Laut Hitam, Saksi Sejarah yang Berulang dengan Sendirinya

In Sejarah by Hamba Allah0 Comments

Merespon dari pernyataan John Kerry sebelumnya beberapa waktu yang lalu mengenai kebijakan Vladimir Putin yang sepertinya berada di alam semesta paralel, kami mendukung akan kebenaran dari pernyataan Kerry tersebut, meski dia sendiri pun tidak menyadari akan kebenaran dari pernyataan yang dia keluarkan tentang Vladimir Putin. Pemerintahan Russia hari ini sedang memenuhi/mewujudkan ‘naskah’ yang telah tertulis semenjak lebih dari 1.400 tahun yang lalu, dan yang telah termaktub dan dijelaskan secara jelas dan terperinci dalam kitab suci Al Qur’an 1.400 tahun yang lalu.

Bahwasanya di sebuah wilayah di Laut Hitam (Black Sea) akan muncul sebuah peristiwa dimana sejarah akan berulang dengan sendirinya. Peristiwa apakah yang dimaksud? Yaitu sebuah peristiwa yang berhubungan bangsa Ya’juj wa Ma’juj (Gog & Magog), yang merupakan golongan manusia ciptaan Allah namun diberikan kekuatan spesial yang tidak dapat ditandingi oleh manusia lainnya. Mereka menggunakan kekuatan tersebut untuk melakukan penindasan dan kezaliman serta fasad kepada manusia lainnya, dan mereka memiliki misi khusus disamping misi-misi mereka lainnya, yaitu mengembalikan Bani Israel kembali ke tanah suci Jerussalem dengan berbagai cara apapun yang diperlukan (by the hook or by the crook). Ketika mereka telah berhasil menjalankan misi tersebut. Maka sebuah drama akan terungkap dimana saat ini sedang berlangsung dalam sejarah.

Agar dapat membawa kembali Bani Israel ke tanah suci Jerussalem, maka langkah pertama yang harus mereka lakukan adalah dengan membebaskan tanah suci tersebut untuk kaum Yahudi, karena tanah suci Jerussalem telah berada dalam kontrol kaum muslim selama kurun waktu 1.000 tahun lebih. Langkah kedua yang harus mereka lakukan setelah membebaskan tanah suci adalah dengan membawa kembali Bani Israel (Yahudi) untuk mengklaim tanah suci tersebut sebagai miliki mereka. Dan pada saat itu terjadi, barulah mereka dapat merestorasi Negara Israel di tanah suci yang kemudian akan mewujudkan Israel sebagai negara adidaya/adikuasa/superpower di dunia ini.

Ya’juj wa Ma’juj, Dajjal dan Peradaban Barat Modern

Ya’juj wa Ma’juj (Gog & Magog) memiliki agenda dalam mewujudkan Israel sebagai negara adidaya/adikuasa/superpower yang akan memegang kendali kuasa dunia di bawah kepemimpian Dajjal yang akan mengklaim dirinya sebagai Al-Masih di tanah suci Jerussalem nantinya. Inilah agenda mesianis dari bangsa penindas ini. Untuk mewujudkan hal tersebut maka mereka harus menyebar ke seluruh dunia dan mengambil alih/mengontrol pemerintahan dunia. Ketika kita mampu menghubungkan titik-titik sejarah, maka kita akan menemukan sebuah kesimpulan bahwa peradaban barat modern (modern western civilization) inilah yang sangat merepresentasikan agenda Ya’juj wa Ma’juj seperti yang telah diterangkan dalam kitab suci Al-Qur’an Surah Al-Kahf.

Bahwasanya peradaban barat modern hadir dalam sejarah dengan secara misterius dan tiba-tiba mampu mengendalikan sejarah peradaban manusia itu sendiri. Dan dengan kekuatan yang tidak memiliki tandingan sama sekali, mereka mengirim pasukan militer mereka ke seluruh dunia untuk menguasai dunia melalui lautan tumpahan darah yang menjadi korbannya (kolonialisme dan imperialisme yang dilakukan oleh Inggris dan penindasan ekonomi dan invasi kekayaan negara lain dengan menggunakan operasi bendera palsu yang sering dilakukan oleh Amerika saat ini). Mereka menindas, menjajah yang pada akhirnya dapat mengendalikan dunia.

Untuk memahami ini silahkan baca Jerusalem dalam Al-Qur’an dan Surah Al Kahf dan Zaman Modern


Jadi ketika Al-Qur’an berbicara tentang suatu wilayah/kawasan di belahan dunia dimana Laut Hitam (Black Sea) berada dan di wilayah tersebutlah peristiwa bersejarah di akhir zaman ini akan muncul. Yaitu:

Hadirnya seorang manusia (Dzul Qarnain) yang diciptakan oleh Allah yang diberkahi dengan kekuatan dimana kekuatan yang ia miliki tersebut bersandar/berbasis pada keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Maka kekuatan yang dia miliki inipun digunakan dengan fungsi dan tujuan yang bertolak belakang dengan Ya’juj wa Ma’juj yaitu menghukum para penindas, penjajah dan mereka kaum yang zalim.

Pada masa itu, ketika dia bertemu dengan Ya’juj wa Ma’juj di suatu kawasan di Laut Hitam tersebut, diapun mampu dan berhasil membuat sekak mat Ya’juj  wa Ma’juj ini. Dia berhasil membangun sebuah benteng penghalang bagi Ya’juj wa Ma’juj dalam melakukan aksi penindasan dan penjajahannya. Dan pada saat itu dunia terselematkan dari perbuatan Ya’juj wa Majuj atas bantuan dan pertolongan dari (Dzul Qarnain) dengan atas izin dari Allah.

Namun dalam hal ini, Al Qur’an berbicara tentang dua zaman, dimana ‘qarnain’ yang berarti zaman/tanduk namun Al Qur’an selalu mengartikan ‘qarnain’ sebagai zaman dan ‘dzul’ yang berarti dua. Jadi maksud Al Qur’an disini adalah peristiwa di atas akan berulang dalam sejarah yaitu tentu saja pada saat Ya’juj wa Ma’juj dilepaskan ke dunia dan pada saat Ya’juj wa Ma’juj telah berhasil menyelesaikan misinya yaitu pada zaman dimana kita berada hari ini (akhir zaman).

Bahwasanya di suatu kawasan di Laut Hitam (Black Sea) sebuah kekuatan akan muncul namun kekuatan tersebut adalah bersandar pada keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kekuatan tersebut akan memenuhi kebenaran dari naskah yang telah tertulis 1.400 tahun yang lalu di alam semesta paralel.

Jadi John Kerry benar akan pernyataan-nya ketika ia berkata bahwa kepemimpinan Russia berada dalam alam semesta paralel karena inilah yang kami pahami melalui ilmu Akhir Zaman yang bersumber dari Al Qur’an, dimana kita menyaksikan di waktu yang tidak lama lagi sebuah perang besar yang terjadi antara suatu kaum/bangsa yang sangat bernafsu untuk berperang dengan Russia. Mereka tidak perduli dengan dampak dari peperangan yang akan terjadi tersebut. Mereka tidak perduli dengan jutaan jiwa dari warga Amerika, Kanada, Eropa Barat yang akan menjadi korban dalam perang tersebut. Mereka sangat rakus akan kekuasaan dan mereka berusaha agar Russia dan China tunduk kepada aturan dan perintah mereka. Inilah arogansi dari koalisi Barat yang mewakili Ya’juj wa Ma’juj ini. Dan arogan adalah sebuah sifat dan karakter yang lahir pertama kali oleh iblis, jadi mereka adalah manusia-manusia yang bertingkah laku iblis karena arogansi mereka yang berusaha untuk memaksakan kehendak mereka dalam mengendalikan dan menguasai dunia.

Rusia tidak akan pernah tunduk dan patuh pada mereka, begitu pula dengan China yang tidak akan tunduk dan patuh pada mereka, dan kami bersyukur kepada Allah akan hal tersebut. Russia dan China hari ini adalah bangsa yang bertulang belakang besi, yang tentu saja tidak akan pernah mau untuk tunduk dan patuh pada mereka. Jadi sebuah perang besar akan segera terjadi, namun hasil akhir dari perang ini juga telah dinubuahkan dalam naskah Al Qur’an yang telah tertulis sejak 1.400 tahun yang lalu. Dengan kata lain, melalui pemahaman Al Qur’an kami dapat menyimpulkan bahwa hasil akhir dari perang besar yang akan terjadi ini, koalisi barat terutama dari pihak US, NATO dan UN akan dibuat sekak mat oleh Russia dan China.  Dan sejarah akan berulang dengan sendirinya. (*)

Imran Nazar Hosein

Maulana Awaluddin

image_pdfimage_print

Leave a Comment