Drama Perselingkuhan Yahudi dan Nasrani (Bagian Kedua)

In Sejarah by Hamba AllahLeave a Comment

Kampungmuslim.org – Di bagian pertama pada judul artikel ini (klik disini), kita telah membahas perihal QS al-Maidah [5] : 51 yang secara garis besarnya bahwa kita dilarang menjadikan Yahudi dan Nasrani yang membentuk sebuah aliansi atau persekutuan sebagai sekutu bagi kita semuanya.

Maka dalam pembahasan di bagian kedua ini, saya akan mengalihkan perhatian anda kepada sebuah Fakta Sejarah bahwa ternyata memang ada Fenomena dimana Yahudi dan Nasrani telah membentuk sebuah persekutuan, meski secara nalar sulit untuk dipercaya.

Persekutuan Yahudi dan Nasrani ini adalah sebuah Subjek utama dalam pembahasan ayat tersebut sebagai Identifikasi dan Kriteria yang harus kita waspadai bahkan harus kita musuhi. Namun pertanyaannya siapakah mereka?

Marilah kita telusuri terlebih dahulu sejarah “embrio” yahudi dari waktu ke waktu.

BANGSA NON YAHUDI YANG MEMELUK YAHUDI

Berbicara tentang Yahudi, mungkin anda membayangkan bahwa istilah “Yahudi” mewakili dua hal sekaligus, Pertama adalah Yahudi sebagai sebuah Agama atau Kepercayaan Spiritual dan yang Kedua adalah Yahudi sebagai Bangsa, Ras dan Keturunan Israel (Nabi Yaqub AS) atau al-Qur’an meng-istilahkan dengan “Bani Israel” yang terdiri dari 12 suku. Sehingga, sudah lumrah di pemahaman kaum muslimin pada umumnya bahwa Agama Yahudi hanya diperuntukan untuk keturunan Bani Israel saja.

Faktanya, sepanjang sejarah hingga dewasa ini, banyak juga orang-orang berdarah Yahudi yang menganut keyakinan selain Yahudi, baik Islam, Kristen maupun Atheis.

Namun sebaliknya, pernahkan anda membayangkan ada Suku dan Bangsa Non-Yahudi (bukan keturunan Israel) yang menjadikan Agama Yahudi sebagai sebuah Keyakinan?

Ternyata jawabannya ada, bahkan ada sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Ialah kerajaan Himyar yang dipimpin oleh raja Dzu Nuwas, seorang Raja sekaligus Sebuah kerajaan di wilayah Yaman yang eksis sekitar tahun 523 M. Dalam Kitab Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam dijelaskan bahwa Raja Bani Himyar di Yaman mameluk agama Yahudi bukan melalui Migrasi orang-orang Yahudi, namun terjadi beberapa abad sebelumnya melalui dakwah para rabi Yahudi kepada para petinggi Bani Himyar.

Selain kerajaan Himyar, juga ada beberapa suku berber di Afrika Utara, seperti suku Kahina, Nafusa dan Jawara sebagai bangsa dan Suku non-Yahudi yang memeluk agama Yahudi.

Namun, mereka bukanlah golongan Yahudi yang di sedang dibicarakan oleh QS Al-Maidah [5] : 51 karena mereka bukanlah golongan Yahudi Palsu yang bersekutu dengan Nasrani, dan lagipula mereka tidak “beranak-pinang” sampai saat ini, jadi marilah kita lupakan mereka dan kita alihkan lagi perhatian kita kepada bangsa dan Kerajaan lain yang memiliki kriteria :

  1. Bangsa dan Kerajaan Non-Yahudi tapi memeluk yahudi sehingga kita katakan mereka adalah Yahudi Palsu.
  2. Bangsa dan Kerajaan yang sangat kuat dan Unggul pada zamannya, hingga mereka memiliki Syarat untuk menjadi bangsa yang cerdik, picik dan penindas dunia.
  3. Bangsa yang masih “beranak-pinang” sampai saat ini, baik dari sisi nasab maupun warisan agendanya.
  4. Dan yang paling penting adalah mereka bersekutu dengan Nasrani.

Siapakah bangsa dan Kerajaan yang memiliki Kriteria diatas sehingga secara “tabiat” mereka layak dijadikan musuh?

Sebagaimana yang juga digambarkan lebih detail di dalam Hadits Nabi SAW (Yang Artinya) :

“Kiamat tidak akan terjadi sampai kalian memerangi sekolompok orang yang sendalnya terbuat dari rambut, dan memerangi BANGSA TURK, yang mana mereka bermata sipit, berwajah kemerah-merahan, berhidung pesek, wajah mereka berbentuk perisai yang bundar” (HR Bukhari dan Muslim)

Bangsa manakah yang di maksud dalam Hadits tersebut? Bangsa Cina Kah?

Buang dari pilihan anda bangsa China hanya karena ciri-ciri mata sipitnya, dan lagi pula mereka sama sekali tidak ada kaitannya dengan Kriteria Musuh yang Allah gambarkan didalam QS al-Maidah [5] : 51, sedangkan Hadits tersebut kompatibel dengan penjelasan ayat tersebut.

lantas, siapakah mereka?

KISAH BANGSA KHAZAR DAN KERJAAAN KHAZARIA

Adalah Bangsa Khazar dan Kerajaan Khazaria, sebuah catatan sejarah yang paling penting untuk kita garis bawahi, karena Bangsa ini memiliki kriteria yang akurat sebagaimana yang diidentifikasi didalam QS Al-Maidah [5] : 51 dan ayat-ayat lainnya yang berhubungan dengan bangsa penindas.

Berbicara perihal Bangsa non-Yahudi yang memeluk Agama Yahudi, bangsa Khazar –lah yang paling Fenomenal. Orang-orang Khazar adalah bangsa keturunan bangsa asli Turki, meskipun ada salah satu referensi sejarah bahwa bangsa ini berasal dari keturunan Japeth bin Nuh dan menjalin hubungan pernikahan dengan keturunan Nabi Ibrahim [AS]. Bangsa ini eksis dan berjaya sejak abad ke 7 dan bertahan sampai abad ke 11 M. Mereka menguasai wilayah di bagian Utara Laut Hitam, yang sekarang ini merupakan bagian dari wilayah Rusia, berbatasan dengan Kekhalifahan Islam (Abbasiyah) di sebelah Selatan dan Tenggara, dan dengan Byzantium di sebelah Barat dan Barat Daya. Bangsa ini mendominasi pengaruhnya di wilayah Kauskasia dan memainkan peranan penting dalam dalam jalur perdagangan di wilayah imperium Islam pada saat itu.

Pada awalnya mereka menganut Paganisme dan Shamanisme, namun sejak pertengahan abad ke 9 mereka menganut Yahudi bahkan mendeklarasikan agama Yahudi sebagai agama resmi kerajaan.

Namun bagaimana proses mereka memilih Yahudi sebagai Agama yang dipeluk dan diadopsi oleh kerajaan? apa motivasi mereka memilih Yahudi, dibanding dengan agama lain?

MISTERI BANGSA KHAZAR DALAM MEMELUK YAHUDI.

Banyak sekali referensi Sejarah berkaitan dengan Fenomena Bangsa Khazar yang memeluk Yahudi, termasuk kitab klasik Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam juga menyinggung soal Bangsa Khazar ini. Namun, saya kira tidak semua sejarahwan bisa menyimpulalkan apa Motivasi dibalik keputusan mereka memilih Yahudi? nah, untuk untuk menjawab pertanyaan tersebut dibutuhkan sebuah analisis yang rumit.

Sepanjang yang saya pelajari, saya kira ada dua tokoh yang mampu menjawab pertanyaan krusial tersebut, mereka adalah Jack Otto, seorang tokoh eropa yang pernah membongkar sejarah kejahatan Bangsa Khazar pada tahun 2007 (setahun kemudian ia meninggal dan ada kabar bahwa ia dibunuh-wallahu’alam), dan yang kedua adalah Syeikh Imran Nazar Hosain, pakar Eskathologi Islam asal Trinidad. mereka berdua memiliki pendapat yang senada, bahwa Motivasi Bangsa Khazar memeluk Yahudi adalah Motivasi Politik.

Sangat tidak masuk akal jika mereka memutuskan untuk memilih Yahudi sebagai agama yang diadopsi karena Faktor Kepuasan Spiritual hingga mereka berharap bisa beribadah kepada tuhan dengan lebih baik, saya kira tidak mungkin! mengapa? karena “track Record” bangsa ini yang sangat buruk. sebagaimana kaum bani Israel yang membangkang kepada para Nabi Allah hingga mereka terusir dari Yerusalem, bangsa ini pun adalah kaum yang paling dibenci oleh penduduk sekitar bangsa aslinya, banyak sekali catatan hitam sejarah betapa bangsa ini digambarkan sosok penindas dan selalu mengkhianati perjanjian hingga pada akhirnya mereka sebelumnya pernah di usir dari mongolia Asia (turki) pada sekitar tahun 500 M. sebagian dari mereka lari ke arah barat menuju Rumania dan Hungaria, sebagian yang lainnya mengikuti “Chagan”-nya (sebutan Raja bagi bangsa Khazar) yang lari ke arah Rusia tepatnya di utara Pegunungan Kaukasus.

Kelompok Bangsa Khazar yang lari mengikuti Raja-nya lah yang kemudian disana mereka begitu mudah menguasai Bangsa Pribumi Kaukasus (bangsa Slavia) yang mayoritasnya adalah petani yang lugu. hingga mereka membentuk Sebuah Kerajaan bernama Kerajaan Khazaria dan dipimpin Oleh “Chagan” Bulan.

Disinilah cikal bakal kekuatan mereka, pada tahap awal kekuasaannya, mereka sadar bahwa mereka belum mampu menyaingi Kerajaan tetangganya yang jauh lebih besar dan kuat,  yaitu Imperium Bezantium yang mengadopsi Kristen Ortodhox dan Imperium Abbasiyah yang mengadopsi Islam. Mereka pun sadar bahwa bahwa jika mereka memilih salah satu diantara dua kekuasaan tersebut, hal itu mengharuskan mereka bergabung dengan mereka, bukan hanya dari sisi kekuatan militer, namun juga harus memeluk agamanya. pilihan ini tentu akan membuang kesempatan untuk mereka berkuasa

Namun disisi lain, mereka sadar bahwa jika tidak memilih salah satu dari keduanya, akan ada pihak lain yang tersinggung, dan ini akan mempengaruhi dukungan penduduk pribumi yang kental dengan nilai religiusnya.

Maka, dengan cerdiknya, agar mereka terkesan objecktive dalam memilih agama yang akan diadopsi kerajaannya serta agar terkesan nuansa spiritaulitas-nya (padahal nafsu politik), Raja Bulan  memanggil 3 tokoh agama dan cendikiawan dari perwakilan Islam, Kristen dan Yahudi, tepatnya pada pertengahan abad ke 9 masehi. peristiwa ini bisa anda lihat pada sebuah Kitab berjudul “Sefer Ha-Kuzari” (Kitab Khazar) yang ditulis oleh Filsuf Yahudi dari Andalusia bernama Yehuda ha-Levi. Pada isi kitab ini, mereka mengunggulkan aspek Teologis Yahudi ketimbang perjalanan Historisnya, seolah ia ingin mengatakan dari hasil Dialognya dengan Raja Khazari bahwa Teologis Yahudi lebih unggul dari Kristen dan Islam karena Raja Bulan lebih memilih Yahudi.

Singkat cerita, setelah mereka melewati masa-masa “emas”nya bagi ukuran kisah sukses sebuah kejahatan akhirnya pada tahun 960-an Kerajaan Khazaria runtuh. proses keruntuhannya diawali oleh Invansi Bangsa Rus pada tahun 960-an. namun pasca invansi tersebut mereka hanya bisa bertahan sekitar setengah abad dan kemudian mereka menghilang dari panggung sejarah, mungkin dikarenakan kekuatan mereka semakin melemah, kemudian hal itu mendorong mereka untuk ber-migrasi ke wilayah belahan dunia lainnya yang sebagian besar ke wilayah Eropa.

Dari sinilah babak baru dengan kisah “Yahudi-Nasrani yang bersekongkol” di mulai.

Arthur Koestler dalam bukunya The Thirteenth Tribe: Khazar Empire and Its Heritage, mengemukakan teori bahwa orang-orang Yahudi Eropa, atau yang dikenal sebagai Yahudi Askhenazi, sesungguhnya mereka adalah Bangsa non-Yahudi, namun mereka secara misterius mengklaim bangsanya sebagai keturunan Israel ke-13.

Profesor Sholomo Sans, Seorang Guru Besar Sejarah di Tel Aviv University, Ia menulis sebuah buku berjudul The Invention of the Jewish People (2008), Dalam buku tersebut  menyatakan bahwa kebanyakan orang-orang Yahudi di Eropa Tengah dan Timur merupakan keturunan Khazar yang menganut Yudaisme. Baginya tidak ada bangsa Yahudi (bani Israel), yang ada hanyalah komunitas-komunitas beragama Yahudi yang dikonversikan di sepanjang sejarah Yahudi. Lebih jauh ia menolak pendapat populer yang menyatakan bahwa orang-orang Yahudi telah diusir keluar dari Yerusalem dan karenanya mengharuskan dirinya untuk kembali ke Yerusalem.

Dan Fakta berbicara bahwa sekitar 80 % (sebagian referensi mengatakan 90%) dari seluruh Umat Yahudi adalah Yahudi Eropa (Askhenazi).

Untuk membuktikan ke-akuratan secara Ilmiah bahwa mayoritas umat Yahudi di seluruh dunia adalah umat non-yahudi (baca : Yahudi Hoax) adalah dengan adanya penelitan DNA Yahudi Eropa (Askhenazi) dewasa ini, mereka melacak asal-usul biologis orang-orang Yahudi modern. Banyak dari studi ini menunjukkan bahwa secara paternal, orang-orang Yahudi yang ada sekarang memiliki asal usul genetis Timur Tengah. Kromosom Y (kromosom yang hanya diwarisi dari jalur bapak) yang ada pada mereka, mirip dengan yang dimiliki orang-orang Arab yang ada di Palestina, Lebanon, dan Syria.

Almut Nebel dan timnya menunjukkan bahwa walaupun secara genetik mereka lebih dekat dengan orang-orang Yahudi dan Arab di Timur Tengah, tetapi ada frekuensi R-M17 yang cukup tinggi (11,5%) pada kromosom Y mereka. R-M17 merupakan kromosom Y yang dominan di kalangan masyarakat Eropa Timur. Ini mungkin merepresentasikan adanya pengaruh genetik dari bangsa Khazar.Adapun dari jalur maternal, masih ada perbedaan pendapat di kalangan para ahli genetik apakah kaum lelaki Yahudi yang bermigrasi ke Eropa menikah dengan perempuan setempat atau membawa serta pasangan-pasangan Yahudi mereka dari Timur Tengah.

Nah, setelah kita bisa membuktikan bahwa komposisi Umat Yahudi seluruh dunia didominasi oleh Yahudi Eropa yang notabene bukan bangsa asli Yahudi, pertanyaan berikutnya adalah :

  1. Bagaimana kisah mereka saat mereka menyebar ke Eropa pasca keruntuhan Khazaria? dan bagaimana pula mereka membentuk persekutuan dengan Nasrani Barat Sehingga terciptalah Peradaban Modern?
  2. Bagaimana bisa mereka mengklaim hak atas tanah Yerusallem? hingga mereka merasa perlu untuk berkolaborasi dengan Nasrani Barat?
  3. Apakah silsilah Founding Father Zionist Israel seperti Rothchild dan para tokoh Elit Global Zionist lainnya adalah keturunan Khazar? bagaimana membuktikannya?
  4. Lantas, apa rahasia minoritas Penduduk dunia ini bisa menguasai Dunia? dan bahkan dengan pencapaian saat ini pun mereka belum puas?
  5. Sebagai Refleksi, bagaimana sikap kita sebagai seorang Muslim?

 

Insha Allah, Ke-lima pertanyaan tersebut akan kita bahas tuntas di bagian ketiga artikel ini.

Sobar Fatih

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Leave a Comment