Genetic Engineering dan Geoengineering

In Akhir Zaman, Kesehatan by Rio Esvaldino0 Comments

Genetic Engineering (Rekayasa Genetik)

“… Sungguh, Ya’juj dan Ma’juj itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di muka bumi, …”(Q.S Al Kahf, 18:94)
“Dan apabila dia berpaling, dia berusaha untuk berbuat kerusakan di muka bumi, serta merusak tanam-tanaman dan ternak, sedang Allah tidak menyukai kerusakan.”(Q.S Al Baqarah, 2:205)
dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka dan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka meubahnya”. Barangsiapa yang menjadikan syaitan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.(Q.S An Nisaa', 4:119)

Genetic Engineering atau Genetic Modification adalah memanipulasi gen makhluk hidup secara langsung menggunakan bioteknologi. Makhluh Hidup atau organisme hasil rekaya genetik antar spesies yang tidak saling berhubungan biasanya disebut sebagai GMO (Genetically Modified Organism). Organisme pertama yang dimodifikasi adalah bakteri, karena genetikanya yang sederhana. Kini, bakteri hasil modifikasi tersebut digunakan untuk beberapa tujuan, khususnya untuk memproduksi ‘protein’ dalam skala besar untuk digunakan dalam pengobatan. Ada beberapa produk transgenik bakteri sintesis, yakni Insulin sintesis, Vaksin Hepatitis B, hormon pertumbuhan manusia, dan lain-lain.

GMCs atau Genetically Modified Crops adalah tanaman yang telah dimodifikasi DNA-nya dengan teknik rekayasa genetik. Tujuannya adalah menciptakan sifat dan karakteristik baru terhadap tanaman tersebut yang mana sebelumnya belum pernah ada. Contoh dalam tanaman meliputi daya tahan terhadap; hama tertentu, penyakit,  atau kondisi lingkungan, memperpanjang waktu pembusukan, atau daya tahan terhadap bahan kimia (mis: ketahanan terhadap herbisida), atau meningkatkan nutrisi tanaman tersebut. Sedangkan contoh dalam tanaman non-pangan meliputi produksi agen farmasi, biofuel, kapas, karet, bioremediasi dan sebagainya.

GMF atau Genetically Modified Food adalah makanan yang dihasilkan dari tanaman hasil modifikasi (GMCs). Organisme yang telah dimodifikasi tersebut adalah seperti kedelai, jagung, gandum, kapas, dan lain-lain. Para petani telah mengadopsi teknologi GM secara luas. Antara tahun 1996-2015, total lahan yang telah ditanami tanaman GM meningkat dari 4,2 juta hektare menjadi 444 juta hektare. Penggunaan tanaman GM berkembang pesat di negara-negara berkembang.

gmo1

Tanaman pertama yang dimodifikasi adalah tomat, yang disuntik dengan gen ikan jenis tertentu agar bisa tahan lama dan tidak membeku pada temperatur dingin. Tomat yang telah dimodifikasi tersebut dikenal sebagai Flavr Savr.

Berikutnya adalah jagung dan gandum, yang disuntik dengan protein dari bakteri Bacillus thuringiensis (Bt) agar bisa menghasilkan inteksida sendiri. Protein tersebut sangat beracun bagi hama tertentu. Jagung dan gandum juga disuntik dengan mikroba tanah Bacillus subtilis agar jagung tahan terhadap kekeringan.

Kacang Kedelai juga disuntik dengan protein dari bakteri Bacillus thuringiensis (Bt) agar menghasilkan inteksida sendiri. Kedelai juga dimodifikasi dengan cara meningkatkan asam oleat untuk meningkatkan kadar minyaknya.

Pohon, juga tak luput dari rekayasa genetika. Beberapa industri Pulp dan Kertas tertarik memanfaatkan teknologi GM untuk mengurangi kadar lignin yang terkadung dalam pohon bahan baku pembuatan kertas. Dengan berkurangnya kadar lignin pada pohon, diperkirakan dapat mengurangi pembuatan pulp hingga $15/m3. Namun, dengan mengembangkan teknologi GM terhadap pohon, diharapkan mampu mengurangi penggunaan bahan kimia yang berfungsi untuk menghilangkan lignin pada proses industri, juga dapat mengurangi ancaman terhadap lingkungan.

Kapas disuntik dengan protein dari Bt agar dapat melindungi pohon kapas dari serangga seperti larva ngengat, kupu-kupu, kumbang, dan lalat. Tembakau juga mengalami proses GM yang bertujuan untuk meningkatkan daya tahan terhadao virus, penangangan gulma, daya tahan terhadapa serangga, kekeringan dan anti-beku terhadap cuaca dingin, dan juga untuk digunakan dalam obat-obatan.

Beberapa organisme lainnya yang mengalami GM adalah padi, sapi, babi, ikan salmon, kambing, dll. Padi disuntik dengan gen manusia agar menghasilkan beras yang dapat digunakan sebagai obat-obatan. Sapi disuntik dengan hormon buatan rGBH agar menghasilkan susu yang lebih banyak sehingga menguntungkan industri sapi perah. Atau sapi perah disuntik dengan gen manusia agar menghasilkan susu yang kualitasnya sama dengan “susu manusia” untuk dikonsumsi oleh bayi.

gmo2

Babi disuntik dengan gen manusia agar melahirkan keturunan yang organ tubuhnya dapat digunakan untuk proses transplantasi. Ikan salmon & ayam disuntik dengan hormon pertumbuhan agar tumbuh lebih cepat dan besar. Kambing s=disuntik dengan gen laba-laba agar menghasilkan susu berprotein untuk keperluan industri kulit/pelapis.

Dan masih banyak sebenarnya tanaman-tanaman, bahkan hewan dan tubuh manusia yang telah mengalami rekayasa genetika oleh para ilmuwan. Tentu saja ini adalah peruatan Fasad. Semuanya akibat dari ambisi untuk mendapatkan keuntungan besar hingga memaksakan penggabungan 2 makhluk yang berbeda fitrah. Manusia sedang bermain sebagai Tuhan saat ini. Naudzubillah min dzalik

Anda pernah menonton film The X-man? Di mana manusia-manusia mutan memiliki kemampuan istimewa. Seperti itulah halnya dengan GMO, menghasilkan produk mutasi genetika.

Percaya atau tidak, hampir semua film bertema fiksi ilmiah yang dibuat Hollywood adalah brainstorming ide yang sedang diciptakan untuk agenda mereka, termasuk GMO.

Michael T. Snyder, seorang mantan jaksa Washington, mengatakan bahwa ada 16 teori Konspirasi yang saat ini telah menjadi kenyataan, termasuk yang terbaru adalah apa yang diungkapkan oleh Edward Snowden, bahwa NSA memata-matai transaksi elektronik warga negara Amerika, bahkan Seluruh Dunia. Disebutkan pula bahwa 1 dari 16 teori Konspirasi itu adalah menyelipkan virus kanker ke dalam vaksin & akhirnya terbukti “Bahaya Vaksinasi”. Vaksinasi sendiri sebenarnya termasuk proses transgenic karena selain virus, vaksin kemungkinan besar juga mengandung gen organisme lain. Ini bukan isapan jempol bahkan lebih dari itu di antara bakteri yang dimasukkan ke dalam vaksin adalah bakteri hasil GMO.

Saat ini hasil panen GMO telah diproses menjadi ribuan bentuk makanan mulai dari roti, mentega, sereal, susu, tepung hingga tempe & tahu. Tahukah anda bahwa 70% kebutuhan kedelai dalam negeri untuk pembuatan tempe, tahu, susu, dan sebagainya, diimpor dari AS & Brazil & merupakan produk GMO? Kalau anda tidak percaya silahkan tanyakan kepada Suswono (Mantan Menteri Pertanian) atau wakilnya Rusman Heriawan , trus tanya juga Gita Wiryawan (Mantan Menteri Perdagangan) kenapa harus Impor, tanya juga kepada Mantan Presiden SBY kenapa tidak memberikan dukungan penuh ke Petani lokal.

gmo3

Sudah 26 negara termasuk Swiss, Australia, Austria, China, India, Perancis, Jerman, yang melarang produk GMO. Sementara Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan & Philipina melarang secara parsial produk-produk GMO khususnya yang berasal dari Amerika

Bagaimana kita tidak ketar ketir makan tempe & tahu bahkan mie instant seperti indomie jika sebagian besar bahannya adalah produk GMO.

Monsanto

Monsanto adalah perusahaan bioteknologi terbesar di dunia yang memonopoli bisnis pangan.

“Siapa yang mengendalikan pasokan makanan, akan mengendalikan publik/masyarakat…”Henry Kissinger

Kalimat diatas cocok untuk menggambarkan Monsanto. Monsanto saat ini berada di puncak daftar perusahaan yang menguasai hak paten benih dan penjualan bibit tanaman pangan/pertanian di dunia . Hampir ¼ dari total paten benih pangan dunia dimiliki oleh Monsanto. Dan 86% dari benih GMO yg beredar di dunia berasal dari Monsanto.

Logikanya begini, bila anda menguasai benih, maka anda mengendalikan hasil pangan, lalu mengatur apa yang dimakan penduduk dunia & mengendalikan pasokannya. Sementara itu dalam pengembangan bisnisnya Monsanto didukung oleh Bill Gates, tokoh sentral kampanye Vaksinasi untuk mengurangi penduduk dunia. Bill Gates diketahui memiliki 500 ribu lembar saham Monsanto atau lebih dari 276 Milyar Rupiah.

Melalui teknologi biokima Monsanto dapat berbuat apa saja terhadap benih agar menghasilkan karakteristik pangan sesuai keinginan mereka. Selain merekayasa tanaman unttk menghasilkan insektisida sendiri seperti pada jagung transgenik Bt, 80% tanaman GMO direkayasa untuk tahan terhadap Herbisida. Herbisida adalah racun kimia yang digunakan untuk membasmi atau menghalangi pertumbuhan tanaman tidak diinginkan, spt rumput liar atau gulma. Dengan demikian para petani dapat membasmi tanaman liar dengan Herbisida tanpa merusak tanaman pokok mereka. Namun hal ini bukan tanpa resiko, penggunaan Herbisida secara terus menerus akan membuat tanaman liar & serangga kebal, sehingga mereka menjadi semakin sulit untuk dibasmi. Akibatnya, dosis penggunaan Herbisida harus ditingkatkan yang berarti menambah jumlah & frekuensi pemakaian Herbisida.

Akibatnya selain biaya pengelolaan pertanian meningkat, penggunaan secara masif akan merusak lingkungan hidup dan kesehatan manusia. Liciknya Monsanto sebagai konglomerasi yang menguasai sebagian besar paten benih-benih GMO juga memproduksi & menguasai paten Herbisida untuk benih GMO.

Herbisida produksi Monsanto yang dinamai Roundup itu dirancang untuk ‘tidak’ merusak tanaman yang berasal dari benih-benih GMO mereka. Jadi setelah membeli benih GMO dari Monsanto, para petani juga terpaksa membeli Herbisida dari mereka sehingga keuntungan Monsanto berlipat-lipat. Inikah yang dinginkan Suswono & Rusman? agar para petani kita beralih pakai benih-benih GMO dari Monsanto agar sekaligus melariskan Herbisidanya?

Perlu anda ketahui, Monsanto ini licik bukan main, para petani yang menggunakan benih GMO mereka wajib membeli benih itu setiap musim tanam. Para petani dilarang menggunakan atau mengembangkan hasil panen mereka untuk dijadikan benih tanam karena benih itu sudah dipatenkan. Jika ketahuan, maka para petani itu akan digugat ke pengadilan & selalu dimenangkan Monsanto, seperti kasus baru-baru ini. Dengan cara ini, selain mengikat para petani, Monsanto berhasil menyita banyak lahan pertanian milik para petani yang tidak sanggup bayar denda. Untuk lebih tahu secara lengkap kejahatan dan kelicikan Monsanto, mari kita lihat potret sejarah perusahaan Zionis Kapitalis ini.

Sejarah Monsanto

Monsanto didirikan oleh John Francisco Queeny pada tahun 1901 di St. Louis, Missouri, Amerika, dengan nama Monsanto Chemical Works. Awalnya didirikan utk produksi Saccharin (pemanis buatan) unttk perusahaan minuman Coca Cola. Mereka kemudian jugg memproduksi Caffeine & Vanilin. Beberapa dekade selanjutnya, sebuah penelitian mengungkap bahwa Saccharin dapat menyebabkan kanker pada tikus labor. Lalu oleh Badan Nasional Kesehatan Amerika (NIH), Saccharin dimasukkan ke dalam daftar zat Carcinogen (zat yg dapat menyebabkan kanker). Produsen Saccharin dan minuman ringan melawan, mereka membuat penelitian tandingan hingga Saccharin dikeluarkan dari daftar Carcinogen NIH. Tindakan NIH ini ditentang sejumlah ilmuwan. Faktanya hingga kini, Saccharin masih dianggap membahayakan kesehatan.

Monsanto ternyata sudah mengetahui hal ini sejak thn 1956 tapi terus memproduksiya hingga dilarang tahun 1979 itu. Akhirnya pada tahun 2003, Monsanto dipaksa membayar denda $600 juta kepada penduduk Alabama yang terkena dampak limbah PCBs. Tahun 1941, Monsanto beralih ke bisnis produksi plastik dan synthetic polystyrene yang secara luas digunakan sebagai bahan kemasan makanan. Tidak lama kemudian, Monsanto mengakuisisi Thomas & Hochwalt Laboratories dan menjadikannya sebagai pusat penelitian. Selanjutnya divisi ini dibawa terlibat dalam Manhattan Project yang tidak lain adalah proyek membuat bom atom yang kelak diledakkan di Jepang.

Seiring dengan itu pada tahun 1944, Monsanto mulai memproduksi insektisida DDT yang digunakan untuk membasmi nyamuk malaria. Selama beberapa dekade, Monsanto mengklaim DDT aman. Hingga muncul penelitian yang menyatakan sebaliknya, maka tahun 1972, DDT dilarang di AS. Setelah itu Monsanto beralih memproduksi pestisida atau racun hama untuk pertanian. Diantaranya herbisida 2,4,5-T (pelopor Agent Orange).

Ketika Amerika menginvasi Vietnam (1959-1975), Monsanto mengambil kesempatan dengan memproduksi Agent Orange untuk kebutuhan militer Amerika. Agent Orange adalah Herbisida yang digunakan sebagai senjata kimia oleh militer AS guna membasmi tanaman atau menggunduli hutan-hutan Vietnam. Tujuannya adalah untuk membuka tempat persembunyian tentara komunis Vietnam yang ahli bersembunyi di hutan, sekaligus untuk membunuh mereka. Efek sampingnya, Agent Orange produksi Monsanto yang mengandung Dioxin tinggi membunuh & melumpuhkan lebih dari 400 ribu orang Vietnam. Selain itu 500 ribu anak yang dilahirkan paska perang menderita cacat & lebih dari 1 juta orang menderita masalah kesehatan. Itu belum termasuk masalah kesehatan yang dialami oleh 3 juta tentara Amerika yang pernah terlibat dalam perang Vietnam, serta keturunan mereka.

Pemerintah AS melindungi Monsanto dari gugatan veteran-veteran AS meskipun memo internal Monsanto menunjukkan mereka sudah tahu bahaya Agent Orange. Akhirnya tahun lalu, yakni 50 tahun setelah perang, AS melakukan pemulihan wilayah Vietnam yang terkena Agent Orange. Pada tahun 1955, Monsanto membeli sebuah kilang minyak besar dan mulai mengembangkan bisnis pupuk sintetik yang berbahan dasar minyak bumi. Pupuk sintetik diketahui merusak tanah, membunuh mikroorganisme yang bermanfaat dan menciptakan ketergantungan pada pupuk. Tahun 1970an, Monsanto mendirikan divisi Kimia Pertanian yang fokus pada produksi Herbisida, khususnya Herbisida RoundUp (Glyphosate). Meskipun Glyphosate disetujui penggunaannya di seluruh dunia, namun efek sampingnya terhadap kesehatan manusia dan lingkungan tak terbantahkan.

Tahun 1985, Monsanto mengakuisisi G.D Searle, perusahaan yang memproduksi Aspartame, dan mulai memasarkan Aspartame dengan nama NutraSweet. 20 tahun kemudian departemen Kesehatan AS merilis daftar 94 masalah kesehatan yang disebabkan oleh Aspartame.

gmo4

Akhir tahun 1980an, Monsanto menciptakan hormon buatan rGBH yang kemudian disuntikkan kepada sapi perah untuk meningkatkan produksi susu. Selain menyakiti binatang ternak, susu-susu yang dihasilkan dari sapi perah yang disuntik hormon tersebut diduga dapat menyebabkan penyakit kanker. Awal tahun 1990an, Monsanto mulai mengembangkan bibit jagung, kedelai, kapas dan canola dengan teknologi modifikasi genetik.

Dan hingga kini Monsanto adalah pemimpin industri benih GMO dan pemasok bahan makanan produk olahan komersil di seluruh dunia termasuk Indomie. Dalam kampanye penolakan keharusan memasang label GMO pada produk-produk GMO Monsanto sebagai pemimpin yang didukung oleh Nestle, Coca Cola & PepsiCo.

Melalui GMO, suka tidak suka, sadar tidak sadar, cepat atau lambat, masa depan suplai pangan penduduk dunia berada dalam genggaman. Berhati-hatilah dengan apa yang kita makan.

Geoengineering

gmo5

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)(Q.S Ar Ruum, 30:41)

Geoengineering atau rekayasa iklim adalah campur tangan skala besar yang disengaja dalam sistem iklim Bumi dengan tujuan membatasi perubahan iklim yang merugikan. Rekayasa iklim meliputi penghilangan karbon dioksida dan mengelola rasiasi matahari. Karbon dioksida dihilangkan dari udara dengan tujuan untuk mengurangi efek pemanasan global yang disebabkan oleh gas rumah kaca (gas karbon). Pengelolaan radiasi matahari dilakukan untuk mengimbangi efek gas rumah kaca dengan cara menyerap radiasi matahari.

Gas rumah kaca sendiri sebenarnya juga muncul secara alami di lingkungan, tapi semenjak terjadi “Revolusi Industri” di Inggris, bumi mengalami kerusakan akibat gas karbon yang terlalu banyak dihasilkan dari berbagai macam industri. Walaupun lautan dan proses alam lainnya mampu mengurangi gas karbondioksida, aktifitas industri yang melepaskan gas karbondioksida ke udara lebih cepat dibandingkan kemampuan alam untuk menguranginya.

Sementara itu, secara teori, metode geoengineering juga digunakan untuk menghilankan gas rumah kaca selain CO2, seperti gas Metana (CH4), Nitrogen Oksida (N2O).

Namun, banyak ilmuwan menyelidiki dan mempertanyakan keberhasilan metode geoengineering. Ada beberapa upaya untuk membandingkan dan membedakan dengan beragam metode, mulai dari pemupukan laut, yang mana biota maritim menyerap karbondioksida yang berlebihan hingga melepaskan aerosol ke atmosfer untuk memantulkan sebagian sinar matahari yang masuk ke antariksa. Saat ini, para peneliti menggunakan sebuah model Bumi dari komputer 3D yang menguji potensi keunggulan dan kelemahan dari lima teknologi geoengineering yang berbeda.

Efek kerusakan yang ditimbulkan teknik geoengineering meliputi pada sistem iklim, kualitas hidup manusia, politik, etika, dan masalah moral. Berikut penjelasannya:

Efek pada iklim regional

Para pendukung metode geoengineering sering menyatakan bahwa letusan gunung berapi adalah sebuah analog alami yang tidak berbahaya karena dapat menginjeksi aerosol sulfat ke lapisan stratosfir. Pada tahun 1991, letusan gunung Pinatubo di pulau Filipina Luzon, yang mana telah menginjeksi 20 megaton sulfur dioksida ke lapisan stratosfir, menghasilkan awan aerosol sulfat yang dikatakan telah menyebabkan pendinginan global selama beberapa tahun tanpa efek samping. Namun, pada tahun 2007, para peneliti di National Center for Atmospheric Research menunjukkan bahwa letusan gunung Pinatubo menyebabkan hidrologi besar, termasuk mengurangi curah hujan, kelembaban tanah, dan aliran sungai diberbagai daerah. Simulasi letusan gunung berapi juga menunjukkan dampak skala besar terhadap iklim daerah. Pada pertemuan American Geophysical Union tahun 2007, para peneliti mempresentasikan beberapa perbedaan model iklim yang disimulasikan dengan skema geoengineering dan menemukan bahwa terjadi pengurangan curah hujan di daerah yang luas, dan dapat menyebabkan jutaan orang mengalami kekeringan.

Kelanjutan pengasaman laut

gmo6

Jika manusia menggunakan metode geoengineering sebagai solusi pemanasan global, dengan tanpa mengganggu proses penghilangan gas karbon dioksida, laut akan terus menjadi lebih asam, karena sekitar ½ kelebihan karbon diosida dalam atmosfir diseram oleh laut. Sementata laut sudah 30% lebih asam dibandingkan sebelum ‘Revolusi Industri’, dan terus meningkatkan keasamannya hingga mengancam seluruh rantai biologis kelautan, dari terumbu karang hingga manusia.

Penipisan Ozon.

gmo7

Partikel aeorosol yang diinjeksikan ke lapisan stratosfir dapat menghancurkan ozon dengan cara yang sama dan dapat menyebabkan lubang ozon di Antartika dalam musiman. Selama 4 dekade berikutnya, jika konsentrasi zat perusak ozon di stratosfir tersebut masih tinggi, maka akan menghancurkan lebih banyak ozon dan meningkatkan kerusakan ultraviolet flux ke permukaan Bumi.

Pemutihan langit (namun sunsetnya indah)

gmo8

Aerosol yang ukurannya sepanjang gelombang cahaya dapat menghasilkan awan putih dan sunset yang berwarna warni, mirip dengan yang terjadi setelah letusan gunung berapi. Hal ini dapat menghilangkan kebiruan langit dan memunculkan warna mereka pada matahari terbenam, yang berdampak buruk pada psikologi manusia.

Efek pada tanaman

Menginjeksikan aerosol atau merefleksikan disk ke atmosfir akan mengurangi total sinar matahari ke permukaan bumi. Ilmuwan harus menilai dampak terhadap tanaman dan vegetasi alami reduksi total, difusi, dan radiasi matahari langsung.

Pengendapan asam yang berlebih

Jika sulfat diinjeksikan secara teratur ke stratosfir, tak peduli di belahan Bumi mana, pengendapan asam akan meningkat karena material melewati trotosfer, yang paling dekat dengan permukaan bumi. Setiap endapan asam tambahan akan membahayakan ekosistem, dan menjadi penting untuk memahami akibat dari kelebihan ambang batas biologis yang berbeda. Selanjutnya, partikel yang lebih asam troposfer akan mempengaruhi kesehatan masyarakat. Efeknya mungkin tidak besar dibandingkan dengan dampak polusi di are perkotaan.

Dampak lingkungan dari penerapannya

gmo9

Setiap sistem yang menginjeksikan aerosol ke stratosfer, yakni, pesawat jet komersial yang bahan bakarnya dicampur dengan sulfur, senapan kapal perang yang mengeluarkan debu secara vertikal ke udara, atau yang lainnya akan menyebabkan kerusakan lingkungan yang sangat parah. Astronom Universitas Arizona mengusulkan untuk menempatkan disk selebear 2 ft yang akan antara Bumi dan matahari yang akan membelokkan sinar matahari menjauhi Bumi.

Human error

Sistem mekanis tidak pernah bekerja secara sempurna. Manusia bisa membuat kesalahan dalam desain, manufaktur, dan pengoperasian sistem tersebut. (pikirkan Chernobyl, Exxon Valdez, kecelakaan pesawat, dan api di medan perang). Haruskah kita pertaruhkan masa depan bumi kepada sistem yang bakan jauh lebih rumit lagi?

Penggunaan teknologi militer

Amerika Serikat mempunyai sejarah panjang dalam mencoba modifikasi cuaca untuk tujuan militer, termasuk merangsang hujan pada Perang Vietnam. 85 negara, termasuk AS, telah menandatangani Konvensi PBB yang melarang menggunakan Teknik Modifikasi Lingkungan (ENMOD) untuk tujuan Militer, tapi adakah yang bisa menjamin bahwa teknologi itu tidak akan digunakan untuk militer selanjutnya?

Konsekuensi yang tak terduga

Para ilmuwan tidak mungkin memperhitungkan semua dampak geongineering terhadap lingkungan. Bahkan para ilmuwan mendapati bahwa iklim berubah lebih cepat dari yang diprediksi, sebagai contoh, secara mengejutkan dan belum pernah terjadi sebelumnya, Kutub Utara mencair selama musim panan tahun 2007. Dengan begitu banyak yang dipertaruhkan, ada alasan untuk khawatir tentang apa yang tidak kita ketahui.

Dan bila dikatakan kepada mereka: ‘Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi.’ Mereka menjawab: ‘Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.’ Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar.(Q.S Al Baqarah, 2:11-12)
“Abu Said al-Khudri memaparkan bahwa Nabi bersabda: “Pada Hari Penghakiman Allah akan memerintahkan Adam untuk membawa dari seluruh keturunannya orang-orang yang akan memasuki api neraka. Adam akan bertanya: ‘Ya Tuhan, siapa mereka?’ Allah akan berfirman: ‘Sembilan ratus sembilan puluh sembilan dari seribu untuk api neraka sementara satu untuk surga.’ Saat mendengar ini, para sahabat diliputi rasa takut dan mereka bertanya, “Ya Rasulullah, siapa yang satu untuk surga itu?”

Nabi bersabda: ‘Jangan bersedih hati, sembilan ratus sembilan puluh sembilan adalah Ya’juj dan Ma’juj sementara kalian adalah yang satu untuk surga.’ (yakni jumlah kalian dibandingkan dengan mereka adalah satu dalam seribu).”(HR. Bukhari dan Muslim)

 

Rio Esvaldino 

Sumber:

Genetic Engineering | https://en.wikipedia.org/wiki/Genetic_engineering

Genetically Modified Food | https://en.wikipedia.org/wiki/Genetically_modified_crops

http://www.kaskus.co.id/thread/52dfe2b41e0bc38f3b8b45de/inilah-bahaya-makan-tempe-tahu-roti-dan-sereal-all-about-gmo/

Heart of genetically modified pig ‘successfully transplanted into monkey’, South Korea scientists claim | http://www.dailymail.co.uk/news/article-2164964/South-Korea-scientists-successfully-transplant-heart-genetically-modified-pig-monkey.html

Genetically engineered salmon safe to eat, but a threat to wild stocks, expert says | https://www.sciencedaily.com/releases/2010/09/100925105209.htm

Spinning Tough Spider Silk From Goat Milk | http://abcnews.go.com/Technology/CuttingEdge/story?id=98095&page=1

USDA Backs Production of Rice With Human Genes | http://www.washingtonpost.com/wp-dyn/content/article/2007/03/01/AR2007030101495.html

http://www.telegraph.co.uk/environment/

CDC Admits 98 Million Americans Received Polio Vaccine In An 8-Year Span When It Was Contaminated With Cancer Virus | http://www.wakingtimes.com/2013/07/17/cdc-admits-98-million-americans-received-polio-vaccine-in-an-8-year-span-when-it-was-contaminated-with-cancer-virus/

Vaccines Full of GMOs to be Tested on Babies Worldwide | http://www.realfarmacy.com/vaccines-full-of-gmos-to-be-tested-on-babies-worldwide/

Saccharin Should Not Have Been Delisted | https://cspinet.org/new/saccharin_delisted.html

image_pdfimage_print

Leave a Comment