Syarat Utama dalam Memahami Dunia Akhir Zaman

In Akhir Zaman by Hamba Allah0 Comments

Kampungmuslim.org – Syarat utama dalam memahami dunia akhir zaman dimana subjek dajjal, ya’juj wa ma’juj, dabbatul ard, al Malhamah al-Qubro, dan kembalinya Nabi Isa ‘alaihis salam hanya akan bisa kita raih dengan satu jalan yaitu keyakinan yang sungguh-sungguh (beriman) kepada hal-hal yang ghaib yang merupakan bagian intisari dari penciptaan alam semesta oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Berikut penjelasannya di bawah ini.

Bismillah Arrahman Arrahiim. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Alif Lam Mim. [1]

Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, [2]

(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka (beramal soleh/ berbuat kebaikan kepada semesta alam). [3]

dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum engkau (Muhammad), dan mereka yang yakin akan adanya hari akhirat. [4] [Al-Qur’an Surah Al-Baqarah; 2 ayat: 1-4]

Pada permulaan surah Al-Baqarah ini, Allah telah mempertegas akan ciri-ciri dan syarat utama yang wajib dimiliki oleh mereka orang-orang yang bertakwa.

Ciri dan syarat tersebut adalah bagaikan tingkatan gerbang untuk melangkah ke tahap selanjutnya. Jadi sebelum seseorang berniat untuk membuka gerbang ibadah dalam hal ini melaksanakan shalat dengan benar, menjadi orang-orang yang menginfakkan sebagian rezekinya (berbuat baik kepada sesamanya/ beramal sholeh), beriman kepada Al-Qur’an dan kitab-kitabNya. Maka Allah telah mempertegas bahwasanya kita selaku hambanya wajib dan mesti meyakini dan percaya 100% dan beriman sepenuhnya kepada yang ghaib (segala hal yang ghaib).

Mengapa Allah sangat menekankan beriman kepada hal yang ghaib dan menempatkannya di awal? Apakah kita mampu melihat Allah Azza Wajalla dengan pandangan eksternal kita? Apakah kita mampu melihat iblis di sekitar kita dengan pandangan eksternal (mata fisik) kita? Apakah kita mampu melihat kedua Malaikat yang setiap saat mengikuti dan menjadi saksi dalam segala tindak tanduk kita di dunia fisik ini? Apakah kita mampu melihat kehadiran iblis, syaitan dan bangsa jin di ruang dan waktu dimensi samawat dimana kita berada hari ini? Apakah kita mampu melihat kehadiran dajjal di ruang dan waktu dimensi samawat dimana kita berada hari ini?

Tanpa meyakini dan mengimani hal-hal yang ghaib sepenuhnya. Maka Islam hanya akan menjadi pajangan atau sekedar status duniawi belaka yang hanya menjadi kiasan, hiasan dan bumbu-bumbu kehidupan duniawi kita.

Optimized-Penciptaan

 

Dan untuk meyakini dan beriman kepada hal-hal yang ghaib maka dibutuhkan bukan sekedar pengetahuan eksternal yang didapat dari ilmu pengetahuan ilmiah yang hanya dapat disaksikan oleh kedua mata fisik kita (gelar phd, doktor, master, sarjana-pun tidak dibutuhkan dalam hal ini). Yang dibutuhkan lebih dari itu, yaitu pengetahuan internal/ spiritual (epistimologi Islam melalui kitab suci Al-Qur’an) yang sangat menekankan pada penggunaan intuisi (hati/ mata bathin) dalam berselancar di dunia pengetahuan itu sendiri (dalam dunia pengetahuan ilmiah hal ini disebut sebagai proses transenden). Dan tanpa cahaya (Nur) dari Allah, maka pengetahuan ini adalah sesuatu yang mustahil diraih. Lalu bagaimanakah seseorang mampu meraih Cahaya (Nur) dari Allah? Silahkan bertanya ke lubuk hati sanubari kita masing-masing.

Memahami dan mengenal subjek dajjal, ya’juj wa ma’juj, dabbatul Ard, dan al-Malhamah al Qubra adalah bagian dari proses akhir zaman (akhir sejarah) yang merupakan bagian pertama dari proses menuju hari akhir/ kiamat (Al-Qiyamah).

“Iman kepada Allah dan Hari Akhir.” Apakah ini terdengar asing bagi kita semua?

Maka marilah kita berjuang dan berusaha dengan segenap hati dan keyakinan dari dalam diri kita masing-masing untuk menjadi kaum yang berpikir seperti yang telah diperintahkan oleh-Nya Kekasih hidup kita, Cahaya hidup kita.(*)

Sesungguhnya kebenaran hanya berada di sisi Allah dan adalah hak Dia untuk membimbing dan memberi hikmah kepada siapapun yang dikehendaki-Nya walau mereka adalah kaum yang tidak memliki kemampuan untuk membaca dan menulis.

Leave a Comment