Menemukan Khidr di Zaman Ini

In Akhir Zaman, Metodologi by Hamba Allah0 Comments

Kampungmuslim.org – Segala puji untuk Allah Yang Maha Bijaksana, dan juga damai dan berkah untuk Nabi Allah (saw) yang mengeluhkan Musa (as) karena tidak bisa bersabar dengan Khidr (as), guru besar dan panduan untuk Akhir Jaman, karena jika Musa (as) bisa bersabar, kita dapat mengetahui ebih banyak pelajaran dari Khidr melalui Surah al-Kahf dari Qur’an yang penuh berkah.

Hakikat dunia saat ini adalah kulit pisang yang membusuk di dalam tempat sampah. Mereka yang memiliki hati yang mampu menembus realitas dan hakikat dari dunia saat ini, adalah orang yang selalu merasa tersingkirkan, bagi mereka dunia ini adalah planet yang asing. Mereka merasa muak dengan dunia ini. Mereka berusaha untuk mencari jalan keluar dan menuju ke jalan hidup yang penuh tenang, damai dan penuh kebahagiaan.

Beberapa orang ini, yang merasa jijik dengan dunia saat ini, melihat dunia dengan penuh kekesalan dan frustasi melihat orang-orang yang menganggap dunia saat ini adalah dunia yang terbaik yang pernah ada, mereka yang merasa bahagia untuk bisa mengunjungi mal yang gemerlap, membelanjakan uang kertas, elektronik dan plastik mereka, membeli kulit-kulit pisang yang berbau busuk.

Orang-orang seperti inilah, mereka berjumlah sedikit sekali, yang merasa tidak menjadi bagian dari kehidupan saat ini – mereka yang dirujuk oleh Surah al-Kahf, mungkin kalian pernah mengetahuinya. Surah al-Kahf yang juga memberitahukan bahwa kita perlu meninjau ulang hidup kita dan mencari panduan pada orang yang duduk di atas batu itu yang memiliki panduan yang benar di jaman ini. Hanya panduan itu yang dapat menjelaskan hakikat dunia pada saat ini, dan hanya panduan itu yang dapat memandu kita menyelamatkan diri dari semua jebakan yang ada di sekitar kita.

Allah Yang Maha Kuasa secara pribadi memperingatkan kita bahaya yang menghadang iman di seluruh dunia di Akhir Jaman ini ketika Dia berkata di Hadist Qudsi di dalam Shahih al-Bukhari, bahwa 999 dari setiap 1000 (di Akhir Jaman) akan terpanggang di Jahannam.

DIMANAKAH ORANG SEPERTI KHIDR DAPAT DITEMUKAN? BAGAIMANA MENGENALINYA?

Guru Akhir Jaman dapat dikenali bahwa dia duduk di atas batu dan oleh karenanya pikiran teguh sekeras batu. Dia tidak terombang-ambing seperti orang yang duduk di atas pasir dimana cara pandangnya berpindah-pindah kemanapun angin di London, New York dan Paris, dll, berhembus.

Sebagai contoh adalah perilaku Nabi Muhammad (saw) yang tidak memegang tangan wanita ketika berkenalan, dan ketika cara agama universal yang baru mengajarkan yang kebalikannya, maka orang ini akan teguh seperti batu untuk tidak melakukannya, dan tidak meninggalkan Sunnah Nabi. Mereka yang sebaliknya, yang duduk di atas pasir, akan selalu beradaptasi dengan apa-apa yang dikehendaki Dajjal di Akhir Jaman bahkan jika itu harus mengkhianati Muhammad (saw).

Guru Besar Akhir Jaman dapat dikenali di Majm’aa al-Bahran (yaitu tempat dimana dua lautan bertemu, lautan ilmu yang didapat secara eksternal dan lautan ilmu yang didapat secara internal); dan karena Dia menggabungkan kedua ilmu secara harmonis, ilmu yang dimilikinya adalah ilmu yang dinamis, tidak kaku dan mekanis. Dia tidak menghafal Kitab ini dan Kitab itu, dan menghabiskan seluruh hidupnya mengulangi hafalan-hafalan seperti burung beo. Melainkan ilmu segar dan pikiran asli dari dirinya terbentuk seperti hujan yang turun di gurun tandus. Dia mengajarkan dan lihatlah,semuanya menjadi hijau – dan itulah mengapa Dia disebut Khidr yang berarti hijau.

Seperti halnya dia mengembalikan kehidupan di alam, seperti itulah dia dapat menghidupkan hati yang mati dengan memberikan arti dan tujuan hidup yang sebenarnya. Dia adalah Gembala Besar yang dapat mengenali serigala-serigala di jaman ini, dan yang mengetahui bagaimana untuk dapat melindungi domba-domba dari para serigala.

Guru Besar ini dapat dikenali karena dia memiliki dua kualitas unik. Yang pertama dia adalah laki-laki dan tidak mungkin perrempuan yang memiliki kebaikan dan kesabaran, dan yang kedua dia diberkati dengan pandangan intuisi spiritual sebagai dampak dari menerima ilmu secara langsung dari Allah (swt). Pandangan spiritual memberikannya kemampuan untuk mengenali dan menafsirkan ilmu yang telah datang dari atas melalui bentuk eksternal (fisik/material; ‘kapal’, ‘anak laki-laki’ dan ‘tembok yang akanruntuh’) yang membutuhkan penafsiran untuk mengetahui hakikat internalnya (realitas sebenarnya) agar dapat dipahami dan kemudian dicarikan solusinya.

Ilmu yang datang langsung dari Allah Yang Maha Tinggi, pertama-pertama terletak di dalam al-Qur’an dalam bentuk Ayat yang Mukhkamat (jelas dan terang) dan juga Mutashabihat (yang memerlukan penafsiran). Surah al-Kahf menginginkan bahwa Ayat-ayat Mutashabihat harus ditafsirkan untuk menembus hakikat di dunia di Akhir Jaman.

Setelah Khidr menjelaskan kepada Musa apa-apa yang salah dipahaminya, dia mengatakan kepada Musa, “inilah ta’wil yang kamu tidak bisa bersabar untuk dapat memahaminya.” Dalam hal ini Surah al-Kahf memberitahu kita informasi yang sangat penting bahwa penafsiran dari simbolisme religius tidak akan mungkin dilakukan tanpa ilmu yang didapat langsung dari Allah Yang Maha Tinggi.

Guru Akhir Jaman yang duduk di atas batu, mampu – dengan ijin Allah – melihat peristiwa yang akan terjadi di masa depan yang saat ini belum terungkap di dalam proses sejarah manusia. Intuisi ke masa depan seperti itu diluar kemampuan cara berfikir yang konvensional (rasional) – sehingga Musa (as), yang mewakili Banu Israil, benar-benar mengacuhkan bahwa seorang pemimpin/ penguasa akan datang menyita kapal itu dan anak itu akan tumbuh dewasa dalam kekufuran yang akan menjadi ancaman bagi keimanan orang tuanya di masa depan. (Baca Surah Al-Kahfi dan Zaman Modern)

Ilmu yang mengijinkan penerawangan kemasa depan adalah sangat penting di Akhir Jaman ini dimana tatanan Yajuj dan Majuj (yaitu peradaban Barat saat ini, Aliansi Yahudi Nasrani Barat) melakukan perampokan secara terselubung terhadap seluruh harta benda umat manusia dan menjadikan mereka melarat yang akan setara dengan perbudakan. Perbudakan global ini adalah syarat penting agar Dajjal dapat menguasai seluruh dunia. (Baca Pandangan Islam Mengenai Ya’juj dan Ma’juj pada Zaman Modern)

Ilmu seperti itu dapat juga mengenali strategi Dajjal untuk menghasut anak muda, dan kemudian menggunakan mereka, untuk menghasut orang tua mereka dan orang-orang tua yang lain. Mereka yang beriman dapat merespon dengan tepat dengan cara memutus hubungan, ketika anak-anak tersesat yang berbahaya (termasuk anak-anak dan cucu-cucu mereka sendiri) menjadi bahaya nyata yang menghadang bagi keimanan mereka di masa depan.

Ilmu pengetahuan dan penerawangan spiritual dari guru dan panduan seperti Khidr (as), memperbolehkan dia untuk tidak hanya melihat peristiwa di masa depan – dengan ijin Allah – namun juga untuk melihat kejadian di masa lalu untuk mengetahui apa yang telah terjadi, atau mungkin telah terjadi, secara terselubung. Itulah mengapa ilmu konvensional Musa (as) dan kekuatan pemahamannya tidak dapat memahami mengapa Khidr secara sukarela tanpa harus dibayar membangun tembok di suatu kota yang mayoritas penduduknya sangat arogan. Implikasi dari ilmu semacam ini atau penerawan di Akhir Jaman, adalah untuk dapat melihat ke masa lalu, menterjemahkan ulang proses sejarah yang telah berlalu, yang sangat bertolak belakang dengan apa yang telah diajarkan di dalam sejarah.

BAGAIMANA GURU DAN MURID BERKAITAN SATU SAMA LAIN?

Guru tersebut tidak mencari murid, tidak di Akhir Jaman ini, melainkan murid yang harus mencari guru, dan mereka harus meminta ijin darinya, untuk menemaninya sehingga mereka dapat belajar dari dirinya.

Surah al-Kahf memperingatkan mereka-mereka yang ingin menjadi murid dan berguru, bahwa cara pengajaran Guru Akhir Jaman sangatlah berbeda dengan cara biasa yang digunakan guru untuk mengajar muridnya. Murid tidak akan diperbolehkan oleh gurunya untuk mendebat, bertanya, dan mengajukan argumen, tetapi guru akan memperbolehkan murid untuk mengklarifikasi atau meminta penjelasan. Murid tidak berdebat dengan gurunya. Melainkan murid menunggu dengan sabar untuk pemahaman terhadap subjek yang dipelajari, atau apa yang telah ditawarkan oleh sang guru sebagai penjelasan dan klarifikasi lanjutan terhadap subjek yang dipelajari.

Guru tidaklah bebas dari kesalahan. Jika murid tidak yakin bahwa gurunya memiliki panduan yang benar maka dia harus meninggalkan guru itu dan mencari guru yang lain. Tetap sang murid tidak boleh mendebat gurunya.

PESAN PERINGATAN

Guru ini (Akhir Zaman) tidaklah suka dengan mereka yang tidak memiliki kesabaran untuk menerima ilmu darinya – ilmu yang secara permanen tidak akan pernah mereka tangkap. Jika seorang murid secara teguh selalu menyampaikan perbedaannya, guru ini meninggalkannya/ memutuskan hubungan.(*)

Oleh Sheikh Maulana Imran Nazar Hosein

image_pdfimage_print

Leave a Comment