Islam dan Nasrani Orthodox Timur di Dalam Proses Sejarah Manusia

In Rum, Sejarah by Hamba AllahLeave a Comment

Implementasi Geostrategis Muhammad [saw]

Tahun-tahun strategis dari Perang Bizantium-Persia [Sasanid]

602:
Kaisar Bizantium Mauricius dibunuh oleh Phocas. Raja Persia, Khosrau II membuka kembali perang melawan Kekaisaran Bizantium.

613:
Tentara Persia menaklukkan Damaskus.

614:
Tentara Persia menaklukkan Yerusalem.
Hijrah pertama Muslim dari Mekah ke Abyssinia, Kerajaan Nasrani Orthodox Timur.

615:
Turunnya Surah Al-Ruum [Bizantium] kepada Muhammad [saw].

619:
Persia menaklukkan Mesir.
Tahun “Kesedihan Muhammad [saw]”.

622/1 Hijriyah:
Kaisar Heraclius membalik keadaan Byzantium dalam perang ini, dia mengalahkan Persia dalam Pertempuran Issus di Anatolia.
Muhammad [saw] memimpin Hijrah Muslim yang kedua ke Yathrib, menandai awal kalender Islam.

624/2 Hijriyah:
Perang Badar, kemenangan umat Islam atas tentara Mekah yang “datang” ke Madinah. Jihad adalah “bukan” perang atas nama Agama untuk merebut tanah dan harta benda milik bangsa lain, apalagi memaksa mereka untuk meninggalkan agama mereka. Jihad tidak bisa dikeluarkan oleh seseorang yang tidak memiliki status sebagai pemimpin negara yang berlandaskan kepada Islam. Muhammad [saw] adalah teladan dan contoh untuk Muslim, dan Sunnahnya bukanlah hanya apa-apa yang dikatakannya, namun juga apa-apa yang “dilakukannya”.

625/3Hijriyah:
Perang Uhud, kemenangan Mekah atas tentara Muslim.

627/5 Hijriyah:
Heraclius mengalahkan tentara Persia dalam Pertempuran Niniwe dan kemajuan menuju Ctesiphon, ibukota Persia.
Perang Parit [Khandag]: Mekah tidak berhasil memberlakukan blokade militer terhadap Madinah.

628/5 Hijriyah:
Khosrau II melarikan diri dari pemberontakan internal dan dibunuh pada bulan Februari, sementara Bizantium merebut kembali Suriah. Penerus Khosrau, Kavadh II mengusulkan perdamaian dengan Bizantium.
Perjanjian Hudaibiyyah antara Madinah dan Mekah. Jatuhnya Khaybar adalah jatuhnya Mekkah.

629/6 Hijriyah:
Negosiasi damai yang menyimpulkan pada bulan Juni, Persia memiliki Suriah dan Mesir. Ziarah atau Haji Pertama umat Islam untuk Ka’bah.

630/8 Hijriyah:
Heraclius mengunjungi Yerusalem sebagai seorang peziarah, menandai sifat konklusif dari kemenangan Bizantium. Status quo ante dari sebelum invasi Sassanid yang terakhir.
Penaklukan Mekah: kekuatan Muslim di bawah Muhammad [pubh] menaklukan Mekkah tanpa menggunakan senjata, kemenangan mutlak Muslim Madinah yang mengakhiri Perang Mekkah terhadap Medinah. “Perang Mekkah terhadap Madinah”.

636/14 Hijriyah:
Muslim menaklukkan Suriah yang dikuasai Bizantium dan juga Palestina Prima [Baitul Maqdis/Aelia].

Pembahasan

Ada dua momentum Hijrah dalam sejarah peradaban Islam:

  1. Abyssinia [Nasrani Ortodoks Timur]
  2. Madinah

Madinah menerima Muhajirin/imigran Muslim karena Muslim telah diberikan suaka oleh Negus, Raja Abyssinia. Artinya, bahwa Muslim sekarang didukung dan dilindungi oleh Kerajaan Nasrani Ortodoks Timur. Atau Muslim memiliki status sebagai komunitas yang memiliki kekuasaan walapun belum memiliki negara. Sebelum suaka dari Abyssinia, sama seperti golongan Arab yang lain, Yathrib tidak memperlihatkan tanda-tanda menerima Islam. Kedua, Hijrah ke Madinah dilaksanakan berbarengan dengan kalahnya Persia di Pertempuran Issus, yang berarti bahwa, Mekkah mulai kehilangan kekuasaannya di Jazirah Arab, karena Mekkah adalah negara bawahannya Persia, dan Persia telah kalah dalam Pertempuran Issus melawan Bizantium. Pertempuran Issus adalah pertempuran yang menentukan siapa penguasa Suriah dan Tanah Suci, atau Jazirah Arab secara keseluruhan.

Ketika akhirnya Bizantium mengalahkan Persia di Ctesiphon, ibukota Persia, maka Quraish Mekkah, juga kehilangan status mereka sebagai wakil superpower di Jazirah Arab. Kontrol Semenanjung Arab oleh Kekaisaran Persia dan Negara Mekah mulai runtuh. Kesempatan ini diambil oleh Muhammad [saw], yang sekarang sudah memiliki negara sendiri, Negara Madinah, untuk menawarkan Perjanjian Hudaybiyah kepada Mekah, di mana didalamnya terkandung Penaklukan Kahybar tanpa intervensi militer Mekah. Jatuhnya Khaybar berarti jatuhnya Mekkah, karena Mekkah tidak hanya bahwa telah kehilangan dukungan dari Persia, mereka juga kehilangan sekutu utama mereka, orang-orang Yahudi dari Negara Khaybar. Mekkah dalam status tidak berdaya atau dalam politik dan kemiliteran disebut, Kaisar yang tidak punya pakaian.

Setelah kembali dari Penaklukan Khaybar, kontrol Persia atas Jazirah Arab telah runtuh sepenuhnya, Muhammad [saw] kemudian dilanjutkan ke Penaklukan Mekkah. Mekkah diambil tanpa pertempuran, kemenangan Muslim yang mutlak, oleh kasih dan karunia Allah [swt].

Selain itu, tanpa bantuan orang-orang Nasrani Ortodoks Timur, baik secara langsung [Abyssinia] dan secara tidak langsung [Kekaisaran Bizantium], tidak akan ada Muslim ataupun Islam hari ini. Kemenangan Bizantium telah dijanjikan oleh Allah [swt] kepada mereka yang beriman. Tidak pernah Allah mengingkari janji-Nya, dan Allah menghendaki kemenangan kepada siapapun yang Dia mau, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya tahu beberapa penampilan dari kehidupan dunia, dan lalai dari kehidupan di akhirat [spiritualisme].

Al-Qur’an, Surah al-Ruum, Bizantium,

Dengan Menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Alif. Lam. Mim. (1)

Bizantium telah dikalahkan [oleh Persia] (2)

Di tanah dekat [tanah terendah] [Laut Mati / Yerusalem], dan mereka, setelah kekalahan mereka akan menang [Konstantinopel, Niniveh dan Ctesiphon] (3)

Dalam beberapa (tahun) – Allah-lah penentu perkara ini sebelumnya, [Bizantium pada waktu itu ketika Quran diturunkan] dan di sesudahnya [kedua kalinya/Federasi Rusia di Akhir Zaman] – dan di hari itu orang beriman akan bersukacita ( 4)

Dalam bantuan Allah untuk kemenangan. Dia memberikan kemenangan siapa yang Dia kehendaki. Dia adalah Maha Perkasa lagi Maha Penyayang. (5)

Ini adalah janji Allah. Allah menyalahi janji-Nya tidak, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (6)

Mereka hanya tahu beberapa penampilan dari kehidupan dunia, dan lalai dari kehidupan di akhirat [spiritualisme]. (7)

Namun kita belum selesai, kemenangan Bizantium di Surah al-Ruum juga mengatakan bahwa Allah [swt] telah berjanji bahwa kondisi geostrategis serupa juga akan terjadi di Jazirah Arab di Akhir Zaman, di mana Islam yang “benar” akan muncul kembali dalam proses sejarah manusia.

perang-bizantium-persia

Perang dua negara adidaya yang serupa, yang satu adalah beriman pada Kitab Allah dan yang lainnya adalah mushrik. Islam yang “benar” yang serupa dengan yang dahulu, sifat kemunculannya yang serupa, dan pemimpin Islam yang serupa dengan Muhammad [saw]. Di mana Muslim akan kembali mendukung saudara mereka, orang-orang Nasrani Ortodok Timur, yang dipimpin oleh Federasi Rusia, untuk menaklukkan Turki, dan mengembalikan nama aslinya, yaitu, Konstantinopel, dan sekali lagi, Hagia Sophia akan menjadi Katedral terbesar bagi Nasrani Ortodoks Timur. Insya Allah.

Dengan demikian sekarang Muslim harus mengetahui keadaan dan kesadaran strategis dari lingkungan yang ada di sekitar mereka, karena itu adalah Sunnah dari Muhammad [saw].

Semoga Tuhanku menyempurnakan petunjukNya yang lurus kepada kami agar kami lebih dekat (kebenarannya) daripada ini semua. Insya Allah.

 

Angkoso Nugroho

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Leave a Comment