Definisi Ilmiah Permakultur

In Permaculture by Hamba Allah0 Comments

Kampungmuslim.org – Kata ‘permaculture‘ berasal dari singkatan ‘permanent agriculture‘ dan ‘permanent culture‘ – artinya kehidupan di atas permukaan planet bumi dengan memastikan bahwa kehidupan tersebut lestari sampai bergenerasi-generasi, dalam keseimbangan dengan alam. Dalam ajaran Islam disebut sunnatullah, yaitu tatanan Allah yang langgeng dan terus menerus (permanence). Kata ‘permanence’ tidak diartikan bahwa segala sesuatunya senantiasa sama. Yang dimaksud adalah mengenai stabilitas, mengenai pendalaman tanah subur dan air bersih, keswadayaan masyarakat di kawasan yang berdikari, pertanian berkeanekaragaman hayati dan juga keadilan sosial, dan keberlimpahan.

Permakultur membuat kombinasi tiga aspek:

  • Kerangka kerja etis atau adab;
  • Pemahaman bagaimana alam bekerja; dan
  • Sebuah pendekatan desain tata pengelolaan alam yang baik dan beradab.

Kombinasi unik ketiga aspek ini kemudian digunakan untuk mendukung pembentukan sebuah tatanan kehidupan, berupa pemukiman/ kawasan atau desa, yang lestari, berkelanjutan, pertanian produktif, sehat dan bebas polusi. Di banyak tempat, yang telah mencoba menerapkan pendekatan ini, telah mencoba mengadaptasikan permakultur di dalam lingkungan pemukiman mereka. Sedangkan yang lain masih dalam proses mengembangkan. Keduanya, baik yang sudah berjalan atau masih berproses, memiliki tantangan dan peluangnya masing-masing.

Satu yang pasti. Permakultur merupakan subyek pembahasan yang memikat, dengan berbagai aspek, dan terus menerus berkembang.

Berikut di bawah ini merupakan tantangan-tantangan global hari ini (krisis adab):

  • Pemanasan global dan perubahan iklim terutama akibat dari penggunaan mesin pengendali cuaca (iklim),
  • Menipisnya dan habisnya energi (bahan bakar fosil),
  • Polusi, privatisasi dan kelangkaan air,
  • Habisnya sumberdaya mineral (fosfor, tanah subur, dan lain-lain),
  • Berkurangnya keanekaragaman hayati,
  • Penggundulan hutan,
  • Penggurunan,
  • Rusaknya beberapa habitat (misalnya lahan basah)
  • Kemiskinan, hutang, ketidakadilan, penindasan dan kezaliman,
  • Konflik dengan kekerasan dan peperangan,
  • Konsumerisme, konsumsi berlebihan atas sumber daya, obesitas dan masalah kesehatan,
  • Rekayasa genetika akan makanan, minuman, hasil alam dan lain-lain,
  • Naiknya permukaan air laut,
  • Pengasaman air dan
  • Menipisnya cadangan ikan sehat di lautan.

Etika atau Adab

Dapat diringkas sebagai “peduli bumi, peduli sesama, berbagi adil”, adab permakultur memberikan muatan bagi karya-karya manusia, menghubungkan karya-karya tersebut dengan manusia-manusia lain yang juga berupaya membangun tatanan yang lebih adil, lebih sehat dan lebih harmonis.

  1. Peduli Bumi: Penataan sebuah sistem kehidupan untuk berlanjut dan berkembang biak.Permakultur bekerja dengan sistem kealaman, ketimbang melawan alam. Permakultur menggunakan metode-metode yang meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan alamiah di muka bumi. Dalam kehidupan sehari-hari, misalnya membeli secara lokal, makan sesuai musim, bersepeda daripada naik kendaraan bermotor. Permakultur adalah mengenai pilihan yang kita buat, dan bagaimana kita mengelola lahan. Permakultur bukan melawan pengrusakan habitat kehidupan liar, atau melawan pengracunan tanah, air dan atmosfer, dan permakultur adalah mengenai desain dan perancangan system yang menyehatkan tanpa harus merusak planet.
  2. Peduli Sesama: Penataan bagi sesama manusia dalam mengakses sumberdaya yang dibutuhkan bagi kehidupan mereka. Sebagai bagian dari planet, keberadaan manusia adalah penting. Permakultur merancang kesejahteraan baik individu ataupun masyarakat. Sebagai individu, kita perlu menjaga diri dan sesama sehingga sebagai masyarakat kita dapat mengembangkan gaya hidup yang harmonis selaras alam. Di bagian dunia yang paling miskin, tidak ada alasan untuk tidak membantu sesama, untuk mendapatkan pangan yang cukup dan air yang bersih, dalam lingkungan sosial yang aman. Di dunia yang kaya, adalah undangan untuk mendesain ulang sistem yang tidak berkelanjutan dan menggantinya dengan sistem yang lestari. Hal ini bisa berarti misalnya menyediakan transportasi yang diakses semua dan efisien, atau menyediakan kegiatan purna sekolah bagi anak-anak. Ketika orang-orang bekerja sama, kesetiakawanan akan terbentuk dan keberlanjutan menjadi niscaya.
  3. Berbagi adil: Dengan mengatur kebutuhan kita, kita dapat mengatur sumber daya secara bijak. Termasuk di dalamnya adalah: akses ke dalam desain keluarga yang baik; membantu sesama manusia memenuhi kebutuhan dasar seperti air bersih, makanan yang layak, dan perawatan kesehatan dan pendidikan dasar bagi perempuan maupun laki-laki. Sumber daya bumi mestilah dibagi kepada sesama makhluk lain.

Permakultur membangun mekanisme berbagi sumber daya antara sesama manusia, binatang dan tanaman, dengan tidak melalaikan generasi mereka yang akan datang yang memerlukan pangan, air dan tempat tinggal sebagaimana kita hari ini, karena kita hidup di bumi yang sama.

Prinsip Permakultur

David Holmgren (salah satu pondasi Permakultur) dalam bukunya Permaculture: Principles and Pathways Beyond Sustainability membahas mendalam mengenai 12 prinsip permakultur yaitu:

  • Pengamatan dan Interaksi
  • Tangkap dan Simpan Energi
  • Dapatkan Hasil Panen
  • Menerapkan Sistem Swatata dan Menerima Umpan Balik
  • Gunakan dan Hargai Sumberdaya dan Layanan Terbarukan
  • Tanpa Sampah
  • Rancangan dari Pola hingga Terinci
  • Penyatuan bukan Pemisahan
  • Gunakan Solusi Sederhana dan Lambat
  • Gunakan dan Hargai Keanekaragaman
  • Gunakan Tepian dan Hargai Marginal
  • Penggunaan secara Kreatif dan Tanggap akan Perubahan.

Dalam Islam, permakultur adalah salah satu bentuk aksi dan perjuangan manusia selaku hamba Allah yang berusaha mewujudkan pengabdian kepada-Nya dalam merealisasikan hubungan yang baik diantara manusia dan Penciptanya, hubungan yang baik diantara sesama manusia dan hubungan yang baik diantara manusia dengan seluruh makhluk hidup di alam semesta raya. Selengkapnya baca Permaculture dalam Islam.

Anam M. Alhabsyi

Leave a Comment