Kumpulan Hadits Akhir Zaman

In Dajjal by Hamba Allah0 Comments

Berikut di bawah ini kumpulan hadits sahih Rasulullah Muhammad Shallallaahu ‘alaihi wassalam yang berkaitan dengan tema akhir zaman. Bila mata hati ini berusaha untuk membuka diri dan memahami maksud penyampaian Beliau, maka tentu saja kita semua akan menyadari bahwasanya peringatan-peringatan yang telah Beliau [saw] sampaikan 1400 tahun yang lalu, kini telah menjadi kenyataan di lingkungan sekitar kita. Selamat datang di penghujung akhir zaman.


Dari Abu Hurairah r.a. berkata bahwa Rasulullah shallallahu a’lahi wa sallam bersabda: “… Selagi akan datang suatu masa di mana orang yang beriman tidak akan dapat menyelamatkan imannya , kecuali bila dia lari membawa dirinya dari suatu puncak bukit ke puncak bukit yang lain dan dari suatu lubang ke lubang yang lain, maka ketika zaman itu telah terjadi, segala pencarian (pendapatan kehidupan) tidak dapat dicapai kecuali dengan hal yang melibatkan kemurkaan Allah, maka ketika saat ini telah terjadi, kebinasaan seseorang adalah berasal dari menepati kehendak istrinya dan anak-anaknya. Kalau ia tidak memiliki istri dan anak, maka kebinasaannya adalah berasal dari menepati kehendak kedua orang tuanya, dan jikalau orang tuanya sudah tidak ada lagi, maka kebinasaannya adalah berasal dari menepati kehendak kerabatnya (adik beradiknya sendiri/saudarai-saudaranya) atau dari menepati kehendak tetangganya.”

Sahabat bertanya,

“Wahai Rasulullah, apakah maksud perkataan engkau itu?” Rasulullah menjawab, “Mereka akan mencelanya dan mengaibkannya dengan kesempitan kehidupannya. Maka dari karena itu, ia harus memperlakukan kehendak mereka dengan menceburkan dirinya di jurang – jurang kebinasaan yang akan menghancurkan dirinya.”

[Riwayat al Baihaqi]

 

Penyakit yang telah menjangkiti hampir seluruh umat muslim di akhir zaman ini yang sedang bergelimang dalamnya semata-mata untuk mencari pendapatan kehidupan dan eksistensi diri akan kesuksesan duniawi, yaitu:

  • Hutang
  • Riba
  • dll.

Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallahu wajhah berkata, “Rasulullah saw bersabda: “Akan muncul satu golongan di akhir zaman yang dipanggil Rafidhah. Mereka menolak Islam”

[Ahmad, al-Musnad, j.1, hal.103]

 

“Demi Allah! Orang akan datang kepadanya (Dajjal) dengan keyakinan bahwa ia adalah mukmin, akan tetapi ia mengikuti dia (Dajjal); karena keragu-raguan yang ditimbulkan dalam batinnya”.

“Makanan orang Mukmin pada zaman Dajjal adalah makanan para malaikat, yakni memuliakan dan memahasucikan Allah; maka barang siapa di zaman itu memuliakan dan memahasucikan Allah, maka bagi dia, Allah akan menghilangkan kelaparan”

[Kanzul ’Ummal, jilid VII, halaman 2041].

“Barangsiapa berkata, Allah adalah Tuhanku, dan terus berbuat demikian sampai ia mati, Allah akan menyelamatkan dia dari fitnahnya Dajjal”

[Kanzul ’Ummal, jilid VII, halaman 2080].

“Sesungguhnya, Allah akan menyelamatkan orang Mukmin dengan hal yang sama seperti Allah menyelamatkan para malaikat, yakni dengan mengagungkan Allah”

[Kanzul ‘Ummal, jilid VIII, hataman. 2090].

“Apabila ia (Dajjal) muncul, dan aku ada di tengah-tengah kamu, aku akan mengalahkan dia dengan dalil, dan apabila ia muncul sedangkan aku tak ada di tengah-tengah kamu hendaklah tiap-tiap orang berbantah dengan dia”

[Kanzul ’Ummal, jilid VII, hal. 2076].

“Maka apabila ia (Dajjal) muncul dan aku ada ditengah-tengah kamu, aku akan mengalahkan dia dengan dalil atas nama kaum Muslimin; akan tetapi apabila ia muncul sesudahku, hendaklah tiap-tiap orang berbantah dengan dia atas nama sendiri”

[Kanzul ’Ummal, jilid VII, halaman 2025 dan 2079].

“Maka akan diwahyukan kepada al-Masih, bahwa aku telah menciptakan sebagian Hamba-Ku, yang tak seorangpun dapat membunuh mereka kecuali Aku sendiri”

[Kanzul ’Ummal, jilid VII halaman. 3021].

Hadits lain lagi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, berbunyi sebagai berikut :

“Lalu orang akan datang kepada nabi lsa… Tatkala beliau dalam keadaan demikian, Allah bersabda kepada Nabi lsa: Aku telah menciptakan sebagian hamba-Ku yang tak seorangpun mempunyai kekuatan untuk mengalahkan mereka, maka dari itu bawalah hamba-hamba-Ku ke bukit. Dan Allah akan membangkitkan Ya’juj wa Ma’juj, dan mereka akan mengalir dari tiap-tiap tempat tinggi”. (Misykat, halaman 473).

“Seseorang diantara kaum mukmin akan berkata: ‘Aku akan pergi kepada orang itu untuk melihat apakah dia itu orang yang Nabi SAW memperingatkannya kepada kita ataukah bukan’…”

Mereka akan minum semua air di dunia, sampai-sampai apabila mereka melalui sebuah sungai, mereka minum semua airnya dan meninggalkan sungai itu dalam keadaan kering.” (Kanzul ‘Ummal jilid VII, halaman 2157).

Ada lagi sebuah Hadits yang menerangkan bahwa barisan depan Ya’juj wa Ma’uj akan melintasi Teluk Tiberius dan mereka akan minum semua airnya. (Kanzul ‘Ummal halaman 3021).

“Ceriterakanlah kepadaku perihal Teluk Tiberius. Adakah air di sana?” (Kanzul ‘Ummal jilid VII, halaman 2027).

“Sesungguhnya Ya’juj (Gog) wa Ma’juj (Magog) adalah dari keturunan Adam (Kanzul ‘Ummal, jilid VII halaman. 2158.)

“Sesungguhnya Aku telah menciptakan segolongan manusia, yang tak seorangpun dapat membinasakan, kecuali Aku sendiri” (Kanzul ‘Ummal, jilid VII, halaman 3021).

“Tak ada satu tempat pun di dunia yang tidak diinjak dan dilalui oleh Dajjal”.

“Tak ada satu tempat tinggalpun yang tak aku masuki.”

“Barang siapa mendengar perihal Dajjal, hendaklah menyingkir dari padanya. Demi Allah, orang akan datang kepadanya, dan mengira bahwa ia adalah mukmin, namun ia mengikuti dia (Dajjal) karena keragu-raguan yang ditimbulkan oleh dia (Dajjal) dalam batinnya.” (Kanzul-’Ummal, jilid VII, halaman 2057).

“Ia (Dajjal) akan menyembuhkan orang buta, orang sakit lepra, dan menghidupkan orang mati.” (Kanzul-’Ummal, jilid VII Halaman. 2080).

Sabda Nabi SAW: “Wanita akan nampak seperti pria dan pria akan nampak seperti wanita, ini terjadi sungguh-sungguh.

“Awas! Sebagian besar kawan dan pengikut Dajjal adalah kaum Yahudi dan anak-anak yang tidak sah.”

“Sungai dan buah-buahan dunia akan tunduk kepadanya”.

“Mendahului matahari di tempat terbenamnya”

“Bumi akan digulung untuknya “

“la akan menggenggam awan di tangan kanannya”.

“Barang siapa mengikuti Dajjal, ia akan diberi makan, akan tetapi ia dijadikan kafir” (Kanzul-’Ummal, jilid VII, halaman 2104).

“Ia (Dajjal) akan membawa gunung-roti, semua orang menderita kesukaran, kecuali orang-orang yang mengikutinya”.

Mereka berkata:

“Kami bersahabat dengan Dajjal, sekalipun kami tahu bahwa ia kafir. Kami bersahabat dengan Dajjal agar kami dapat makan dari Persediaannya.”

“Bersama-sama Dajjal akan dibangkitkan setan-setan yang rupanya mirip dengan orang-orang yang telah meninggal, apakah itu ayah ataukah saudara mereka”.

“Setan-setan akan bercakap-cakap dengan manusia”.

“Dajjal akan disertai oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi.”

“Kebanyakan orang yang mengikuti Dajjal ialah kaum Yahudi.”

“Dajjal musuh Allah, akan muncul dan akan disertai oleh balatentara yang terdiri dari kaum Yahudi.”

“Barang siapa hapal sepuluh ayat pertama Surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal.”

“Barang siapa membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, ia akan selamat dari (fitnahnya) Dajjal.”

“Orang terakhir yang akan datang kepada Dajjal adalah kaum wanita.”

“Seakan-akan ia (Dajjal) mirip dengan “Abdul-’Uzza”

“Tak ada fitnah yang lebih besar daripada fitnahnya Dajjal, sejak terciptanya Adam hingga Hari Kiamat”.

“Mereka adalah orang-orang yang mengkafiri ayat Tuhan, dan (mengakhiri) perjumpaan dengan Dia” (18 : 105).

“Dan aku melihat orang yang berambut ikal pendek, yang mata-kanannya buta Aku bertanya: Siapakah ini? Lalu dijawab, bahwa ia adalah Masihid – Dajjal” (Bukhari 77:68,92).

”Awas! dia pecak (buta sebelah)… dan diantara dua matanya, tertulis ‘Kafir’…” (Bukhari 93:27).

Adapun bukti bahwa kejadian itu terjadi dalam ru’yah ialah adanya kenyataan bahwa Dajjal bertanya kepada mereka sbb: “Ceriterakanlah kepadaku tentang Nabi bangsa Ummi (bangsa Arab), apakah yang ia kerjakan”.

Pertanyaan mereka dijawab sbb: “Beliau meninggalkan Makkah dan sampai di Madinah”. Dalam Hadits lain, Dajjal diriwayatkan bertanya sbb: “Orang ini yang muncul di antara kamu, apakah yang ia kerjakan?” (Kanzul ‘Ummal jilid VII, hal 2024).

“Pada suatu hari ia berlayar dengan beberapa orang dari kabilah Lakhm dan Judham. Setelah berlayar sebulan lamanya, mereka mendarat di sebuah pulau, dimana mereka berjumpa untuk pertama kali dengan seekor makhluk yang aneh, yang menamakan dirinya Jassassh (makna aslinya mata-mata). Jassasah memberitahukan kepada mereka tentang seorang laki-laki yang tinggal dalam Gereja. Kemudian mereka mengunjungi orang itu dalam Gereja, yang nampak seperti raksasa, yang tangannya diikat pada lehernya, dan kakinya diikat dengan rantai, dari lutut hingga mata-kaki. Mereka bercakap-cakap dengan orang ini, yang tiba-tiba ia bertanya kepada mereka tentang Nabi SAW, dan ia mengakhiri percakapannya dengan ucapan: “Aku adalah Masihid Dajjal, dan aku berharap semoga aku segera dibebaskan, lalu aku dapat menjelajahi seluruh dunia, kecuali Makkah dan Madinah.”

“Tujuh puluh ribu ummatku akan mengikuti Dajjal.” (Misykat, ha1.477).

“Tidak! Ia (Dajjal) akan muncul disebelah Timur; tidak, ia akan muncul di sebelah Timur; tidak, ia akan muncul di sabelah Timur.” (Kanzul-’Ummal jilid VII, halaman 2988).

“Nabi Muhammad SAW menunjuk hampir duapuluh kali ke arah Timur.” (Kanzul-’Ummal, jilid VIl, halaman 2991 ).

Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim mengatakan: “Tidak ! Ia akan muncul di Timur” diikuti dengan kalimat: “Beliau menunjuk dengan tangannya ke arah Timur.”

“Sejak terciptanya manusia hingga datangnya Hari Kiamat, tak ada fitnah lebih besar daripada fitnahnya Dajjal.” (Misykat, hal. 472).

“Wahai manusia ! Semenjak Allah menciptakan bani Adam, tak ada fitnah dimuka bumi yang lebih besar dari pada fitnahnya Dajjal.” (Kanzul-’Ummal, jilid VII, halaman 2028).

“Ia (Dajjal) akan datang dengan membawa semacam surga dan neraka; dan apa yang ia katakan surga itu sebenarnya, neraka.” (Misykat, halaman 473).

“Dan ia akan membawa air dan api. Dan apa yang orang-orang melihatnya air, itu sebenarnya api yang menghanguskan; dan apa yang orang-orang melihatnya api, itu sebenarnya air tawar yang sejuk.” (Misykat, halaman 473)

“Ia akan membawa api dan sungai dan barang siapa jatuh dalam apinya, ia akan memperoleh ganjaran dan disingkirkan bebannya.” (Kanzul ’Ummal, jilid VII, halaman 2975)

“la akan membawa gunung roti dan sungai penuh air.“ (Kanzul ’Ummal, jilid VII, halaman 2985).

“Ia membawa dua sungai, yang satu penuh air, dan satu lagi penuh api.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2985)

“Dajjal akan muncul dengan membawa sungai dan api; barang siapa masuk dalam sungainya; ia akan memikul beban dan dilenyapkan ganjarannya; dan barangsiapa masuk dalam apinya, akan memperoleh ganjaran dan dihilangkan bebannya.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2029).

Di antara fitnah Dajjal ialah bahwa ia akan membawa surga dan neraka; adapun neraka Dajjal ialah surga, dan surga Dajjal ialah Neraka. Maka barangsiapa diuji dengan neraka Dajjal, hendaklah ia mohon pertolongan Allah sambil membaca permulaan surat al-Kahfi, maka neraka akan menjadi dingin dan damai.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2028).

“Dan ia akan membawa semacam surga dan neraka. Dan surga Dajjal penuh dengan asap, sedangkan neraka Dajjal adalah kebun yang menghijau.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2074).

Hadits yang lain berbunyi:

“Sungguh ia akan membawa sorga dan neraka. Adapun neraka Dajjal ialah sorga, dan sorga Dajjal ialah Neraka. maka barang siapa diuji dengan neraka Dajjal, hendaklah ia menutup matanya dan mohon pertolongan Allah, dan neraka itu akan dingin dan damai.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2079).

“Bagaimana perasaan kamu jika kamu diuji oleh seseorang yang sungai-sungai dan buah-buahan di bumi akan dibikin tunduk kepadanya.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2090).

“Ia akan menjelajah dengan membawa dua gunung. Yang satu, penuh dengan pohon, buah-buahan dan air, dan yang lain, penuh dengan api dan asap. Ia berkata: Ini adalah surga, dan ini adalah neraka.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2110).

“Kami bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimanakah cepatnya perjalanan Dajjal di muka bumi? Beliau menjawab: seperti cepatnya awan ditiup angin.” (Misykat bab Dajjal).

“Bumi akan digulung untuknya; ia menggenggam awan di tangan kanannya, dan mendahului matahari di tempat terbenamnya; lautan hanya sedalam mata-kakinya; di depannya adalah gunung yang penuh asap.” (Kanzul ’Ummal, jilid VII, halaman 2998).

“Ia akan meloncat-loncat di antara langit dan bumi.” (Sunan Abu Dawud).

“Dajjal akan muncul dengan naik keledai putih; yang jarak antara dua telinganya adalah tujuh puluh yard.” (Misykat, halaman 477).

“Ia mempunyai seekor keledai yang ia naiki, yang jarak antara dua telinganya adalah empat puluh yard.” (Kanzul ’Ummal, jilid VII, halaman 2104).

“Ia menaiki seekor keledai putih, yang masing-masing telinganya tiga puluh yard panjangnya, dan jarak antara kaki yang satu dengan kaki yang lain adalah perjalanan sehari semalam.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2998).

“Dan ia melalui hutan rimba, dan ia berkata kepadanya: Keluarkanlah kekayaanmu, maka kekayaaan rimba itu mengikuti dia, bagaikan lebah mengikuti ratunya.” (Misykat, halaman 473).

“Ia datang pada suatu kaum dan mengajak mereka (supaya mengikuti dia), dan kaum itu beriman kepadanya, ia memberi perintah kepada langit, maka turunlah hujan, lalu ia memberi perintah kepada bumi, maka keluarlah tumbuh-tumbuhan. Lalu ia datang kepada kaum yang lain, dan mengajak mereka (supaya mengikuti dia), dan kaum itu menolak ajakannya, maka berpalinglah ia dari mereka, lalu kaum itu tertimpa kelaparan, dan tak ada sedikit kekayaan pun yang mereka kuasai.” (Misykat, halaman 473).

“Dan di antara fitnah Dajjal ialah, apabila ia datang pada suatu kaum yang tak mau beriman kepadanya, maka tiada lagi ternak mereka yang tertinggal, melainkan binasalah semuanya; dan apabila ia datang pada kaum lain yang beriman kepadanya, maka ia memberi perintah kepada langit, lalu turunlah hujan, dan ia memberi perintah kepada bumi, lalu keluarlah tumbuh-tumbuhan.” (Kanzul ’Ummal, jilid VII. halaman 2028).

“Sungai-sungai dunia dan buah-buahan akan tunduk kepada Dajjal; maka barangsiapa mau mengikuti dia, ia akan memberi makan kepadanya dan menjadikan dia seorang kafir dan barang siapa menentang dia, maka persediaan makanannya akan dirampas dan dihentikan mata-pencahariannya.” (Kanzul ’Ummal; jilid VII halarnan 2090).

“Ada beberapa kaum yang bersahabat dengan Dajjal akan berkata: “Sesungguhnya kami tahu bahwa Dajjal adalah kafir, tetapi kami bersahabat dengan Dajjal, agar kami dapat makan dari makanannya, dan agar kami dapat memberi makan ternak kami dari pohonpohonnya.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2092).

“Dan ia (Dajjal) akan membawa gunung roti, dan sekalian manusia akan mengalami kesukaran, terkecuali orang yang mengikuti dia.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2104).

“Bersama-sama Dajjal akan dibangkitkan setan-setan yang rupanya mirip dengan orang-orang yang telah meninggal, apakah itu ayah ataukah saudara.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2065).

“Setan-setan yang rupanya mirip dengan orang yarg telah meninggal akan menyertai Dajjal, dan mereka akan berkata kepada orang yang masih hidup: Kenalkah engkau padaku? Aku adalah saudaramu; aku adalah ayahmu; atau aku adalah salah seorang kerabatmu.” (Kanzul ’Ummal, hal. 2078).

“Bersama-sama Dajjal akan dibangkitkan setan-setan yang akan bercakap-cakap dengan manusia” (idem, halaman 2104).

“Dan di belakangnya ialah Dajjal yang bersama-sama dia adalah tujuh puluh ribu orang Yahudi.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2028).

“Kebanyakan orang yang mengikuti Dajjal ialah kaum Yahudi, para wanita, dan rakyat jelata.” (Kanzul ’Ummal, jilid VII, hal. 2065).

“Kebanyakan orang yang menyertai Dajjal ialah kaum Yahudi, dan para wanita.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2214).

“Dajjal musuh Allah, akan muncul dan dia akan disertai oleh bala tentara yang terdiri dari kaum Yahudi dan segala macam bangsa.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2974).

“Dan orang yang paling akhir yang mendatangi Dajjal ialah kaum wanita, sampai-sampai seorang pria mendatangi ibunya, anaknya perempuan, saudaranya perempuan dan bibinya, lalu mengikat mereka, agar mereka tak datang kepada Dajjal.” (Kanzul ’Ummal, hal. 2116).

“Awas! Kebanyakan kawan dan pengikut Dajjal ialah kaum Yahudi dan anak-anak yang tidak sah.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2998).

“Dan para wanita akan tampak seperti laki-laki dan laki-laki akan nampak seperti wanita” (idem, halaman 2998)

“Dan Dajjal akan menyembuhkan orang buta, orang sakit lepra, dan akan menghidupkan orang mati.” (Kanzul ’Ummal; halaman 2080).

“Barangsiapa mendengar perihal Dajjal, hendaklah menyingkir daripadanya. Demi Allah! Orang akan mendatangi Dajjal, dan ia menyangka bahwa dia adalah orang mukmin, dan ia akan mengikuti dia (Dajjal) karena sak wasangka yang ditimbulkan dalam batinnya.” (Kanzul ’Ummal, jilid VII, halaman 2057).

“Ia (Dajjal) akan berkata: Apabila rantai yang mengikat aku ini lepas, aku tak akan membiarkan sejengkal tanah pun yang tak diinjak oleh kakiku, terkecuali kota suci Madinah.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2991).

“Dan tak sejengkal tanah pun di muka bumi ini yang tak dikuasai oleh Dajjal, terkecuali kota Makkah dan Madinah.” (Kanzul ’Ummal, hal. 2028).

“Dan tak lama lagi, aku (Dajjal) akan diizinkan keluar, maka aku akan keluar dan mengadakan perjalanan di muka bumi, dan tak satu tempat-tinggal pun yang tak kusinggahi selama empat puluh malam, terkecuali Makkah dan Madinah.” (Kanzul ’Ummal, halaman 2988).


Dari Nashr bin ‘Ashim Al-Laits, ia berkata,
“Kami pernah mendatangi Al Yasykuri bersamakafilah Bani Laits. Ia bertanya, “Siapakah orang-orang itu?”

Kami menjawab, “Bani Laits. Kami mendatangimu untuk menanyakan perihal ucapan Hudzaifah.”

“(Dalam riwayat ini kemudian disebutkan rincidialog ini). Hudzaifah bertanya kepada Rasulullah,

“Wahai Rasulullah, apakah setelah datangnya Islamakan ada keburukan lain?”

Beliau menjawab, “Fitnah dan keburukan.”

Hudzaifah berkata, “Aku bertanya lagi kepada beliau, Wahai Rasulullah, apakah setelah datangnya Islam akankah ada keburukan lain?”

Beliau menjawab, “Wahai Hudzaifah, pelajarilah Al Qur’an dan ikuti ajaran yang ada di dalamnya.” Beliau mengatakannya tiga kali.

Hudzaifah berkata, “Aku bertanya lagi kepada beliau, Wahai Rasulullah, apakah setelah datangnya Islam akan ada keburukan lain?”

Beliau menjawab, ”Keburukan berkedok kedamaian dan kelompok yang terselimuti kekufuran dan anggota kelompoknya pun terselimuti olehnya.”

Hudzaifah berkata, “Aku berkata, WahaiRasulullah, apa yang dimaksud dengan keburukan berkedok kedamaian?”

Beliau menjawab, “Ketika hati seluruh kaum sudah tidak dapat lagi kembali kepada kebaikan sedia kala.”

Maka aku bertanya lagi, “Apakah setelah Islam datang akan ada keburukan lain yang akan kembali datang?”

Beliau menjawab, ‘Fitnah orang buta dan tuli (akan kebenaran), dan fitnah itu memiliki pemanggil yang berada di atas pintu neraka. Jika kamu mati, wahai Hudzaifah, dalam kondisi menggigit batang pohon sekalipun, itu lebih baik daripada kamu mengikuti mereka.”

[Shahih Sunan Abu Daud No.4246]

Dari Hudzaifah, dari Rasulullah [saw], beliau bersabda, “Jika (saat Hari Kiamat datang) engkau tidak mendapati seorang pemimpin (yang adil), maka kaburlah hingga kamu akan menemui ajalmu sendiri, dan jika kamu mati, maka kamu akan mati dalam kondisi tengah menggigit sesuatu.”

Disebutkan pada akhir percakapannya,Hudzaifah berkata, “Aku bertanya lagi, lalu apa yang terjadi setelah itu (wahai Rasulullah)?”

Beliau menjawab, “(Saat itu, ketika kiamat akan tiba,) andai seseorang tengah mengawinkan kuda tunggangannya, maka tidaklah kuda itu akan mampu bereproduksi (sehingga kiamat menjelang).”

[Shahih Sunan Abu Daud No.4247]

Dari Tsauban, ia berkata, “Rasulullah [saw] bersabda, “Sesungguhnya Allah telah mendekatkan dunia ini bagiku. (Dalam riwayat lain disebutkan, ‘Sesungguhnya Tuhanku telah mendekatkan bagiku dunia ini’) Hingga aku dapat melihat ujung barat dan timurnya. Sesungguhnya kekuasaan umatku akan mencapai jarak itu. Dan aku telah diberi dua buah harta simpanan, satu berwarna merah dan satu berwarna putih (emas dan permata), aku telah mengharap Tuhanku agar semua itu tidak dihancurkan demi umatku dengan masa satu tahun musim kering, dan tidak ada musuh yang dapat mengalahkan mereka kecuali lantaran kesalahan mereka (umatku) sendiri hingga hilanglah harta yang berwarna putih (permata) itu.

Sesungguhnya Tuhanku telah berkata kepadaku, “Wahai Muhammad, jika Aku telah memutuskan suatu keputusan, maka itu tidak dapat ditolak. Dan Aku tidak akan membiarkan kalian hancur dalam masa satu tahun musim kering, dan tidak membiarkan para musuh mengalahkan kalian kecuali sebab diri mereka sendiri hingga hilanglah harta yang berwarna putih (permata)itu. Walau musuh berkumpul dari segala penjuru (dalam riwayat lain disebutkan, ‘berkumpul di segala penjuru’) hingga kemudian mereka saling menghancurkan diri mereka sendiri (saling memerangi) dan saling menawan.”

“Yang aku khawatirkan dari umatku adalah orang-orang yang sesat (dengan bid’ah), yang jika sebuah pedang diletakkan di dalam umatku ia tidak akan digunakan hingga datangnya Hari Kiamat. Dan Hari Kiamat tidak akan pernah terjadi hingga beberapa kaum dari umatku menjadi musyrik, dan beberapa kaum dari umatku benar-benar menyembah berhala. Dan di antara umatku akan ada para penipu yang berjumlah tiga puluh orang yang semuanya mengklaim dirinya sebagai nabi. (Padahal) aku adalah penutup para nabi dan tidak ada nabi lagi setelahku. (Pada saat yang bersamaan) ada beberapa kalangan dari umatku yang berpegang dengan kebaikan. Merekalah yang akan mengalahkan kebatilan, dan mereka tidak akan mampu terkalahkan oleh siapapun hingga Allah datang dengan kuasa-Nya.”

[Shahih Sunan Abu Daud No.4252]

Dari Tsauban ia berkata, bahwa Rasulullah [saw] bersabda, “Disatukan bagiku bumi sehingga aku dapat melihat sisi timur dan baratnya, dan aku telah diberikan dua harta yang sangat berharga, (yakni) yang kuning atau merah dan putih (maksudnya adalah emas dan perak). Kemudian dikatakan kepadaku, ‘Sesungguhnya kerajaanmu seperti yang telah disatukannya untukmu.’ Dan aku memohon kepada Allah SWT tiga perkara, (yaitu) agar tidak menimpakan atas umatku rasa lapar sehingga membuat kebanyakan dari mereka celaka karenanya, tidak mencampurkan mereka dalam golongan-golongan yang saling bertentangan, dan merasakan kepada sebagian mereka keganasan sebagian golongan lainnya. Maka sesungguhnya telah difirmankan kepadaku, ‘Jika Aku telah Menentukan sesuatu, niscaya tidak akan ada yang dapat menolak, dan sesungguhnya Aku tidak akan Menimpakan atas umatmu rasa lapar sehingga mereka celaka karenanya. Dan tidak Aku campurkan mereka dari segala penjuru sehingga sebagian dari mereka menumpas sebagian lainnya, dan mereka pun saling memerangi antara mereka.’ Dan jika telah diperintahkan kepada umatku untuk mengangkat pedang, maka tidak akan dicabut kembali perintah itu sampai datangnya hari Kiamat.

Di antara yang aku takuti atas umatku adalah parapemimpin yang menyesatkan, dan sebagian umatku menyembah berhala,sebagian kabilah dari umatku bergabung dengan kaum musyrikin. Sesungguhnya di antara (tanda-tanda) hari Kiamat adalah munculnya dua Dajjal yang kedua-duanya pendusta. (Jumlah mereka) hampir mencapai tigapuluh orang, semua dari mereka mengaku bahwa dirinya adalah nabi. Dan sementara sebagian dari umatku yang masih berpegang dengan kebenaran tetap akan diberikan kemenangan, serta tidak akan dapat dikalahkan oleh mereka yang menentangnya, sampai tiba ketentuan Allah SWT’.”

Abu AlHasan berkata, “Ketika Abu Abdullah selesai membacakan hadits ini, ia berkata, ‘Sungguh sangat menakutkan perkara itu’!”

[Shahih Sunan Ibnu Majah No.3207-4023]

 

Dari Abu Musa, ia berkata, ‘Rasulullah [saw]  bersabda, “Sesungguhnya akan terjadi fitnah yang menimpa kalian yang datang (menyulitkan kalian) layaknya seberkas kegelapan malam. (Ketika itu) seseorang beriman di pagi hari dan menjadi kafir ketika sore hari menjelang. Orang yang duduk akan menjadi lebih baik daripada orang yang berdiri,dan orang yang berdiri akan menjadi lebih baik daripada orang yang berjalan kaki, dan orang yang berjalan kaki akan lebih baik daripada orang yang berlari kecil.”

Beberapa orang bertanya kepada Rasulullah, “Lantas apa kiranya yang akan engkau perintahkan kepada kami (menyikapi kondisi demikian)?”

Rasulullah menjawab, “Tetaplah di rumah kalian (jagalah rumah-rumah kalian).”

[Shahih Sunan Abu Daud No.4262]

Dari Auf bin Malik, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Umat Yahudi terpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, satu golongan akan masuk surga, sedangkan yang tujuh puluh golongan masuk neraka. Dan umat Nasrani terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, tujuh puluh satu golongan akan masuk neraka, sedangkan dan satu golongan akan masuk surga. Demi Dzat Yang jiwa Muhammad berada ditangan-Nya, umatku kelak akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan,satu golongan akan masuk surga, sedangkan yang tujuh puluh dua masuk neraka.”

Wahai Rasulullah, siapakah mereka (yang masuksurga itu)?

Beliau menjawab, “Jama’ah (Ahlus sunnah wal Jama’ah).”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3241-4063]

Dari Abu Hurairah [ra], ia berkata, Rasulullah [saw] bersabda, “Akan datang suatu masa kelak saat kalian akan mengikuti jalan orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal, selengan demi selengan, dan selangkah demi selangkah. Bahkan sampai ketika mereka masuk ke dalam lubang biawak pun kalian pasti akan mengikuti masuk ke dalamnya.”

Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, (apakah mereka) orang-orang Yahudi dan Nasrani?”

Beliau menjawab, “Lalu siapalagi kalau bukan mereka.”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3243-4065]

Dari Abdullah bin ‘Amru [ra], bahwa Rasulullah [saw] bersabda, “Bagaimana keadaanmu dengan zaman yang hampir tiba, saat manusia dipisah dan dipilah-pilah, dan yang tersisa hanyalah orang-orang yang hina di antara manusia? Perjanjian dan amanat di antara mereka telah rusak dan telah bercampur aduk, yang membuat mereka selalu berselisih, dan beginilah keadaan mereka.”

Rasulullah SAW menyatukan jemari tangannya. Mereka berkata, “Bagaimana kami, wahai Rasulullah,jika hal itu terjadi?”

Beliau bersabda, “Hendaknya kalian mengambil apa yang kalian ketahui, dan tinggalkanlah yang kalian ingkari, terimalah dari orang-orang khawas di antara kalian, serta tinggalkanlah perkara orang-orang awam dari kalian’.

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3211-4028]

Dari Abu Sa’id Al Khudri [ra], bahwa seorang lelaki datang menemui Nabi [saw], lalu bertanya, “Siapakah manusia yang paling mulia?”

Beliau menjawab, “Laki-laki yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan dirinya.”

Lalu lelaki itu bertanyakembali, “Kemudian siapa lagi?”

Beliau menjawab, “Kemudian seseorang yang berada di daerah celah bukit di antara bukit-bukit, ia menyembah Allah SWT, dan membiarkan manusia dengan kejahatannya.”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3228-4049.]

Dari Abu Sa’id Al Khudri [ra], ia berkata, ‘Aku pernah mendengar Rasulullah [saw] bersabda,’ “Sesungguhnya Allah pasti akan menanyakan seorang hamba pada hari Kiamat hingga dikatakan kepadanya, ‘Apa yang menghalangimu untuk mencegah kemungkaran ketika kamu melihatnya?’ Maka jika Allah menuntut alasan seorang hamba, ia (hamba itu) akan menjawab, ‘Wahai Tuhan. Aku mengharap ridha-Mu dan aku mengasingkan diri dari manusia’.”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3260-4089]

Dari Abu Sai’d Al Khudri [ra], ia berkata, Rasulullah [saw] bersabda, “Hampir terjadi, sebaik-baik kekayaan seorang muslim adalah kambing, yang dipelihara di atas bukit pegunungan dan mencari tempat-tempat air, semata-mata karena ia melarikan diri dengan agamanya dari segala godaan fitnah.”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3230-4051]

Dari Abu Sa’id Al Khudri [ra], ia berkata,”Rasulullah [saw] bersabda, “Nyaris saja (akan datang suatu masa) dimana harta yang terbaik milik seorang muslim adalah seekor kambing yang dapat menuntunnya menuju puncak pegunungan dan daerah hujan, menyelamatkan diri dengan agamanya (keimananya) dari fitnah.”

[Shahih Sunan Abu Daud No.4267]

Ismail bin Musa Al Fazari Ibnu Binti As-Suddi Al Kufi menceritakan kepada kami, Umar bin Syakir menceritakan kepadakami, dari Anas bin Malik, ia berkata, Rasulullah [saw] bersabda, “Akan datang suatu zaman kepada manusia di mana orang yang sabar dalam menjalankan ajaran agamanya seperti orang yang menggenggam bara api”.

[Shahih Sunan Tirmdizi No.2260]

Dari Miqdad bin Al Aswad, ia berkata,”Sungguh, aku telah mendengar Rasulullah [saw] bersabda,” ‘Sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang terhindar dari fitnah. Sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang terhindar dari fitnah. Sesungguhnya orang yang bahagia adalah orang yang dapat terhindar dari fitnah dan orang yang diuji (dengan suatu cobaan) kemudian bersabar, dan ia memuji (berkata dengan takjub, ‘Alangkah baiknya cobaan ini’.”

[Shahih Sunan Abu Daud No.4263]

Harun bin Ishaq Al Hamdani menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abdul Wahhab menceritakan kepadaku, dari Mis’ar, dari Abu Hashin, dari Asy- Sya’bi, dari Ashim Al Adawi, dari Ka’ab binUjrah, ia berkata,

“Rasulullah pernah pergi bersama kami. Ketika itu kami berjumlah sembilan, terdiri dari lima dan empat. Bagian yang pertama (lima) dari bangsa Arab, sedangkan bagian yang kedua (empat) dari Ajam (non-Arab). Beliau lalu bersabda,

‘Dengarkanlah, apakah kalian pernah mendengar bahwa sepeninggalku nanti ada amir-amir (pemimpin) Siapa saja yang bergabung bersama mereka, membenarkan kedustaan mereka, menolong mereka dalam kezhaliman, maka ia tidak termasuk golonganku dan aku pun bukan termasuk golongannya. la tidak akan datang kepadaku ditelaga (Kautsar). Siapa saja yang tidak bergabung bersama mereka, tidak menolong kezhaliman mereka, tidak membenarkan kedustaan mereka, maka ia termasuk dalam golonganku dan aku pun termasuk golongannya. Orang itu akan datang menjumpaiku di telaga (Kautsar) ‘.”

[Shahih Sunan Tirmdizi No.2259]

Dari Khalid bin Khalid Al Yasykuri menyebutkannya hadits yang sama dengan di atas.

Hudzaifah berkata, “Lalu apa lagi, wahai Rasulullah (selain pedang)?” Rasulullah menjawab, ‘Sisa kotoran mata dan keburukan berkedok kedamaian’.”

Kemudian menyebutkan hadits selengkapnya. Khalid mengatakan bahwa Qatadah menganalogikan ‘sisa kotoran mata’ sebagai pedang yang dapat dipergunakan dalam membasmi kasus riddah (pemurtadan) yang terjadi dizaman Abu Bakar [ra]. Dan ‘Keburukan berkedok kedamaian’ sebagai upaya damai yang menipu.

[Shahih Sunan Abu Daud No.4245]

Dari Nu’man bin Basyir, ia berkata saat berada di atas mimbar sambil menujuk jemarinya ke telinga, “Aku pernah mendengar Rasulullah [saw] bersabda, ‘Sesuatu yang halal itu telah jelas, dan sesuatu yang telah haram pun telah jelas. Dan di antara keduanya terdapat sesuatu yang syubhat, yang kebanyakan orang tidak mengetahuinya. Barangsiapa dapat menjaga diri dari yang syubhat itu, maka bersihlah agama dan kehormatannya. Sedangkan orang yang terjatuh pada sesuatu yang syubhat, berarti ia telah terjatuh dalam hal yang haram. Sebagaimana pengembala yang menggembalakan binatang ternaknya di sekitar daerah terlarang, maka mungkin sekali binatangnya akan makan di daerah terlarang tersebut. Ketahuilah bahwa setiap raja mempunyai larangan, dan ketahuilah sesungguhnya larangan Allah adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. Dan ketahuilah bahwa di dalam tubuh ada segumpal darah, jika ia baik maka akan baik pula seluruh tubuh, dan jika ia rusak maka akan rusak pula seluruh tubuh, ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah hati’.”

[Shahih Sunan Ibnu Majah No.3234-4055]

Dari ‘Amru bin ‘Auf seorang sekutu Bani’Amir bin Lu’ay, dan ia termasuk seorang sahabat yang pernah ikut perang Badar bersama Rasululllah [saw], ia berkata bahwa Rasulullah pernah mengutus Abu ‘Ubaidah bin Al Jarrah ke Bahrain untuk mengambil upeti ketika Rasulullah [saw] telah membuat perdamaian dengan para penduduk Bahrain. Saat Al ‘Ala bin Al Hadhrami menjadi pemimpin mereka. Lalu Abu’Ubaidah pulang dengan membawa uang dari Bahrain, dan kaum Anshar mendengar kembalinya ‘Ubaidah itu, maka mereka mengerjakan shalat Subuh bersama Rasulullah [saw].

Ketika beliau [saw] selesai shalat lalu pergi, mereka pun mencegahnya, hingga beliau tersenyum melihat tingkah mereka itu. Lalu beliau bersabda, “Aku kira kalian telah mendengar bahwa Abu ‘Ubaidah telah kembali dengan membawa sesuatu dari Bahrain?”

Para sahabat menjawab, “Benar, wahai Rasulullah.”

Beliau bersabda, “Berilah kabar gembira dan carilah apa yang dapat membuat kalian gembira. Sesungguhnya demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutkan terjadi pada diri kalian, tetapi yang aku takutkan pada diri kalian adalah dibentangkannya kemudahan dunia pada kalian sebagaimana dibentangkannya (kemudahan kepada) orang-orang sebelum kalian, hingga menyebabkan kalian akan saling berlomba-lomba mendapatkannya, sebagaimana mereka (orang-orang sebelum kamu) berlomba-lomba memperebutkannya. Hingga akan membinasakan kalian sebagaimana keluasan dunia telah membinasakan mereka.”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3246-4068]

Telah menceritakan kepada kami Khallad telah menceritakan kepada kami Mis’ar dari Habib bin Abi Tsabit dari AbuSya’sya` dari Khudzaifah mengatakan; “Kemunafikan itu terjadi dimasa Rasulullah [saw], adapun yang terjadi hari ini adalah kekufuran setelah keimanan.”

[Shahih Bukhari No.6581]

Dari Usamah bin Zaid, ia berkata, Rasulullah [saw] bersabda, ‘Tidaklah aku tinggalkan setelah kematianku kelak sebuah fitnah kekacauan yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki dari pada fitnah (yang disebabkan) wanita.”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3247-4069]

Dari Abu Sa’id [ra], bahwa Rasulullah [saw] berkhutbah, “Sesungguhnya dunia adalah lahan yang hijau dan manis. Dan Allah menjadikan kalian pengelola di dalamnya. Maka Allah akan melihat apakah yang kalian akan kerjakan. Ketahuilah, maka takutlah kalian terhadap (tipu daya) dunia, dan takutlah kalian terhadap (tipu daya) wanita.”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3248-4071]

Dari Abu Malik Al Asy’ari, ia berkata, Rasulullah [saw] bersabda, “Sebagian dari umatku akan minum khamer yang mereka namai dengan selain namanya. Mereka dan para biduan akan bernyanyi-nyanyi dengan alat musik. Allah menutupi kehidupan mereka dan menjadikan sebagian mereka (layaknya) monyet dan babi.”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3263-4092]

Telah menceritakan kepada kami Abul YamanTelah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhri mengatakan, Said bin Al Musayyab mengatakan, telah mengabarkan kepadaku Abu Hurairah [ra], bahwasanya Rasulullah [saw] bersabda: “Hari kiamat tidak akan tiba sehingga pantat-pantat wanita daus berjoget pada Dzul khulashah, dan Dzul khulashah ialah thaghut suku daus yang mereka sembah di masa jahiliyah.”

[Shahih Bukhari No.6583]

Dari Usamah bin Zaid [ra], bahwasanya suatu ketika Nabi Muhammad [saw] memandang ke arah salah satu perkampungan Madinah. Setelah itu, beliau bertanya, “Apakah kalian juga melihat seperti apa yang aku lihat? Sungguh aku melihat beberapa tempat terjadinya fitnah di sela-sela rumah kalian yang merata seperti tetesan air hujan.”

[Shahih Muslim No.1998]

Dari Abu Hurairah [ra], bahwasanya Rasulullah [saw] telah bersabda, “Kelak akan terjadi kekurangan bahan makanan bukan lantaran tidak turun hujan. Tetapi hujan tetap turun, namun bumi tidak akan menumbuhkan apa-apa.”

[Shahih Muslim No.2043]

Dari Ummu Syarik [ra], dia pernah mendengar Rasulullah [saw] bersabda, “Orang-orang yang berada di gunung-gunung akan berlari dari Dajjal.”

Kemudian Ummu Syarik bertanya, “Ya Rasulullah, pada saat itu di manakah orang-orang Arab berada?”

Rasulullah [saw] menjawab, “Pada saat itu mereka sangat sedikit.”

[Shahih Muslim No.2066]

Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, An-Nadhr bin Syumail menceritakan kepada kami. dari Syu’bah, dari Qatadah, dari Anas bin Malik, ia berkata, “Aku akan memberitahukan kepada kalian sebuah hadits yang kudengar dari Rasulullah, di mana tidak ada seorang pun yang memberitahukan kepada kalian sepeninggalku.”

Ia mendengar nya dari Rasulullah [saw], ia berkata, beliau bersabda, “Sesungguhnya di antara tanda-tanda hari kiamat adalah; ilmu akan diangkat, kebodohan semakin tampak, perzinahan merajalela, khamer diminum, wanita semakin banyak, kaum pria semakin sedikit, hingga lima puluh wanita memiliki satu orang laki – laki yang menjadi penopang.”

[Shahih Sunan Tirmdizi No.2205]

Dari Sahl bin Sa’d, bahwa ia mendengar Rasulullah [saw] bersabda, “Akan terjadi pada masa akhir masa umatku ditenggelamkannya (manusia) ke perut bumi, dan terjadi perubahan (bertukarnya) rupa wajah manusia, serta rebaknya qazaf (tuduhan berzina terhadap wanita).”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3297-4133]

Dari Abu Hurairah [ra], ia berkata, Rasulullah [saw] bersabda, “Akan datang tahun-tahun penuh dengan kedustaan yang menimpa manusia, yang di dalamnya orang yang berkata dusta akan dipercaya, dan orang yang berkata jujur akan didustakan (tidak dipercaya). Amanat pun diberikan kepada orang yang khianat, orang jujur pun dikhianati. Dan Ruwaibidhah juga angkat bicara.”

Beliau ditanya, “Apakah Ruwaibidhah itu?”

Beliau menjawab, “Orang bodoh (yang ditugaskan) dalam perkara umum.”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3277-4108]

Qutaibah bin Said menceritakan kepada kami, Abdul Aziz bin Muhammad menceritakan kepada kami, dari Amru bin Abu Amr, ia berkata. Ali bin Hujr menceritakan kepada kami, Ismail bin Ja’far menceritakan kepada kami, dari Amr bin Abu Amr, dari Abdullah Ibnu Abdurrahman bin Al Anshari Al Asyhali, dari Hudzaifah bin Al Yaman.

Ia berkata, Rasulullah [saw] bersabda, “Hari kiamat tidak akan datang hingga orang yang paling bahagia di dunia ini adalah orang bodoh yang merupakan putra orang bodoh “.

[Shahih Sunan Tirmdizi No.2209]

Dari Abdullah, ia berkata, Rasulullah [saw] bersabda, “Di antara tanda hari Kiamat adalah hari-hari saat diangkatnya ilmu dan diturunkannya kebodohan, serta maraknya kekacauan.” Kekacauan maksudnya adalah peperangan.

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3291-4123]

Dari Abu Hurairah [ra], ia berkata, Rasulullah [saw] bersabda, “Barangsiapa berperang di bawah panji kesesatan, menyerukan kepada fanatisme, atau marah karena fanatisme, maka matinya adalah mati Jahiliah.”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3205-4019]

Dari Abu Hurairah [ra], ia berkata, Rasulullah [saw] bersabda, “Sesungguhnya seseorang yang mengucapkan perkataan yang dimurkai Allah, lalu ia menganggapnya tidak berdosa, maka (karena sebab perkataannya itu) ia akan di masukkan neraka Jahanam selama tujuh puluh musim gugur.”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3221-4041]

Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Mahdi menceritakan kepada kami, Sufyan menceritakan kepada kami, dari Abu Musa. dari Wahab bin Munabbih, dari Ibnu Abbas, dari Rasulullah [saw], beliau bersabda, “Siapa saja yang tinggal di pedesaan.maka ia mempunyai perangai yang keras. Siapa saja yang selalu berburu maka hatinya akan lalai (dari ibadah). Siapa saja yang mendatangi pintu penguasa, niscaya ia akan terkena fitnah”.

[Shahih Sunan Tirmdizi No.2256]

Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, Abu Amir Al Aqadi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abu Humaid menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, dari Umar bin Khaththab, dari Rasulullah [saw], beliau bersabda. “Maukah aku beritahukan pemimpin kalian yang terbaik dan pemimpin yang terburuk? Pemimpin yang terbaik adalah pemimpin yang kalian mencintai mereka dan mereka punm encintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka pun mendoakan kalian. Sedangkan, pemimpin kalian yang terburuk adalah yang kalian benci dan yang membenci kalian, kalian melaknat mereka dan merekapun melaknat kalian”.

[Shahih Sunan Tirmdizi No.2264]

Muhammad bin Basysyar menceritakan kepada kami, Abu Amir Al Aqadi menceritakan kepada kami, Muhammad bin Abu Humaid menceritakan kepada kami, dari Zaid bin Aslam, dari ayahnya, dari Umar bin Khaththab, dari Rasulullah [saw], beliau bersabda. “Maukah aku beritahukan pemimpin kalian yang terbaik dan pemimpin yang terburuk? Pemimpin yang terbaik adalah pemimpin yang kalian mencintai mereka dan merekapun mencintai kalian, kalian mendoakan mereka dan mereka pun mendoakan kalian. Sedangkan, pemimpin kalian yang terburuk adalah yang kalian benci dan yang membenci kalian, kalian melaknat mereka dan merekapun melaknat kalian”.

[Shahih Sunan Tirmdizi No.2264]

Dari Abu Sa’id Al Khudri [ra]. Ia berkata,”Marwan pernah mengeluarkan mimbar saat (shalat) ‘Id, kemudian ia mengawalinya dengan khutbah sebelum shalat, hingga seorang lelaki berkata, ‘Wahai Marwan, kamu telah menyalahi Sunnah Nabi [saw]. Kamu telah mengeluarkan mimbar, sedangkan (dalam Sunnah Nabi) mimbar tidak dikeluarkan. Dan kamu memulainya dengan khutbah sebelum shalat, sedangkan (Sunnah Nabi) bukan diawali dengan khutbah.’ Kemudian Abu Sa’id berkata, ‘Adapun halini telah ditentukan hukumnya.’ Aku pernah mendengar Rasulullah [saw] bersabda, “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran dan ia mampu untuk merubah dengan tangannya (kekuasaan), hendaklah ia merubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu (merubah dengan tangan), hendaklah (ia merubahnya) dengan lisan (memberi nasihat). Kemudian jika ia tidak mampu (merubah dengan lisan), maka hendaklah (ia merubahnya) dengan hatinya. Dan itulah selemah-lemahnya iman’.”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3258-4085]

Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Daud menceritakan kepada kami, Syu’bah menceritakan kepada kami, dari Muawiyah bin Qurrah, dari bapaknya, ia bekata, Rasulullah [saw] bersabda, “Jika penduduk kota Syam binasa, maka tidak ada kebaikan bagikalian. Sebagian umatku akan tetap memperoleh pertolongan. Mereka tidak mendapat bahaya orang yang hendak menelantarkan (tidak menolong) mereka hingga datang hari kiamat”.

[Shahih Sunan Tirmdizi No.2192]

Dari Abu Hurairah [ra], ia berkata, Rasulullah [saw] bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya. Tidaklah dunia akan pergi hingga seseorang melewati kuburan, lalu ia berhenti di hadapannya sambil berkata, “Andai aku menjadi penghuni kuburan ini yang tidak ada baginya agama kecuali menjadi cobaan. ”

[Shahih Sunan Ibnu MajahNo.3278-4109]

Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami,bapakku menceritakan kepada kami, dari Qasim bin Fadhl, Abu Nadhrah Al Abdi menceritakan kepada kami, dari Abu Sa’id Al Khudri, ia mengatakan bahwa Rasulullah [saw] bersabda, “Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, hari kiamat tidak akan terjadi hingga binatang buas berbicara kepada manusia, seseorang berbicara dengan tali cambuknya, dan dengan tali sandalnya, serta pahanya memberitahukan kepadanya apa yang akan terjadi (dilakukan) oleh keluarga setelahnya.”

[Shahih Sunan Tirmdizi No.2181]

Abu Kuraib Muhammad bin Al Ala’ menceritakankepada kami, Abu Bakar bin Ayyasy menceritakan kepada kami, dari Ashim,dari Zirr, dari Abdullah bin Mas’ud. Rasulullah bersabda [saw], “Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang muda usianya namun bodoh akalnya.Mereka membaca Al Qur’an, namun bacaan itu tidak melebihi kerongkongan mereka (tidak diterima). Mereka berkata dengan menukil ucapan manusia terbaik (Rasulullah). Namun, mereka keluar dari ajaran agama sebagaimana anak panah keluar dari sasarannya.”

[Shahih Sunan Tirmdizi No.2188]

Muhammad bin Basyar menceritakan kepada kami,Yahya bin Said menceritakan kepada kami, dari Al A’masy, dari Zaid binWahab, dari Abdullah, dari Rasulullah [saw], beliau bersabda,

“Sesungguhnya sepeninggalku nanti kalian akan menjumpai orang yang mementingkan diri dan akan mendapatkan perkara-perkara yang tidak kalian sukai.”

Abdullah berkata, “Lalu, apa perintahmu kepada kami (untuk menghadapinya ya Rasulullah)?”

Beliau bersabda, “Tunaikanlah hak mereka dan mohonlah hak kalian kepada Allah “.

[Shahih Sunan Tirmdizi No.2190]

Diriwayatkan dari Washil bin Abdul A’la, dariMuhammad bin Fudhail, dari Al A’masy, dari Ali bin Mudrik, dari Hilal binYisaf, dari Imran bin Hushain, ia berkata, saya mendengar Rasulullah [saw] bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian generasi setelah mereka, diteruskan dengan generasi setelah mereka. Lalu, setelah mereka datang suatu kaum yang gemuk dan senang dengan kegemukan. Mereka memberikan kesaksian sebelum diminta (untuk bersaksi) “.

[Shahih Sunan Tirmdizi No.2221]

 

image_pdfimage_print

Leave a Comment