Bukan Teman Bukan Juga Sekutu

In Geo Politik & Strategi by Hamba Allah0 Comments

Kampungmuslim.org – Al-Qur’an dengan tegas melarang hubungan antara Muslim dengan Persekutuan Yahudi dan Nasrani. Namun, diseluruh dunia Islam saat ini, banyak pemerintahan melanggar larangan suci itu. Mereka, pendukung mereka dan pengikut mereka, akan membayar mahal atas kelakuan mereka itu. Mereka kehilangan status Islam mereka (di hadapan Allah SWT), dan bahkan menjadi, bagian dari Persekutuan atau Aliansi Yahudi Eropa dan Nasrani Eropa yang telah menyatakan perang terhadap Islam. Inilah pertama kalinya persekutuan semacam itu muncul dalam sejarah, dimana persekutuan itu saat ini melancarkan perang terhadap Islam atas nama Negara Israel. Baik Al-Qur’an dan Rasulullah SAW telah menyediakan informasi yang memungkinkan kita untuk mengetahui Yajuj dan Majuj didalam barisan dua aktor tadi, yaitu, Yahudi Eropa dan Nasrani Eropa yang melancarkan perang terhadap Islam.

Sheikh Ali Mustafa (Suriname) dan saya mendaki sebuah bukit di Morvant (Trinidad) dimana diatasnya berdiri Gereja Nasrani, di sana kami berpartisipasi di dalam sebuah dialog lintas agama dan tukar pendapat antara Muslim dan Nasrani.
Di forum kami menerima tuduhan (kebohongan) dan serangan terhadap Al-Qur’an dan pribadi Rasulullah SAW. Sungguh sangat mengagetkan dan pada dasarnya sangat berdosa. Namun kami dapat menemukan sumber masalahnya, sebuah sikap Nasrani yang non-Nasrani terhadap ‘perang terhadap Islam’ yang dilancarkan oleh tatanan Yajuj dan Majuj yang kini menguasai dunia. Kami juga memahami motif mereka, yaitu untuk menghambat laju sebaran Islam di Pegunungan Laventille dan Morvant.

“Pertemanan antara Nasrani dan Muslim dilarang oleh Al-Qur’an sendiri”, ucap pembicara Nasrani yang menggema dan diikuti oleh gelombang tepuk tangan jamaahnya. Dia berdasar pada terjemahan Inggris dari ayat Al-Qur’an yang selalu salah diartikan. Inilah ayat dan terjemahan yang dibicarakan oleh pembicara itu:

“Wahai orang-orang yang beriman (pada Al-Qur’an), jangan mengambil Yahudi dan Nasrani sebagai teman dan sekutu dimana mereka sendiri adalah teman dan sekutu satu sama lain. Dan barang siapa (Muslim) datang kepada mereka (sebagai teman dan sekutu) telah menjadi bagian dari mereka, ketahuilah, Allah tidak memandu orang-orang yang zalim.” (Qur’an, al-Maidah, 5:51)

Ketika ayat itu diturunkan dan lebih dari 1000 tahun setelahnya, Yahudi dan Nasrani terikat pada suatu hubungan yang saling membenci yang mana mustahil bagi mereka untuk berekonsiliasi , berteman atau bahkan bersekutu atau beraliansi dimasa depan. Karena Injil sendiri telah mencatat peranan Yahudi didalam penyaliban Kristus (Tuhan Yesus), dimana (ketika itu) pemerintahan Romawi sendiri telah menolaknya (penyaliban Yesus) (John, 19:4-7). Sehingga dengan konsisten, Nasrani menyalahkan Yahudi dalam penyaliban Yesus, yang menciptakan permusuhan abadi antara Nasrani dan Yahudi, sedemikian sehingga ketika Islam menguasai Tanah Suci Jerusalem, Nasrani tidak menerima Yahudi di negara mereka, dimana Yahudi dapat hidup damai di negara-negara Muslim.

Oleh karena itu, ayat-ayat Qur’an (Al Maidah 51-53) yang luar biasa ini sebenarnya mengantisipasi suatu masa dimana dunia akan menyaksikan rekonsiliasi yang aneh dan misterius antara kedua musuh bebuyutan ini, munculnya Aliansi Judeo Nasrani. Hal ini hanya terjadi di jaman modern, dimana Yajuj dan Majuj telah menyerang Yahudi Eropa dan Nasrani Eropa dan telah merubah Eropa menjadi komunitas sekuler yang tak ber-Tuhan, dimana laki-laki diperbolehkan mengawini laki-laki, bahwa dunia telah menjadi saksi pemenuhan nubuah ayat-ayat Al-Qur’an ini.

Obama-Netanyahu_and_Mubarak

Aliansi Judeo Nasrani yang kini memerintah dunia dari Washington DC melalui PBB, IMF, NATO, EU, ASEAN, dll. Mereka juga dikenal sebagai Judeo Anglo Saxon, memerintah dunia dalam ‘Pax Britanica’, kemudian ‘Pax Americana’ dan di masa depan yang tidak terlalu jauh, ‘Pax Judaica’.

Seharusnya sudah jelas bagi Muslim bahwa mereka ‘hanya’ dilarang berteman dengan Aliansi Judeo Nasrani itu, bukan pukul rata kepada semua Yahudi dan semua Nasrani. Qur’an juga memperingatkan Muslim yang menjaga hubungan baik dan berteman kepada Aliansi Judeo Nasrani yang kini memerintah /memimpin dunia, bahwa Allah SWT akan mengenal mereka sebagai bagian dari Aliansi tersebut (bukan bagian dari Islam), dan menganggap kelakuan seperti itu sebagai pengkhianatan terhadap Islam.

Nasrani Eropa dan Yahudi Eropa saat ini telah tergabung dalam Aliansi yang tidak suci untuk menguasai dunia dan memerintah dunia dari London, Washington dan Jerusalem yang daripada itu mereka memerangi Islam (baik manusianya maupun pemahaman agamanya). Mereka melakukan hal itu dalam rangka untuk memberi jalan bagi negara palsu Israel- Negara Yahudi Israel- sebuah negara yang mereka sendiri ciptakan, kemudian menipu Yahudi yang asli (Banu Israel) untuk menerima kesucian Negara Israel. Aliansi ini juga melancarkan serangan kepada cara-cara kehidupan religius dan keagamaan, dan dalam prosesnya merubah manusia diseluruh kolong jagat menjadi masyarakat yang dekaden dan tak ber-Tuhan (hanya mengimani bentuk eksternal dari agama).

544308_3166246956874_708521908_n

Saudi Amerika, pengkhianat Islam, merekalah yang menjadi alasan perpecahan umat, terutama Suni, karena mereka menguasai Hijaz (Mekah dan Medinah), namun tidak mengaku sebagai Kilafah. Ada hubungan tak terputus antara Hijaz-Ibadah Haji-Kalifah, yaitu kesatuan kekuatan Muslim di bumi.

TERJEMAHAN LAIN DARI AYAT YANG SAMA

Terjemahan, Abdullah Yusuf Ali: “Wahai orang-orang yang beriman (pada Al-Qur’an), jangan mengambil Yahudi dan Nasrani sebagai teman dan sekutu dimana mereka sendiri adalah teman dan sekutu satu sama lain. Dan barang siapa (Muslim) datang kepada mereka (sebagai teman dan sekutu) telah menjadi bagian dari mereka, ketahuilah, Allah tidak memandu orang-orang yang zalim.”

Muhammad Asad seorang sarjana Islam Eropa yang dihormati menterjemahkan: “Mereka yang telah beriman! Jangan mengambil Yahudi dan Nasrani sebagai sekutumu: Mereka adalah sekutu diantara mereka sendiri – siapapun dari kalian bersekutu dengan mereka, menjadi, ketahuilah, salah satu dari mereka, dengarlah, Allah tidak memberi petunjuk orang-orang yang zalim.”

Berikut terjemahan Muhammad Marmaduke Pickthal: “Mereka yang telah beriman! Jangan mengambil Yahudi dan Nasrani sebagai teman: Mereka adalah teman diantara mereka sendiri – siapapun dari kalian bersekutu dengan mereka, menjadi, ketahuilah, salah satu dari mereka, dengarlah, Allah tidak memberi petunjuk orang-orang yang zalim.”

M. Shakir, penterjemah asal Pakistan menterjemahkan: “Mereka yang telah beriman! Jangan mengambil Yahudi dan Nasrani sebagai teman: Mereka adalah teman diantara mereka sendiri – siapapun dari kalian bersekutu dengan mereka, menjadi, salah satu dari mereka, dengarlah, Allah tidak memberi petunjuk orang-orang yang tidak adil.”

T. B. Irving, penterjemah asal Amerika juga memiliki terjemahan yang mirip: “Mereka yang telah beriman! Jangan mengambil Yahudi dan Nasrani sebagai pemberi dukungan/bantuan: Mereka adalah pendukung satu sama lain – siapapun dari kalian bersekutu dengan mereka, menjadi, ketahuilah, salah satu dari mereka, dengarlah, Allah tidak memberi petunjuk orang-orang yang berbuat salah.”

IMPLIKASI DARI SEMUA TERJEMAHAN DIATAS

Jika kita menerima semua terjemahan diatas, akan terjadi kontradiksi besar dengan Al-Qur’an itu sendiri dan Sunah Rasulullah SAW.
Coba diperhatikan hal-hal berikut ini:

  • Al-Qur’an memperbolehkan laki-laki Muslim untuk mengawini perempuan Yahudi atau Nasrani: “Pada hari ini Dihalalkan bagimu yang baik-baik. makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal (pula) bagi mereka. (dan Dihalalkan mangawini) wanita yang menjaga kehormatan diantara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) Maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat Termasuk orang-orang merugi.” (Al Maidah 5)
  • Al-Qur’an juga memperbolehkan Muslim untuk memakan makanan Yahudi dan Nasrani (yang mana dihalalkan oleh Qur’an) dan membalikkan hal yang sama bagi mereka untuk memakan makanan Muslim (Qu’an Al Maidah 5). Seorang Muslim yang memberi makan kepada orang Yahudi atau Nasrani, dengan malu akan mengatakan bahwa, Qur’an memperbolehkannya memberi makan namun tidak memperbolehkannya menjadi teman orang yang diberi makan tadi.
  • Nabi Muhammad memperbolehkan pengikutnya yang lemah, yang diserang penyembah berhala Quraish, untuk mencari perlindungan di Abyssinia, Kerajaan Nasrani orang berkulit hitam dan meminta perlindungan disana. Mereka melakukannya dan Raja Nasrani yang adil dan bijaksana menerima dan melindunginya. Kemudian ketika Raja itu meninggal, Nabi Muhammad mendoakannya di Medinah.
  • Rasulullah SAW sendiri melakukan perjanjian dan bersekutu dengan kaum Yahudi Medinah yang secara politik dan konstitusional melahirkan kota Medinah itu sendiri, namun demikian terjemahan Qur’an Surah Al-Maidah ayat 51 diatas melarang persekutuan yang dilakukannya (Muhammad SAW).
  • Akhirnya, Al-Qur’an secara spesifik menyatakan tidak ada halangan bagi Muslim untuk berteman dan bersekutu dengan semua orang (Hindu, Nasrani, Yahudi, Putih, Hitam, Coklat atau Kuning) yang tidak ‘memerangi Islam dan tidak menindas Muslim dengan cara mengusir mereka dari rumah dan wilayah mereka dimana mereka tinggal:

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (Al-Qur’an, Al-Mumtahana, 60:8)

Seperti yang telah dijelaskan diatas, ayat Qur’an (5:51-53) tidak melarang Muslim untuk bersahabat dan bersekutu dengan ‘seluruh’ Yahudi dan Nasrani, namun melarang Muslim untuk tidak berteman dan bersekutu ‘hanya’ kepada Yahudi dan Nasrani yang bergabung dalam Persekutuan atau Aliansi Yahudi dan Nasrani. Ini karena persekutuan itu adalah tatanan dunia Yajuj dan Majuj yang akan memerangi Islam dan mengusir Muslim dari rumah dan tanahnya sendiri.
Al-Qur’an menerangkan secara harfiah dengan jelas dan terang ketika menerangkan sebuah masa (Qur’an meramalkan masa setelah Rasulullah SAW maut, seperti halnya Al-Maidah:51) ketika Yahudi dan ateis menjadi pihak yang paling bermusuhan kepada Islam, maka orang Nasranilah yang akan menjadi teman baik Muslim:

“Sesungguhnya kamu ‘akan’ mendapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. dan Sesungguhnya kamu ‘akan’ mendapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Kami ini orang Nasrani”. yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena Sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.”
(Qur’an, al-Maidah, 5:82)

Subjek ayat diatas tentunya bukan seluruh Yahudi namun Yahudi yang melakukan peperangan terhadap Islam dan mengusir Muslim dari rumah dan tanahnya (seperti apa yang telah terjadi saat ini di Tanah Suci). Ayat ini juga memberikan pemahaman kepada Muslim agar mereka pada saat itu dapat mengenali mereka yang Al-Qur’an katakan sebagai Nasrani. Mereka akan menjadi orang-orang yang paling dekat dengan Muslim dan penolong ketika datangnya masa dimana Yahudi dan ateis memperlihatkan permusuhan besar dengan Muslim.

Penerjemahan dan penafsiran (5:54) yang berdasarkan kesalah pahaman terhadap Qur’an tentunya akan menghalangi hubungan dekat yang dalam antara Muslim dengan sebagian Nasrani dan Yahudi (implikasi lainnya adalah Hindu dan Budha) yang mana, mereka tidak berpartisipasi didalam perang terhadap Islam yang dilaksanakan saat ini.

554339_3166252877022_630551159_n

Karzai, Presiden Afghanistan, Boneka Yahudi Nasrani, sama seperti semua pemimpin dan ulama Islam di negara-negara Muslim yang berada di bawah naungan Barat dan PBB. Semua pemimpin yang tidak sejalan digantikan melalui pergantian rezim (revolusi & demontrasi) made in USA. Revolusi Arab, invasi Irak, Afghanistan dan destabilisasi Suriah dan Yaman dilakukan oleh Barat untuk menyiapkan daerah itu dalam rangka perang besar Israel kepada seluruh negara-negara Arab di waktu dekat.

SERIGALA DAN DOMBA

Politikus Amerika Latin, Juan Domingo Alvorado, seorang Nasrani, pernah menyatakan bahwa dunia saat ini terdiri atas serigala dan domba. Nasrani Morvant, yang semuanya berasal dari Afrika, adalah domba. Demikian sehingga saya dan Sheikh Ali Mustafa adalah golongan domba yang lain. Kami terpaksa memisahkan diri dari mereka (dialog keagamaan) dengan baik-baik. Kami berharap bisa meraih mereka untuk bersatu dalam satu oposisi dalam peperangan ini, bukan hanya Islam namun semua yang suci yang telah berasal dari Allah SWT. Kami berharap untuk saling berjabat tangan dan hati dalam perjuangan yang sama melawan para ‘serigala’ dunia yang sekarang melakukan perang bahkan dengan cara menaruh bom di tong sampah di Port of Spain dan juga di Bali.

Aliansi ‘serigala’ telah menginvasi dan menjajah Afghanistan dan Irak dan mengancam akan menjajah Iran. Banyak orang didunia saat ini, Nasrani, Hindu, Yahudi, dll, yang mengenal ketidak adilan perang terhadap Islam dan Muslim, mereka menentang perang yang tidak adil itu, yang tentunya akan menyambut dengan hangat artikel saya tulis ini.

Namun ada juga Muslim, biasanya dalam pemerintahan, atau perusahaan swasta apalagi perusahaan dengan modal Barat, dan mereka-mereka yang menikmati kehidupan modern ala Barat, yang memanen dari apa yang dihasilkan oleh persahabatan mereka dengan aliansi ‘serigala’ yang memerintah dunia dari London, Washington dan Jerusalem. Mereka tidak ingin mempelajari dan memahami subjek ini, karena akan membuka tabir pengkhianatan besar mereka terhadap Allah SWT, yang telah menyatakan mereka sebagai bagian dari Aliansi Judeo Nasrani Eropa, dan bahwa mereka bukan bagian dari umat Islam.(*)

546544_3166265477337_1742372935_n

Jamaah Blue Jeans, nasib Dunia Muslim dibawah cengkeraman Peradaban Yahudi Nasrani yang membuat Muslim menjadi seperti mereka. Murtad Tanpa Sadar. Tampak beragama, namun realitasnya, tidak! Mereka manusia ber’dualisme moral’.Banyak orang Muslim didalam dunia sekuler modern yang dicuci otaknya oleh peradaban barat modern, mengutuk dan menolak “Hukum Allah” sebagai tak beradab, ekstrim, dan barbar. Sedangkan mereka sendiri diam membisu ketika Yahudi-Nasrani/Zionis Amerika menyiksa manusia tanpa peradilan dan tanpa perikemanusiaan di Guantanamo dan Abu Ghraib. Merekapun diam ketika AS menghancurkan hutan Vietnam dengan agent orange atau membombardir Iraq menggunakan peluru dilapis uranium yang menyebabkan bayi-bayi yang lahir baik di Vietnam dan Iraq cacat permanen. Tak heran jika peradaban manusia munafik yang memiliki ‘dualisme moral’ yang hidup didalam peradaban pimpinan Zionis itu kini diambang kehancuran di dalam tatanan kehidupan yang penuh dengan darah kekerasan, kriminalitas, dan politik golongan seperti ayam negeri yang akan pulang ke rumah jagal. Inilah pembuktian kebenaran, dari tatanan kehidupan illahiah, yang ditetapkan oleh Allah, dan diberikan kepada Daud, as, Sulaiman, as, Isa, as, dan Muhammad, SAW.

Oleh Sheikh Maulana Imran Nazar Hosein.

Alih bahasa oleh Angkoso Nugroho

Leave a Comment