Rasulullah (صلي الله عليه و سلم) dan Perang Besar

In Al Malhamah by Hamba AllahLeave a Comment

Kampungmuslim.org – Artikel ini adalah lanjutan dari esai guru kami Sheikh Imran Nazar Hosein yang berjudul Al-Qur’an, Perang Besar dan Dunia Barat, dimana sebelumnya telah kami muat pada beberapa artikel di bawah ini yaitu:

Al Qur’an dan Perang Besar, Peringatan tentang Perang Besar, Sejarah berabad-abad persaingan dan peperangan antara Kristen Barat & Kristen Ortodoks (Timur),  yang kemudian disusul dengan topik dari artikel ini yaitu Rasulullah Muhammad (SAW) dan Perang Besar, dan yang sementara kami godok tentang tema Al-Qur’an telah mendeklarasikan kemenangan Bangsa Rum untuk kedua kalinya. Selamat membaca dan semoga bermanfaat untuk menambah wawasan kita tentang metodologi untuk memahami sudut pandang Al-Qur’an tentang dunia kita saat ini, yang telah berlalu dan yang akan datang yang tentu saja akan semakin dipenuhi oleh berbagai ujian dan tantangan yang semakin tinggi.


Rasulullah Muhammad (صلي الله عليه و سلم) telah menubuatkan bahwasanya perang besar akan datang dimana 99% dari mereka yang berperang akan terbunuh. Hal ini tentu saja akan menjadi perang yang sangat unik mengingat belum pernah ada sekalipun perang dalam sejarah ketamadunan manusia yang membuat 99% dari mereka yang berperang terbunuh. Hal yang paling unik atau paling aneh mengenai perang ini adalah bahwa semua pihak yang terlibat dalam peperangan tersebut sangat menyadari dan sangat memahami bahwasanya akan sangat sedikit yang bisa selamat dari perang semacam itu.  Hal ini menjadi sangat jelas dari nubuah Rasulullah  (صلي الله عليه و سلم) yang diberkahi oleh Allah bahwasanya masing-masing pejuang dari pasukan yang berperang tersebut akan mengatakan kitalah akan menjadi orang-orang yang akan bertahan hidup. Seharusnya tidak sulit bagi pembaca untuk mengakui bahwa perang semacam itu tentu saja akan menggunakan senjata pemusnah massal, seperti bom nuklir dan termo-nuklir yang belum pernah digunakan dalam peperangan. Perang Besar yang akan datang inilah yang sangat tepat dalam mendeskripsikan semua hal ini. Karena perang itu kini sudah semakin mendekat dan bisa terjadi kapan saja, adalah adil bagi para pembaca untuk bertanya, mengapa gunung emas yang juga dinubuatkan oleh Rasulullah  (صلي الله عليه و سلم)  belum muncul di bawah Sungai Eufrat?

Rasulullah (صلي الله عليه و سلم) memaparkan bahwa Perang Besar akan terjadi karena Sungai Eufrat akan mengeluarkan gunung emas, dan perang besar tersebut  terjadi karena emas itu. Namun Beliau menyarankan bagi orang-orang yang beriman bahwa mereka tidak menyentuh emas itu.

Seharusnya disini sangat jelas bagi mereka yang bahkan memiliki kapasitas dasar untuk berpikir, bahwa Perang Besar itu tidak akan terjadi kecuali dan sampai di bawah Sungai Eufrat telah ditemukan gunung emas tersebut.

Pertanyaan untuk para pembaca Apakah gunung emas di bawah Sungai Eufrat itu sudah ada atau sudah muncul?

Untuk menjawab pertanyaan ini, silahkan menggunakan fasilitas search artikel dengan kata kunci petrodollar di situs ini.

Nubuatan Ilahi dalam Al-Qur’an tentang Kemenangan bagi mereka yang mengikuti Isa/Yesus (عليه السلام) atas mereka yang menolaknya dan melakukan Kufur (tidak percaya).

 

Al-Qur’an telah menubuatkan bahwa hasil Perang Besar diantara dua kaum Kristen ini (Kristen Barat versus Kristen Timur/Ortodoks), dimana salah satunya berjuang untuk mengikuti Kekristenan dengan setia dan taat, dan yang lainnya dengan profil Kufur (Fasik), atau esensi penolakan terhadap nilai-nilah Kekristenan.

Di bawah ini adalah ayat Al-Qur’an yang secara dramatis mengungkapkan bahwa peristiwa semacam itu terkait mengenai pengikut Isa/Yesus (عليه السلام) yang harus terjadi sebelum akhir sejarah:

 

إِذْ قَالَ اللّهُ يَا عِيسَى إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ۞ فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُواْ فَأُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَمَا لَهُم مِّن نَّاصِرِينَ ۞وَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ فَيُوَفِّيهِمْ أُجُورَهُمْ وَاللّهُ لاَ يُحِبُّ الظَّالِمِينَ

(Qur’ān, Āle ‘Imrān, 3:55-57)

Ingatlah! Ketika Allah berfirman: “Hai Isa (Yesus)! Sesungguhnya, Aku akan mengambil jiwamu, dan akan mengangkat engkau kepada-Ku, dan menyucuikan engkau dari orang-orang yang melakukan Kufur (ketidakpercayaan); dan Aku akan menempatkan orang-orang yang mengikuti engkau di atas mereka yang melakukan Kufur, hingga pada Hari Kebangkitan. Pada akhirnya kepada-Ku kalian semua harus kembali, dan Aku akan menghakimi diantaramu tentang hal-hal yang selalu kami berselisih tententangnya (3:55). Dan bagi mereka yang yang tetap mengingkari kebenaran (melakukan kekufuran), aku akan menyebabkan mereka menderita penderitaan yang parah di dunia dan di kehidupan yang akan datang, dan mereka tidak memiliki satupun yang dapat menolong mereka (3:56); sedangkan bagi mereka yang beriman dan melakukan perbuatan baik, Allah akan memberikan pahala mereka dengan sempurna pahala dari amalan-amalan mereka; dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim (3:57).

Penggalan ayat Al Qur’an di atas tidak mengungkapkan pernyataan ilahi yang ditujukan kepada mereka yang mengikuti Nabi Muhammad (صلي الله عليه و سلم) karena mereka bukan pengikut Isa/Yesus (عليه السلام). Melainkan hal itu telah mengungkapkan nubuat yang berkaitan dengan mereka suatu kaum yang diperuntukkan kepadanya Nabi Isa (عليه السلام) diutus. Maka siapakah mereka atau kaum tersebut?

 

.  .  . وَرَسُولاً إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ.  .  .

(Qur’ān, Āle ‘Imrān, 3:49)

Isa/Yesus  (عليه السلام) dikirim untuk kaum Bani Israil (yaitu, orang-orang Israel).

 

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُم.  .  .

(Qur’ān, al-Saff, 61:6)

Ketika Isa/Yesus, putra Maryam, berkata: “Wahai orang-orang Israel, Lihatlah, Aku adalah utusan Allah bagimu…”

Al-Qur’an telah menyatakan dengan jelas dalam ayat-ayat di atas bahwa Isa/Yesus  (عليه السلام) telah dikirim kepada bangsa Israel; karena itu merekalah yang diminta untuk mengikutinya, dan bukan pengikut Nabi Muhammad (صلي الله عليه و سلم).

Nubuat Ilahi yang dikutip di atas (dalam Surah Ali Imran, 3: 55-57) telah menyampaikan informasi tentang suatu peristiwa yang akan terjadi di antara orang-orang yang kepadanya Isa/Yesus (عليه السلام) diutus, yaitu, Bangsa Israel, yang juga dikenal sebagai Ahlul Kitab. Allah yang Maha Tinggi telah menyatakan bahwa sejarah tidak dapat berakhir tanpa campur tangan bantuan ilahi bagi mereka yang menerima Isa/Yesus (عليه السلام) dan yang setia mengikutinya, bahwa mereka akan menaklukkan dan menundukkan mereka yang melakukan Kufur, kezaliman, dalam kaitannya dengan Isa/Yesus (عليه السلام) dan kebnenaran yang dibawanya.

Kami menyadari, pertama-tama, bahwa ketika suatu ayat yang merujuk kepada mereka yang mengikuti Isa/Yesus (عليه السلام), adalah mereka orang-orang yang menerimanya sebagai Mesias, dan itu adalah dunia (kaum) Kristen (Nasrani). Mereka, di sisi lain, yang disebut dalam ayat Al-Qur’an sebagai orang yang melakukan kufur dan kezaliman tentu saja adalah mereka yang menolak kebeneran Isa/Yesus (عليه السلام) sebagai Mesias dan akan terus melakukannya sampai hari ini dan detik ini juga, dan mereka itu adalah dunia (kaum) Yahudi. Oleh karena itu nubuat di dalam Al-Qur’an ini telah memberitahu kita bahwa kaum Nasrani (Kristen) pada akhirnya akan menang atas dan menundukkan kaum Yahudi, dan tentu saja itu adalah Negara Yahudi Israel, sebelum sejarah berakhir. Nubuat ini tentu saja tidak dapat berlaku di antara jajaran orang-orang Kristen yang mengikuti Isa/Yesus (عليه السلام) yang  tiada lain adalah dunia Kristen Barat yang sekarang menjadi pendukung terbesar orang-orang Yahudi dan Negara Yahudi Israel.

Oleh karena itu kita diberikan sebuah implikasi dari ayat di atas bahwasanya kaum Kristen yang dirujuk oleh ayat tersebut adalah tentu saja kaum Kristen Ortodoks yang saat ini dipimpin oleh Rusia. Selain itu Kekristenan Barat kini sedang berada dalam kondisi Kufur yang terang-terangan saat mereka mempromosikan agenda jahat mereka agar seorang pria dapat menikahi pria lain dan menerima surat nikah yang legal dan sah secara hukum. Kaum kristen seperti itu tentu sajak akan diikutsertakan dengan mereka, orang-orang Yahudi, yang menolak Isa/Yesus (عليه السلام) sebagai Mesias. Mereka inilah yang akan dikalahkan dan ditaklukkan oleh pengikut sejati Isa/Yesus (عليه السلام) sebelum sejarah dapat berakhir. (*)

Oleh Sheikh Imran Nazar Hosein dalam Esai: Al Qur’an, Perang Besar (Al Malhamah) dan Dunia Barat.

Alih bahasa oleh: Awaluddin Pappaseng Ribittara

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Leave a Comment