Campur Tangan Allah Pada Sejarah Manusia

In Sejarah by Hamba AllahLeave a Comment

Semenjak Nabi Nuh [as] dunia dihiasi oleh peradaban yang realitasnya perbudakan atau SERFDOM, melalui cara satu dan lainnya. Riba adalah praktek kuno, hanya saja tidak dijelaskan saat ini. Itulah mengapa Allah mencampuri sejarah manusia di bumi untuk mendirikan negara yang benar, berdasarkan kemerdekaan masyarakat. Rasul berbeda dengan Nabi, keduanya memang utusan Allah, namun Rasul punya tugas mendirikan negara yang benar, Kerajaan Tuhan/Surga kata Nasrani, Kilafah kata Muslim, the Mandate of Heaven kata orang China.

Pemerintahan yang benar tidak menarik pajak, namun meminta rakyatnya untuk bekerja untuk dirinya sendiri sekaligus untuk masyarakat. Pendanaan berasal dari hibah dan meminjam harta rakyat, yang kemudian dikembalikan. Hibah sendiri tidak mengendap di kas negara lebih dari 12 jam, namun langsung diimplementasikan. Sampai tali-tali pengikat uang itu saya bagikan/keluarkan kata Umar Faruk [ra]. Pemerintah sendiri tidak dibayar, namun hanya digantikan nafkah keluarga mereka karena mereka meninggalkan pekerjaan mereka. Tidak perlu repot memikirkannya, sama dengan kegiatan di lingkungan tetangga [RT].

Skema serfdom berbentuk piramid. Penguasa di atas menghisap yang di bawahnya, demikian seterusnya. Sedangkan negara yang benar, bentuknya sama dengan piramid, namun terbalik, yaitu rakyat yang berada di atas. Itulah arti bintang David di bendera Israel, Allah telah kalah dan serfdom menguasai jagat. Sedangkan shadaqah dan zakat adalah pajak Allah. Distribusi kekayaan dari yang kaya ke yang miskin. Jumlahnya pun tak banyak, hanya 2.5 %.

Umar Faruk (ra) mengatakan, “Mengapa Muslim tidak membangun istana (gedung-gedung pemerintahan yang megah dan menjulang tinggi) seperti Bizantium dan Persia?” “Mengapa Muslim tidak memakai pakaian (seragam, ornamen, pernak-pernik, protokoler pemerintahan) seperti Bizantium dan Persia? Rasulullah Muhammad [saw] menjawab, “Seperti itulah surga mereka, dan surga kita hanyalah berada di akhirat!”

Ada satu orang Rasul yang belum berhasil, karena para elit yahudi mencoba membunuhnya. Beliau adalah Nabi Isa [as] dan beliau akan datang kembali untuk menyelesaikan tugasnya. Amin Insya Allah.(*)

 Angkoso Nugroho

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Leave a Comment