Konstantinopel dalam Al-Qur’an bagian I

In Rum by Hamba AllahLeave a Comment

Kampungmuslim.org – Ini adalah salah satu buku dari Serial Dajjal yang sedang ditulis oleh Maulana Sheikh Imran Nazar Hosein di masa yang sangat kritis ini. Salah satu buku yang beliau tulis sebagai bagian dari peringatan dan penghargaan beliau terhadap gurunya Sheikh Maulana Fazlur rahman al Anshari rahimahullah.

Saat ini kampungmuslim.org akan fokus untuk mengisi konten-konten yang hanya bersumber dari Sheikh Imran Hosein dan murid-muridnya yang benar-benar telah diberikan kepercayaan penuh oleh Sheikh Imran Hosein, seperti Hasbullah Syafi’i dan Mogamat Ibrahim. Untuk tema umum lainnya seperti geopolitik, geo ekonomi, militer, politik, sejarah dan lain-lainnya akan kami hentikan mengingat dan menyadari bahwa sumber utama kami yaitu bahwa hanya dengan memahami Al-Qur’an lah yang menjadi kunci utama untuk memahami segala hal yang berkaitan dengan hal-hal di atas. Dan Sheikh Imran Hosein dan murid-muridnya sedang membimbing kita untuk menemukan pemahaman tersebut. Namun untuk tema yang berkaitan dengan hijrah, akan terus kami godok dan kembangkan seiring dengan waktu yang berjalan dalam proses pembelajaran kita dalam menemukan pemahaman itu sendiri. Insya Allah.

Terima kasih buat saudara-saudari yang selalu mendukung konsistensi dan keberadaan kampungmuslim.org untuk terus menjadi media pembelajaran Ilmu Akhir Zaman (eskatologi Islam) yang dipandu oleh Sheikh Imran N Hosein.


Konstantinopel dalam Al-Qur’an

Semoga hari itu segera tiba kala Konstantinopel akan ditaklukkan oleh pasukan Muslim, setelah itu kamu akan mengembalikannya Insya Allah kepada kaum Nasrani dimana merekalah pemilik sebenarnya dari kota tersebut, kaum yang menerima Isa / Yesus ( علیھ السلام ) sebagai Mesias sejati, sementara musuh-musuh mereka tetap menantikan Dajjal sang Mesias palsu (Anti Kristus)!

Sebuah Kota yang Bernama Konstantinopel

Sebagai akibat dari keputusan misterius yang diambil oleh Republik Turki sekuler Mustafa Kamal untuk tidak hanya mengubah nama kota tersebut, tetapi juga mengambil langkah-langkah yang pada akhirnya memastikan bahwa nama, ‘Konstantinopel’, tidak lagi digunakan, maka penulis ini harus mengambil kembali nama ‘Konstantinopel’ dari museum sejarah agar buku ini dapat ditulis. Mengapa pemimpin Turki sekuler mengubah nama kota tersebut? Mengapa nama ‘Konstantinopel’ harus mengalami nasib semisterius itu? Buku ini membawa kejelasan pada subjek tersebut.

Di zaman perang melawan Islam ini, musuh kita melarang kita untuk mempertanyakan tindak tanduk mereka; namun meskipun upaya terbaik mereka untuk membungkam kita, mereka tidak akan pernah dapat mencegah Kebenaran dari satu hari yang akan kembali untuk mengusir segala kepalsuan mereka; dan dengan itu, kami berdoa, akan menjadi peran dari buku sederhana ini.

Bukanlah kekhawatiran kami bahwa kota yang dulu dikenal sebagai Bizantium itu kemudian berubah nama menjadi Konstantinopel setelah Kaisar Romawi Konstantinus yang membangunnya kembali dan memilihnya sebagai ibu kotanya. Yang paling penting adalah bagian dari komunitas di dalam kaum Israel dimana Nabi Isa / Yesus (علیھ السلام) diutus untuk mereka, yang menerimanya dan percaya kepadanya sebagai Mesias sejati, diberkahi dengan hadirnya seorang Kaisar Romawi pagan yang melindungi mereka, merawat mereka dan memperlakukan mereka dengan adil dan baik. Kekaisaran Romawi yang sama sebelumnya telah mengusir mereka semua dari Yerusalem, dan seluruh masyarakat Israel baik yang menerima Isa / Yesus (علیھ السلام) dan yang kemudian dikenal sebagai kaum Nasrani / Kristen, serta mereka yang menolaknya yang kemudian dikenal sebagai kaum Yahudi – akibatnya tinggal di pengasingan dan tersebar di berbagai wilayah di negeri yang dekat (dari hijaz).

Ketika Kaisar Konstantin akhirnya berpindah ke agama Kristen sebelum ia meninggal, komunitas orang Israel yang pecaya kepada Isa / Yesus ( علیھ السلام ) kemudian diberkahi untuk menemukan rumah / tempat tinggal di Konstantinopel dimana mereka pada akhirnya dapat mendirikan sebuah Negara yang akan menjadi contoh atau panutan setelah Israel Suci (seperti model pemerintahan kota Madinah yang didirikan oleh Rasulullah Sallallaahu ‘alaihi Wasallam beberapa abad kemudian). Inilah bagaimana Konstantinopel akhirnya menjadi pengganti dari Yerussalem Suci, tempat kaum Isreal yang semuanya telah diusir. Semua itu tidak terjadi secara kebetulan; melainkan sebuah desain Ilahi.

Penulis ini yakin bahwa penghapusan nama ‘Konstantinopel’ dari kosakata zaman modern secara langsung terkait dengan status dan peran kota tersebut dalam eskatologi Islam dan Kristen.

Studi kami tentang eskatologi Islam telah mengungkapkan bahwa dua kota, Yerusalem dan Konstatinopel, ditakdirkan untuk memainkan peranan yang sangat penting dalam Akhir Zaman.

Yerusalem, tentu saja, adalah kota yang lebih penting, karena di Yerusalamlah bahwa sejarah akan berakhir ketika Mesias sejati kembali untuk memerintah dunia dengan kemenangan akhir dan konklusif dari kebenaran atas segala kepalsuan, ketidak adilan dan penindasan.

Tapi Konstantinopel juga menempati tempat yang sangat penting di Akhir Zaman sejak Nabi Muhammad ( صلي لله علیھ و سلم ) telah menubuatkan bahwa dalam bulan-bulan Perang Besar (yaitu, Al Malhamah atau Armagedon), tentara Muslim akan menaklukkan kota tersebut dari genggaman kaum penindas.

Peristiwa ini, pada gilirannya, akan memprovokasi munculnya Anti-Kristus (yaitu, Dajjal sang Mesias palsu) dalam bentuk wujud / fisik (manusia). Sesungguhnya Nabi ( صلي لله علیھ و سلم ) menubuatkan bahwa ketiga peristiwa, yaitu Perang Besar, penaklukan Konstantinopel, dan penampakan Dajjal (Anti-Kristus), akan terjadi dalam kurun waktu yang singkat yaitu tujuh bulan.

Pembaca kami harus mencatat bahwa Hadits yang lain mengacu pada ‘tujuh tahun’ bukan ‘tujuh bulan’:

حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ الْحِمْصِيُّ، حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ، عَنْ بَحِيرٍ، عَنْ خَالِدٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي بِلاَلٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ ‏ “‏ بَيْنَ الْمَلْحَمَةِ وَفَتْحِ الْمَدِينَةِ سِتُّ سِنِينَ وَيَخْرُجُ الْمَسِيحُ الدَّجَّالُ فِي السَّابِعَةِ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو دَاوُدَ هَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ عِيسَى ‏.‏

Diceritakan Abdullah ibn Busr:

Rasulullah (ﷺ) mengatakan: “Waktu antara Perang Besar dan penaklukan kota akan enam tahun, dan Dajjal akan muncul di tahun ketujuh.

Abu Dawud berkata: Ini lebih terdengar daripada tradisi yang diriwayatkan oleh Isa (bin Yunus)

(Sunan, Abu Daud)

Buku ini ditulis dengan tujuan yang terekspresi secara objektif untuk mengembalikan nama ‘Konstantinopel’ ke kosakata dan wacana kita tentang segala hal yang berkaitan dengan dunia saat ini. Ini sangat penting karena akan memfasilitasi kita dalam pemahaman eskatologi Islam.

Buku ini menantang keputusan Mustafa Kamal dan Republik Turki-nya yang sekuler untuk menyerahkan nama ‘Konstantinopel’, ke museum sejarah, dan mengingatkan umat Islam di Turki, Balkan, dan di tempat lain, yang mendukung perubahan nama kota tersebut, bahwa Nabi Muhammad (صلي الله عليه و سلم) merujuk kota itu dengan nama Konstantinopel (Arab – Konstaniniyyah).

Jika Nabi (صلي الله عليه و سلم) menyebut kota dengan nama itu, tentu saja itu menjadi Sunnah bagi para pengikutnya untuk melakukan hal yang sama. Sungguh memalukan dan sangat memalukan ketika sebagian umat Muslim justru merasa terganggu (tidak nyaman) ketika orang lain, seperti penulis ini, merujuk pada kota tersebut dengan nama yang telah digunakan oleh Nabi Muhammad (صلي الله عليه و سلم).

Penulis ini, beserta mereka yang berada di antara manusia yang terjaga (terbangun) di Akhir Zaman ini (dimana sisanya sedang tertidur pulas), tidak dapat menolak sebuah kebebasan untuk memilih kembali untuk menggunakan nama yang telah digunakan oleh Nabi, dan untuk melakukannya sebagai implementasi dari rasa hormat dan cintanya kepada Nabi (صلي الله عليه و سلم); dan oleh karena itu nama ‘Konstantinopel’ secara mencolok dan sangat tegas digunakan dalam Judul buku ini, serta melalui teks yang ada di dalam buku ini.

Ada banyak kaum Muslim yang akan membaca buku ini, dan di hati siapa saja yang memiliki cinta yang tulus dan hormat kepada Nabi Muhammad (صلي الله عليه و سلم), yang sebelumnya tidak memahami subjek buku ini dan akibatnya tersesat tentang Konstantinopel akan status dan peranannya dalam sejarah. Kami berdoa, dan kami meminta pembaca kami dengan lembut, baik Kristen dan juga Muslim, untuk berdoga, agar Muslim yang tersesat seperti demikian mendapat panduan dengan benar. Amin!

Pentingnya Kota Konstantinopel

Konstantinopel sangat penting bagi dua kaum. Penting bagi sebagian kaum Israel yang dikenal sebagai kaum Kristen / Nasrani, dan yang menghargainya selama lebih dari 1000 tahun sebagai Rumah bagi dunia Kristen. Mereka juga menghargai kota itu karena di dalamnya terletak katedral Kristen yang paling pening (di luar Yerusalem Suci) yang dikenal sebagai Hagia Sophia.

Kota ini juga penting bagi umat Islam karena Nabi Muhammad (صلي الله عليه و سلم) telah menubuatkan bahwa kota itu akan ditaklukkan pada akhir zaman oleh pasukan Muslim.

Pembaca Nasrani ingin tahu mengapa tentara Muslim ingin menaklukkan kota yang terletak di jantung Dunia Nasrani tersebut. Maka kita harus cepat menjelaskan hal ini kepada pembaca kita; dan pertanyaan pertama yang harus kita jawab, jika kita ingin menjelaskan nubuatan Nabi (صلي الله عليه و سلم), apakah penaklukan Konstantinopel yang dinubuatkan tersebut telah terpenuhi pada tahun 1452 ketika pasukan Ottoman yang dipimpin oleh Sultan muda Muhammad Fateh menaklukkan kota tersebut atas nama Islam.

Apakah Penaklukan Konstantinopel oleh Pasukam Muslim yang telah Dinubuatkan oleh Rasulullah Muhammad (صلي الله عليه و سلم), sudah Terjadi?

Rasulullah Muhammad (صلي الله عليه و سلم) menubuatkan, dimana hanya seorang Nabi sejati dari Tuhan yang Satu saja yang dapat bernubuat, bahwa pasukan Muslim suatu hari akan menaklukkan kota Konstantinopel. Dia memuji pasukan itu dan dia juga memuji pemimpin dari pasukan tersebut:

قال رسول الله  صلى الله عليه وسلم لتفتحن القسطنطينية، فلنعم الأمير أميرها، ولنعم الجيش ذلك الجيش. رواه أحمد في المسند وغيرها.

“Kamu pasti akan menaklukkan Konstantinopel dan betapa hebatnya pasukan itu, dan betapa hebatnya seorang Komandannya.” (Musnad, Imam Ahmad)

Beberapa nubuatan menetapkan penaklukan kota oleh pasukan  Muslim yang dinubuatkan oleh Nabi Muhammad (صلي الله عليه و سلم) terjadi di Akhir zaman. Analisis kita tentang nubuat-nubuat ini menunjukkan dengan cukup jelas, dan tanpa keraguan apa pun, bahwa penaklukan yang dinubuatkan terhadap Konstantinopel belum terjadi. Oleh karena itu penaklukan Usmani terhadap Konstantinopel pada tahun 1452 tidak dapat memenuhi syarat sebagai pemenuhan dari nubuatan Nabi Muhammad (صلي الله عليه و سلم).

Berikut ini adalah dua nubuat yang sangat jelas menunjukkan bahwa penaklukan yang dinubuatkan terhadap Konstantinopel belum terjadi:

حَدَّثَنَا عَبَّاسٌ الْعَنْبَرِيُّ، حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ ثَابِتِ بْنِ ثَوْبَانَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ مَكْحُولٍ، عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ، عَنْ مَالِكِ بْنِ يُخَامِرَ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ عُمْرَانُ بَيْتِ الْمَقْدِسِ خَرَابُ يَثْرِبَ وَخَرَابُ يَثْرِبَ خُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ وَخُرُوجُ الْمَلْحَمَةِ فَتْحُ قُسْطَنْطِينِيَّةَ وَفَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ خُرُوجُ الدَّجَّالِ ‏”‏ ‏.‏ ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدِهِ عَلَى فَخِذِ الَّذِي حَدَّثَ – أَوْ مَنْكِبِهِ – ثُمَّ قَالَ إِنَّ هَذَا لَحَقٌّ كَمَا أَنَّكَ هَا هُنَا أَوْ كَمَا أَنَّكَ قَاعِدٌ ‏.‏ يَعْنِي مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ ‏.‏

Muādh ibn Jabal melaporkan bahwa Nabi berkata:

“Ketika Bait al-Maqdis (yaitu, Yerusalem) berada dalam keadaan yang sedang berkembang maju pesat (yaitu, menjadi pusat perhatian dunia), Yathrib (yaitu, Madīna) akan menjadi reruntuhan (yaitu, dalam keadaan yang sangat menyedihkan atau tidak memiliki peranan sama sekali dalam kehidupan umat Islam); dan ketika Yathrib berada dalam masa reruntuhan tersebut, maka Perang Besar akan terjadi; dan ketika Perang Besar terjadi, maka Konstantinopel akan ditaklukkan; dan ketika Konstantinopel ditaklukkan, maka Dajjal (Antikristus) akan muncul (yaitu, muncul secara wujud/fisik). Dia (Nabi) memukul pahanya atau bahunya dengan tangannya dan berkata: Ini adalah benar seperti Anda di sini atau ketika Anda sedang duduk (ditujukan ke Muādh ibn Jabal).”

(Musnad, Ahmad; Sunan, Abū Daūd)

 

Nabi lebih lanjut memberi tahu kita bahwa:

 

عن معاذ بن جبل، عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: الملحمة العظمى وفتح القسطنطينية و خروج الدجال في سبعة أشهر

“Al Malhamah Al Kubra, Penaklukan Konstantinopel, dan datangnya Dajjal akan terjadi dalam rentang waktu tujuh bulan.”

(Sunan, Tirmīdhī; Sunan Abī Daūd)

Nabi Muhammad (صلي الله عليه و سلم) jelas telah menubuatkan peristiwa penaklukan kota Konstantinoepl oleh pasukan muslim akan terjadi sesuai dengan garis waktu kejadian yang akan dimulai ketika Yerusalem mengambil stasus khusus/spesial di mata dunia.

Beliau menubuatkan waktu ketika Baitul Maqdis yang juga dikenal sebagai Yerusalem, akan berkembang pesat, dan Yatrib, yang juga dikenal sebagai Madinah, akan berada dalam keadaan terlantar. Analogi konstruksi yang digunakan untuk menggambarkan waktu dimana Yerusalem akan menjadi pusat panggung (perhatian) dunia, sementara Madinah akan berada dalam keadaan yang menyedihkan dan terlantar (tidak memiliki peranan sama sekali dalam kehidupan umat Islam, hanya sebatas museum sejarah ).

Pembaca kami pasti akan menyadari bahwa baik Yerusalem dan Madinah sekarang ini telah berada dalam keadaan atau posisi yang demikian adanya di dunia saat ini seperti yang telah digambarkan dalam nubuatan  di atas. Dan yang lebih penting, para pembaca kami juga pasti akan menyadari bahwa sebelum masa ini, Yerusalem tidak pernah berada dalam posisi yang menduduki pusat-panggung dunia, juga Madinah yang belum pernah mengalami situasi terlantar nan menyedihkan jika dibandingkan dengan Yerusalem.

Sebelum Perang Dunia Pertama pada 1914-1918, tidak pernah ada petunjuk bahwa Yerusalem suatu hari nanti bisa menjadi pusat perhatian di dunia. Semua yang diketahui adalah bahwa Gerakan Zionis telah didirikan di Basel, Swiss, pada tahun 1897, dan bahwa Zionis ingin membeli kota dari Kekaisaran Ottoman. Hanya ketika, pada tahun 1917, ketika tentara Inggris menaklukkan kota, dan Pemerintah Inggris mengeluarkan deklarasi paling aneh dan paling misterius dalam sejarah diplomatik, yaitu Deklarasi Balfour di mana Inggris menyatakan niatnya untuk mendirikan Negara Yahudi di tanah suci (Yerusalem)  yang akan berusaha untuk mengembalikan Negara Suci Raja Daud, Israel, dan orang-orang Yahudi kemudian dibawa kembali untuk merebut kembali kota itu sebagai milik mereka, dan sebuah Negara Israel kemudian didirikan pada tahun 1948 di Tanah Suci, dimana dunia tiba-tiba dihadapkan dengan fenomena unik dalam sejarah agama dan politik umat manusia. Yerusalem tiba-tiba menjadi penting dalam urusan dunia global.

Israel kemudian terus menerus berkembang dalam kekuatan dan pengaruhnya sampai perang yang dilancarkan pada tahun 1967 yang membuahkan hasil penaklukan Israel atas kota Yerusalem. Pada tahun 2017, Amerika Serikat mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, dan sebagai konsekuensinya bukti sekarang pun semakin kuat untuk dapat mengonfirmasi nubuatan tersebut. Jika ada keraguan tentang Yerusalem yang sekarang telah menduduki pusat perhatian di dunia, para pembaca kita sebaiknya bisa merenungkan tentang nasib yang telah dialami setiap politisi Amerika, termasuk seorang Presiden Amerika, yang pernah mengkritik Israel.

Di saat yang sama ketika Yerusalem sekarang dapat dikenali dengan posisinya yang sedang menduduki pusat perhatian dunia, harus jelas juga bagi para pembaca kita bahwa kota Madinah, jika dibandingkan dengan Yerusalem, berada dalam keadaan menyedihkan dan terlantar. Madinah sama sekali tidak memainkan peran apa pun pada saat ini dalam urusan dunia.

Nubuatan Nabi kemudian melanjutkan dengan menyatakan bahwa Perang Besar atau Al Malhamah (yang dikenal dalam eskatologi Judeo-Kristen sebagai Armagedon) akan terjadi ketika Yerusalem menduduki pusat perhatian dunia sedangkan Madinah, sebagai perbandingan, dalam keadaan yang terlantar. Tidak hanya Perang Besar atau Al Malhamah yang belum terjadi, tetapi jelas dari nubuat tersebut bahwa  peristiwa besar selanjutnya akan terjadi di garis waktu peristiwa Akhir Zaman.

Satu hal yang paling mengejutkan yang Nabi katakan tentang Perang Besar tersebut adalah bahwa ia akan diperebutkan karena segunung emas yang akan muncul dari bawah Sungai Eufrat dan bahwa 99% dari seluruh pasukan dalam peperangan tersebut akan mati.

 

وعنه رضي الله عنه قال‏:‏ قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ‏:‏ ‏”‏ لا تقوم الساعة حتى يحسر الفرات عن جبل من ذهب يقتتل عليه، فيقتل من كل مائة تسعة وتسعون، فيقول كل رجل منه‏:‏ لعلي أن أكون أنا أنجو‏”‏‏.‏ وفي رواية‏:‏ ‏”‏يوشك أن يحسر الفرات عن كنز من ذهب، فمن حضره فلا يأخذ منه شيئاً‏”‏ ‏‏‏(‏متفق عليه‏)‏‏‏‏.

Abu Hurairah berkata: Rasulullah (ﷺ) berkata, “Waktu itu tidak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering yang akan menampakkan gunung emas, dimana orang-orang akan berperang karenanya. Sembilan puluh sembilan dari seratus akan mati (dalam pertempuran) dan setiap orang di antara mereka akan berkata: ‘Mungkin saya satu-satunya yang dapat bertahan hidup.”

Narasi lainnya adalah: “Waktunya sudah dekat ketika Sungai Eufrat akan mengering untuk menampakkan harta karun emas. Siapa pun yang hidup pada waktu itu, tidak boleh mengambil apa pun darinya.”

(Sahih Bukhari; Sahih Muslim)

Perang yang sedemikian rupa belum pernah terjadi dalam sejarah manusia; maka setiap klaim yang menyatakan bahwa Al Malhamah sudah terjadi harus ditegaskan sebagai sesuatu yang omong kosong!

Hanya setelah Malhamah Perang Besar terjadi maka dunia akan menyaksikan pemenuhan nubuatan Nabi Muhammad (صلي الله عليه و سلم) tentang  pasukan Muslim yang akan menaklukkan Konstantinopel.

Nubuat lain dari Nabi Muhammad (صلي الله عليه و سلم) seperti yang telah dikutup di atas, menyatakan bahwa penaklukan akan terjadi segera setelah Perang Besar atau Malhamah, dan bahwa Dajjal (Antikristus) akan muncul (yaitu, secara wujud/fisik) dengan begitu cepat sehingga ketiga peristiwa ini akan terjadi dalam rentang waktu hanya tujuh bulan.

Apakah periode waktu tujuh bulan atau tujuh tahun, semua ini menunjukkan bahwa persitiwa penting ini akan bergerak dengan sangat cepat segera setelah Malhamah atau Perang Besar terjadi, dan bahwa tidak akan ada waktu untuk menjelaskan tentang subjek ini setelah Perang Besar dimulai.

Oleh karena itu sangatlah penting untuk menjelaskan tentang subjek ini sebelum Perang Besar terjadi, dan saat itu adalah tepat dimana dunia saat ini berada. Penulis ini bersyukur kepada Allah yang Maha Tinggi bahwa buku sederhana ini harus ditulis tepat pada saat ini.

Seharusnya sekarang sudah cukup jelas bagi para pembaca kita  bahwa setiap klaim tentang penaklukan Konstantinopel yang telah dinubuatkan oleh Nabi Muhammad (صلي الله عليه و سلم) yang menyatakan telah terjadi, padahal pada kenyataannya belum terjadi, harus ditegaskan sebagai sebuah hal yang salah (palsu).

Karena telah jelas bahwa nubuat belum terpenuhi, implikasinya adalah bahwa pasukan Muslim yang akhirnya menaklukkan Konstantinopel di Akhir Zaman, tidak akan menaklukkan kota Nasrani sejak, sebagai konsekuensi dari penaklukan Usmani terhadap Konstantinopel pada tahun 1452, kota tersebut telah hampir menjadi kota ekslusif Muslim dengan populasi kecil dari kaum Nasrani dan tidak signifikan.

Pembaca kita, baik Kristen maupun Muslim, sekarang akan mengajukan pertanyaan yang sepenuhnya bisa dipahami: mengapa pasukan Muslim ingin menaklukkan Konstantinopel yang telah ditaklukkan oleh Muslim, dan yang populasinya secara konsekuen menjadi hampir seluruh Muslim?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sekarang kita harus beralih ke Al-Qur’an dan Nabi Muhammad (صلي الله عليه و سلم) untuk menemukan status dan peran Konstantinopel dalam pergerakan sejarah, dan peranannya yang memuncak pada akhir dari sejarah.

Kita harus mengetahui khususnya, apakah kehadiran kaum Nasrani di Konstantinopel dan kendali Kekristenan atas kota tersebut, telah ditetapkan oleh Allah; dan itu adalah subyek yang akan kita bahas selanjutnya.

Bersambung ke Bagian II.

Oleh Sheikh Imran Nazar Hosein 

Alih bahasa oleh: Awaluddin Pappaseng Ribittara

 

 

 

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Leave a Comment