Tentang Waktu dalam Islam

In Opini by Hamba Allah0 Comments

Kampungmuslim.org – Kami berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang Terkutuk. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Hampir seribu tahun berlalu semenjak zionist british empire (inggris hari ini) berkuasa yang kemudian digantikan oleh zionist amerika dengan peradaban barat modernnya yang sebentar lagi akan digantikan oleh zionist israel sebagai penguasa adidaya dunia selanjutnya, dajjal dengan bantuan kaum ya’juj wa ma’juj  (gog & magog) telah menjajah umat manusia melalui doktrin edukasi dan psikologis manusia tentang waktu dalam keberhasilan/ kesuksesan kehidupan manusia. Doktrin tersebut bahkan hingga hari ini masih tertanam dalam otak bawah sadar (brainwashed) setiap generasi yang telah atau sedang berjalan atau bahkan lagi dalam proses belajar mengenal diri dan kehidupannya.

Doktrin tersebut adalah sebuah prinsip dimana hampir 90% penduduk bumi hari ini mengamininya sebagai sebuah prinsip dasar dalam menjalani kehidupannya. Yaitu “waktu adalah uang.” Inilah doktrin yang ditawarkan dajjal kepada seluruh umat manusia hingga detik ini, sehingga tanpa sadar manusia telah tercuci otaknya hingga berjalan/ bergerak seperti robot atau bahkan layaknya mayat hidup (zombies) demi mewujudkan dan merealisasikan doktrin dari prinsip tersebut. Definisi waktu yang menjadi surga dunia yang ditawarkan dajjal.

Optimized-modernpeople

Al-Qur’an melalui ayat-ayat Al-Qur’an dengan jelas dan tegas dan dengan sangat indahnya memberikan kita umat-Nya sebuah pemahaman tentang waktu dalam menjalani proses kehidupan kita setiap saat (baca Al-Qur’an dan Dimensi Waktu). Yaitu bahwasanya “Waktu adalah Allah.” Implikasinya adalah setiap detik, menit, jam, hari, bulan, tahun yang kita jalani adalah semata-mata secara totalitas adalah sebentuk pengabdian kepada Allah Subhanahu wata’ala. Dan tidak ada pengecualian terhadap hal tersebut. Tidak ada waktu untuk memikirkan diri sendiri, apalagi kenyamanan, keamanan, dan kesenangan yang ditawarkan dunia. Melainkan hanya untuk Allah dan hanya sebagai sebuah pengabdian sepenuhnya kepada Allah. Inilah yang dilakukan mereka orang-orang yang beriman terdahulu (yaitu) orang-orang yang telah Allah berikan nikmat kepadanya (Al-Qur’an Surah Al-Fatihah; 1 ayat 7).

Dengan memperdalam ilmu waktu dalam Al-Qur’an maka dengan sendirinya setiap manusia akan dikarunia oleh Allah sebuah kesempatan untuk berselancar di dunia samawat dimana ada 7 tingkatan ruang, waktu dan dimensi samawat yang tak satupun keindahan di dunia psikis yang tampak di kasat mata yang akan mampu menyaingi keindahan alam samawat ciptaan Allah Yang Maha Pencipta Yang Maha Kuasa. Kemampuan dari Allah yang diberikan kepada hamba-hambaNya dalam menyaksikan dengan mata hati (mata bathin) betapa banyaknya penindasan, perbudakan, kezalima dan fasad di sekeliling kita, dan bagaimana saudara/i kita telah menjadi robot atau mayat hidup dan sedang berlomba-lomba menjadi budak-budak nafsi-nafsinya, ini adalah salah satu dari contoh dalam berselancar di alam dan samawat ciptaan Allah Subhanahu wata’ala.

Muslim

Namun manusia tetap dibebaskan untuk memilih karena itulah berkah dan rezeki yang diberikan Allah kepada hamba-hambaNya di dunia ini, yaitu waktu/ kesempatan untuk mengambil sebuah pilihan (memilih). Apakah mereka memilih “waktu adalah uang,” dan mereka akan meraih surga dunia (surga dajjal) namun Jahannam di akhirat atau “waktu adalah Allah,” dimana mereka menjadikan dunia sebagai ladang untuk memanfaatkan waktu mereka sebaik-baiknya demi pengabdian hanya kepada Allah dan akan dijamin oleh Allah sendiri untuk menetap di surga akhirat dan kekal selama-lamanya di dalamnya.

Maha Besar Allah dengan segala Ciptaan-Nya.

Pilihan ada di keputusan kita saat ini dan di detik ini juga.

Sesungguhnya kebenaran hanya berada di sisi Allah dan adalah hak Dia untuk membimbing dan memberi hikmah kepada siapapun yang dikehendaki-Nya walau mereka adalah kaum yang tidak memliki kemampuan untuk membaca dan menulis.

image_pdfimage_print

Leave a Comment