Resolusi dalam Mengantisipasi Kedatangan Al Malhamah/Armageddon

In Al Malhamah by Hamba Allah8 Comments

Kampungmuslim.org – Dalam setiap aktifitas yang kita jalani saat ini, tentunya semua bentuk pilihan/keputusan/tindakan yang akan kita lakukan haruslah bermula dari menentukan skala prioritasnya terlebih dahulu. Begitu pula dengan penerapan (implementasi) dari ilmu Akhir Zaman ini. Saat ini, kita telah berada di masa yang begitu Kritis. Menebalkan tulisan kritis tersebut bermaksud untuk menekankan betapa pentingnya hal ini. Mengapa sangat kritis?

Jawabannya adalah ketika kita benar-benar telah mampu menganalisa dan berusaha memahami ilmu Akhir Zaman yang berlandas kepada Al Qur’an dan Hadits, yang kemudian kita harmonikan (selaraskan) dengan perkembangan situasi yang terjadi saat ini. Maka disitulah kita akan bertemu pada suatu muara keyakinan, yaitu sebuah keyakinan dimana kita sedang berada di gerbang kedatangan perang terbesar Akhir Zaman atau yang disebut sebagai Al Malhamah al Qubra/Armageddon, yang tiada lain adalah perang Nuklir.

Selama dua tahun terakhir tim kampungmuslim.org telah berusaha menganalisa hal ini dan berusaha untuk mencari solusi tentang apa-apa yang harus dilakukan dalam mempersiapkan diri menghadapi salah satu dari tantangan terbesar umat akhir zaman ini. Awalnya kita berusaha merealisasikan atau membentuk sebuah kampung muslim di pedalaman, namun pada akhirnya terjadi kebuntuan atau bisa dibilang gagal yang disebabkan belum sempurnanya pendalaman dan pemahaman diri terhadap konsep kampung muslim itu sendiri. Ada juga yang berusaha untuk hijrah sendiri ke hutan pedalaman sebagai bentuk implentasi dari membentengi diri dari fitnah Dajjal atau fitnah akhir zaman ini, dan ini salah satu jalan yang baik. Namun ketika kita menilik atau menelaah lebih jauh lagi tentang skala prioritas yang akan dihadapi, apakah benar sudah seperti itu jalannya? Apakah kita selaku muslim akan bermuram durja atau berdiam diri kala umat lainnya terkatung-katung menghadapi Al Malhamah? Dimanakah kekuatan kita akan bersumber pasca Al Malhamah dalam mempersiapkan diri kita atau generasi di bawah kita untuk bergabung dengan pasukan Imam Al Mahdi?

Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akhirnya membuat kami berpikir keras, namun seiring dengan berbagai pengalaman yang dapat kita ambil dari berbagai kejadian yang menghampiri, jawaban itupun datang, dan jawaban itu juga berasal dari Al-Qur’an tepatnya pada Surah Al Kahfi Ayat 78-82 yang membahas tentang perjalanan Nabi Musa a.s bersama Nabi Khidr a.s. yang dijelaskan oleh salah satu penulis sekaligus mentor kami dalam mempelajari dan memahami ilmu Akhir Zaman (Eskatologi Islam).

Berikut Penjelasannya di bawah ini:


بسم الله الرحمن الرحيم

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Khidhr berkata: “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya. (78)

Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang akan merampas tiap-tiap bahtera. (79)

Dan adapun anak muda (kafir) itu, maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. (80)

Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya). (81)

Adapun dinding rumah (yang dibangun oleh Nabi Khidir a.s) adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.” (82)

Berikut penjelasan Al-Quran Surah Al Kahfi di atas tentang resolusi diri dan umat dalam mengantisipasi  kedatangan Al Malhamah/Armageddon.

1. Melubangi perahu dan membuatnya terapung pada saat bahaya mengancam.

Perahu disini adalah simbolisme dari aktifitas duniawi yang sedang kita jalani. Seperti pekerjaan, sekolah, kuliah, karir, kehidupan nyaman kita, insitusi dimana kita berada (pns, swasta, dll). Jadi Anda harus meninggalkan aktifitas, pekerjaan, karir, kehidupan nyaman Anda tersebut. Jika Anda memiliki sebuah perusahaan (institusi) sendiri, maka sebaiknya Anda menutupnya. Dan kemudian membuka institusi baru di tempat lain. Atau untuk mengubah institusi menjadi bentuk lembaga lain. Jika dalam paradigma perseorangan, adalah dengan mengubah bidang pekerjaan/aktifitas Anda ke bidang lain, yang kompatibel dengan skala prioritas yang akan dihadapi yaitu kekacauan global dalam hal ini adalah Al Malhamah. Sehingga kita akan diberi kemampuan untuk bisa bertahan dalam kekacauan global yang akan terjadi nantinya. Contohnya, memproduksi makanan (komuditas), menjual dan menukarkan makanan (komuditas) dll. Penafsiran ini juga terkait dengan pelajaran yang dapat kita telaah dari kisah Perahu Nabi Nuh a.s

Hal di atas, telah banyak dilakukan oleh para pembelajar ilmu Akhir Zaman (Eskatologi Islam) dan Alhamdulillah semua berjalan dengan baik dan mereka semua mampu membuktikan kepada diri mereka sendiri dan keluarganya serta orang-orang di sekitarnya bahwa mereka masih tetap berdiri tegak dan bertahan hidup sesuai dengan keyakinan yang mereka yakini, meski terkadang dianggap gila atau stress.

2. Membunuh anak muda yang akan menyesatkan kedua orang tuanya.

Ini adalah sebuah simbolisme untuk memutuskan hubungan Anda dengan orang-orang yang dekat dengan Anda (Istri, anak, keluarga, kerabat dan sahabat) yang menurut Anda tidak akan bisa menerima realitas bahwa Al Malhama/Armageddon akan segera datang. Di mana Anda perlu mempersiapkan dan menerapkan kebijakan strategis yang kemungkinan mereka akan membuat Anda kecewa atau bahkan menjadi penghalang dalam proses aktifitas Anda. Penafsiran ini terkait dengan perjalanan Nabi Yusuf a.s dimana Beliau menyelamatkan saudara laki-lakinya Benjamin, dari saudara-saudaranya yang lain. Yang berarti Anda harus melakukannya secara terselubung, dan tidak secara terang-terangan.

Misalnya, bagi Anda yang telah memiliki Perusahaan keluarga, mau tidak mau jika Anda benar-benar telah yakin dengan kedatangan Al-Malhamah, maka tiada jalan lain Anda harus menutup perusahaan keluarga Anda, dan mulai mempersiapkan diri dengan menjalani usaha yang bisa menjadi salah satu cara untuk bertahan hidup dalam menyambut Al Malhamah seperti resolusi yang telah disampaikan pada poin nomor #1. Nah… dalam proses tersebut tentu saja Anda akan mendapat berbagai halangan dan tentu saja halangan tersebut akan berasal dari orang-orang terdekat Anda, seperti Istri, anak, keluarga dan kerabat lainnya. Jika mereka tetap masih bersikukuh untuk menetang dan tidak menyetujui keputusan Anda, maka tiada jalan lain. Anda harus meninggalkan/menceraikan mereka, bukan berarti Anda memutuskan silaturahmi, Tidak! Anda harus mampu untuk bijaksana dalam menentukan kebijakan strategis yang akan Anda lakukan di hari esok.

Hal di atas, juga telah banyak dilakukan (diimplementasikan) oleh para pembelajar ilmu Akhir Zaman (Eskatologi Islam) meski dengan dampak dan resiko yang sangat menyedihkan bahkan menyayat hati. Namun bukankah segala sesuatu butuh pengorbanan yang besar?

3. Mengubur emas di tempat yang tersembunyi dari mata publik.

Adalah simbolis dari aktifitas menyimpan persediaan emas, perak, dan komoditas yang memiliki nilai intrinsik (berharga) karena dapat bertahan lama seperti gandum, gula aren/merah/jawa, rempah-rempah, tembakau, cengkeh, kopi dan sebagainya. Karena komoditas ini akan meningkat nilainya saat bencana datang. Dan dengan ketentuan itu, Anda akan memiliki kekuatan ekonomi yang Insya Allah akan bisa menyelamatkan sejumlah besar orang. Penafsiran ini terkait dengan perjalanan Nabi Yusuf a.s di mana Dia dengan bantuan seorang Raja membangun sebuah lumbung besar sehingga pasca bencana besar, Dia akhirnya dapat menjadi penolong bagi sebagian besar masyarakat pada waktu itu.

Nah, semua tahapan resolusi tersebut haruslah berjalan secara bertahap dan berurutan. Anda tidak dapat langsung melangkah ke tahap #3 jika Anda belum melaksanakan tahap #1 dan tahap #2. Dan di tahap #3 inilah yang akan menjadi corong kekuatan dan kekayaan umat di masa pasca Al Malhamah nantinya. Dimana dengan kekayaan dan kekuatan ekonomi itulah mereka akan memiliki kesempatan besar dengan kapabilitas tinggi yang akan bisa memfasilitasi umat untuk mendukung perjuangan pasukan Imam Al Mahdi nantinya dan dalam menyambut kembalinya Nabi Isa ‘alaihis salam.

Insya Allah…

Author:  Angkoso Nugroho


Yang menjadi pertanyaan intinya saat ini adalah:

Sudah sejauh manakah hati (bathin) Anda dalam meyakini proses inti dari Nubuah Akhir Zaman yang disampaikan oleh Rasulullah saw dan juga telah dijelaskan dalam kitab suci Al-Qur’an ini?

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Comments

  1. Alhamdulillah, smoga hamba ini termasuk golongan yg mendapat hidayah petunjukNYA, Aamiin

  2. Assalamualaikum, saya tidak paham. Kenapa banyak Ustadz yg soleh dan berilmu tinggi di Indonesia tidak menyerukan gerakan ini ? Apa mungkin Allah tidak memberikan mereka petunjuk padahal mereka adalah orang2 yang mengajarkan ilmu Allah ? Dimana saya bisa berdiskusi dengan tanggapan yg lebih cepat ? Jazakallahu khair. Semoga allah terus menjaga dan membuat kita orang2 yang mendapatkan hidayah-Nya

    1. Author

      Wa’alaikum salam. Karena kebenaran Islam itu datangnya dari hati. Hati yang telah diberi Nur oleh Allah [swt]. Untuk mendapatkan berkah Nur tersebut, kita tidak perlu gelar PHD, LC, Ustadz, Habib, Ulama, Bapak Presiden, dll. Islam tidak memandang status duniawi kita, Islam hanya memandang isi hati kita. Nur tersebut hanya bisa diraih bagi mereka yang berusaha membuka mata hatinya dan tentu saja bagi mereka yang benar-benar memiliki hati yang baik, Dan adalah hak prerogatif Allah semata kepada siapa Dia akan memberi Nur-Nya.

      Dimana saya bisa berdiskusi dengan tanggapan yg lebih cepat?

      Berdisukusilah dengan AL-Qur’an. Bacalah ia dari lembar pertama ke lembar terakhir. Berjuanglah untuk memahaminya sedikit demi sedikit dengan benar-benar niatkan dalam diri untuk membuka mata hati kita dan berdoa semoga Allah melimpahkan Nur-Nya kedalam hati kita agar dapat bersahabat dengan Al Qur’an. Jika ada perintah dari Al-Qur’an maka implementasikan terlebih dahulu, pemahaman akan datang dengan sendirinya.

      Doa sebelum membaca dan belajar Al-Qur’an. Doa membaca Al-Qur'an

  3. Terimakasih untuk jawabannya :). Setelah mengikuti beberapa kajian dan arahan dari Syeikh Imran Hosein, saya memahami bahwa dajjal akan keluar lebih dulu daripada munculnya kembali khilafah seperti yg dijanjikan oleh Rasulullah saw. Namun dengan melihat realita sekarang dimana banyaknya orang yang hijrah dan tersadar untuk belajar agama dan jg besarnya motivasi mereka untuk mendirikan khilafah dan ini disebutkan jg bahwa tidak akan muncul dajjal sebelum perebutan kekusaan terjadi diantara pelanjut kekhilafahan dimana khilafah itu sendiri pada saat ini tidak ada. Sedangkan dr perspektif Syeikh Imran hosein sepertinya khilafah akan berjaya dengan kepemimpinan imam mahdi, maka dari itu sembari menunggu imam mahdi kita diseru untuk bersembunyi di pedalaman. Dan saya cenderung setuju dengan pendapat beliau karena pengetahuan dan penelitian sejarah yg tidak dilakukan oleh ustadz atau pemuka agama yg lain.

    Maka dari itu saya mohon penjelasannya mengapa kita harus meyakini bahwa lebih dulu dajjal yg akan keluar daripada Berdirinya kembali khilafah Islam.

    Mohon jawabannya, karena untuk meninggalkan semua yg sudah saya usahakan yg niatnya insyaAllah untuk membantu umat terlalu ceroboh tanpa bukti yg jelas. Jazakallahu khair

    1. Author

      Silahkan dibaca semua artikel yang ada di situs ini saudaraku. Tugas para pemuda akhir zaman itu adalah menjahit dan merangkai titik-titik kebenaran sehingga terbentuk satu gugusan cahaya kebenaran. Seperti butiran bintang di langit, ketika kita mampu mempelajari gugusan atau rasi bintang yang terbentuk oleh rangkaian bintang tersebut, maka kita akan dapat menentukan arah atau jalan di tengah kegelapan malam. Begitu pula dengan kebenaran. Kebenaran itu seperti butiran bintang di langit, tugas kita adalah menghubungkannya satu dengan yang lain agar dapat menemukan gugusannya sehingga bisa menjadi petunjuk arah ke cahaya kebenaran. Insya Allah…

  4. Pada tahap #3 dijelaskan supaya menyimpan komoditas salah satunya tembakau. Fungsinya untuk apa ya? Kok dinilai sangat berharga

    1. Author

      Tembakau itu komuditas penting karena ia adalah salah satu bahan dasar yang tahan lama (memiliki nilai intrinsik). Selain untuk rokok, juga merupakan bahan dasar untuk obat-obatan, parfum, kosmetik, dll.

Leave a Comment