Selamatkan Iman Kita dari Fitnah Dajjal

In Dajjal, Epistimologi, Hijrah by Hamba Allah1 Comment

Kampungmuslim.org – Apa yang patut kita lakukan di zaman ini?

Dengarlah kata kata Rasulullah (saw) sebelum waktunya terlambat, ini ada di sahih Bukhari, Abu Said al Khudri r.a meriwayatkan bahwa Rasulullah saw berkata;

“Akan tiba masanya dimana harta yang paling baik dimiliki oleh seorang muslim ialah kambing biri-biri yang dia bawa ke bukit-bukit, ditempat hujan turun seperti lembah-lembah gunung melarikan diri membawa agamanya dari fitnah.”

Jadi tindakan kita berdasarkan hadis ini dan berdasarkan satu analisis saja yang ada, menghadapi shirk zaman modern ialah kita mesti menghindar dan mengasingkan diri dari masyarakat. Tapi mengasingkan diri dari masyarakat tidak bermakna tidak melakukan jihad atau sekedar melarikan diri dari realita. Mengasingkan diri dari masyarakat bukan bermaksud kita tidak lagi melakukan dakwah. Kita mengasingkan diri demi untuk menyelamatkan iman kita. Kita khawatir jika kita tetap dalam masyarakat itu, keimanan kita akan lenyap. Sebab lama-kelamaan hati kita yang melihat kemungkaran tidak akan lagi bisa menolaknya.

Sebagai contoh, seumpama ibu kamu yang kamu anggap paling dihormati dan disayangi dan ibu kamu berada dalam masyarakat kemudian ibu kamu di caci maki, bisakah kamu duduk dan diam tanpa berbuat apa apa? Bisakah kamu hidup semacam itu ? dan kamu biasa-biasa saja melihat kemunkaran itu? Itu adalah ibu kamu, tapi bagaimana pula jika yang di hina adalah Allah?

Jika mereka melakukan pekara yang sama kepada Allah dan kamu tidak berbuat apa apa maka kamu fikirkanlah apakah yang akan Allah SWT  lakukan terhadap kamu? Tapi jika kamu menarik diri dari masyarakat…. Kenapa kamu harus menarik diri? … itu adalah untuk mejaga iman kita. Jadi bagaimana kamu akan menjaga iman dengan mengasingkan diri?

Jawabannya ialah dengan membentuk kumpulan/ komunitas yang kecil. Yang akan hidup berdasarkan hukum dan petunjuk Allah (Darul Islam). Saya menamakannya kampung muslim (muslim village).

“Dan apabila kamu meninggalkan mereka, dan apa yang mereka sembah selain Allah, maka carilah tempat berlindung ke dalam gua itu, niscaya Rabb-mu akan melimpahkan sebagian rahmat-Nya kepadamu, dan menyediakan sesuatu yang berguna bagimu dalam urusan kamu.” – (QS.18:16)

Kita dihadapkan pada pilihan yang berat ketika fitnah melanda dan mengepung,  tetap tegar berjuang melawan hal-hal yang dapat merusak agama kita atau, jika tidak sanggup menghadapi semua itu, maka tinggalkan. Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

خَيْرُ الناسِ في الفِتَنِ رجلٌ آخِذٌ بِعِنانِ فَرَسِه أوْ قال بِرَسَنِ فَرَسِه خلفَ أَعْدَاءِ اللهِ يُخِيفُهُمْ و يُخِيفُونَهُ ، أوْ رجلٌ مُعْتَزِلٌ في بادِيَتِه ، يُؤَدِّي حقَّ اللهِ تَعالَى الذي عليهِ

“Sebaik-baik manusia ketika berhadapan dengan fitnah adalah orang yang memegang tali kekang kudanya menghadapi musuh-musuh Allah. Ia menakuti-nakuti mereka, dan merekapun menakut-nakutinya. Atau seseorang yang mengasingkan diri ke lereng-lereng gunung, demi menunaikan apa yang menjadi hak Allah” (HR. Al Hakim 4/446, )

Zaman Dajjal adalah zaman fitnah yang besar, bukan sedikit orang yang beriman pada pagi dan kemudian pada petang hari menjadi kafir. Hal ini menunjukkan begitu hebatnya godaan fitnah yang melanda umat Islam. Pada saat itu, memegang agama seperti memegang bara api yang panas, bila dilepaskan dirinya akan menjadi mangsa Dajjal. Tetapi bila terus dipegang godaan dan fitnah yang dihadapinya sangatlah besar dan berat. Oleh kerana itu, apabila Dajjal datang ramai orang melarikan diri ke hutan-hutan dan ada ada yang melarikan diri ke gunung. Mereka melakukannya demi menyelamatkan diri dan akidahnya dari fitnah Dajjal.

hoat-coals

Sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadis Sahih:

( Saat itu ) manusia benar -benar melarikan diri dari Dajjal ke arah gunung. (HR. Muslim) .

قال رجلٌ : أيُّ الناسِ أفضلُ ؟ يا رسولَ اللهِ ! قال ( مؤمنٌ يجاهد بنفسِه ومالِه في سبيلِ اللهِ ) قال : ثم من ؟ قال ( ثم رجلٌ مُعتزلٌ في شِعبٍ من الشِّعابِ . يعبد ربَّه ويدَعُ الناسَ من شرِّه

“Seseorang bertanya kepada Nabi: ‘siapakan manusia yang paling utama wahai Rasulullah?’ Nabi menjawab: ‘Orang yang berjihad dengan jiwanya dan hartanya di jalan Allah’. Lelaki tadi bertanya lagi: ‘lalu siapa?’. Nabi menjawab: ‘Lalu orang yang mengasingkan diri di lembah-lembah demi untuk menyembah Rabb-nya dan menjauhkan diri dari kebobrokan masyarakat’” (HR. Al Bukhari 7087, Muslim 143

Bahkan andai satu-satu jalan supaya selamat dari fitnah adalah dengan mengasingkan diri ke lembah-lembah dan puncak-puncak gunung, maka itu lebih baik daripada agama kita terancam hancur. Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

يُوشِكَ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الرَّجُلِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنْ الْفِتَنِ

“Hampir-hampir harta seseorang yang paling baik adalah kambing yang ia pelihara di puncak gunung dan lembah, karena ia lari mengasingkan diri demi menyelamatkan agamanya dari fitnah” (HR. Al Bukhari 3300).(*)

Jalan inilah yang dilakukan oleh para pemuda gua (Ashabul Kahfi) seperti yang telah diceritakan dan dipaparkan dengan jelas oleh Allah dalam Surah Al-Kahf. (*)

Sheikh Maulana Imran Nazar Hosein

image_pdfimage_print

Comments

Leave a Comment