaman perdamaian Kampung Muslim. Tapi Kampung Muslim, meskipun tidak dipersenjatai, masih harus mengembangkan kepastian keselamatan dan keamanan bersama dari semua penghuni kampung. Jangan sampai Kampung Muslim menjadi sebuah kampung di mana orang-orang hidup bagaikan penjara yang jendela rumahnya seperti jeruji besi, dan jangan sampai memasang sistem alarm-pencuri dan sistem keamanan yang mahal dalam setiap rumah. Keamanan Kampung harus kuat hingga wanita bisa berjalan pada malam hari dengan keamanan dan keselamatan yang lengkap. Dengan keamanan Kampung Muslim seperti ini, maka otomatis akan membuat pernyataan politik hebat untuk seluruh negara pengganggu.
  • Semua petunjuk yang muncul dari Al-Qur’an dan Sunnah harus diekstraksi dan digolongkan jika ingin diterapkan dalam pendirian komunitas Muslim-mikro di dalam Kampung Muslim. Dan ini lebih tepatnya adalah tugas yang telah diselesaikan Maulānā Ansārī dalam bukunya yang terkenal ‘The Qur’anic Foundations and Structure of Muslim Society’. Dia juga mengartikulasikan konsep spiritual Islam dengan beberapa rincian yang cukup jelas dan teliti, dan dengan begitu dia telah menjawab kritikan yang tidak dia tulis dalam bukunya. Tapi ‘spiritualitas’ tidak bisa dicapai kecuali ada sebuah perjuangan moral utama demi pensucian. Salah satu pencapaian besar bukunya adalah klasifikasi dan eksposisi rinci akan kode moral Islam dan penjelasan & pedoman indah yang menyediakan metodologi Tazkiyah (pemurnian moral) dan Zikr.
  • The Qur’anic Foundations and Structure of Muslim Society” membentuk sebuak buku teks, buku kerja dan buku pedoman aktual bagi keberlangsungan hidup Muslim di zaman sekarang. Saya berniat menggunakan buku ini sebagai buku petunjuk untuk mendirikan komunitas Muslim otentik dalam Kampung Muslim di manapun saya bisa. Saya berdo’a agar pembaca juga akan terinspirasi melakukan hal yang sama. Aamiin!

Sebelum tulisan ini berakhir, ada sebuah peringatan yang harus masuk dalam catatan. Ini dia. Sistem politik dan negara sekuler yang merupakan warisan dari Inggris dan Eropa adalah sesuatu yang prosesnya membutuhkan homogenitas penting dari kefasikan dalam pemerintahan. Peradaban Eropa memperoleh homogenitas tersebut dengan munculnya jalan hidup sekuler yang pada hakikatnya tak bertuhan. Seluruh dunia belum memiliki homogenitas tersebut. Jadi, tidak mengejutkan bahwa politik pecah-belah secara ras dan suku sudah melanda politik non-Eropa dari awal pemerintahannya sendiri. Bahkan kini sudah mencapai kebuntuan dan ada kemungkinan bahwa hal itu dapat menyebabkan kerusuhan berdasarkan ras. Jika Muslim masih menjadi bagian dari sistem pemilu politik dan mengidentifikasi diri mereka sendiri dengan partai ras mereka, mereka akan terus menjadi kelompok yang rentan dijadikan target ketika kerusuhan ras dimulai. Ketika mereka mengangkat tangan mereka dalam beribadah pada saat pembunuhan dan pertumpahan darah, dan merasa cemas ketika mereka tidak mendapat bantuan dari atas, maka mereka akan paham akan ayat Al-Qur’an yang telah memberi peringatan bahwa Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum hingga mereka berinisiatif menggunakan petunjuk Allah untuk merubah keadaan mereka sendiri (Q.S Ar Ra’d, 13:11). Itulah fungsi dasar yang ingin diusahakan oleh tulisan ini.

KESIMPULAN

Penulis telah melandasi argumennya terhadap Al-Qur’an, Hadits dan Sunnah Nabi Muhammad saw, tentang efek yang ditimbulkan dari partisi dalam pemilu politik negara sekuler modern yang melakukan Syirik dan Kufur. Jika terjadi perselisihan dengan pandangan yang diungkap dalam tulisan ini, para ulama harus menanggapinya dengan argumen yang berlandaskan Al-Qur’an, Hadits dan Sunnah Nabi Muhammad saw. Mereka harus menyatakan keadaan spesifik yang akan menghalalkan orang-orang beriman untuk memilih dalam pemilu nasional. Sebagai contoh, bisakah seorang beriman memilih orang Hindu, atau musuh Islam, seorang pendusta, pemabuk, pencuri, pezina, bankir, yang memiliki saham di bank atau seorang direktur bank, dll? Bisakah seorang beriman memilih dalam pemilu yang berlandaskan solidaritas rasial atau berlandaskan perdagangan: “Kami akan memilih anda apabila kami dapat ini dan itu dari anda.” Bisakah seorang beriman memilih sebuah partai politik yang didukung Negara Zionis Israel yang terus melanjutkan penindasan dan penjajahannya di Tanah Suci dan Masjid Al Aqsā? Bisakah seorang beriman memilih partai politik yang mendukung legalisasi pinjaman uang berbunga, letere, homoseksual dan aborsi?

Nabi Muhammad saw bersabda: Apa yang Halal itu jelas! Dan apa yang Haram itu jelas! Jauhilah dari segala yang sangat meragukan! Masih untuk ulama Islam, yang memberi petunjuk pada orang-orang beriman, untuk menyatakan apakah Halal bagi Muslim untuk berpartisipasi dalam pemilu politik negara sekuler modern. Dalam rangka memberikan jawaban positif yang tidak ambigu, ulama tersebut harus menunjukkan, pertama, adalah Haram untuk melakukannya, dan kedua, adalah ‘penuh keraguan’ untuk melakukannya. Dan mereka harus menjawabnya dengan landasan otoratif Al-Qur’an dan Hadits yang otentik. Jika mereka tidak melakukan demikian, dan masih bersikeras bahwa Muslim bisa memilih dalam pemilu, maka ulama tersebut adalah orang yang sangat berbahaya dan harus dijauhi seperti sebuah penyakit. Orang-orang yang bersikeras mengikuti ulama tersebut harus berhenti sejenak untuk bertafakur (merenungkan) akan teror Hari Pembalasan:

Diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Pada hari kiamat manusia berkeringat, hingga keringat mereka di bumi setinggi tujuh puluh hasta dan menenggelamkan mereka hingga telinga.”

Shahih Bukhari, 6051

image_pdfimage_print

Leave a Comment