Perang Suriah Telah Memasuki Babakan Baru

In Al Malhamah, Geo Politik & Strategi by Hamba AllahLeave a Comment

Benarkah Turki bercerai dengan AS dan NATO? Jika itu benar, maka kemungkinan sapi juga bisa melompat ke bulan. Jangan percaya bahwa matahari telah terbit sampai anda melihatnya sendiri bahwa matahari telah terbit. Walapaun banyak analis yang mengatakan hal itu, Turki meninggalkan Barat, karena Kudeta gagal kemarin, perseturuan Ankara dengan Eropa mengenai Krisis Imigran, lalu disetujuinya proyek pipa gas Turkish Stream dengan Rusia, namun pemahaman-pemahaman tersebut belum tepat. Mengapa?

Anda dapat menyaksikan sendiri di panggung dunia bahwa yang menentukan jalannya perang di Suriah adalah Amerika Serikat dan Rusia. Obama dan Putin menegosiasikan Suriah di KTT G20 China. Lalu Menlu Kerry dan Lavrov mengadakan hal yang serupa di Viena. Kemudian, Wapres Joe Biden terbang ke Ankara sehari sebelum Turki melakukan intervensi militer ke Suriah.

Ada teori hubungan internasional yang disebut sebagai the politic of opportunism, atau politik oportunis, dimana baik AS dan Rusia melakukannya untuk meraih posisi strategis di Perang Suriah. Mereka merencanakan langkah kedepan berdasarkan apa yang telah terjadi, melalui banyak hal, diplomasi, perjanjian, suap dan penipuan. Marilah sekarang kita lihat apa yang telah terjadi di Timur Tengah;

  1. Intervensi militer Turki di Suriah semakin dalam, dari posisi awalnya di Jarablus Suriah. Setelah melewati al-Bab dan Manbij, kini tank-tank Turki terlihat di pinggiran kota Raqqa dan Aleppo. Ditambah dengan penutupan Lanud Hamadan Iran untuk penerbangan pembom-pembom Suriah, maka jalur proyeksi militer Rusia ke Suriah dan Timur Tengah melalui udara telah terputus. 
  2. Para perjuang Kurdi menghadang laju tank-tank Turki ke Suriah dengan menggunakan rudal panggul anti-tank Kornet-E yang dipasok Rusia. 
  3. Tentara Suriah yang telah dipersenjatai Rusia dengan Tank T-90 belum melakukan kontak tembak dengan Turki.
  4. AS telah mempublikasikan aliansi mereka dengan Iran melalui pembocoran transfer dana dari Deplu AS ke Iran sebesar 400 milyar Dollar oleh The Wallstreets Journal. 
  5. PM Turki, Yildirim, sibuk menggalang opini massa untuk mendukung intervensi militer Turki di Suriah dengan alasan ISIS dan separatis Kurdi. Semua sudah tahu bahwa ISIS adalah cara AS dan NATO menginvasi Suriah dengan menggunakan Turki sebagai bidan mereka. 
  6. Russia terus-menerus menggelar latihan militer dan nuklir besar-besaran sebagai pesan untuk Pasukan AS dan NATO yang kini digelar di Eropa Timur [Atlantic Resolve] bahwa Rusia tidak akan mundur, bahkan jika harus melakukan perang nuklir.
     
  7. Militer AS telah kehabisan dana dan kini Konggres AS sedang memikirkan untuk menerbitkan UU pengetatan anggaran.
  8. Bulan Oktober yang akan datang, IMF akan mengadopsi mata uang China, Yuan, sebagai uang cadangan dunia, hal ini menunjukkan bahwa ekonomi Barat sudah tidak dapat dipertahankan lagi. 
  9. Terakhir, namun yang paling penting, Rusia dan Saudi Arabia merencanakan percepatan jatuhnya sistem moneter Barat dengan membentuk aliansi minyak.
     

Sudah jelas, di dalam pergerakan Perang Suriah, kita menyaksikan eskalasi ke perang terbuka antara AS dan NATO melawan Rusia. Perang untuk mempertahankan mahkota AS sebagai satu-satunya adidaya di dunia dan juga nasib Eropa sebagai peradaban modern.

Semoga Tuhanku menyempurnakan petunjukNya yang lurus kepada kami agar kami lebih dekat kebenarannya daripada ini semua. Insya Allah.(*)

 Angkoso Nugroho

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Leave a Comment