Tentang Kampungmuslim.org

In Opini by Hamba Allah0 Comments

Kampungmuslim.org adalah sebuah wadah atau tempat atau fasilitas yang kami namakan sebuah kampung bagi kaum muslimin terutama khususnya pada generasi muda atau para pemuda penerus umat Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wasallam, dimana di tempat ini para pemuda muslim dapat menemukan berbagai ilmu Islam yang mengkaji tentang pandangan Islam akan dunia akhir zaman (Eskatologi Islam) yang berdasarkan Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah). Disajikan dengan metode pembelajaran kekinian yang berbasis digital, dimana di era ini para generasi muda kita sebagian besar telah menjadikan metode digital sebagai salah satu bagian dalam proses kehidupan mereka sehari-harinya. Oleh karena itu, kampungmuslim.org hadir sebagai ajang pembuktian kepada diri kami sendiri bahwasanya Islam selalu dan pasti memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan segala bentuk kemajuan sebuah zaman atau peradaban, karena apapun bentuk kemajuan atau kemunduran sebuah zaman atau peradaban, semua itu adalah bagian dari Islam. Seandainya manusia mengetahui dan memahami.

Pengasas bidang ilmu Eskatologi Islam atau kajian ilmu akhiruzzaman adalah Imam Al-Ghazali, Ibn Kathir, Ibn Majah, Imam al-Bukhari, Ibn Khuzaimah dan ahli Sufi. Kini ilmu yang semakin ‘hilang’ ini diteruskan kembali oleh Sheikh Maulana Imran Nazar Hosein secara meluas dengan menggabungkan kajian, fakta, dan bukti dari aspek agama, politik, keuangan, ekonomi, sejarah peradaban manusia, dan lain-lain, berserta dengan interpretasi ilmiah berpandukan Kitab (Al Quran) dan Hikmah (As Sunnah).

Ada tiga tema bahasan utama yang menurut kami sangat penting dan wajib diketahui dan dipahami oleh para generasi muda muslim hari ini, antara lain adalah:

  • Akhir Zaman yang terbagi menjadi sub kategori yang membahas tentang Al-Malhamah (perang akhir zaman), geopolotik dan strategi pemerintahan dunia, bangsa Rum dalam Islam, dan kristologi yaitu pandangan kaum ortodox nasrani tentang akhir zaman.
  • Islam yang terbagi menjadi sub kategori yang membahas tentang epistimologi Islam, metodologi Islam, politik dalam Islam, perdagangan dalam Islam dan sejarah Islam.
  • Hijrah yang terbagi menjadi beberapa subkategori diantaranya: dinar dirham yang merupakan mata uang sunnah dalam Islam, energi alternatif yang akan membawa umat manusia pada kebebasan dalam menggunakan energi, permaculture yaitu sebuah kehidupan yang berbasis pada pengelolaan sumber daya alam dan segala isinya (bertani, berkebun, dan beternak) dengan berasaskan nilai-nilai Islam sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, dan kesehatan yang akan banyak membahas tentang pengobatan herbal (alami) dimana di era atau di zaman ini banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh manusia terutama dalam hal penyediaan makanan, minuman dan obat-obatan yang berbasis kimia yang justru merusak sistem kekebalan tubuh manusia secara perlahan namun pasti, demi keuntungan bisnis (profit) duniawi semata.

Juga kami sangat merekomendasikan untuk mengunduh, mencetak, membaca dan menyebarkan ketiga buku (link terlampir di bawah ini) yang telah kami siapkan di kategori buku di website ini untuk mengkaji dan memahami tentang pandangan Islam dalam ilmu Akhir Zaman.

Pengantar Eskatologi Islam oleh Sheikh Maulana Imran Nazar Hosein

Mengapa menurut kami segala hal di atas sangat penting untuk diketahui dan dipahami oleh para generasi muda saat ini? Karena pada dasarnya ketika kita berusaha untuk melihat segala sesuatu di sekeliling kita hari ini dengan menggunakan mata hati kita, tentu saja akan banyak kita temukan segala hal yang merupakan ciri-ciri atau tanda-tanda dari akhir zaman yang semakin membuktikan dan menegaskan diri bahwa di era atau di zaman ini, kita telah hidup atau sedang menjalani hidup di dunia akhir zaman, dimana puncaknya ditandai oleh kembalinya Nabi Isa Al Masih ‘alahis salaam. Namun sebelum kembalinya beliau ke bumi tentu saja ada beberapa tanda besar lainnya yang berdatangan sebelumnya, antara lain adalah dilepaskannya Dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj di dunia yang akan membawa fitnah terbesar dan penindasan serta kezaliman kepada umat manusia.

Kami berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk

“Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.”

[Al-Qur’an Surah Al-Hajj; 22 ayat 46]

Maha besar Allah dengan segala Firman-Nya.

Umat manusia hari ini sedang tertidur lelap, dan menjalani kehidupannya dengan kebutaan massal. Apa yang menyebabkan sehingga mereka bisa seperti demikian adanya? Tentu saja semua itu disebabkan karena mereka telah menghiraukan isi hati nurani mereka demi ilusi kebahagiaan dunia sehingga tanpa sadar mereka telah menjadi musyrik dan menjalani kehidupan mereka layaknya kaum Quraish para penyembah berhala di masa lalu, namun kini berhala tersebut telah bertransformasi menjadi sebuah benda yang bernama uang. Sedemikian butanya mereka sulit menyadari ataupun terbangun dari tidurnya untuk mengetahui dan memahami bahwasanya mereka telah hidup di masa dimana Dajjal telah dilepaskan di dunia ini, mereka tidak menyadari sama sekali sebuah kenyataan dimana dinding pemisah Ya’juj wa Ma’juj telah hancur sehingga mereka telah bebas dan menyebar ke seantero bumi serta menguasai seluruh pemerintahan dunia hari ini. Mereka terlelap dan terlena sehingga tanpa sadar mereka menjalani kehidupan mereka dimana tak satupun manusia di bumi saat ini  yang tidak tersentuh oleh debu-debu riba yang tidak lain dilakukan oleh sistem perbankan yang menguasai sistem keuangan dunia hari ini. Mereka tidak menyadari bahwasanya mereka sedang hidup dalam peradaban yang tidak bertuhan sama sekali, dimana manusia hanya diarahkan untuk melihat dari sisi eksternal semata tanpa menghiraukan sisi sipiritual/ kerohanian dan sisi moralitas mereka, sehingga korupsi, kolusi, nepotisme, zinah, homoseksual, lesbianisme, perbudakan, penindasan, kebohongan, hipokrasi, oligarki dan lain-lain menjadi tampak biasa-biasa saja di hadapan mereka saat ini.

Inilah dunia akhir zaman dimana kita berada hari ini.

Namun satu hal yang harus dipahami dimana Al-Qur’an telah banyak menjelaskan dan memberikan berbagai macam perumpaan tentang tingkah laku dan kehidupan manusia, dimana ketika kehidupan manusia sudah semakin jauh dari keimanan, kebaikan akan kebenaran, dan telah berlaku penindasan dan kezaliman dimana-mana, maka sesungguhnya azab Allah itu sangatlah dekat, sangatlah dekat.

Dengan mengkaji, mempelajari dan memahami pandangan Islam akan ilmu Akhir Zaman maka kita akan mampu melihat dan menemukan kaitan dari berbagai kejadian, situasi dan kondisi di atas baik dari sisi politik, geopolitik, ekonomi, hukum, sosial, budaya, sejarah dan lain-lain, serta tentu saja azab Allah yang sebentar lagi akan menghampiri kita semua.

Azab yang dimaksud tidak lain adalah Al-Malhamah Al-Qubra yaitu sebuah perang terbesar sepanjang sejarah peradaban manusia, dimana Rasulullah Muhammad Sallallaahu ‘alaihi wassallam pun menyampaikan pesannya tentang perang tersebut yang akan memusnahkan 99 dari 100 manusia, dan semua itu hanya disebabkan oleh faktor kekuasaan akan segunung emas hitam yang keluar dari dalam sungai eufrat. Perang yang dimaksud ini tentu saja adalah perang termonuklir dimana dampak atau efek kerusakannya sangat merugikan manusia dan tentu saja alam di sekitarnya.

Lalu apa solusi dan bagaimana langkah kongkrit yang mesti diketahui, dipahami dan diamalkan oleh para generasi muda penerus umat Rasulullah Sallallahu ‘alaihi wassalam dalam menghadapi segala ujian dan tantangan serta konseskuensi dari segala hal yang telah, sedang dan akan terjadi di hari yang akan datang di dunia akhir zaman ini? Semua itu tidak lepas dari satu kata yaitu Hijrah.

Memulai hijrah dari membuka mata hati kita terlebih dahulu dengan berusaha dan berjuang untuk mengkaji dan memahami kembali ilmu Islam yang sesungguhnya dalam kaitannya dengan dunia akhir zaman dimana kita berada hari ini, sesuai dengan Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah). Kemudian hijrah dalam memperbaiki diri (bertaubat) yang sesungguhnya akan kekhilafan kita sebelumnya yang telah menjalani kehidupannya dengan mata yang buta, hijrah dari kehidupan yang berbasis perbudakan (menggantungkan nasib hidup kepada pihak lain) ke kehidupan yang berbasis kemandirian, hijrah dari kehidupan yang berbasis arogan dan sombong serta bermewah-mewahan menuju kehidupan sederhana yang berbasis kebaikan dan kerendahan hati, hijrah dari kehidupan yang berbasis riba ke kehidupan yang berbasis silturahmi, tolong menolong dan saling menghormati serta menghargai terhadap segala jenis makhluk ciptaan Allah, hijrah dari kehidupan yang tidak lagi menggunakan hukum Allah melainkan hukum buatan manusia ke kehidupan yang hanya berdasarkan atas hukum Allah melalui Al-Qur’an dan Sunnah, dan masih banyak bentuk hijrah lainnya yang juga telah dibahas secara jelas dan tegas dalam Kitab (Al-Qur’an) dan Hikmah (Sunnah).

Namun tentu saja, untuk menjalankan atau mengamalkan puncak dari hijrah yang sesungguhnya, kita semua selaku para pemuda akhir zaman ini tidak akan mungkin bisa melaksanakan segala persyaratan hijrah tersebut di tempat (wilayah) dimana kita berada hari ini, terutama di kota-kota besar maupun di kota kecil ataupun di desa-desa yang telah tersentuh oleh teknologi. Mengapa demikian? Karena teknologi adalah salah satu bentuk representasi dari peradaban akhir zaman yang dikendalikan oleh Dajjal dan dikuasai sepenuhnya oleh bangsa Ya’juj wa Ma’juj, serta menilik kondisi masa yang akan datang dan tidak lama lagi yaitu pasca Al-Malhamah tentu saja teknologi akan musnah seiring dengan prosesi dari perang akhir zaman tersebut. Oleh karena itu adalah menjadi tanggung jawab dalam diri pribadi setiap pemuda akhir zaman untuk berpikir kritis (bertafakkur), beraksi (aktif berkarya dalam langkah nyata)  dan berjuang (jihad) di Jalan Allah untuk merealisasikan Hijrah yang sebenarnya sebagai bentuk tugas dan peranan dari dalam diri masing-masing demi menyelamatkan umat generasi penerus Rasulullah Sallalaahu ‘alaihi wasallam dan mengembalikan kekuatan umat Islam yang sebenarnya.

Dan sebaik-baiknya tempat untuk hijrah bagi para pemuda akhir zaman ini adalah dengan mendirikan atau merintis berdirinya sebuah “kampung muslim,” di bagian bumi Allah yang sangat luas ini. Lalu apa definisi dari kampung muslim tersebut? Siapa, dimana, kapan, dan bagaimana memulai langkah untuk mewujudkan hijrah ke kampung muslim tersebut? Jawabannya hanya bisa diraih dalam diri setiap muslim yang mau dan niat bersungguh-sungguh untuk berpikir kritis, beraksi dan berjuang hanya di Jalan Allah.

Inilah intisari dari alasan mengapa kampungmuslim.org hadir sebagai salah satu media pembelajaran alternatif tentang pandangan Islam dalam dunia akhir zaman dimana kita berada hari ini, sehingga mampu untuk berperan serta sebagai salah satu wadah yang menginspirasi para pemuda muslim akhir zaman di berbagai wilayah di belahan Nuswantara ini dalam menjalankan hijrah untuk mendirikan (membina) kampung muslim demi menyelamatkan umat generasi penerus Rasulullah Sallalaahu ‘alaihi wasallam dan mengembalikan kekuatan umat Islam yang sebenarnya.

Semoga Allah memberikan kesempurnaan petunjuk-Nya yang lurus kepada mereka yang berjuang untuk mendapatkannya, serta memberikan hikmah kepada mereka yang berpikir, beraksi dan berjuang di Jalan-Nya. Insya Allah.(*)

Hormat Kami,

Tim Kampungmuslim.org

Kontributor Utama: Hariyanto
Penulis & Editor: Rio Esvaldino
Web Developer & Digital Strategist: Maulana Awaluddin

Leave a Comment