Dajjal dan Sistem Moneter Internasional

In Al Malhamah, Geo Politik & Strategi by Rio Esvaldino0 Comments

﴾… الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِينًا …﴿

… Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. …

Q.S Al Māidah, 5:3

Ayat ini diturunkan ketika Rasulullah saw melaksanakan ibadah haji yang pertama dan terakhir, setelah penaklukkan Mekkah. Saat itu Beliau sedang memberikan Khutbatul Wada atau Khutbah Terakhir (perpisahan), dan kemudian ayat di atas turun.

Tidak sedikit Muslim yang beranggapan bahwa ayat tersebut adalah ayat Al-Qur’an yang terakhir diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Namun mereka keliru. Setelah ibadah Haji tersebut Rasulullah saw kembali pulang ke Madinah dengan sisa hidup selama 81 hari. Ketika di Madinah, turun lagi ayat Al Qur’an:

﴾ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَذَرُواْ مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ﴿

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوسُ ﴿

﴾ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُونَ وَلاَ تُظْلَمُونَ

 وَإِن كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَن تَصَدَّقُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ ﴿

﴾ تَعْلَمُونَ

وَاتَّقُواْ يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لاَ ﴿

﴾ يُظْلَمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, takutlah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.

Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).Q.S Al Baqarah, 2:278-281

Sebagaimana yang disampaikan oleh Aisyah ra dan Ibnu Abbas ra dalam Shahih Bukhari, ayat di atas adalah ayat terakhir yang diturunkan:

‘Aisyah ra berkata: “Tatkala beberapa ayat terakhir dari Surah Al Baqarah diturunkan, Rasulullah saw membacakannya di masjid dan Beliau mengharamkan jual beli minuman keras.”Shahih Bukhari, 45 Kitab: Tafsir Al Qur’an ›› Bab 2262. Surah Al Baqarah ayat 279
Ibnu Abbas ra berkata: “Ayat terakhir yang diturunkan kepada Nabi saw adalah ayat tentang riba.”Shahih Bukhari, 45 Kitab: Tafsir Al Qur’an ›› Bab 2264. Surah Al Baqarah ayat 280

Mengapa dari semua Firman Allah SWT mulai dari Kitab Taurat, Zabur, Injil hingga Al-Qur’an, ayat terakhir yang diturunkan adalah tentang Riba? Mengapa? Apakah ada kaitannya dengan Akhir Zaman? Kami akan berusaha untuk menjelaskan jawabannya. Semoga penjelasan kami dapat dimengerti dengan mudah, karena Riba ini memang topik yang sangat sulit.

Uang Kertas

Uang kertas pertama kali digunakan oleh bangsa China di zaman Dinasti Tang pada abad ke-7 M sebagai alternatif pengganti koin tembaga dalam perdagangan skala besar. Kemudian produksi uang kertas di peradaban China meningkat hingga nilainya turun drastis, dan menyebabkan inflasi yang cukup serius. Akhirnya, China tidak lagi menggunakan uang kertas di zaman Dinasti Song hingga menghapus semuanya pada abad ke 15, dan tidak lagi menggunakannya dalam beberapa ratus tahun berikutnya.[1]

Namun di suatu daerah yang jauh dari daratan China, yakni Eropa mulai menerapkan konsep uang kertas pada abad ke-17 M sebagai alternatif pengganti uang logam.[2]

Ketika terjadi perang saudara di Inggris tahun 1642 dan Revolusi Glorious tahun 1688, para Tukang emas (goldsmith), mayoritas adalah Yahudi, menawarkan jasa penyimpanan uang logam emas dan perak bagi penduduk eropa saat itu. Setiap uang logam yang disimpan, si tukang emas memberikan nota sertifikat atau banknotes (uang kertas) kepada si pemilik uang logam dengan nominal yang sesuai dengan uang logam yang tersimpan.

Banyak masyarakat saat itu menyimpan emasnya dalam Bank hingga akhirnya masyarakat tidak lagi menggunakan uang logam emas dan perak dalam bertransaksi, tapi menggunakan kertas nota tadi dalam berjual-beli. Karena mereka berpikir kertas nota tadi sama berharganya dengan uang logam, dan lebih mudah digunakan dalam jumlah yang besar.

Seorang bankir Skotlandia, William Patterson ikut serta dalam Revolusi Glorious tahun 1688 dan menetap di London, di mana dia menjadi kaya dan berpengaruh. Tahun 1691, dia bertemu dengan Michael Godfrey dan pedagang kaya lainnya untuk membahas pendirian perusahaan Bank of England.[3] Tahun 1694, setelah revolusi, Inggris mengalami krisis keuangan, kemudian Bank of England menawarkan pinjaman kepada Raja William III sebesar £1,200,000 (bunga 8%) dengan syarat bahwa ‘Gubernur dan Perusahaan Bank of England’ harus memiliki hak untuk mengeluarkan catatan atau nota (banknotes) atas seluruh ibukota.[4] Nota ini awalnya ditulis tangan dan ditanda-tangani oleh kasir banknya. Namun nota ini akhirnya ditandatangani oleh ketua kasir bank (Chief Cashier).

bankofengland

British Banknotes, Bank of England

Pada tahun 1853, nota atau uang kertas tadi tidak lagi ditanda-tangani oleh ketua kasir. Karena mesin cetak (printer) sudah ditemukan, maka banknotes dicetak dengan mesin printer. Namun, pencetakan uang kertas telah melebihi cadangan emas yang tersimpan dalam Bank of England, karena saat itu Inggris sedang berperang melawan Perancis yang membutuhkan banyak dana dalam waktu yang terbatas.[5] Mencetak uang melebihi cadangan emas inilah yang dilakukan Bank-bank di Eropa saat itu, terutama Bank of England.

Ketika terjadi krisis politk pada abad 18-19, berlanjut hingga Perang Dunia 1 dan 2, Inggris akhirnya menjadi lemah, yang sebelumnya merupakan superpower dengan armada angkatan laut yang kuat, serta dukungan dana dari Bank of England. Namun, beberapa tahun berikutnya status negara superpower berpindah ke Amerika Serikat, di mana Yahudi menjadi pemasok Dollar AS, terutama dari keluarga Rohtschild.

Tahun 1913, untuk kedua kalinya Rothshild berhasil mendirikan Banknya di Amerika Serikat, Federal Reserve, yang sebelumnya sempat disingkirkan oleh Andrew Jackson. Sekali lagi perlu kami ingatkan bahwa Federal Reserve adalah bank sentral independen yang dikuasai pihak swasta, bukan lembaga pemerintah. Federal Reserve beroperasi melalui 12 cabang pada beberapa regional Amerika Serikat, dan saham setiap cabang dimiliki oleh pihak swasta. Dalam situs resmi Federal Reserve, mereka mengklaim bahwa Sistem Federal Reserve tidak dimiliki oleh siapapun. Apakah mempercayainya?

Gedung Perkantoran Federal Reserve Bank

Gedung Perkantoran Federal Reserve Bank

Beberapa orang mengira kalau Bank Federal Reserve merupakan lembaga Pemerintah Amerika Serikat. Bank-bank itu adalah monopoli swasta yang memangsa rakyat Amerika Serikat untuk kepentingan diri mereka sendiri dan pelanggan asing mereka; spekulan asing dan domestik serta para penipu; dan pemberi pinjaman yang kaya dan sangat buasLouis McFadden, Ketua House Banking dan Komite Mata Uang pada tahun 1930an

Sistem Bretton Woods

Bretton Woods Monetary Conference, July 1-22, 1944

Bretton Woods Monetary Conference, July 1-22, 1944

Pada bulan Juli 1944, sebuah konferensi diselenggarakan di Bretton Bretton Woods, New Hampshire yang dihadiri 44 negara sekutu. Konferensi yang diprakarsai Presiden AS Frankiln Delano Roosevelt ini diadakan untuk mengatasi segala kesulitan akibat depresi besar 1930an dan Perang Dunia Kedua dalam bentuk kerja sama internasional di bidang ekonomi. Kemudian konferensi ini melahirkan sebuah sistem yang disebut Sistem Bretton Woods.[6] Arsitek utama Sistem Bretton Woods adalah Harry Dexter White (perwakilan dari Amerika Serikat) and John Maynard Keynes (perwakilan dari Inggris). Menariknya, tahun 1948 Harry dituduh sebagai agen mata-mata Uni Soviet dan kemudian mati mendadak karena serangan jantung.[7]

Konferensi ini melahirkan organisasi internasional seperti International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia (World Bank), dan Organisasi Perdagangan Internasional (ITO/WTO). Dalam sistem ini, disepakati bahwa Dollar AS digunakan dalam perdagangan internasional atau mata uang dunia (Hard Currency), dan Dollar AS dapat dijadikan cadangan divisa (foreign exchange reserves). Sederhananya, Dollar AS bisa digunakan kapanpun, di negara manapun, dan bisa ditukarkan dengan mata uang negara lain.

Namun, untuk mendapatkan Dollar AS, suatu negara harus menjadi anggota IMF. Ketika menjadi anggota, suatu negara akan diberikan kuota yang didasarkan pada faktor-faktor seperti kekuatan ekonomi dan stabilitas pemerintahannya. Namun, negara yang belum bergabung secara resmi pada tanggal 27 Desember 1945, akan diberikan kuota yang ditentukan oleh IMF. Saat itu, negara manapun secara otomatis akan menjadi anggota IMF dan Bank Dunia jika sudah menjadi anggota PBB. Indonesia menjadi anggota PBB pada tanggal 28 September 1950, dan bergabung dengan IMF pada tanggal 15 April 1954, dan karena itu kuota Indonesia ditentukan oleh IMF.[8] Kuota ini berfungsi untuk menentukan peran serta jumlah uang yang bisa dipinjam oleh suatu negara.

Ketika menjadi anggota tanggal 15 April 1954, kuota Indonesia yang diberikan IMF sebesar $110,000,000.[9] Berdasarkan Artikel III Seksi 3, setiap anggota harus menyumbangkan dana setara dengan kuota yang dimilikinya dengan emas, atau minimal 25 % dari kuotanya.[10] Saat sistem ini dibentuk, konferensi sepakat bahwa harga emas ditentukan dengan nilai Dollar AS:

US$ 35 = 1 Ons Emas

Jika, 25% dari kuota Indonesia setara $27,500,000, maka emas yang harus disumbangkan Indonesia adalah 785714,3 Ons, atau setara dengan 78571,43 Kg atau sekitar 78,5 Ton. Itu hanya 25% dari kuota, belum sepenuhnya.

Ketika Indonesia bergabung dengan IMF secara otomatis, Presiden Soekarno sempat mengundang para Ulama dan bertanya tentang uang kertas ini (Dollar AS). Para ulama menjawab, uang kertas ini bisa digunakan dan halal jika dapat ditukarkan dengan emas. Dengan kata lain, nilai emas dan uang kertas tidak mengalami perubahan. Namun kenyataan tidak demikian, Soekarno dan ulama tersebut tertipu oleh IMF, di mana uang kertas ini bisa mengalami inflasi (pengurangan nilai).

Karena telah menjadi anggota IMF, Indonesia harus menyetorkan emas yang dimiliki, dan memperoleh bantuan dana IMF dalam bentuk pinjaman beserta bunga yang besar. Soekarno tidak terima dan langsung membawa Indonesia keluar dari IMF, World Bank, dan PBB melalui UU no 1 tahun 1996.[11] “Go to hell with your aid.” Itulah perkataan Soekarno yang masih sangat terkenal hingga kini.

Tidak hanya itu, Soekarno juga bekerja sama dengan John F. Kennedy menggunakan logam mulia sebagai mata uang. Benar, John F, Kennedy sempat berpidato sebelum terbunuh, bahwa melalui Executive Order 11110 (terbit 4 Juni 1963), dia ingin AS menggunakan perak sebagai basis Dollar AS, dan mengecam tindakan The Federal Reserve serta CIA yang berkonspirasi dalam memperbudak rakyat Amerika Serikat. Tindakan JFK ini mengancam The Fed. Pada tanggal 22 November 1963, dia dibunuh.

jfkshot

Tidak hanya John F Kennedy saja yang dibunuh, tapi juga Soekarno, Raja Faisal (Raja Arab Saudi), Saddam Hussein (Presiden Irak), Muammar Khadaffi (Presiden Libya), Hugo Chavez (Presiden Venezuela), dll.

Ketika negara-negara dunia menukarkan emasnya dengan Dollar AS, maka otomatis jumlah emas Amerika Serikat bertambah. Sebagai penggagas Bretton Woods, sistem ini sangat menguntungkan Amerika Serikat karena Dollar AS menjadi standar perhitungan mata uang dunia. Pada saat itu, pemerintah AS berjanji untuk mengizinkan pertukaran setiap Dollar AS yang dimiliki oleh negara manapun dengan emas yang dimilikinya yang tersimpan di Fort Knox, Amerika.

fedsgold

Fort Knox

Akan tetapi, seiring berjalannya waktu Amerika kesulitan untuk memenuhi cadangan emas setiap kali hendak mencetak Dollar. Amerika sendiri sangat membutuhkan Dollar karena sedang terlibat perang dengan Vietnam pada tahun 1960an yang membutuhkan banyak dana. Secara perlahan kesepakatan ini dilanggar oleh Amerika, tentu lebih mudah mencetak Dollar daripada mendapatkan emas. Namun yang mimiliki hak untuk mencetak Dollar adalah The Fed (Federal Reserve), bukan Departemen Keuangan AS. Di sinilah letak keanehannya. Wewenang pencetakan uang diberikan pada pihak swasta, yakni The Fed (Bank Rothshild) yang seharusnya wewenang pihak Pemerintah.

Pada akhirnya The Fed mencetak Dollar melebihi cadangan emas yang dimilikinya. Akibatnya, terjadi krisis kepercayaan masyarakat dunia terhadap Dollar AS. Hal tersebut ditandai dengan peristiwa penukaran Dollar AS secara besar-besaran oleh negara-negara Eropa. Perancis, pada masa pemerintahan Charles de Gaulle, adalah negara pertama yang menentang hegemoni Dollar AS dengan menukarkan sejumlah 150 juta Dollar AS dengan emas.

Charles de Gaulle

Charles de Gaulle

Tindakan Perancis ini kemudian diikuti oleh Spanyol yang menukar sejumlah 60 juta Dollar AS dengan emas. Praktis, cadangan emas di Fort Knox berkurang secara drastis. Akhirnya, secara sepihak Amerika membatalkan Sistem Bretton Woods melalui Dekrit Presiden Nixon pada tanggal 15 Agustus 1971, yang isinya antara lain, Dollar AS tidak lagi dijamin dengan emas. ‘Istimewanya’, Dollar AS tetap menjadi mata uang internasional (Hard Currency) serta cadangan devisa negara-negara di dunia.

Dua tahun kemudian, dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan global akan Dollar AS, sistem lain diciptakan yang disebut “Sistem Petrodollar”. Pada tahun 1973, terjadi sebuah kesepakatan antara Arab Saudi dan Amerika Serikat. Henry Kissinger, Sekretaris Negara Amerika Serikat saat itu menemui Raja Faisal untuk mengusulkan sebuah perjanjian, yaitu setiap pembelian barrel minyak dari Arab Saudi harus dibayar dengan Dollar AS. Berdasarkan perjanjian ini, negara manapun yang berusaha membeli minyak dari Arab Saudi harus menukar terlebih dahulu mata uang negara mereka dengan Dollar AS. Dalam mewujudkan kesepakatan ini, Amerika Serikat memberikan jaminan keamanan bagi ladang minyak Arab Saudi dari tetangga mereka, termasuk Israel.

Henry Kissinger (Kiri), Raja Faisal (Tengah)

Henry Kissinger (Kiri), Raja Faisal (Tengah)

Siapa yang bisa mengendalikan pasokan makanan, maka dia bisa mengendalikan orang-orang; siapa yang bisa mengendalikan energi (oil), maka dia bisa mengendalikan benua; siapa yang bisa mengendalikan uang, maka dia bisa mengendalikan duniaHenry Kissinger, 1973

Tahun 1975, negara-negara anggota OPEC juga sepakat untuk menjual minyak mereka berdasarkan Dollar AS dengan imbalan pertukaran senjata dan perlindungan militer.

Sistem Petrodollar ini, atau secara sederhana dikenal dengan sebutan “oil for dollars,” secara langsung meningkatkan kebutuhan dunia akan Dollar AS. Dan tentu saja, karena permintaan minyak dunia meningkat, maka meningkat pula permintaan Dollar AS. Sekali lagi, kebijakan ini sangat menguntungkan Amerika Serikat sekaligus menambah kekuatan sebagai negara super power.

Petrodollar

Petrodollar

Begitulah bagaimana cara mereka berusaha mengendalikan dunia. Namun, usaha mereka tidak selalu berjalan lancar. Banyak juga yang menentang agenda mereka. Tidak hanya dari kalangan Muslim, tapi juga dari non-Muslim.

  • Pertanyaannya, setelah pencetakan uang tidak lagi berdasarkan jumlah emas yang tersimpan. Bagaimana cara Federal Reserve memenuhi permintaan dunia akan Dollar AS, yang mana semakin bertambah produksi minyak semakin tinggi pula permintaan Dollar AS?

Fractional Reserve Banking System

Tahun 1960an, Bank Sentral Amerika, The Federal Reserve menerbitkan sebuah dokumen atau buku yang berjudul “Modern Money Mechanics.” Tujuan dari dokumen itu adalah untuk menjelaskan proses dasar pembuatan uang kertas Dollar AS dalam sebuah sistem yang disebut “Fractional Reserve Banking System.” Lebih sederhananya begini:

Ketika Pemerintah Amerika Serikat membutuhkan US$10 milyar, maka mereka harus menghubungi Federal Reserve. Pemerintah AS harus menerbitkan surat obligasi (surat jaminan) dan memberikannya kepada Federal Reserve. Surat obligasi itu harus dicantumkan nominal senilai US$10 milyar. Setelah The Fed menerima surat obligasi tersebut, The Fed kemudian membuat sebuah nota atau cek yang bernilai US$10 milyar dan memberikannya kepada Pemerintah AS. Nota atau cek tadi masih belum bisa berfungsi sebagai uang. The Fed memberikan nota tersebut kepada pemerintah AS tidak “gratis,” melainkan dalam bentuk “utang.” Oleh karena itu, sampai detik ini, negara peringkat pertama dengan utang paling besar adalah Pemerintah Amerika Serikat dengan nilai utang US$ 18,624,000,000,000.[1]

Setelah memperoleh nota dari Federal Reserve tersebut, Pemerintah AS kemudian menyimpannya dalam akun Bank Komersial atau Lembaga Keuangan seperti World Bank dan IMF. Dan dengan penyimpanan ini, nota-nota tadi berubah menjadi uang sah, dan menambah US$10 milyar ke dalam saldo Amerika Serikat.

Karena zaman semakin canggih, transaksi “obligasi-nota Federal Reserve” tersebut bisa dilakukan secara elektronik. Tanpa kertas sama sekali. Pada kenyataannya, hanya 3% cadangan uang Amerika yang berbentuk fisik (kertas), 97% sisanya berbentuk digital.

Sekarang, surat obligasi Pemerintah dibuat sebagai alat utang atau jaminan. Jadi, uang diciptakan dari utang.

 

Uang=Utang
Kini, US$10 milyar tadi berada dalam akun Bank komersial atau IMF atau World Bank. Anggap saja AS menyimpannya di IMF.

Di sini menariknya. Karena, berdasarkan peraturan “Fractional Reserve Banking,” deposito (tabungan) US$10 milyar tadi menjadi bagian dari cadangan bank, seperti deposito lainnya. Dan sesuai ketentuan dalam “Modern Money Mechanics,” setiap bank (Bank atau Lembaga selain Bank Sentral) harus memiliki cadangan dana min 10% dari deposito (tabungan) yang dimilikinya. Dengan kata lain, semua uang yang tersimpan dalam bank tersebut, 10% nya harus ditahan oleh bank dan tidak boleh digunakan sedikitpun.

Itu artinya, dari setiap deposito US$10 milyar, 10%nya atau sebesar US$1 milyar harus ditahan sebagai cadangan wajib dan tidak boleh digunakan oleh bank. Sedangkan 90% sisanya boleh digunakan oleh Bank, baik untuk dipinjamkan sebagai utang (berbunga tentunya), investasi, membeli saham atau hal lainnya.

Kita anggap Pemerintah Amerika menyimpan uang US$10 milyar tadi ke dalam IMF. Dan Pemerintah Amerika mencairkan US$3 milyar untuk digunakan dalam negara atau membuat proyek pembangunan. Jadi sisanya, yakni sebesar US$6 bisa digunakan IMF untuk dipinjamkan kembali, dan US$1 harus disimpan dan tidak boleh digunakan.

Lalu negara Indonesia meminjam dana kepada IMF. Kemudian IMF menyediakan pinjaman (tentu saja dengan bunga) sebesar US$6 milyar. Ingat, seseorang, negara atau perusahaan swasta tersebut harus menyerahkan “jaminan harta” (Aset) agar Bank Komersial, IMF, atau World Bank bersedia mencairkan pinjaman!

Kemudian Indonesia membuat akun baru dan menyimpan US$4 milyar tadi di IMF. Kini otomatis jumlah “cadangan wajib” IMF bertambah karena ada akun baru, dan 10% dari akun tabungan tersebut tidak boleh digunakan IMF.

Kini, jumlah “cadangan wajib” IMF berjumlah US$ 1,6milyar. Perhitungannya seperti berikut:

Saldo awal akun Amerika = US$10 milyar. Karena peraturan perbankan “Fractional Reserve Banking,” maka 10% dari saldo awal ditahan Bank, yaitu US$1 milyar.

Saldo awal akun Pemerintah Indonesia tadi US$6 milyar. Maka 10% nya adalah US$0,6 milyar yang harus ditahan bank dan tidak boleh digunakan.

US$ 1milyar+ US$ 0,6milyar = US$ 1,6milyar.

 

Begitu seterusnya cara kerja Sistem Perbankan, luar biasa bukan? Dan suatu Bank Komersial akan “bangkrut” jika cadangannya (yang 10% setiap akun tadi) habis digunakan dalam pasar saham atau semua nasabah beramai-ramai menarik seluruh isi tabungannya!

  • Lalu, bagaimana caranya suatu negara, misalnya Negara Indonesia, mendapatkan Dollar AS agar bisa membeli (impor) minyak dan gas dari Negara-negara OPEC?

Jawabannya adalah dengan meminjam langsung kepada IMF, World Bank, atau Lembaga Keuangan lainnya yang memiliki Dollar AS. Atau perdagangan ekspor barang Indonesia yang menggunakan Dollar AS. Itu pun jika Dollar AS yang diperoleh mencukupi untuk kebutuhan membeli minyak dan gas.

  • Lantas, bagaimana cara pemerintah Indonesia dalam mencetak Rupiah?

Sistem pencetakan Rupiah sama halnya dengan prosedur pencetakan Dollar AS. Pemerintah Indonesia menerbitkan surat obligasi dan memberikannya kepada Bank Indonesia (BI) yang memiliki wewenang pencetakan Rupiah.

Dan perlu diingat bahwa selain Pemerintah, pihak lain juga bisa membuat “surat obligasi.” Namun, hanya pihak tertentu yang bisa karena peraturannya ketat sekali. Pihak-pihak penerbit obligasi itu biasanya terdiri atas:

Lembaga supranasional, seperti misalnya Bank Investasi Eropa (European Investment Bank) atau Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank).

  1. Pemerintah suatu negara
  2. Sub-sovereign, propinsi, negara atau otoritas daerah .
  3. Lembaga pemerintah.
  4. Perusahaan yang menerbitkan obligasi swasta.
  5. Dan lain-lain.
  • Apakah Bank Indonesia juga independen?

Iyaa, Bank Indonesia selaku Bank Sentral Republik Indonesia merupakan lembaga independen yang tidak lagi dikendalikan oleh Pemerintah Indonesia. Privatisasi bank sentral Indonesia dimulai pada tahun 1999, sejak BJ. Habibie menandatangi surat perjanjian yang tertera pada “Undang-undang Republik Indonesia No 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia”. Seperti ini sebagian isi dalam undang-undang tersebut:

BAB II

STATUS, TEMPAT KEDUDUKAN, DAN MODAL

 

Pasal 4

  • Bank Indonesia adalah bank sentral Republik Indonesia.
  • Bank Indonesia adalah lembaga negara yang independen, bebas dari campur tangan Pemerintah dan/atau pihak-pihak lainnya, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang ini.
  • Bank Indonesia adalah badan hukum berdasarkan undang-undang ini.

Pasal 5

  • Modal Bank Indonesia ditetapkan berjumlah sekurang-kurangnya Rp2.000.000.000.000,00 (dua triliun rupiah).
  • Modal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus ditambah sehingga menjadi 10% (sepuluh perseratus) dari seluruh kewajiban moneter, yang dananya berasal dari Cadangan Umum atau sumber lain.

Pasal 9

  • Pihak lain dilarang melakukan segala bentuk campur tangan terhadap pelaksanaan tugas Bank Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8.
  • Bank Indonesia wajib menolak dan/atau mengabaikan segala bentuk campur tangan dari pihak mana pun dalam rangka pelaksanaan tugasnya.[2]
Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia

Anda bisa lihat sendiri dari isi pasal di atas, Pemerintah Indonesia tidak lagi bisa mengendalikan keuangan Indonesia. Jangankan pemerintah, Allah SWT saja tidak bisa ikut campur dalam kebijakan BI berdasarkan pasal di atas. Apakah ini bukan syirik? Jelas, dalam agama Islam, semua hal telah diatur berdasarkan hukum dalam Al-Qur’an dan Hadits, terutama berkaitan dengan ekonomi.

Privatisasi inilah yang membuat Soeharto enggan menanda-tangani perjanjian ini. Oleh karena itu, dia berusaha dilengserkan dari jabatannya agar perjanjian ini terlaksana. Tentu saja juga ada alasan lain dalam penggulingan Soeharto. Kapitalisme sudah tidak membutuhkan dia lagi.

Pada tahun 1998, Zionis melalui anggotanya, yakni George Soros, mengobrak-abrik mata uang Negara Asia Tenggara. Bahkan, Rupiah mencapai Rp.16.800/dollar AS pada Juni 1998. Dengan melemahnya Rupiah, ekonomi Indonesia lemah, maka politik pun ikut lemah, kemudian “Revolusi Warna” bisa diterapkan untuk melengserkan Soeharto. Bisa saja Soeharto bersikeras mempertahankan jabatannya karena masih banyak TNI yang loyal kepadanya. Namun jika itu terjadi, Indonesia akan bernasib sama dengan Irak, Libya, dan negara lainnya yang hancur akibat kekuatan zionis.

Takdir berkata lain, sudah nasib Indonesia terus diperbudak, dan para Ulama Islam Indonesia buta akan hal ini!

[1] U.S. Department of the Treasury. Diperoleh 20 Agustus 2016. http://ticdata.treasury.gov/Publish/debta2017q2.html

[2] Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia. Diperoleh pada 20 Mei 2017. http://www.bi.go.id/id/tentang-bi/uu-bi/Documents/uu%20bi%2023%20th%2099.pdf

Pandangan Islam terhadap sistem moneter tersebut

Dari zaman Nabi Adam as sampai Nabi Muhammad saw, beribu-ribu tahun Allah SWT mengutus hambanya untuk memberi petunjuk kepada umat Manusia, firman Allah SWT yang terakhir turun adalah mengenai Riba.

﴾ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَذَرُواْ مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ﴿

فَإِن لَّمْ تَفْعَلُواْ فَأْذَنُواْ بِحَرْبٍ مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ ﴿

﴾ وَإِن تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُؤُوسُ أَمْوَالِكُمْ لاَ تَظْلِمُونَ وَلاَ تُظْلَمُونَ

Wahai orang-orang beriman! Takutlah kepada Allah dan tinggalkanlah sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman. Jika kamu tidak melaksanakannya (meninggalkan perbuatan riba), maka deklarasikanlah perang kepada Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zalim (merugikan) dan tidak dizalimi (dirugikan)Q.S Al Baqarah, 2:278-279

Pernyataan tegas dalam Al-Qur’an bahwa Allah SWT dan Rasul-Nya akan memerangi siapapun yang melakukan Riba. Siapapun yang melakukan Riba akan menjadi musuh Allah SWT dan Rasul-Nya. Ini sungguh pernyataan yang sangat menakutkan bagi orang-orang yang mau berpikir.

  • Lantas, bagaimana status uang kertas dan sistem moneter tersebut dalam Islam?
Nafi’ telah mengatakan bahwa Abdullah bin Umar telah membeli seekor unta betina sebagai pertukaran untuk empat ekor unta dan telah mengaturkan supaya empat unta tersebut diantar kepada pemiliknya di Rabdhah.Muwatta, Imam Malik
Abu Sa’id Al Khudriy ra berkata : bilal datang menemui Nabi saw dengan membawa Kurma Barni (jenis Kurma terbaik) maka Nabi saw berkata kepadanya: “Dari mana Kurma ini?” bilal menjawab: Kami memiliki Kurma yang jelek lalu kami jual dua sha’ Kurma tersebut dengan satu sha’ Kurma yang baik agar kami dapat menghidangkannya kepada Nabi saw. Maka saat itu Nabi saw berkata: “Celaka celaka, ini benar-benar Riba. Janganlah kamu lakukan seperti itu. Jika kamu mau membeli Kurma maka juallah Kurmamu dengan harga tertentu kemudian belilah Kurma yang baik ini”Shahih Bukhari, 2145

Dari hadits di atas, mari kita simpulkan:

1 ekor Unta Betina >ditukar dengan< 4 ekor unta. Dilakukan dengan tunai/tidak tunai. Dan ini tidak Riba

1 sha’ Kurma bagus >ditukar dengan< 2 sha’ kurma jelek. Dilakukan secara tunai adalah Riba.

Mengapa? sebab unta tidak bisa berfungsi sebagai mata uang, sedangkan Kurma bisa berfungsi sebagai mata uang. Benda dan makhluk hidup seperti emas, perak, gandum, jewawut, kurma, garam, atau gula bisa berfungsi sebagai mata uang. Namun, mata uang yang sejenis tidak dapat ditukarkan dalam jumlah atau kualitas yang berbeda. Perhatikan hadits berikut:

Abu Sa’id Al Khudriy ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “emas ditukar dengan emas, perak ditukar dengan perak, gandum ditukar dengan gandum, jewawut ditukar dengan jewawut, kurma ditukar dengan kurma, garam ditukar dengan garam, (tidak mengapa) jika sama takarannya dan langsung serah terima (tunai). Barangsiapa melebihkan atau lebih, maka ia telah melakukan praktek riba, baik yang mengambil atau yang memberi.”Shahih Muslim, 2971

Namun, apabila emas ditukar dengan perak, perak ditukar dengan emas, tidak mengapa walaupun takarannya berbeda. Seperti hadits berikut:

Abu Bakrah ra berkata: Rasulullah saw bersabda: “Janganlah kalian berjual beli emas dengan emas kecuali dengan jumlah yang sama, perak dengan perak kecuali dengan jumlah yang sama dan berjual belilah emas dengan perak atau perak dengan emas sesuai keinginan kalian”Shahih Bukhari, 2029
  • Apa hubungannya dengan uang kertas?

Bukankah pertukaran antara Dollar AS dengan mata uang negara lain tidak sama takarannya, padahal sama-sama terbuat dari kertas? Pada tanggal 23 september 2016, kurs Rupiah dan Dollar AS adalah Rp.13.000 = US$.1. Ini jelas tidak sama takarannya. Inilah yang disebut “Inflasi” (ketika Uang Kertas lebih banyak dibandingkan Barang dan Jasa). Juga, Uang Kertas diciptakan oleh manusia dengan jumlah yang melampaui batas hingga menyebabkan ekonomi tidak seimbang. Sedangkan Emas, Perak, Kurma dan yang lainnya diciptakan oleh Allah SWT, yang tentu saja Allah SWT Maha Mengetahui berapa jumlah emas, perak, dll yang harus Dia ciptakan untuk sirkulasi ekonomi umat Manusia. Jika kita berserah diri kepada Allah SWT dalam mengatur ekonomi umat Manusia, maka itulah salah satu wujud Islam, yakni berserah diri. Jika sebaliknya? Silahkan anda jawab sendiri.

Pencetakan uang kertas ini tentu merupakan perbudakan dunia yang dilakukan oleh AS kepada seluruh umat manusia. Sebab, mereka menciptakan uang dari kertas dan hampa udara (digital), dan uang itu mampu membeli apa saja.

Apakah saat ini, para Ulama Islam terutama di Indonesia mengetahui akan hal ini? ini pertanyaan yang sungguh menggelikan. Mungkin jika berpikir secara positif, hanya sedikit para cendekiawan Islam yang mengetahuinya. Bahkan MUI (Majelis Ulama Indonesia) saja melegalkan uang elektronik. Menghalalkan apa yang Allah SWT haramkan.

Press conference true money yang diresmikan oleh ketua MUI

Press conference true money yang diresmikan oleh ketua MUI

“TrueMoney menjadi uang elektronik pertama di Indonesia yang mengantongi sertifikat ini. Kalau ada produk sejenis menggunakan Syariah, kami belum berikan sertifikat. Kalau TrueMoney kami sudah audit dan semua sudah memenuhi unsur syariah,”[1]

ungkap Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, KH. Ma’ruf Amin usai menyerahkan sertifikat kepada Komisaris TrueMoney Witami Habib Helmi Baharum di Jakarta, Senin (28/3/2016)

‘’Layanan ini memberi kemudahan masyarakat kepada masyarakat bertransaksi, terutama mereka yang tidak memiliki akun perbankan,’’[2]

kata Maruf Amin.

Namun, tentu saja kita masih belum bisa melepaskan diri sepenuhnya dalam penggunaan uang kertas yang tak berbasis emas saat ini. Rasulullah saw pernah bersabda bahwa di akhir zaman nanti, dunia tidak akan bisa lepas dari yang namanya “Riba,” dan juga Rasulullah saw bersabda bahwa siapa saja yang (berusaha) tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya.

Rasulullah saw bersabda: “Sungguh akan datang pada manusia suatu masa (ketika) tiada seorangpun di antara mereka yang tidak akan memakan (harta) riba. Siapa saja yang (berusaha) tidak memakannya, maka ia tetap akan terkena debu (riba)nya”HR Ibnu Majah, dan Sunan Abu Dawud, dari Abu Hurairah

Bagaimanapun, memang sulit untuk tidak memakai uang ketas saat ini, sebab para penguasa melarang menggunakan Emas (Dinar), Perak (Dirham), atau yang lainnya dalam bertransaksi di zaman modern ini. Berdasarkan peraturan IMF yang tercantum dalam “Article 4, Section 2 (b),” melarang setiap negara anggota IMF menggunakan emas sebagai mata uang.

Oleh karena itu berusahalah kembali menggunakan uang sunnah. Semoga Allah SWT memudahkan kita kembali ke jalanNya yang lurus.

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا ﴿

خَيْرًا لِّأَنفُسِكُمْ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah; dan infakkanlah harta yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yang beruntungQ.S At Taghaabun, 64:16

لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْسًا إِلاَّ وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا ﴿

لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ

عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا

وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari kebajikan yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdo’a), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hokum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir”Q.S Al Baqarah, 2:286

Semoga kita dimasukkan ke dalam JannahNya dengan apa yang kita usahakan, dan semoga kita digabungkan dengan orang-orang yang saleh

اطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ أَنتَ وَلِيِّي فِي الدُّنُيَا وَالآخِرَةِ …﴿

تَوَفَّنِي مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِينَ

“… (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh”Q.S Yusuf, 12:101

[1] Dapat Sertifikat MUI, TrueMoney Hadirkan e-Money Syariah. Diakses Senin, 10 Agustus 2016. https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20160328165334-185-120085/dapat-sertifikat-mui-truemoney-hadirkan-e-money-syariah

[2] TrueMoney Witami Raih Sertifikat eMoney Syariah dari MUI. Diakses Senin, 10 Agustus 2016. http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/syariah-ekonomi/16/03/28/o4qsmf219-truemoney-witami-raih-sertifikat-emoney-syariah-dari-mui

Timur Tengah

Jika minyak mulai dijual dengan uang selain Dollar AS, seperti Emas, Yuan China, Rubel Russia, Euro, atau Rupiah, maka hagemoni Amerika Serikat akan berakhir. Amerika akan mengalami keruntuhan yang sangat hebat.

Saat ini banyak yang membenci sistem Petrodollar ini, beberapa negara produksi minyak mulai mempertanyakan kebijakan tentang menerima uang kertas yang tak berharga ini sebagai transaksi minyak dunia. Beberapa negara akhirnya menjauh dari sistem petrodollar ini. Seperti Iran, Suriah, Venezuela, dan Korea Utara. Selain itu, beberapa negara lain memilih untuk menggunakan mata uang mereka sendiri untuk transaksi minyak seperti negara anggota BRICS, yakni Russia, China, dan India. Sedangkan Irak yang pernah berusaha menentang hagemoni Dollar AS dihancurkan, karena Irak menyatakan akan menjual minyak menggunakan Euro, bukan Dollar AS. Sejak saat itu, dilancarkanlah segala propaganda media. Irak di bawah kepemimpinan Saddam Hussein (Alm) diinvasi atas tuduhan kerja sama dengan teroris, memiliki Senjata Pemusnah Massal (WMD), dan atas pembantaian saat invasi ke Kuwait. Pada akhirnya, Irak hancur akibat serangan koalisi AS, Barat, dan Negara Teluk, sedangkan Saddam Hussein dijatuhi hukuman gantung.

Hukuman gantung Saddam Hussein

Hukuman gantung Saddam Hussein

Lain hal dengan Muammaf Khadafi (Alm), orang yang sangat blak-blakan menyatakan akan menjual minyak Libya dengan Emas dan menerapkan kebijakan ini terhadap negara-negara tetangga di Benua Afrika. Zionist langsung ketar-ketir dan tak tinggal diam. Propaganda terhadap Khadafi pun dilancarkan, Colour Revolution dijalankan, dan pada akhirnya terjadi revolusi di Libya. Barat kemudian berhasil menggulingkan Khadafi melalui “Arab Spring”.

Alm Muammar Khadafi yang dibunuh oleh rakyatnya sendiri

Alm Muammar Khadafi yang dibunuh oleh rakyatnya sendiri

Bukan itu saja, penggulingan Presiden Khadafi juga dibantu oleh salah satu Ulama Islam, yakni Sheikh Yusuf Qaradhawi, Ulama Ikhwanul Muslimin, melalui fatwa yang menyatakan untuk segera membunuh Khadafi.

Yusuf al Qaradawi

Yusuf al Qaradawi

Saya katakan pada saudara dan anak-anak saya yang menjadi tentara dan perwira di Angkatan Darat Libya untuk tidak taat ketika pemerintah memberi perintah untuk membunuh rakyat menggunakan pesawat tempur. Saya kini mengeluarkan fatwa mendesak tentara dan perwira yang bisa membunuh untuk membunuh Muammaf Khadafi.Yusuf Qaradhawi

Kini, tidak ada lagi negara dan pemimpin yang berani bersuara lantang menentang Sistem Petrodollar, kecuali dua kekuatan besar, yakni Rusia-Vladimir Putin dan Tiongkok-Xi Jinping!

Xi Jinping (kiri) dan Vladimir Putin (kanan)

Sudah berapa banyak umat Manusia khususnya umat Islam yang mereka bantai demi agenda “New World Order” atau disebut juga sebagai dunia Unipolar. Agenda mereka ini telah menciptakan kerusakan di muka bumi, dan dengan arogannya memaksa umat manusia untuk tunduk dalam kekuasaan mereka.

Suriah

Konflik Suriah awalnya berasal dari aksi demonstrasi menentang pemerintahan Bashar al-Assad, yang mana aksi tersebut dipicu oleh peristiwa ‘Arab Spring’ di Timur Tengah. Aksi protes kemudian berubah menjadi anarkis hingga kedua kubu baik dari pihak pro-pemerintah maupun anti-pemerintah mengalami beberapa kerusakan dan korban jiwa. Presiden Bashar al-Assad menyalahkan ‘konspirator asing’ sebagai dalang dari aksi protes yang sejalan dengan agenda zionis. Kemudian muncul pasukan oposisi pemberontak yang menentang Assad dan berusaha menggulingkannya, seperti FSA (Free Syrian Army), dll. Tak cukup sampai disitu, propaganda isu Sunni-Syiah pun dilancarkan melalui media mainstream yang bertujuan untuk mengundang kelompok Islam radikal dari luar Suriah agar ikut campur dalam konflik Suriah dan menggulingkan pemerintahan Bashar al-Assad.

Barat mendukung ‘Arab Spring’ atau revolusi warna (colour revolution) di Timur Tengah demi agenda globalisasi dan hagemoni mereka. Mereka bersaha menggulingkan pemerintahan sah Bashar al Assad di Suriah agar bisa menggantinya dengan rezim yang pro-Barat (rezim boneka). Namun, Moskow berusaha mencegah rencana tersebut yang diciptakan oleh Washington, Eropa Barat dan Negara Sekutu AS di Timur Tengah seperti : Arab Saudi, Qatar dan Turki. Bagaimanapun, setiap negara juga memiliki kepentingannya masing-masing di Suriah. Alat yang digunakan untuk menggulingkan Assad adalah dengan menciptakan kelompok Islam radikal seperti ISIS, Front al-Nusra (cabang Al Qaeda), dan yang lainnya.

Di Suriah, secara tidak langung Rusia berhadapan dengan Amerika Serikat dan Negara anggota NATO. Negara barat sendiri ikut memerangi ISIS – kata mereka – namun fakta di lapangan, mereka sangat mendukung kelompok Islam radikal ini untuk menggulingkan Assad. Taktik yang sama juga digunakan untuk menggulingkan pemerintahan Khadafi (alm).

Selain itu, adanya kelompok teroris di Irak dan Afghanistan, tampaknya memberikan alasan tersendiri bagi AS mendirikan pangkalan militer di negara tersebut. Oleh karena itu, Suriah merupakan tantangan yang sangat penting bagi Rusia, dan juga umat Islam tentunya.

Namun Rusia adalah negara kekuatan nuklir. Keterlibatan Rusia di konflik Suriah merubah situasi dan mengacaukan agenda jahat zionis di Suriah.

Suriah adalah benteng terakhir umat Islam, sebab Suriah adalah negara Arab terakhir yang sangat sulit dikendalikan oleh zionis. Seperti poin-poin berikut ini :

  • Suriah sangat menentang agenda New World Order
  • Suriah sampai saat ini satu-satunya negara arab yang belum berdamai dengan Israel
  • Wilayah Suriah masuk kedalam incaran The Greater Israel (Yinon Plan)
  • Bank Sentral Suriah berada dalam kendali pemerintah, bukan Rothschild
  • Suriah tidak punya hutang kepada IMF
  • Suriah tidak bersedia menandatangani kesepakatan Jalur Pipa Gas yang melalui Suriah, dari Qatar menuju Eropa
  • Suriah tidak mengimpor maupun memproduksi GMO’s
  • Suriah memiliki ladang minyak
  • Suriah selalu mengirim bantuan militer ke Palestina

Perang proksi terhadap Suriah diiringi dengan kebijakan konsisten AS yang telah mendominasi energi kaya Timur Tengah, apalagi sejak AS mampu menerapkan tekanan terhadap produksi minyak yang akan dijualkan dalam bentuk Dollar AS sehingga memperkuat mata uang mereka. Juga sangat tergantung pada kekuatan mereka untuk memproyeksikan kekuatan militer, sebagaimana telah terbukti oleh konsentrasi pangkalan militer di Timur Tengah.

Namun AS tidak selalu berhasil mencapai tujuan yang diinginkan, misalnya invasi ke Irak, yang seharusnya bisa mengontrol penuh atas sumber minyak penting, tapi karena musuh Saddam Hussein merupakan sekutu alami Iran, dengan demikian Irak akan bergerak ke ranah pengaruh Iran. Tampaknya jadi motivasi penting bagi AS yang notabene sekutunya Arab Saudi dan Qatar yang juga memiliki alasan tersendiri untuk melemahkan Iran.

Meskipun Suriah bukanlah produsen utama minyak, satu penjelasan tertentu yang mempertimbangkan mengapa Suriah menjadi target adalah penemuan pada tahun 2007 cadangan gas alam terbesar yang diketahui berada di Teluk Persia, yang mana kemudian dibagi antara Iran dan Qatar. Qatar kemudian membangun proyek jalur pipa gas yang melewati Suriah menuju Turki dan Eropa. Sedangkan Iran membangun proyek jalur pipa gas yang disebut PARS Pipeline. Proyek pipa gas Qatar-Turki belum juga dibangun di Suriah, sedangkan proyek pipa gas Iran PARS sudah mencapai pinggiran kota Damaskus yang bentar lagi akan selesai.

holdersofnaturalgas

Sementara itu beberapa tahun terakhir ini Uni Eropa telah cemas atas ketergantungan sumber energi, dan akhirnya memulai proyek pipeline Nabucco pada tahun 2009, yang mana berawal dari laut Kaspia (Azerbaijan) melalui kaukasus, Turki, dan menuju Eropa dengan harapan mengurangi ketergantungan Uni Eropa terhadap gas alam Rusia. Awalnya Uni Eropa berharap pemasok (sumber) gas alam berasal dari Irak,, Turkmenistan dan Mesir. Namun proyek Nabucco tersendat beberapa bulan lalu dikarenakan masalah sengketa.

maps

Sementara saingannya ‘Gazprom pipeline’ yakni jalur pipa gas dari Rusia menuju Eropa yang juga melintasi Laut Hitam melalui rute menuju Eropa telah sukses dibangun.

rgassuplies

Tak dapat dipungkiri lagi, kalau konflik Suriah adalah pertempuran memperebutkan Gunung Emas Sungai Efrat. Gunung Emas yang dimaksud adalah energi yang kini dipertarungkan, yakni Jalur Pipa Gas yang dapat memelihara kelangsungan hidup Sistem Petrodollar. Jika Uni Eropa bersedia membeli gas Russia, maka Uni Eropa tidak memerlukan lagi Dollar AS untuk dipakai dalam transaksi, sebab tentu saja Rusia akan menerapkan kebijakan menggunakan mata uang Ruble (mata uang Russia). Permintaan Dollar AS pun menurun, dan tentu saja, ini kan melemahkan status AS sebagai negara super power. Pertarungan ini akan mengakibatkan 99 dari 100 orang akan meninggal. Kemungkinan Perang Dunia Ketiga (Malhamah) pecah di kota Aleppo (Armageddon).

Rasulullah bersabda : “Hari Kiamat tak akan terjadi sebelum Sungai Eufrat mengering dan menyingkapkan Gunung Emas. Orang-orang saling membunuh untuk memperebutkannya. Setiap 99 dari 100 orang akan terbunuh, namun masing-masing dari mereka berkata, ‘Barangkali aku yang menjadi orang yang selamat itu ”

(H.R Muslim)

Dan kebenaran itu bagaikan butiran bintang di langit yang saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya untuk menjadi petunjuk arah bagi manusia. Tidak akan ada kebengkokan dalam sebuah kebenaran dan tentu saja hanya hati yang bisa melihat, hati yang bisa mendengar dan hati yang berusaha untuk memahami, yang akan dapat mengenali dan menemukan kebenaran tersebut dibalik fitnah dan penipuan ilusi peradaban modern yang mereka anggap sebagai sebuah kemajuan.

Semoga Tuhanu menyempurnakan petunjukNya yang lurus kepada kami agar kami lebih dekat (kebenarannya) dari pada ini semua. Insya Allah.

 

Referensi:

[1] Willem Vissering, On Chinese currency. Coin and paper money. Forgotten Books, 1877, hlm 161-177

[2] William N. Goetzmann; K. Geert Rouwenhorst , The Origins of Value: The Financial Innovations that Created Modern Capital Markets. Oxford University Press, 2005, hlm 94

[3] A. Andreades, History of the Bank of England. London: P. S. King & son, 1966, hlm 61

[4] Christopher Hollis, The Breakdown of Money, London: Purnell and Sons Paulton, 1934, hlm 50

[5] A brief history of banknotes, http://www.bankofengland.co.uk/banknotes/Pages/about/history.aspx#top. Diakses tanggal 6 April 2017

[6] Stephen G. Hall, Bretton-Woods systems. Yunani: Bank of Greece, 2010, hlm 8

[7] FBI Memorandum identifying Harry Dexter White as agent Jurist, https://en.wikisource.org/wiki/FBI_Memorandum_identifying_Harry_Dexter_White_as_agent_Jurist. Diakses tanggal 4 April 2017

[8] Articles of Agreement of the International Bank for Reconstruction and Development, July 22, 1944

[9] Kuota Indonesia, http://www.imf.org/external/np/fin/tad/exquota.aspx?memberKey1=440&date1key=2003-12-31

[10] Articles of Agreement of the International Bank for Reconstruction and Development, July 22, 1944

[11] Penarikan Diri Republik Indonesia dari Keanggotaan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund) dan Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (International Bank for Reconstruction and Development). Silahkan download di website kami, http://kampungmuslim.org/arsip-ilmu-akhir-zaman/

Leave a Comment