Surga Kita di Akhirat Bukan di Dunia

In Epistimologi by Hamba Allah0 Comments

Kampungmuslim.org – Untuk saat ini solusi yang paling terbaik untuk diri kita semua adalah mulai untuk belajar kembali memandirikan diri sendiri. Berusaha berhenti untuk mengandalkan atau menumpukan hidup kita kepada negara apalagi konstitusi yang bermain di dalamnya. Jangan berharap atau menggantungkan nasib kamu pada pemerintah ataupun orang lain yang mereka sendiri masih bergantung kepada pihak lain. Kita harus dan wajib melakukannya sendiri. Berdikari, lepas dari sistem ekonomi nasional. Memproduksi segala kebutuhan dengan tangan sendiri.

Mau makan nasi? Tanam beras sendiri. Mau makan sayur & buah? Tanam sayur & buah dengan tenaga anda sendiri. Mau makan ayam/ikan/daging? Berternaklah. Belajar permaculture dan energi alternatif lalu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Belajar ilmu pengobatan organik  dan kuasailah, karena nenek moyang anda sendiri memiliki kemampuan yang sangat vital dalam sistem pengobatan alami ini. Inilah sekian banyak dari beberapa skill dan kemampuan yang telah Allah berikan kepada setiap hambaNya yang berpikir. Setiap manusia memiliki kemampuan untuk survive (bertahan hidup) dalam situasi ataupun kondisi apapun, selama manusia tersebut memiliki niat yang teguh untuk tidak menggantungkan nasib dan hidupnya selain dari Allah Yang Maha Pemurah.

Keputusan al-Qur’an dan sejarah Islam untuk kondisi Muslim di di seluruh dunia saat ini adalah hijrah ke kampung pedalaman dan membuat komunitas sendiri yang seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad (saw), Ashabul Kahfi, Robin Hood, Sheikh Siti Jenar di Jawa Tangah, dan di masa modern; Mao Tse Tsung dari China, Fidel Castro dan Che Guevara dari Kuba, Ulama Said Nursi dari Turki, dan lain-lain. Jadi hal ini bukanlah barang baru.

 

kampung-naga

Komunitas itu akan menjadi sebuah pulau di dunia yang sudah tidak ber-Tuhan ini. Pulau itu akan memiliki pasar sendiri, ekonomi sendiri, industri sendiri, penerapan iptek sendiri, walaupun tetap membayar pajak dan tidak mengancam negara.

Siapa yang bilang menjadi Muslim adalah hal yang menyenangkan? Jika memang dunia ini bukanlah tantangan, maka tentunya kami akan menikmatinya.

Umar Faruk (ra) mengatakan, “Mengapa Muslim tidak membangun istana (gedung-gedung pemerintahan yang megah dan menjulang tinggi) seperti Bizantium dan Persia?” “Mengapa Muslim tidak memakai pakaian (seragam, ornamen, pernak-pernik, protokoler pemerintahan) seperti Bizantium dan Persia?

Muhammad (saw), “Seperti itulah surga mereka, dan surga kita hanyalah berada di akhirat!”

Surga mereka: pemerintahan dunia yang berlandaskan ketidakadilan, ketidaksetaraan, monopoli, penindasan, perbudakan, penjajahan, karena bangunan megah, mega proyek membutuhkan semua kezaliman itu.

Surga kita di akhirat, sedangkan di dunia, al-Qur’an dan sejarah Islam menghendaki pemerintahan yang ikhlas dan mengabdi kepada Allah (swt), tidak digaji dan mendapatkan fasilitas.(*)

Oleh Angkoso Nugroho

Leave a Comment