Pandangan Eskatologi Islam Tentang Kaum Wanita di Akhir Zaman

In Dajjal by Hamba AllahLeave a Comment

Kampungmuslim.org – Rasulullah Muhammad [saw] telah banyak memberikan banyak nubuwah tentang dunia akhir zaman dan banyak di antara nubuwah tersebut berkaitan dengan Dajjal al masih palsu atau kaum Nasrani menyebutnya sebagai anti kristus. Dan diantara nubuwah tentang Dajjal tersebut juga berkaitan dengan kondisi kaum wanita di akhir zaman.

“Orang terakhir yang akan keluar menuju Dajjal adalah kaum wanita, dan para lelaki harus kembali ke rumahnya dan mengikat erat-erat (dengan menahan paksa istri, putri dan saudara perempuannya) untuk melindungi mereka dari fitnah Dajjal.”

Rasulullah Muhammad [saw]

Hadits tersebut adalah simbolisme dari akan muncul atau akan hadir di kehidupan masyarakat dalam skala global sebuah program besar-besaran untuk mencuci otak para wanita oleh Dajjal. Salah satu yang dijelaskan oleh beliau [saw] mengenai zaman tersebut adalah dimana para wanita akan berpakaian namun tetap telanjang.

Allah telah menciptakan kaum wanita dengan keindahannya, kecantikannya, dan yang akan membuat kaum pria tertarik padanya. Pria adalah seorang pemburu dan wanitalah yang dikejarnya. Dan alasan dari mengapa Allah telah menetapkan kaum pria berada di shaf depan di dalam mesjid atau menjadi imam dalam shalat dan wanita berada di shaf belakang atau menjadi makmum, hal tersebut dikarenakan adalah jika kaum wanita yang berada di shaf depan dan pria di belakang maka takkan ada pria yang akan bisa melakukan shalatnya dan berkonsentrasi dalam shalatnya, karena ada kaum wanita di depannya. Karena pada dasarnya adalah hal yang alami ketika semua pria itu pasti tertarik pada kaum wanita.

Sehingga ketika wanita melepaskan pakaiannya (penutup tubuhnya) dimana ia berpakaian namun tetap telanjang, dan ia tunjukkan semua perhiasan yang telah Allah berikan kepadanya, maka anda bisa bayangkan betapa hal tersebut akan mengakibatkan sebuah revolusi seksual, dan kita semua sedang hidup di zaman itu sekarang ini. Sebuah revolusi seskual yang tentu saja akan mempengaruhi kaum pria dalam skala global. Semua lelaki akan kesulitan untuk bisa hidup dengan wanita dimana wanita saat ini secara seksualitas tersedia dengan bebas, sebebas sinar matahari di cuaca yang cerah. Dapatkah anda bayangkan betapa keadaan begitu sulit yang dihadapi oleh para lelaki muda yang hormonnya sedang bergelora dan mungkin dia masih belum menikah dan semua keindahan perhiasan wanita itu hadir dan dipertontonkan dihadapannya, bisakah anda bayangkan kondisi sedemikain rupa bagi mereka?

Saya lahir di lingkungan dimana belum ada satupun wanita yang berpakaian namun telanjang, dan ketika pada saat itu kami melihat ada wanita yang sedang memakai celana jeans maka kami beranggapan bahwa langit telah runtuh. Namun hari ini, lihatlah di sekitar kita. Ketika anda mengunjungi pusat perbelanjaan, pusat hiburan dan pusat keramaian, tebak apa yang anda akan lihat? Ya, para wanita hadir dan mereka mempertontonkan semua perhiasan tubuh mereka yang telah Allah berikan kepada mereka. Dan anak-anak muda pergi ke pusat keramaian seperti lebah yang tertarik pada bunga. Kita saat ini hidup di masa dimana revolusi seksual tersebut telah berlaku di segala aspek kehidupan masyarakat global.

Rasulullah [saw] bersabda bahwasanya wanita akan berpakaian seperti layaknya seorang pria, yang berarti wanita akan berusaha menggantikan peran utama pria di masyarakat. Tetapi beliau [saw] juga bersabda bahwa pria akan berpakaian seperti layaknya seorang wanitadan itu berarti bukan hanya secara fisik pria akan berpakaian seperti wanita untuk menarik perhatian pria lain tetapi secara simbolis selain dari arti secara harfiah bisa diartikan bahwa kaum pria akan meninggalkan peran fungsional utamanya sebagai seorang laki-laki di kehidupan bermasyarakat, dan diantara fungsi utama laki-laki di masyarakat adalah untuk menjaga, merawat dan menafkahi istri dan anak-anaknya.

Seorang wanita menjadi begitu tidak berdaya ketika dia sedang hamil, dimana dia perlu dijaga dan dirawat selama masa kehamilan dan setelah bayinya lahir, dia harus curahkan banyak perhatian pada bayinya. Dengan demikian dia perlu seseorang untuk menjaganya, sehingga Allah telah tetapkan pada kaum pria sebuah tugas untuk menjaga para wanita. Dimana Allah berfirman:

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ

“Kaum pria adalah pemimpin (pelindung) bagi kaum wanita,”

Al Qur’an Surat An-Nisa’ Ayat 34

Pria harus memimpin, menjaga dan melindungi wanita

Diantara tanda-tanda hari kiamat menurut sabda Rasulullah Muhammad [saw] adalah “seorang pria akan menjaga 50 wanita. “Anda dengar itu? Pernahkah anda memikirkannya? Saya telah merenungkan hal tersebut pada waktu yang sangat lama dan saya sangat menyesal untuk mengatakannya bahwa kebanyakan waktu ketika saya renungkan hadits ini, saya hanya fokus pada kondisi dimana turunnya angka kelahiran bayi laki-laki. Dan saya mengira karena radiasi yang berasal dari telpon seluler, wireless dan internet dan sebagainya, saya menduga hal tersebut menyebabkan rusaknya produksi sperma dimana kromosom laki-laki semakin berkurang dan secara default, bayi-bayi perempuan lah yang akan banyak lahir, sebaliknya jumlah bayi laki-laki yang lahir semakin berkurang. Terdapat banyak bukti ilmiah yang mendukung teori tersebut benar adanya, namun itu bukanlah keseluruhan ceritanya.

Saya sekarang telah menyadari khususnya sejak saya semakin akrab dengan kultur masyarakat Perancis dimana saya semakin menyadari bahwa satu pria yang menjaga 50 wanita juga dipahami bahwasanya pria yang meninggalkan fungsi mereka sebagai pria yang memimpin, melindungi, menjaga, menafkahi dan mendukung wanita dan anak-anaknya. Kaum pria hari ini akan menunda-nunda pernikahan atau terkadang dia tak melihat perlunya untuk menikah. Jadi dia (pria) menikmati wanita dengan santainya (perzinahan) tanpa punya rasa tanggung jawab untuk menjaga dan menafkahi mereka.

Hal inilah yang mengakibatkan terjadinya situasi dimana seorang pria yang tangguh yang harus menafkahi dan menjaga 50 wanita. Jadi kaum wanita kita saat ini sedang menderita, bukan hanya karena revolusi feminis dimana wanita semakin diuntungkan contohnya dalam hukum perceraian, tetapi disamping hal itu, karena penurunan jumlah pernikahan dan semakin sedikitnya pria yang mau menikah, dan semakin sedikit pria yang siap untuk mengambil istri kedua (poligami) didukung dengan kondisi psikologis masyarakat yang telah tercuci otaknya oleh Dajjal sekarang ini yang membuatnya amat sangat sulit bagi seorang pria untuk bisa mengambil istri kedua (poligami). Dan karena semakin banyak dan lazimnya perceraian, saudari-saudari kita, putri-putri kita semakin banyak yang menderita dan mereka membutuhkan suami yang bisa memimpin, menjaga dan melindungi mereka. Tapi para pria tidak mau menikahi mereka. Kebanyakan kaum pria enggan dan terlalu takut pada apa yang akan dikatakan oleh masyarakat dan anggota keluarga lainnya ketika mereka akan mengambil istri kedua, ketiga ataupun keempat. Sehingga kebanyakan pria terjebak dalam sebuah penjara paradigma masyarakat dimana hanya boleh ada 1 istri bagi mereka atau ketakutan untuk menikah sama sekali.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Murid-murid saya, apa yang bisa kita lakukan? Kitalah saat ini yang sedang memimpin jalan dalam pemikiran yang lebih maju pada saat ini di akhir zaman. Yaitu kita para murid-murid ilmu akhir zaman. Kita sedang memimpin jalan itu hari ini. Alhamdulillah.

Dan dalam isu ini, kita harus fokuskan perhatian kita dan kita perlu memiliki pemikiran yang lebih maju dan berkembang dibanding masyarakat lainnya. Jadi kuliah ini yang bertemakan judul di atas ditujukan untuk murid-murid saya di berbagai belahan dunia dan bagi mereka yang mendengarkan saya yang memiliki rasa  hormat atau perhatian terhadap pandangan saya, dan tentu saja mereka harus tahu aturannya, bahwa ketika saya beropini, saya katakan tak seorangpun harus menerima pendapat saya kecuali anda sudah yakin jika hal itu benar. Ini adalah penghormatan saya atas kecerdasan rasional Anda. Tapi karena saya juga bisa membuat kesalahan sebagaimana saya pernah melakukan kesalahan di masa lalu. Dan jika saya membuat kesalahan dan anda dengan mudah menyerap apa saja yang saya ajarkan tanpa pemikiran kritis anda, lalu siapa yang akan meluruskan saya? Jadi saya begitu bahagia melihat seorang murid yang tak akan menerima apa yang saya katakan kecuali dia sudah yakin bahwa itu benar.

Jadi inilah pandangan saya mengenai subjek tentang saudari-saudari kita yang membutuhkan suami dan tidak dapat menemukan suami. Ketika saya berumur 72 tahun tepatnya pada 3 tahun yang lalu, saya mengambil istri kedua. Benar, saya dan istri pertama saya sekarang telah 25 tahun menikah dan Alhamdulillah pernikahan kami bahagia selama 25 tahun itu, tetapi 3 tahun yang lalu saya mengambil istri kedua. Istri pertama saya tentunya berasal dari Trinidad tapi istri kedua saya berasal dari Aljazair yang tinggal di Perancis dan kami sudah 3 tahun menikah. Salah satu alasan mengapa saya mengambil istri kedua adalah untuk memberi sebuah contoh kepada murid-murid saya, bahwa kalian juga harus mengambil istri kedua jika kalian memiliki keleluasaan, kapabilitas dan kemampuan untuk bisa memimpin, melindungi, menjaga dan menafkahi istri kedua, maka tolong menikahlah. Anda hanya perlu menginformasikan istri dan keluarga anda, hal itu bukalah sebuah kewajiban, hanya sebuah adab kepatutan . Informasikan mereka bahwa anda berencana untuk mengambil istri lagi. Anda tidak berkewajiban meminta izin dari siapapun. Bukan dari pemerintah, bukan dari imam, bukan dari masyarakat atau tetangga anda dan bukan dari anak-anak anda. Tidak!

Allah telah menciptakan Anda sebagai seorang laki-laki dan Allah telah memberikan Anda beberapa hak dan ini adalah salah satu hak anda sebagai seorang laki-laki. Jadi jika Anda memiliki keleluasaan, kapabilitas dan kemampuan untuk bisa memimpin, melindungi, menjaga dan menafkati istri lain, maka Anda memiliki sebuah kewajiban dan saya katakan kepada Anda bahwa Anda mengembang sebuah tugas untuk menikah, karena jika Anda tidak menikahinya, maka apa yang akan terjadi padanya? Karena jika dia tidak memiliki seorang suami, dia akan teraniaya. Karena jika dia tidak memiliki seorang suami, maka dia akan menjadi korban. Jika dia tidak memiliki seorang suami, dia akan hidup dengan penuh ketakutan. Jika dia tidak memiliki seorang suami, dia akan tereksploitasi. Jika dia tidak memiliki suami, akhirnya dia harus menyerah pada dosa. Dan anda menolak untuk menikahinya padahal Anda memiliki keleluasaan untuk melakukan itu, apa jadinya nasib dan pertanggung jawaban Anda di hari penghakiman nanti?

Allah telah menciptakan pria dan memberikan pada kaum pria tanggung jawab untuk menafkahi, menjaga serta melindungi kaum wanita. Dimana Dia nyatakan hal itu? Tentu saja dalam Surah An-Nisa Ayat 34, yaitu…

ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعۡضَهُمۡ عَلَىٰ بَعۡضٖ وَبِمَآ

أَنفَقُواْ مِنۡ أَمۡوَٰلِهِمۡۚ

“Kaum pria adalah pemimpin (pelindung, penjaga) bagi kaum wanita, karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (pria) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (pria) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.”

Bahwa kaum pria memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan menjaga kaum wanita, pria memiliki tanggung jawab untuk menafkahi kaum wanita. Dan jika anda tidak menikahinya, dan bagaimana nasib mereka (kaum wanita) nantinya?

Jadi saya berbicara saat ini untuk menyeru kepada Anda sekalian. Jika Anda memiliki keleluasaan untuk mengambil istri lagi, maka jangan biarkan masyarakat untuk mencegahnya dan menjadi penghalangnya. Jangan izinkan kerabat, ayah, ibu serta anggota keluarga anda untuk mencegahnya dan menjadi penghalangnya. jangan izinkan anak-anak anda untuk mencegahnya dan menjadi penghalangnya. Jangan izinkan istri anda untuk mencegahnya dan menjadi penghalanya. Jangan izinkan pemerintah dan hukum negara untuk mencegah dan menjadi penghalang Anda. Hukum dan aturan Allah adalah hukum yang tertinggi, dan jika Anda bertindak hanya untuk mendapat ridho Allah, anda takkan memperdulikan mereka yang tidak senang dengan keputusan Anda. Jika Anda bertidak sesuai dengan apa yang diridhoi dan disukai oleh Allah dan siapapun yang tidak senang, Anda takkan hiraukan mereka, Anda tetap lanjutkan dan bertindak dengan cara yang akan menyenangkan Allah. Karena jika tidak, maka akan terjadi fasad yang besar di muka bumi.

Jadi saran saya kepada Anda (murid-murid saya), silahkan ambil istri lagi jika Anda memiliki keleluasaan, kapabilitas dan kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Namun tentu saja, Anda tidak dapat memaksakan diri Anda kepada seorang wanita. Jika Anda sudah siap menikah, tapi dia tidak suka dengan profil Anda, dia berhak untuk mengatakan tidak. Dia (kaum wanita) punya kebebasan itu yaitu memilih pria yang akan menjadi pemimpinnya. (*)

Kuliah lengkap ini dapat Anda simak pada video di bawah ini:

Oleh Sheikh Imran Hosein

Alih Bahasa Arief Lazuardi & Indonesian Translator Team

Editorial Awaluddin Pappaseng Ribittara

 

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Leave a Comment