Shalat Berjamaah dan Struktur serta Pondasi Masyarakat Islam

In Opini, Politik by Hamba Allah1 Comment

Kampungmuslim.org – Kami akan memvisualisasikan bagaimana masyarakat yang menerapkan agama dan yang tidak. Semua aturan agama, terutama Islam ditujukan untuk membentuk masyarakat yang utuh, kuat, dan bergerak dan bertindak sebagai satu individu. Masyarakat yang terdiri dari banyak orang bergerak dan bertindak sebagai satu individu. Ini memerlukan penerapan Islam yang ketat dan berdisiplin tinggi. Semua anggota masyarakat harus mentaati peraturan Syariat, dimana jika salah satu saja tidak menerapkannya, akan merusak masyarakat secara keseluruhan. Hukuman akan diterapkan terhadap individu yang melanggar peraturan. Oleh karena itu, Islam dalam Jamaah hanya dapat hidup dan berlangsung jika semua individu menerima peraturan-peraturan itu.

Sedangkan masyarakat tanpa struktur dan fondasi agama, adalah masyarakat yang tercerai berai dan hancur. Mereka mudah dihasut dan dikuasai pihak luar. Melalui propaganda dan pembohongan. Inilah masyarakat modern saat ini, unit/institusi keluarga mereka berantakan, dan masing-masing individu bertiup kemana arah media dan informasi dari gadget/smartphone mereka berhembus. Tatanan yang memungkinkan pihak luar untuk menjajah bangsa itu.

Penerapan Islam yang dimaksud antara lain, tidak adanya gerakan persamaan gender. Tidak diperbolehkannya orang-orang sodom dan gomorah [LGBT]. Tidak diperbolehkannya miras dan narkoba. Penerapan poligami. Usia nikah wanita adalah saat sudah haid pertama sekitar antara umur 15, 16 dan 17 tahun. Usia nikah laki-laki adalah 30 tahun. Tidak diperbolehkannya sekterianisme di muka umum. Penerapan pasar yang bebas dan adil. Pelarangan riba. Kode etik berpakaian, Tidak ada pemaksaan indoktrinasi politik, hubud dunya; infotainment, musik, film, tontonan olahraga, dll.

Romawi Barat atau Roma dapat menguasai Eropa, Asia dan Afrika adalah karena dominasi militer mereka. Legiun Romawi memiliki rekor kemenangan yang besar di medan perang. Hal ini karena keunggulan taktik dan strategi serta cara menerapkan senjata yang efektif dalam pertempuran. Sedangkan untuk persenjataan mayoritas bangsa-bangsa pada saat itu menggunakan persenjataan yang sama. Legiun Romawi bertempur sebagai satu kesatuan. Formasi prajurit di lapangan bertindak dan bergerak sebagai satu individu. Semua orang bertempur dengan peraturan yang ketat dan disiplin yang tinggi. Tidak ada prajurit yang bertindak karena kemauannya sendiri. Keluarnya seorang prajurit dari formasi dan barisan beresiko membawa kekalahan terhadap keseluruhan legiun, hancurnya seluruh legiun. Seperti inilah gambaran masyarakat yang menerapkan tradisi dan aturan agama.

Di dalam Islam, keutuhan dan kekuatan Jamaah ini disimbolisasikan dalam Shalat Berjamaah, dimana Imam akan berkata, “Rapatkan dan luruskan!” Rapatkan berarti bersatu dan meninggalkan kepentingan pribadi untuk kepentingan Islam, dan tidak terkotak-kotak dalam golongan-golongan tersendiri. Luruskan berarti satu visi dan tujuan di bawah arahan Amir yang tidak berkontradiksi dengan ketentuan Allah [swt] dan Rasulnya [saw].

Individu yang teguh akan menyusun keluarga yang teguh. Keluarga yang teguh akan menyusun masyarakat yang teguh. Masyarakat yang teguh akan menyusun negara dan bangsa yang teguh. Negara dan bangsa seperti ini tidak bisa ditaklukan oleh siapapun.

Oleh Angkoso Nugroho

 

 

Comments

  1. Dimana tepatnya posisi yang layak untuk mendirikan kampung muslim.. atau sudah ada di indonesia..

Leave a Comment