Hijaukan Ladang Hati Kita dengan Ilmu Akhir Zaman (Islamic Eschatology)

In Dajjal, Epistimologi by Hamba Allah0 Comments

Kampungmuslim.org – Islamic Eschatology (Ilmu Akhir Zaman dalam Islam) adalah cabang ilmu pengetahuan Islam yang menjelaskan mengenai realitas dunia hari ini yaitu berbagai realitas dalam dunia politik, sejarah, ekonomi, keuangan dan konfrontasi militer dunia hingga ke pertumpahan darah yang tidak berujung di Gaza, Irak, Syria, Ukraine dan di seluruh dunia termasuk Nusantara Melayu ini. Penjelasan eskatologi (akhir zaman) dalam Islam bersumber dari Al-Quran dan Hadits yang berkaitan dengan akhir zaman yang telah diperingatkan oleh Nabi Muhammad s.a.w. kepada umatnya, umat akhir zaman yang tidak lain adalah kita semua yang masih bernafas hingga detik ini.

Ilmu ini kembali diperkenalkan oleh Sheikh Maulana Imran Hosein setelah sekian lama menghilang dari peradaban Islam sebagai efek dari rongrongan peradaban budaya barat dan ketidakpedulian umat muslim dalam menghadapi strategi keindahan palsu yang ditawarkan oleh peradaban modernisasi dari Barat (Modern Western Civilization) tersebut.

Guru dari Sheikh Maulana Imran Nazar Hosein adalah Maulana Fazlurrahman Al Anshari (r. a).

Beliau, Maulana Fazlurrahman Al Anshari (r. a) adalah keturunan langsung dari Al Anshari (r. a), sahabat Nabi Muhammad (s.a.w) yang rumahnya ditempati oleh Nabi Muhammad (saw) saat pertama tiba di Medinah. Guru dari Maulana Fazlurrahman Al Anshar (r. a), adalah Maulana Abdul Alim Siddik (r. a), beliau adalah keturunan langsung dari Abu Bakar Siddik (r. a). Guru dari Maulana Abdul Alim Siddik (r. a) adalah Maulana Jalaluddin Rumi (r. a). Semua orang juga tahu siapa beliau dan guru beliau, yaitu Imam Al Ghazali (r. a).

Demikianlah sehingga Sheikh Maulana Imran Nazar Hosein telah belajar Islam dari mereka-mereka yang tidak hanya mengerti dan memahami Islam namun juga hidup secara Islam.


Untuk hidup secara Islam, kita tentunya harus mengerti dan memahami Islam dan merealisasikan hal tersebut hanya dengan jalan mengerti dan memahami isi AL-Qur’an dan Hadith dari Nabi Muhammad s.a.w yang berjalan harmonis dan tidak berbenturan dengan isi Al-Qur’an itu sendiri, dan apabila ada yang berbenturan maka rujukan awalnya adalah Al-Qur’an karena Allah SWT yang telah menjamin dan menjaga keotentikannya.

Dalam proses mengerti dan memahami Al-Qur’an dan Hadith ada dua hal yang harus dipahami terlebih dahulu yaitu tafsir & ta’wil. Tafsir adalah menjelaskan dengan metodologi yang baik yang bersumber dari sisi pandang eksternal (external sight)/ fisik/ logika/ rasional, sedang ta’wil adalah menjelaskan dengan menggunakan sisi pandang internal (internal sight)/ spiritualitas/ sisi kerohanian manusia yaitu mata hati (batin). Ta’wil hanya bisa didapatkan apabila seseorang mampu melihat dengan mata hati mereka (iman).

Inilah yang disebut sebagai epistimologi dalam Eskatologi Islam, yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pengetahuan itu sendiri dengan menggunakan penglihatan/ pengamatan/ pengkajian yang bersumber dari hati yang bisa melihat. Dan hati yang bisa melihat adalah mereka yang sepenuhnya percaya, yakin, tunduk, patuh dan takut hanya kepada ALLAH SWT. Sadarkah kita akan akan fakta dan kebenaran bahwa hanya ALLAH semata yang mengetahui siapakah diantara makhluk-Nya yang benar-benar menyembah-Nya dan siapa diantara mereka yang menyembah dunia ciptaan-Nya?

Eskatologi Islam sangat menekankan penerapan epistimologi Al-Qur’an dalam memahami dunia dimana kita berada hari ini. Dengan kata lain hanya dengan epistimologi Al-Qur’an-lah seorang manusia akan memiliki kemampuan melihat dan memahami penjelasan dari Al-Quran. Epsitimologi Al-Qur’an bersumber dari cahaya (Nur) dari Allah yang berada dalam rongga setiap insan manusia yang bernama hati dan inilah yang disebut sebagai ‘iman’.

Life

Mengapa kita harus melihat dengan hati? karena ALLAH menurunkan cahaya ilmu-Nya bagaikan hujan yang menyirami bumi dan bumi itu adalah hati manusia. Dengan penglihatan ini seseorang akan dengan mudah menerima kebenaran dari pandangan Eskatologi Islam tentang dunia kita hari ini yang menurut Eskatologi Islam sebagai Dunia Akhir Zaman yang memiliki beberapa pilar inti kejadian yang telah termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadith Sahih Rasulullah s.a.w yang antara lain adalah:

  • Ashabul Kahfi (Para pemuda gua)
  • Pelajaran dari kisah Nabi Musa a. s yang berguru/ belajar kepada Nabi Khidr a. s
  • Nabi Dzhulqarnain a. s dan Ya’juj wa Ma’juj (Gog & Magog)
  • Peranan Jerusalem sebagai Kerajaan Surga (Kingdom of Heaven)
  • Kaitan antara ditemukannya jasad Fir’aun yang ditenggelamkan oleh Allah di laut Merah dengan kejayaan Kerajaan Inggris yang akhirnya berhasil mendirikan negara Israel, yang kemudian digantikan oleh kejayaan Amerika Serikat (United States of America) yang telah berhasil membina Israel menjadi sebuah negara Adidaya (berjaya & berkuasa) di masa kini
  • Perang dunia III (World War III)/ Al-Malhamah Al-Qubro/ Armageddon
  • Kedatangan Al-Masih Ad-Dajjal: Al-Masih Palsu/ The False Messiah / Antichrist
  • Kedatangan Imam Mahdi a. s dan
  • Kedatangan Nabi Isa Al-Masih (Jesus) a. s

 

Beberapa pilar inti Dunia Akhir Zaman di atas telah disampaikan oleh Allah kepada umat Akhir Zaman yaitu umat Muhammad s. a. w dalam Al-Qur’an Surah Al-Kahfi. Oleh karena itu Eskatologi Islam (Islamic Eschatology) sangat menekankan untuk mulai mempelajari Epistimologi Islam melalui Surah Al-Kahfi.

Kenapa Surah Al-Kahfi? Karena Surah Al-Kahfi berisikan ayat-ayat intisari (pesan pesan penting dari ALLAH) yang menjelaskan tentang Dunia Akhir Zaman dimana kita berada hari ini. Dan pihak manakah yang ditegaskan oleh ALLAH untuk menjalankan hal ini? merekalah Para Pemuda Gua/ Pemuda Akhir Zaman (Ashabul Kahfi).

Seperti apakah ciri-ciri Pemuda Akhir Zaman tersebut? ialah mereka para pemuda yang memiliki hati yang keras bagaikan batu karang dimana Nabi Khidr a. s duduk di atasnya ketika berhadapan dengan Nabi Musa a. s (tidak mudah goyah/ pantang menyerah dalam menghadapi ombak keras dari lautan godaan dan tantangan dunia), mereka para pemuda yang haus ilmu untuk belajar dan mencari gurunya dengan mengesampingkan arogansi/ kesombongannya selayaknya Nabi Musa a. s yang belajar kepada Nabi Khidr a. s, mereka para pemuda yang berani meninggalkan kehidupan masyarakat yang tidak ber-Tuhan demi menjaga keimanannya kepada Rabbnya, Allah SWT.

Mengapa kisah Nabi Khidr a. s juga ditekankan Allah dalam Surah Al-Kahfi yang menjelaskan tentang Dunia Akhir Zaman ini?

Khidr artinya hijau atau yang menghijaukan, dan masalah inti yang dimiliki oleh manusia akhir zaman adalah ladang hati mereka yang kering akan ilmu pengetahuan yang bersumber dari cahaya (Nur) Allah SWT. Jadi Khidr adalah sebuah penyampaian simbolisme dari Allah SWT sebagai seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan yang bagaikan hujan yang menyirami dan menghijaukan bumi dimana bumi itu adalah ladang hati manusia.

Ladang-Hijau

Oleh karena itu teruntuk saudaraku para pemuda Akhir Zaman, marilah kita kembali AL-Qur’an, marilah kita belajar ilmu pengetahuan dan wawasan tentang Akhir Zaman dimana kita berada hari ini yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadith dengan metodologi yang benar dan epistimologi yang baik, marilah kita hijaukan ladang hati kita dengan ilmu ini agar hati kita dapat memiliki kemampuan untuk melihat dan memahami segala sesuatu yang telah, sedang dan yang akan terjadi. Sehingga kita memiliki kapabilitas untuk merespon dengan baik dan mengambil langkah-langkah kongkrit dalam menerapkan kehidupan Islam (hidup secara Islam) seperti yang telah dicontohkan secara sempurna oleh Rasul kita yang tercinta Muhammad s. a. w. sehingga kita dapat merasakan kehidupan dimana siraman hujan dari lautan cahaya ilmu Allah akan terus menyirami dan membersihkan isi hati kita.

Hijaukanlah ladang hati kita dengan belajar Ilmu Akhir Zaman wahai para Pemuda Akhir Zaman, agar kita bisa memiliki kemampuan untuk menjadi para pejuang yang tangguh di Jalan Allah SWT dengan Ilmu, Iman dan Ihsan.

Green-rain

image_pdfimage_print

Leave a Comment