Ya’juj dan Ma’juj (Gog and Magog)

In Sejarah by Rio Esvaldino0 Comments

10 tanda kiamat besar.

Abu Sarihah Hudzaifah bin Usaid berkata, Rasulullah saw berada di kamar sementara kami berada di bawah, beliau melihat kami dari atas lalu bertanya: “Apa yang kalian bicarakan ?”. Kami menjawab: Kiamat. Beliau bersabda: “Kiamat tidaklah terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda-tanda; Asap, Dajjal, Binatang Buas, Matahari Terbit dari Barat, Turunnya Isa putera Maryam, Ya’juj dan Ma’juj, Turunnya Tanah Bumi di Timur, Turunnya Tanah Bumi di Barat, Turunnya Tanah Bumi di Arabia, Api akan muncul dari Yaman yang akan mengumpulkan manusia(Shahih Muslim, 5163)

 

Patung Ya’juj dan Ma’juj di Guildhall, Kota London

Patung Ya’juj dan Ma’juj di Guildhall, Kota London

Siapa Ya’juj dan Ma’juj ini ?

Siapa Ya’juj dan Ma’juj ini ? Apakah mereka makhluk aneh ? Apakah mereka makhluk luar angkasa ? Apakah mereka Jin atau Malaikat ? Apakah mereka seperti Dajjal yang bukan manusia, jin maupun malaikat ? Apakah mereka ini manusia?

Mari kita mengacu pada Al-Qur’an terlebih dahulu untuk menjawabnya. Dalam Surah Al Kahfi, Allah SWT berfirman:

Mereka berkata, “Wahai Zulkarnain! Sungguh, Ya’juj dan Ma’juj itu (makhluk yang) berbuat kerusakan di muka bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka(Q.S Al Kahf, 18:94)

Dari ayat di atas disebutkan bahwa suatu kaum manusia mengadu kepada Dzul Qarnain tentang Ya’juj dan Ma’juj yang melakukan Fasad (kerusakan) di wilayah mereka. Mereka meminta agar dibuatkan dinding pembatas (tembok) yang mengurung Ya’juj dan Ma’juj sehingga melindungi mereka dari Fasad. Dalam Al-Qur’an, para pelaku Fasad dijatuhi hukuman yang sangat luar biasa di dunia dan juga mendapat hukuman yang tiada tara di akhirat kelak.

Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah dibunuh dan disalib, atau diotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu kehinaan bagi mereka di dunia, dan diakhirat mereka mendapat azab yang besar(Q.S Al Maa’idah, 5:33)

Oleh karena itu, perilaku Fasad dilakukan oleh Makhluk yang diberi oleh Allah SWT sebuah Hasrat (Nafsu) hingga mampu untuk memilih dan menentukan yang haq dan bathil. Makhluk-makhluk Allah SWT yang diberi hasrat oleh Allah SWT adalah Jin dan Manusia, sedangkan Malaikat tidak. Malaikat tidak memiliki kehendak untuk melakukan sesuatu dan tidak dapat melakukan dosa, sebab tindakan mereka berdasarkan perintah Allah SWt, maka mereka tidak dapat melakukan Fasad. Tidak pula Malaikat dapat dikurung dalam materi dinding penghalang. Sedangkan Jin memiliki hasrat didiberi kemampuan untuk menentukan pilihan, namun Jin merupakan makhluk yang kasat mata, mereka tidak dapat dilihat oleh manusia apabilia mereka melakukan Fasad. Sebagai tambahan, Jin tidak dapat dilihat karena berada dalam dimensi ruang dan waktu yang berbeda dengan alam manusia, dengan demikian, seperti halnya Malaikat, tidak dapat dikurung di balik materi dinding penghalang.

Satu lagi makhluk Allah SWT yang memiliki hasrat adalah Manusia. Tidak seperti Malaikat dan Jin, Manusia dapat dikurung di balik materi dinding penghalang. Kesimpulan yang tak terelakkan yaitu Ya’juj dan Ma’juj adalah manusia. Alhamdulillah, Rasulullah saw menjelaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah manusia dari keturunan Adam as.

Abu Said al-Khudri memaparkan bahwa Nabi bersabda: “Pada Hari Penghakiman Allah akan memerintahkan Adam untuk membawa dari seluruh keturunannya orang-orang yang akan memasuki api neraka. Adam akan bertanya: ‘Ya Tuhan, siapa mereka?’ Allah akan berfirman: ‘Sembilan ratus sembilan puluh sembilan dari seribu untuk api neraka sementara satu untuk surga.’ Saat mendengar ini, para sahabat diliputi rasa takut dan mereka bertanya, “Ya Rasulullah, siapa yang satu untuk surga itu?”

Nabi bersabda: ‘Jangan bersedih hati, sembilan ratus sembilan puluh sembilan adalah Ya’juj dan Ma’juj sementara kalian adalah yang satu untuk surga.’ (yakni jumlah kalian dibandingkan dengan mereka adalah satu dalam seribu).(HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj adalah keturunan Adam”(Kanz al-Ummal, Hadits No. 2158)
Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Ya`juj dan Ma`juj dari keturunan Adam. Sekiranya mereka dilepas niscaya mereka akan merusak kehidupan manusia. Dan tidak mati salah seorang dari mereka melainkan ia meninggalkan dari keturunannya seribu atau lebih.”(HR. Ath-Thabarani)

Namun, kenapa Dzulkarnaen tidak membinasakan mereka saja dan tidak perlu repot membuat tembok pembatas bagi mereka ? ini aneh. Hal ini karena hanya Allah SWT yang bisa membinasakan mereka dan juga Allah SWT membiarkan mereka bercampur satu-sama lain dengan manusia lainnya untuk menguji manusia itu sendiri. Hadits Qudsi:

Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku (yakni Ya’juj dan Ma’juj) begitu kuat sehingga tidak ada kecuali Aku yang dapat menghancurkan mereka(Sahih Muslim)

Hanya Allah SWT yang mampu membinasakan mereka, bahkan Isa as tidak mampu membinasakan mereka pada akhir zaman nanti. Nabi Isa as dan hamba Allah saat itu menaiki gunung Thur dan berdo’a kepada Allah agar membinasakn Ya’juj dan Ma’juj. Kemudian Allah mengirimkan jutaan hama serangga yang menyebarkan wabah penyakit. Wabah penyakit ini yang akan membinasakan Ya’juj dan Ma’juj.

Patung Ya’juj dan Ma’juj di Royal Arcade, Melbourne Australia.

Patung Ya’juj dan Ma’juj di Royal Arcade, Melbourne Australia.

 

Dari mana asal-usul mereka?

Para ulama atau ilmuwan Muslim terdahulu telah mengetahui lokasi Ya’juj dan Ma’juj. Namun peta yang mereka buat tidak terlalu bagus, sebab penjelajahan, penggambaran dan teknologi saat itu masih belum mendukung, serta penentuan lokasi Ya’juj dan Ma’juj yang sedikit melenceng ke arah utara. Coba perhatikan bacaan ‘bergaris bawah warna merah’ pada gambar peta di bawah ini:

13198645_1623218188002796_5643303230361225391_o

Hingga ketika dia (Dzulkarnain) telah sampai di tempat matahari terbenam (sebelah Barat), dia melihatnya (matahari) terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam (Laut Hitam), dan disana ditemukannya suatu kaum. Kami berkata: “Hai Zulkarnain! Engkau boleh menghukum atau berbuat kebaikan terhadap mereka.(Q.S Al Kahf, 18:86)

Laut Hitam

Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain). Hingga ketika dia sampai di tempat terbit matahari (sebelah Timur, Laut Kaspia) didapatinya (matahari) bersinar di atas suatu kaum yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya matahari) itu,(Q.S Al Kahfi, 18: 89-90)

Sekali kita mengenali Laut Hitam (Black Sea) sebagai laut yang terletak di tepi arah Barat dalam perjalanan Dzul Qarnain, maka laut di arah Timur adalah Laut Kaspia (Caspian Sea) (lihat Peta  di bawah ini):

Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang (kedua gunung itu) suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan.(Q.S Al Kahfi, 18: 92-93)

Di antara dua laut ini ada Pegunungan Kaukasus (Caucasus Mountain). Sesungguhnya, pegunungan ini merentang panjang dari satu laut ke laut berikutnya dan dengan begitu pegunungan ini memisahkan Eropa dari Asia (lihat Peta di bawah ini):

Sekarang kita harus menemukan satu-satunya jalan di antara dua pegunungan dan bukti bijih besi dari reruntuhan dinding penghalang Dzul Qarnain. Cukup pasti, jalan Georgian Military Highway yang dibangun bangsa Rusia pada abad ke-19 merupakan satu-satunya jalan yang dapat dilewati yang menghubungkan wilayah di sebelah utara pegunungan itu dengan wilayah di sebelah selatannya. Jalan itu masih menjadi jalan sepanjang 220 kilometer dari Tbilisi di Georgia sampai Vadikavkaz di Rusia. Nama jalan itu dinamai oleh Tsar Alexander I, rute ini sebenarnya sudah ada pada abad pertama sebelum masehi dan masih menjadi jalan penting sebagai satu-satunya jalan ke Rusia dengan melewati Pegunungan Kaukasus.

Informasi sudah tersedia di internet yang menggambarkan jalan itu sebagai “jalan spektakuler, yang berkelok-kelok melalui pegunungan tinggi, naik hingga di atas 2300 m di Krestovy. Menuju utara dari Tbilisi terlebih dahulu melewati benteng Ananauri yang dibangun sejak zaman pertengahan, melihat ke bawah ada pemandangan sungai dan lembah Aragvi. Mendekati perbatasan Rusia, ada kota Kazbegi, melihat pemandangan Gunung Kazbegi yang sangat besar (5033 m), puncak tertinggi Pegunungan Kaukasus di Georgia. Lokasi terakhir yang menarik adalah Jurang Daryal, di mana jalan sepanjang beberapa kilometer di dasar sempit di bawah karang batu besi (granit) setinggi 1500 meter”. “Daryal penting dalam sejarah karena merupakan satu-satunya jalan lewat yang tersedia untuk melewati Pegunungan Kaukasus dan sudah lama dibentengi paling tidak sejak 150 tahun SM. Reruntuhan benteng kuno masih dapat dilihat.”

Sekarang kita telah menentukan letak jalan lewat di antara pegunungan dan sekarang masih tersedia bagi proses penyelidikan arkeologi untuk mencari sisa dinding penghalang. Dr. Tammam Adi telah menunjukkan dalam wawancara pribadi dengan penulis: “Saya kira sisa reruntuhan dinding penghalang yang masih tertinggal (yakni dinding penghalang yang dibangun Dzul Qarnain) ada di dasar jurang dan terbuat dari perunggu, campuran besi dan kuningan/tembaga, sebagaimana yang dinyatakan dengan jelas dalam ayat itu”. Kita harus mencari bukti bijih besi di tempat itu dan di sekitar wilayah bagian selatan Pegunungan Kaukasus karena di situlah tempat orang-orang harus menemukan besi dan membawa potongan-potongan atau balok-balok besi untuk Dzul Qarnain.

Artikel wikipedia tentang Jurang Daryal yang merupakan naskah hasil kerjasama dengan Ensiklopedia Britannica (edisi ke-11) menentukan “asal nama Jurang itu dari kata Dar-e Alan yang berarti Gerbang Alans dalam bahasa Persia. Jurang tersebut, dikenal pula dengan nama Gerbang Iberian atau Gerbang Kaukasus, disebutkan dalam sejarah Georgia dengan nama Ralani, Dargani, Darialani.” Dengan kata lain, nama Daryal mempertahankan fakta sejarah tentang dinding penghalang yang dibangun dari logam yang pernah ada di Jurang itu.

Akhirnya, sisi-sisi pegunungan di kedua sisi Jurang Daryal berbentuk seperti dua sisi kerang-laut yang terbuka tepat seperti yang digambarkan oleh Al-Qur’an dengan kata Shadafain. Inilah foto Jurang Daryal yang diambil pada tahun 1872:

Berikut ini adalah sebuah foto kerang terbuka yang menunjukkan shadafain yakni dua sisi yang menyatu di dasar dan terpisah di bagian atas yang bergerigi, dan kemudian dua gambar lagi yang dengan jelas melukiskan ciri shadafain atau berbentuk kerang (yakni dua sisi kerang yang terbuka) di Jurang tersebut:

Kita pun harus menemukan bahasa yang diucapkan di daerah selatan Pegunungan Kaukasus, yang berbeda dari semua bahasa lainnya yang diucapkan di dan sekitar wilayah itu yang diketahui dunia kemudian. Kita perlu melakukannya karena pengalaman Dzul Qarnain saat mendatangi lokasi itu dia mendapati orang-orang tidak dapat mengerti bahasa yang dia gunakan.

Bisa dipastikan, bahasa Georgia yang diucapkan di selatan Pegunungan Kaukasus itulah bahasa yang dimaksud. Itu adalah bahasa pra-Indo-Eropa yang terisolasi tanpa hubungan dengan bahasa lain dan telah diucapkan di sana paling tidak selama 5000 tahun.

Kita sekarang harus mencari kaum yang telah meninggalkan wilayah mereka yang terletak di daerah Pegunungan Kaukasus dan terus berpindah atau relokasi ke Tanah Suci. Kita pun harus menemukan kaum yang bertanggung jawab dalam ‘membebaskan’ Tanah Suci (dari kekuasaan Muslim) kemudian membawa Bani Israel kembali memiliki Tanah Suci di mana mereka pernah diusir dan berdiaspora.

Mereka haruslah kaum yang berasal dari bangsa manusia namun memiliki ciri-ciri unik tertentu yang membedakan mereka dari bangsa manusia lainnya.

Dapatkah kita menentukan lokasi kaum itu? Jika iya, maka kita pun bisa mengidentifikasi Ya’juj dan Ma’juj.

Setidaknya sebagian kaum Yahudi Eropa yang menciptakan Gerakan Zionis pasti berasal dari suku di Eropa Timur yang beralih ke agama Yahudi. Suku Khazar yang tinggal di wilayah sebelah utara Pegunungan Kaukasus tidak hanya beralih ke agama Yahudi tetapi juga menciptakan sejarah pada masa awal Islam ketika mereka berhasil menahan laju pasukan Muslim yang hendak menaklukkan Eropa padahal pasukan Muslim selalu berhasil menaklukkan wilayah lainnya. Dengan demikian, mereka memiliki kekuatan militer yang lebih hebat daripada kaum lain yang ada di dunia. Bahkan, pasukan Muslim yang dihalangi itu baru saja mengalahkan kekaisaran Persia dan Bizantium (dua kekuatan adi daya yang ada di dunia pada masa itu). Maka dari itu, kekuatan militer Khazar tampak unik. (Lihat hasil karya ilmiah Kevin Alan Brook, The Jews of Khazaria [Kaum Yahudi Khazar], Jason Aronson, 1999; lihat juga situs www.khazaria.com )

Tidak begitu penting bagi kita untuk menyelidiki asal-usul nenek moyang (genealogi) kaum Yahudi Khazar yang selama ini terus meninggalkan daerah Pegunungan Kaukasus, termasuk kaum Yahudi Rusia, untuk berpindah ke Tanah Suci di Negara Israel. Apa yang penting adalah kita harus menentukan lokasi kaum yang telah melakukan perjalanan ke Tanah Suci dari daerah di mana Dzul Qarnain membangun dinding penghalang itu. Kaum Yahudi Kaukasian atau Eropa inilah yang juga telah bertanggung jawab atas tindakan menggoda kaum Yahudi Bani Israel agar meninggalkan tempat di mana pun mereka tinggal (di dunia Muslim khususnya) untuk kembali ke Tanah Suci.

Dan dengan begitu, kesimpulan kami adalah Ya’juj dan Ma’juj berasal dari suku Khazar Eropa Timur. Sementara banyak dari mereka menjadi kaum Yahudi Eropa, tentunya sebagian dari mereka pun pasti telah menjadi kaum Kristen Eropa dan aliansi misterius Kristen-Yahudi Eropa dapat terjadi karena suku Khazar ada di kedua pihak yang pernah dengan pahit bermusuhan. Ini, barangkali, termasuk makna ayat Al-Qur’an yang menyatakan bahwa Ya’juj dan Ma’juj suatu hari akan bersatu satu sama lain bagaikan gelombang yang melanda satu sama lain (yamuju fi b’ad).

Sudahkah mereka menyebar ke muka bumi ?

“Dia (Zulkarnain) berkata: “(Dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar”. Dan Kami biarkan sebagian mereka (Ya’juj dan Ma’juj) di hari itu berbaur dengan sebagian yang lain,dan (apabila) ditiupkan (lagi) sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya,(Q.S Al-Kahfi, 18:98-99)

Silahkan singkirkan anggapan bahwa Ya’juj dan Ma’juj lah yang menghancurkan tembok itu sedikit demi sedikit. Ini berlawanan dengan Al-Qur’an “Dia (Allah SWT) akan menjadikannya hancur luluh;”. Namun, kapan mereka keluar atau dilepas ?

Jika Ya’juj dan Ma’juj telah dilepas sesaat sebelum Islam, bukankah mereka telah dengan cepat mulai mendapatkan kekuasaan atas umat muslim? Nabi Muhammad saw bersabda bahwa Umar ra seperti gerbang penutup (penghalang) yang berdiri di antara umat muslim dan gelombang berbahaya seperti fitnah (ujian dan cobaan yang sulit, Ya’juj dan Ma’juj), dan bahwa gerbang ini akan rusak sehingga tidak akan pernah bisa ditutup kembali. Bukankah Ya’juj dan Ma’juj telah merusak penghalang ini (membunuh Umar)? Bukankah mereka telah menyensor pembahasan Ya’juj dan Ma’juj dalam literatur dan keilmuan Islam, sama seperti Zionis pada masa kini yang menyensor penyebutan kebiadaban dirinya dalam media Amerika dengan tuduhan anti-Semit?

Dan tidak mungkin bagi (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada kami). Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi(Q.S Al Anbiyaa, 21:95-96)

Dalam surat Al Anbiyaa di atas, Allah menyebutkan sebuah kota atau negeri yang berhubungan dengan Ya’juj dan Ma’juj. Negeri itu adalah negeri yang berada di Tanah Suci, yakni Negeri Bani Israel. Setelah Khilafah Utsmaniyah hancur dan Negara Israel berdiri, Bangsa Arab selalu ditindas dengan sangat kejam oleh mereka-mereka yang sangat mendukung agenda zionis. Seperti yang di ramalkan oleh Rasulullah saw, ketika Ya’juj dan Ma’juj keluar, Bangsa Arab akan mengalami penindasan.

Zainab binti Jahsy ra berkata: “Rasulullah saw bangun dari tidurnya dengan wajah memerah, kemudian bersabda: “Tiada Tuhan selain Allah, celakalah bangsa Arab karena keburukan yang semakin dekat, hari ini telah dibukakan tembok Ya’juj dan Ma’juj seperti ini!” kemudian beliau melingkarkan kedua jarinya, ibu jari dan telunjuk. Lalu aku bertanya, ya Rasulullah, apakah kami akan binasa sementara di antara kami masih ada orang-orang yang shaleh? Beliau bersabda: “Ya, apabila kemaksiatan merajalela (yakni sampah masyarakat, kelicikan, perilaku yang menjijikan, kemesuman, dll., mengambil alih dunia)”. (Ini menandakan tidak hanya penindasan terhadap bangsa Arab dari segi politik, ekonomi, dan militer tapi juga, mereka akan dijelek-jelekkan dalam setiap cara yang cabul dan jahat).(Shahih Bukhari 3097, 3098 dan Muslim 5130)

Ada sebuah Hadits yang berkaitan dengan Ya’juj dan Ma’juj, dan selama ini salah dipahami oleh beberapa Muslim. Mereka mengira bahwa Ya’juj dan Ma’juj akan dilepas setelah turunnya Nabi Isa as dan setelah terbunuhnya Dajjal. Mereka keliru dengan terjemahan hadits tersebut. Berikut terjemahan hadits yang benar:

“. . . Pada saat itulah Allah akan menurunkan kepada ‘Isa wahyu ini: Aku telah memunculkan dari antara hamba-hamba-Ku suatu kaum yang tidak ada yang sanggup melawannya; engkau bawalah orang-orang ini dengan selamat ke pegunungan itu, fa yab’atsullahu Y’ajuja wa M’ajuj (dan kemudian Allah SWT akan mengirim atau membangkitkan Ya’juj dan Ma’juj) dan mereka akan menyebar ke segala arah atau menduduki setiap tempat yang menguntungkan. Orang pertama dari mereka akan melewati Danau Tiberias (yakni Danau Galilee) meminum airnya, dan saat orang terakhir dari mereka lewat, dia akan berkata: ‘Dulu pernah ada air di sini . . . .’”(Shahih Muslim)

Metodologi yang kurang memadai yang fokus pada satu Hadits yang berdiri sendiri ini menuntun banyak orang pada kesimpulan bahwa Allah SWT akan melepas Ya’juj dan Ma’juj ke dunia (dan dengan demikian menghancurkan atau meruntuhkan penghalang yang dibangun Dzul Qarnain) hanya setelah ‘Isa (‘alaihi al-Salam) kembali dan membunuh Dajjal. Tetapi Hadits ini menggunakan kata mengirim atau membangkitkan. Tidak menggunakan kata ‘melepas’.

Nabi (sallalahu ‘alaihi wa sallam) juga pernah mengangkat dua jarinya dan menyatakan tentang Yaum al-Qiyamah sebagai berikut: “Aku dan Yaum al-Qiyamah adalah seperti dua ini (dan dia menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya).”(Sahih Muslim)

Di mana mereka sekarang ?

Kita akan mengetahui identitas dan keberadaan mereka jika kita mengumpulkan data dari Al-Qur’an dan Hadits terlebih dahulu. Sebagai berikut :

  1. Mereka memiliki sifat Fasad atau membuat kerusakan di muka bumi, dan suka berperang. Q.S Al-Kahfi, 18:94
  2. Mereka menyebar ke muka bumi dan saling bercampur dengan yang lain, Q.S Al-Kahfi, 18:99
  3. Suatu negeri (Negari Bani Israel) akan kembali berdiri setelah mereka diusir. Al Anbiyaa’, 21:95-96
  4. Mereka akan menindas manusia khususnya bangsa arab

Mereka (Ya’juj dan Ma’juj) menyebar ke seluruh permukaan bumi dan membuat kerusakan di muka bumi. Namun, sifat mereka adalah Fasad. Sifat Fasad (kerusakan) sendiri terdiri dari :

  1. Fasad religius. Merusak atau merubah secara terang-terangan ajaran agama oleh suatu kaum, (Q.S Al Baqaraa, 2:27)
  2. Fasad genosida. Pembunuhan massal, (Q.S Al Baqarah, 2:30)
  3. Fasad kepada makhluk hidup. Merusak gen-gen (GMO’s/Genetically Modified Organism/Rekayasa Genetik) makhluk hidup seperti yang dilakukan Perusahaan Amerika Monsanto, (Q.S Al Baqarah, 2:205)
  4. Fasad keturunan. Perusakan sistematis seluruh reproduksi manusia yang pada akhirnya dapat membuat manusia itu sendiri binasa. (Q.S Al Baqarah, 2:205)
  5. Fasad ekonomi. Sistem perekonomian yang dirusak hingga hancur dengan menerapkan sistem Riba. Contohnya, seperti Sistem Moneter Internasional, Uang Kertas, Sistem Bretton Woods, Sistem Petrodollar, dll.,
  6. Fasad terhadap Bumi. Melakukan kerusakan di muka bumi, seperti Senjata Nuklir yang mampu merusak permukaan bumi, Geoengineering yang dilakukan Amerika untuk memanipulasi iklim dunia, dan juga aktifitas lainnya yang dapat membinasakan bumi, (Q.S Al Baqaraa, 2:30)
  7. Fasad sodomi. Penerimaan praktik homoseksualitas secara sosial. Ini mencapai puncak dengan “pernikahan gay” dan meruntuhkan sistem pernikahan yang sebenarnya. Seperti yang dilakukan Amerika yang melegalkan pernikahan sesama jenis bagi kaum LGBT, (Q.S Al Ankabut, 29:29-30)

 

Bom Nuklir

Bom Nuklir

GMO

GMO/Rekayasa Genetik

LGBT

LGBT

Geoengineering

Geoengineering

Maka, Fasad berarti perusakan kehidupan manusia secara sengaja dan sistematis dengan pembunuhan massal atau dengan perusakan kunci unsur kehidupan, termasuk kehidupan akhirat. Ya’juj dan Ma’juj disebut mufsidun, namun tidak ditentukan jenis fasad secara khusus. Maka, mereka adalah suatu kaum dengan profesi atau gaya hidup kolektif menciptakan dan mempraktikkan semua jenis fasad. Mereka sungguh mendapat murka Allah dan layak dibakar di dalam Neraka. Mereka adalah jenis masyarakat yang disebut sebagai almaghdubi ‘alayhim (orang-orang yang mendapat murka Allah) dalam surat al-Fatiha.

Mereka ini selalu menjajah negara lain, menciptakan Perang Dunia Pertama dan Kedua, memanipulasi ajaran-ajaran Agama, menjatuhkan Bom Nuklir di Hiroshima dan Nagasaki, membantai 20 juta suku Aborigin Australia, membantai 100 juta suku India merah di Benua Amerika Utara dan Selatan, menjadikan manusia di Afrika sebagai budak, dan juga selalu menindas bangsa Arab selama 100 tahun terakhir.

Namun, para elite dari Ya’juj dan Ma’juj akan menjadi kaki-tangan Dajjal. Mereka inilah yang akan membantu mendirikan kembali Negara Israel. Mereka adalah zionist, yang mana petingginya adalah orang Yahudi Eropa atau Yahudi Ashkenazi. Mereka bukanlah Yahudi keturunan Arab, sebab Bani Israel itu adalah Yahudi asli berasal dari keturunan Nabi Yaqub as.

Seorang anggota zionist yang berkhianat, Benjamin H Freedman, lahir dalam keluarga Yahudi dan berpindah agama ke Kristen Katolik, pernah membongkar informasi rahasia zionist ke khalayak umum dalam pidatonya. Berikut sebagian kutipan pidatonya:

“Apa saja fakta tentang orang Yahudi? Saya menyebut mereka Yahudi kepada anda. karena mereka dikenal sebagai Yahudi. Saya sendiri tidak menyebut mereka sebagai Yahudi. Saya menunjuk mereka sebagai “disebut Yahudi”, karena saya tahu siapa mereka. Yahudi Eropa Timur, yang membentuk 92% dari populasi dunia dari bangsa yang menyebut dirinya sebagai “Yahudi”, sebenarnya adalah suku Khazars.” Benjamin H Freedman [1]

Benjamin juga menuturkan kalau bangsa Khazar suka berperang hingga bangsa Asia mengusir mereka keluar dari Asia ke Eropa Timur. Benjamin juga menyatakan bahwa Yahudi Eropa keturunan Khazar bukan lah berasal dari Tanah Suci, nenek moyang mereka bukan berasal dari sana. Aneh jika mereka berambisi kembali ke Tanah Suci atau Yerusalem, padahal tidak ada satupun gen mereka yang cocok dengan gen Bani Israel.

Bangsa Khazar

Khazaria

Sekitar abad ke 6-10, ada sebuah kerajaan yang terletak di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, yaitu Kerajaan Khazaria. Mereka adalah bangsa yang kejam di mana perang adalah hobi mereka. Setelah selesesai berperang, mereka tetap merampok, merampas, merusak dan memperkosa penduduk negara yang mereka serang. Oleh karena itu, penduduk yang berada di sekitar mereka memiliki kebencian yang sangat dalam terhadap tentara Khazar ini. Mereka juga menyediakan jasa penyewaan tentara bagi siapa saja yang menginginkannya. Namun, berabad-abad lamanya, sejarah bangsa Khazar lenyap dari buku-buku sejarah di seluruh dunia.

Benjamin H. Freedman pernah mengatakan bahwa ketika dia bertemu dengan seorang Letnan Kolonel yang merupakan Kepala Departemen Sejarah salah satu lembaga pendidikan akademis yang terbesar dan tertinggi di Amerika Serikat. Saat itu pada tahun 1948 di Pentagon, Washington, dia berpidato dalam pertemuan besar perwira tertinggi Angkatan Darat Amerika Serikat terutama cabang G2 Intelijen Militer yang membahas situasi politik di Eropa Timur dan Timur Tengah. Dia menjelaskan semua hal tentang Kerajaan Khazar dan asal-usul bangsa Khazar. Letnan itu berkata kepadanya bahwa dia telah mengajarkan sejarah selama 16 tahun, dan dia baru saja dipanggil ke Washington untuk bekerja pada militer. Benjamin merasa heran ketika dia memberitahu bahwa dia belum pernah mendengar kata “Khazar” selama karirnya dalam mengajarkan sejarah hingga Benjamin menyebutkannya dalam pidatonya di pertemuan itu. [2]

“Terdapat banyak orang Yahudi, madu dam domba di Khazaria” [3] Al Muqaddasi (945-991)

Bangsa Khazar pada puncak kejayaannya, pada abad ke 7-10 M, memainkan peran penting dalam menentukan nasib abad pertengahan, dan akhirnya menghasilkankan peradaban Eropa modern. [4] Itulah mengapa langkah Khilafah Islam terhenti ketika hendak menyebarkan pengaruh Islam ke Eropa Timur, yang bahkan sebelumnya, Islam di zaman Khulafaur Rasyidin telah mengalahkan dua kekuatan besar, Kekaisaran Persia dan Bizantium.

“Dalam beberapa tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad  saw (632 M), pasukan muslim menyapu hingga ke wilayah utara melewati reruntuhan dua kekaisaran. Ketika sampai di Pegunungan Kaukasus, pasukan Arab bertemu dengan pasukan yang memiliki kekuatan militer yang terorganisir, di mana secara efektif mencegah pasukan Muslim memperluas penaklukkan ke wukyah Eropa Timur. Peperangan antara Arab dan Khazar berlangsung lebih dari seratus tahun.” [5]

Karena bangsa Khazar berhasil mengalahkan Khilafah Umayyah dalam pertempuran Ardabil, Kekaisaran Bizantium kemudian membangun persekutuan dengan bangsa Khazar. Kemudian tahun 732, Constantin V menikah dengan puteri Khazar, Tzitzak. Pada masa itu, anak mereka menjadi Raja Leo IV, dikenal sebagai Leo the Khazar.

Beberapa tahun kemudian, kemungkinan pada tahun 740, Raja Khazaria, Raja Bulan, memutuskan untuk memeluk agama Yahudi agar bangsa Khazar tidak lagi mendapatkan serangan dari luar. Mengapa agama Yahudi? Seandainya mereka memilih untuk memeluk Islam, maka mereka akan beresiko diserang oleh Kristen. Jika mereka memilih Kristen, maka mereka akan berperang kembali dengan pasukan Muslim. Oleh karena itu, Raja, Keluarga Kerajaan, dan para bangsawan memilih untuk memeluk agama Yahudi dan menerapkannya sebagai agama nasional. Apakah ini hanya kebetulan?

Masih ingatkah dengan peristiwa ketika kafir Quraisy meminta bantuan kepada Rabbi Yahudi di Yathrib (Madinah) untuk mengetahui apakah Nabi Muhammad adalah Nabi yang benar seperti Ibrahim as  dan Musa as? Para Rabi Yahudi menyarankan kepada kafir Quraisy agar menajukan tiga pertanyaan kepada Nabi Muhammad saw.

  1. Tanyakan padanya tentang “kisah para pemuda” yang menghilang pada zaman hadulu,
  2. Tanyakan padanya tentang “penjelajah agung” yang mencapai Timur dan Barat,
  3. Tanyakan padanya tentang “Ruh

Semua pertanyaan dijawab oleh Rasulullah saw. Dua jawaban ada dalam surah Al Kahfi (Surah Akhir Zaman), dan satu lagi ada dalam Surah Al Israa’. Kami yakin bahwa para Rahib memberikan tiga pertanyaan tersebut untuk mengetahui tentang Dajjal dan Ya’juj dan Ma’juj. Mereka tidak menyanyakan langsung tentang Ya’juj dan Ma’juj, tapi malah bertanya tentang Dzulkarnain. Mereka juga tidak menanyakan langsung tentang Dajjal, tapi malah bertanya tentang kisah pemuda gua yang lari menyelamatkan imannya. Bagaimana dengan pertanyaan ketiga? Para Rabbi Yahudi heran mengenai siapa yang dimaksud, “… dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” dan mereka bertanya kepada Nabi Muhammad saw siapa “kalian” yang dimaksud, apakah Bani Israel atau bangsa Arab. Nabi Muhammad saw menjawab, “keduanya.”

Di Bizantium, pada era Heraclius hingga Leo III, ayahnya Constantin V, Bani Israel mendapat intimidasi karena dipaksa untuk memeluk agama Kristen. Oleh karena itu, mereka pergi ke Khazaria untuk berlindung hingga akhirnya orang-orang Khazar memeluk agama Yahudi. Mengapa para Rabbi Yahudi mau menawarkan agama Yahudi kepada suatu kaum yang tidak memiliki hubungan darah apapun dengan Bani Israel (keturunan Nabi Yaqub as)? Padahal Bani Israel merasa bangga karena mereka adalah bangsa pilihan, yang mana Allah terus mengutus seorang Nabi kepada bangsa mereka. Para pembaca silahkan gunakan akal pikiran dan hati dalam merenungkan keanehan tersebut.

Setelah agama Yahudi menjadi agama nasional, orang-orang Khazar tidak hanya sangat antusias, tapi juga menerapkan prinsip-prinsip kitab Yahudi yang dianggap suci, Talmud. Raja Bulan pasti tidak akan menyangka apa akibat dari keputusan yang diambilnya terhadap masa depan. Zaman modern saat ini dikuasai oleh orang-orang yang menyebut dirinya sebagai Yahudi, padahal sebenanarnya bukan Yahudi, sementara masih berbicara dalam bahasa Khazar ‘Yiddish’ [6] , sementara sampai saat ini bahasa Ibrani hanya digunakan sebagai bahasa sakral.

Kievan Rus

Selama abad ke 10-11, Kerajaan Khazar lenyap setelah dikalahkah oleh Kievan Rus yang terdiri dari bersatunya Slavia Timur yang didirikan oleh Pangeran Oleg, dan juga dihancurkan oleh tentara Mongol pada abad 12-13. Meskipun kehilangan bangsa mereka, orang-orang Khazar tidak menghilang. Ada yang bertahan di bawah kekuasaan orang-orang Rusia, ada pula yang berdiaspora ke wilayah lainnya. Mereka tidak hanya bergama Yahudi, tapi juga ada yang telah memeluk agama Kristen. Para petinggi dan bangsawan Khazar lari ke Spanyol dan Portugal, dan lainnya lari ke Eropa Timur. Di Spanyol dan Portugal, mereka dapat mengendalikan keadaan. Di sana, mereka melakukan konspirasi kekuasaan dengan mengusung salah satu dari elit mereka untuk menduduki sebuah jabatan, kemudian orang tersebut akan mengangkat lainnya dari kalangan mereka agar dapat menduduki jabatan penting lainnya hingga akhirnya mereka berkuasa. Mereka ini juga mendirikan beberapa Dinasti di Eropa, khususnya di Amsterdam, yakni Dinasti Nassau dan Dinasti Orange-Nassau.

Bagaimanapun, Komunitas Yahudi tidak pernah akur dengan orang-orang yang tinggal di Eropa. Sepanjang sungai Rhine dari Cologne sampai Mainz, komunitas Yahudi dibantai pada peristiwa pembantaian Rhineland tahun 1096. Komunitas Yahudi juga diusir dari Inggris (1290), Perancis (1394), dan negara Eropa lainnya. Selama periode beberapa ratus tahun tersebut, beberapa pihak menyarankan agar kegiatan ekonomi Yahudi difokuskan pada perdagangan, manajemen bisnis, dan jasa keuangan, karena beberapa faktor: larangan Eropa Kristen membatasi kegiatan tertentu dengan orang-orang Yahudi, mencegah kegiatan keuangan tertentu (seperti ‘riba’ pinjaman) antara Kristen. [7]

Sebelumnya, Komunitas Yahudi telah memasuki Inggris ketika William I menaklukkan pulau Inggris pada tahun 1066. Setelah menaklukkan Inggris, William I menerapkan sistem pemerintahan feodal [8], di mana semua perkebunan secara formal menjadi milik kerajaan; Raja kemudian menunjuk bangsawan untuk mengendalikan perkebunan yang luas tersebut, tapi mereka harus tunduk kepada tugas dan kewajiban (keuangan dan militer) yang diberikan Raja. Namun orang-orang Yahudi memiliki status yang spesial dibanding penduduk yang lain, di mana mereka menerima perintah langsung dari raja, bukannya dari perantara bangsawan.[9]

Secara ekonomi, orang-orang Yahudi memainkan peran kunci dalam kerajaan tersebut. Saat itu, Gereja secara tegas melarang pinjaman uang demi keuntungan. Hal ini menimbulkan kekosongan bagi ekonomi Eropa dan karena mendapat diskriminasi, orang-orang Yahudi menyebar ke setiap daerah ekonomi lainnya. Sementara, karena memiliki status yang spesial, hukum resmi yang dibuat Institusi Gereja tidak berlaku terhadap orang-orang Yahudi, serta agama Yahudi tidak melarang pinjaman berbunga antara orang Yahudi dan non-Yahudi.[10] Alhasil, beberapa orang Yahudi membuat uang dalam jumlah besar. Dengan memanfaatkan status mereka yang unik, Raja bisa memiliki aset Yahudi dalam bentuk pajak. Dia mengenakan pajak berat pada orang-orang Yahudi tanpa harus melalui Parlemen.[11]

Orang-orang Yahudi memperoleh reputasi tinggi sebagai rentenir yang membuat mereka sangat tidak populer di kalangan gereja dan masyarakat umum. Sikap anti-Yahudi langsung menyebar di Eropa, khususnya di Inggris.[12] Citra orang Yahudi yang membenci Yesus mulai menyebar luas. Sikap anti-Yahudi memicu berbagai kerusuhan di mana banyak orang Yahudi yang dibunuh, terutama pada tahun 1190 ketika lebih dari seratus orang Yahudi dibantai di kota York.[13]

Situasi semakin buruk bagi orang Yahudi pada abad ke-13. Pada 1218, Henry III dari Inggris memproklamirkan Dekrit Badge, membuat Inggris menjadi bangsa Eropa pertama yang mengharuskan orang-orang Yahudi untuk memakai sebuah lencana yang memiliki tanda khusus.[14] Langkah besar pengusiran pertama terjadi pada tahun 1275, berdasarkan Statuta Yahudi.[15] Undang-undang melarang semua pinjaman dengan bunga dan memberi orang-orang Yahudi lima belas tahun untuk menyesuaikan diri.[16]

Tahun 1287, Raja Edward memerintahkan orang Yahudi lokal Gascony diusir, [17] dan semua properti mereka disita oleh kerajaan.[18] Dia memanggil ksatrianya untuk mengenakan pajak berat, dan pada tahun 1290 Dekrit Pengusiran dikeluarkan.[19]

Sejak saat itu hingga tahun 1655, hampir tidak ada catatan resmi tentang orang-orang Yahudi yang tinggal di Inggris selain Domus Conversorum [20] dengan beberapa pengecualian, misalnya Jacob Barnet, yang akhirnya ditangkap dan diasingkan.

Pada tanggal 30 Januari 1649, Raja Charles I dipenggal atas tuduhan pengkhianatan. Sebelumnya, Charles I naik ke tahta Inggris pada tahun 1625 setelah kematian ayahnya, Raja James I. Pada tahun pertama pemerintahannya, Charles menghina Protestan dengan menikahi Henrietta Maria, putri Perancis yang beragama Katolik. Dia kemudian menanggapi oposisi politik terhadap pemerintahannya dengan membubarkan Parlemen pada beberapa kesempatan, dan pada tahun 1629, dia memutuskan untuk memerintah sepenuhnya tanpa Parlemen. Pada tahun 1642, terjadi perjuangan sengit antara raja dan parlemen demi memperebutkan supremasi, hingga akhirnya menyebabkan pecahnya perang saudara Inggris pertama.

Oliver Cromwell

Para anggota parlemen yang dipimpin oleh Oliver Cromwell, dengan pasukan Ironsides yang tangguh meraih kemenangan penting melawan pasukan royalis raja pada pertempuran Marston Moor tahun 1644 dan pada pertempuran Naseby tahun 1645.

Sebagai pemimpin Angkatan Darat Model Baru dalam perang saudara Inggris kedua, Cromwell membantu mengusir royalis Skotlandia, dan pada tahun 1646 Charles I menyerah kepada tentara Skotlandia. Pada tahun 1648, Charles I terpaksa tampil di hadapan pengadilan tinggi yang dikendalikan oleh musuh-musuhnya, di mana ia dihukum karena pengkhianatan dan dijatuhi hukum mati. Di awal tahun depan, ia dipenggal. Kemudian sistem monarki dihapuskan, dan Cromwell memegang kendali Persemakmuran Inggris baru.[21]

Pada tahun 1650-an, Menasseh Ben Israel, seorang rabbi dan pemimpin komunitas Yahudi Amsterdam, mendekati Oliver Cromwell dengan usulan bahwa orang Yahudi harus diterima kembali untuk memasuki Inggris dan menetap selamanya. Cromwell setuju, dan meskipun ia tidak bisa memaksa dewan untuk tujuan tersebut. Bulan Desember 1655, secara resmi orang Yahudi diterima kembali, ia menjelaskan bahwa larangan orang Yahudi tidak lagi diberlakukan, dan menjelang 1690, sekitar 400 orang Yahudi telah menetap di Inggris.[22]

Pada tahun 1688, Revolusi Glorious terjadi yang merupakan peristiwa penggulingan Raja Inggris, James II oleh serikat parlemen Inggris bersama petinggi Belanda William III, Pangeran Orange yang kemudian menjadi Raja Inggris, Skotlandia dan Irlandia. Setelah revolusi ini, politik Inggris menjadi stabil untuk pertama kalinya setelah hampir satu abad.

Ketika kalah dari Perancis pada Pertempuran Beachy Head tahun 1690 (selama Perang Sembilan Tahun) di mana Perancis memiliki angkatan laut yang dominan, Inggris segera bangkit dan hendak membangun dirinya kembali menjadi kekuatan global. Inggris tidak punya pilihan selain membangun angkatan laut yang kuat. Namun tidak ada dana publik yang tersedia, dan kredit dari pemerintah William III begitu rendah di London, akibatnya tidak mungkin bagi Inggris untuk meminjam uang dalam jumlah besar.

Tahun 1694, sebuah perusahaan yang didirikan oleh orang-orang kaya dan dipimpin oleh William Paterson menawarkan pinjaman kepada William III sebesar £1,200,000 (bunga 8%),  tapi dengan syarat bahwa ‘Gubernur dan Perusahaan tersebut (Bank of England)’[23] harus memiliki hak untuk mengeluarkan catatan (embrionya uang kertas) atas seluruh ibukota. Artinya, Bank punya hak untuk mengumpulkan £ 1.200.000 dalam bentuk emas dan perak dan mengubahnya menjadi £ 2.400.000; pinjaman £ 1.200.000 kepada Pemerintah dalam bentuk emas dan perak, dan menggunakan sisanya £ 1.200.000, bank-notes (uang kertas) untuk mereka sendiri.[24]

Empat tahun berikutnya, 1698, orang-orang Yahudi menguasai pasokan uang Inggris. Mereka telah membanjiri negara dengan begitu banyak uang hingga utang pemerintah kepada Bank tumbuh yang awalnya £ 1.250.000 menjadi £ 16.000.000, hanya dalam empat tahun, meningkat 1280%.[25]

Sementara di kota Frankfurt, Jerman, lahir seorang Yahudi Ashkenazi yang bernama Mayer Amschel Bauer, anak dari Moses Amschel Bauer, seorang pedagang dari Frankfurt dan juga rentenir. Moses menjual barang baru dan bekas, serta memiliki lembaga pegadaian. Di atas pintu masuk rumah akuntansinya, dia meletakkan sebuah tanda berwarna merah. Tanda ini adalah heksagram merah (yang secara geometris dan numerik diterjemahkan menjadi nomor 666), dan tanda tersebut berubah menjadi lambang bendera Israel dua abad kemudian.[26]

Tahun 1770, Mayer Amschel Rothschild berencana menciptakan “Illuminati”, dan mempercayakan Ashkenazi Yahudi, Adam Weishaupt, seorang Crypto-Yahudi yang secara lahir dari keluarga Katolik Roma, untuk mengorganisir dan mengelolanya. “Illuminati” didasarkan pada ajaran Talmud, yang pada gilirannya, ajaran Rabbinical Yahudi. Organisasi ini disebut “Illuminati” karena merupakan istilah Luciferian yang berarti, “penjaga cahaya”.

Processed with VSCO

Enam tahun kemudian, 1 Mei 1776, organisasi Illuminati selesai dibangun. Tujuan organisasi ini adalah untuk memecah orang-orang non-Yahudi melalui cara-cara politik, ekonomi, sosial, dan agama. Rencananya adalah mengadu domba dan mempersenjatai salah satu pihak dari orang-orang non-Yahudi dalam sebuah peristiwa yang disediakan, kemudian menghancurkan pemerintah nasional, lembaga keagamaan; dan akhirnya saling menghancurkan.

Dengan segera, Weishaupt menyisipkan doktrin  Illuminati kedalam Continental Order of Freemason dan menjadikan pondok-pondok Grand Orient sebagai markas rahasia mereka. Ini semua di bawah perintah dan dibiayai Mayer Amschel Rothschild dan kemudian konsep Illuminati menyebar ke pondok Masonik di seluruh dunia hingga hari ini. Weishaupt juga merekrut 2.000 pengikut bayaran termasuk orang-orang yang paling cerdas di bidang seni dan huruf, pendidikan, ilmu pengetahuan, keuangan, dan industri. Mereka diperintahkan untuk mengikuti metode dalam mengendalikan orang-orang:[27]

  1. Menggunakan penyuapan dan seks untuk mengendalikan orang yang sudah berada di tempat-tempat yang tinggi, di berbagai tingkat semua pemerintah dan bidang usaha lainnya. Sekali orang yang berpengaruh jatuh ke dalam kebohongan, penipuan, dan godaan Illuminati, mereka jatuh dalam perbudakan dengan menerapkan bentuk-bentuk politik dan pemerasan, ancaman kehancuran finansial, dan pengungkapan publik, bahkan kematian untuk diri mereka sendiri dan anggota keluarga mereka.
  2. Fakultas perguruan tinggi dan universitas dirubah dengan tujuan untuk mengembangkan siswa yang memiliki kemampuan mental yang luar biasa, serta siswa yang dibesarkan keluarga dengan kecenderungan internasional, dan merekomendasikan mereka untuk mengikuti pelatihan khusus dalam urusan internasional, atau lebih tepatnya dengan konsep bahwa hanya ada satu pemerintahan dunia yang dapat mengakhiri perang dan perselisihan yang terjadi di dunia. Pelatihan tersebut diberikan dengan memberikan beasiswa kepada mereka yang dipilih oleh Illuminati.
  3. Semua orang yang berpengaruh terjebak di bawah kendali Illuminati”. Selain itu, siswa yang telah dididik dan dilatih secara khusus, harus digunakan sebagai agen dan ditempatkan di belakang layar dari semua pemerintah sebagai pakar dan spesialis. Hal ini untuk memastikan agar mereka memberikan nasihat kepada para eksekutif puncak untuk mengadopsi kebijakan yang dalam jangka panjang melayani rencana rahasia Illuminati.
  4. Mendapatkan kendali penuh atas pers hingga pada waktunya media massa-komunikasi menyebarkan informasi kepada publik, sehingga semua berita dan informasi dibuat miring agar massa percaya bahwa satu pemerintahan dunia adalah satu-satunya solusi untuk masalah dunia yang banyak dan beragam.[28]

Adam Weishaupt mengirimkan sebuah perintah dalam bentuk sebuah dokumen kepada Maximilien Robespierre untuk melancarkan sebuah Revolusi di Perancis. Buku ini ditulis dalam bahasa Perancis dan Calisia oleh salah satu rekan Weishaupt, Franz Xaver von Zwack, dan dibawa oleh seorang kurir yang bernama Lance (seorang pendeta Injil) dari Frankfurt ke Paris. Lance pergi dengan mengendarai kuda melewati Bavaria, namun ketika melintasi daerah yang bernama Regensburg, dia dan kudanya tewas disambar petir. Penduduk setempat menemukan jasad dan dokumen yang dibawa Lance, kemudian dokumen itu dibawa ke pemerintahan Bavaria terdekat. Pemerintah Bavaria langsung kaget setelah membaca dokumen tersebut dan bertanya-tanya apakah benar ada sebuah rencana besar untuk menguasai dunia. Selanjutnya, pemerintah Bavaria yang dipimpin Theodore van Goldberg memerintahkan polisi untuk menyerang Pondok Masonik Grand Orient milik Weishaupt, dan rumah rekan-rekannya yang paling berpengaruh. Di saat itulah mereka mendapatkan bukt–bukti yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa benar adanya rencana untuk menaklukkan dunia dengan menggunakan perang dan revolusi. Pada tahun 1785, Pemerintah Bavaria melarang Illuminati dan menutup semua pondok-pondok Bavarian Grand Orient.

Pada tahun 1786, Pemerintah Bavaria menerbitkan rincian Illuminati dalam bentuk sebuah dokumen yang berjudul, “The Original Writings of The Order and Sect of The Illuminati”. Mereka kemudian mengirim dokumen ini ke semua kepala gereja dan negara di seluruh Eropa, dan sayangnya, peringatan mereka diabaikan.

Karena orang-orang Eropa mengabaikan peringatan pemerintah Bavaria, akhirnya Illuminati berhasil menjalankan rencana Revolusi Perancis dari tahun 1789-1799. Revolusi ini adalah impian gubernur bank sentral di mana setelah revolusi berakhir, konstitusi baru tercipta dan meloloskan undang-undang yang melarang Gereja Roma dari pengadaan persepuluhan (pajak) dan juga menghilangkan pembebasan Gereja dari pajak.[29]

“Biarkan kami mengontrol uang sebuah negara dan kami tidak peduli siapa yang membuat hukum-hukumnya.”[30]

Rothschild berhasil mengontrol uang negara Amerika Serikat melalui Alexander Hamilton (agen mereka dalam kabinet George Washington) ketika mereka mendirikan bank sentral di Amerika Serikat yang diketahui sebagai Bank Pertama Amerika Serikat. Bank ini didirikan berdasarkan Piagam yang berlaku selama 20 tahun.

Dalam lima tahun pertama setelah bank sentral ini didirikan, Pemerintah Amerika meminjam $ 8.200.000, dan harga-harga di dalam negeri meningkat sebesar 72%. Sehubungan dengan pinjaman yang berlebihan ini dan terjadinya inflasi, Thomas Jefferson, yang kemudian menjadi Sekretaris Negara, menyatakan bahwa:

“Untuk menjaga kemerdekaan kita, kita tidak boleh membiarkan hidup kita selalu terjerat dalam hutang yang tak henti-hentinya. Kita harus mengambil keputusan antara ekonomi dan kebebasan atau kekayaan dan perbudakan. Aku menempatkan ekonomi di atas segalanya untuk negara ini, dan hutang negara adalah sesuatu yang paling menakutkan. Adalah suatu kewajiban bagi tiap generasi untuk membayar pajaknya sebagaimana mestinya. Jika rakyat Amerika pernah memberi wewenang kepada Bank rahasia untuk mengontrol masalah uang mereka, pertama dengan inflasi dan kemudian dengan deflasi, bank dan korporasi yang berkembang di sekitar mereka akan menjauhkan masyarakat dari semua yang mereka miliki hingga anak-anak mereka menjadi tunawisma dan terjajah di negeri mereka sendiri.”Thomas Jefferson

Tahun 1798, John Robison menerbitkan sebuah buku yang berjudul berjudul, “Proofs of a Conspiracy Against All the Religions and Governments of Europe Carried on in the Secret Meetings of Freemasons, Illuminati and Reading Societies”. Dalam buku ini, Profesor Robison dari Universitas Edinburgh, salah satu intelek terkemuka intelek di zamannya, yang pada tahun 1783 terpilih sebagai sekretaris jenderal Royal Society of Edinburgh, memberikan rincian dari semua komplotan Illuminati Rothschild. Dia memberitahu bagaimana dia telah menjadi Mason tingkat tinggi di Scottish Rite Freemasonry, dan telah diundang oleh Adam Weishaupt ke Eropa, di mana ia diberi salinan revisi konspirasi Weishaupt. Namun, meskipun ia berpura-pura menerima salinan tersebut, Profesor Robison tidak setuju dan karena itu dia menerbitkan buku tersebut untuk membongkarnya. Buku ini juga berisi rincian investigasi pemerintah Bavaria tentang “Illuminati” dan Revolusi Perancis.[31]

Mayer Amschel Rothschild melalui lima anaknya untuk mendirikan Bank cabang di kota di London, Paris, Frankfurt, Vienna, dan Napoli.

Pada tanggal 19 September 1812, Mayer Amschel Rothschild mati. Dalam wasiatnya dia memaparkan hukum tertentu bahwa ‘House of Rothschild’:

  1. Semua posisi kunci dalam bisnis keluarga hanya akan dipegang oleh anggota keluarga,
  2. Hanya anggota laki-laki keluarga yang diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam bisnis keluarga, termasuk laporan anak haram rahasia keenam (Penting untuk dicatat di sini bahwa Mayer Amschel Rothschild juga memiliki lima anak perempuan, jadi hari ini penyebaran dinasti Rothschild tanpa nama “Rothschild” sangat jauh dan luas, dan Yahudi percaya bahwa keturunan campuran dari ibu Yahudi ssepenuhnya adalah Yahudi),
  3. Keluarga dinikahkan dengan sepupu pertama dan kedua untuk melestarikan kekayaan keluarga,
  4. Tidak ada inventaris warisan publik yang diterbitkan,
  5. Tidak ada tindakan hukum yang akan diambil sehubungan dengan nilai warisan,
  6. Anak tertua dari anak tertua menjadi kepala keluarga (kondisi ini hanya bisa terbalik apabila mayoritas keluarga membuat perjanjian lain).

Hukum nomor enam langsung diberlakukan ketika Nathan Mayer Rothschild terpilih menjadi penerus ayahnya sebagai kepala keluarga.[32]

Pertempuran Waterloo. 1815

Pada tahun 1815, terjadi perang antara Inggris dan Perancis. Saat itu, keluarga Rothshild menyediakan emas untuk pasukan Wellington (melalui Nathan di Inggris), dan pasukan Napoleon (melalui Jacob di Perancis), dan mulai mengatur kebijakan pendanaan pada kedua belah pihak dalam perang. Rothschild sangat menyukai perang, karena menurut mereka perang adalah generator besar utang yang bebas resiko. Bebas resiko, karena utang dijamin oleh pemerintah suatu negara.

Sambil mendanai (tentu saja sebagai pinjaman) kedua belah pihak, Rothschild menggunakan bank milik mereka yang telah tersebar di seluruh Eropa sebagai alasan untuk membangun jaringan layanan pos dari rute rahasia dan jasa kurir yang cepat. Para kurir Rothschild ini diperbolehkan untuk melewati blokade Inggris & Perancis. Dan hal ini menguntungkan Nathan Mayer Rothschild, karena melalui kurir tersebut Nathan bisa mengetahui seperti apa jalannya perang, sehingga Nathan bisa menggunakan jasa intelijen tersebut untuk membeli dan menjual di bursa saham.

Salah satu kurir Rothschild yang bernama Rothworth, langsung berangkat menuju kediaman Nathan Mayer Rothschild untuk memberitahu bahwa Inggris memenangkan Pertempuran Waterloo. Kurir Nathan tiba lebih cepat 24 jam dibandingkan kurirnya Wellington. Nathan Mayer Rothschild segera memasuki bursa saham dan memerintahkan karyawannya untuk segera menjual konsul (Obligasi/surat utang milik pemerintah Inggris).

Karena Rothschild selangkah lebih maju dalam informasi, Rothschild langsung menyebarkan gosib kalau Napoleon akan memenangkan perang. Mendengar kabar tersebut, masyarakat menyadari bahwa pemerintah Inggris tidak akan sanggup membayar Obligasi yang telah dibeli rakyat dari Rothschild. Kemudian, masyarakat menjual Obligasi tersebut dengan harga yang sangat murah, bahkan mungkin sudah tidak berharga lagi. Saat-saat terakhir inilah Rothschild dan sekutunya membeli kembali semua saham yang dijual masyarakat.

Ketika sampai kabar bahwa Inggris yang sebenarnya memenangkan perang, dalam hitungan satu malam, kekayaan Rothschild berlipat-ganda sebesar 21x dari sebelumnya. Bahkan, Nathan Rothschild secara terbuka menyatakan bahwa selama 17 tahun berada di Inggris, kekayaannya yang sebelumnya £20.000 (diberikan oleh ayahnya Mayer Amschel Rothschild) meningkat 2500x menjadi £50.000.000. [33]

Karena memiliki Obligasi ini, maka keluarga Rothschild memegang kendali penuh atas perekonomian Inggris, sekarang pusat keuangan dunia tidak perlu diperdebatkan lagi (setelah kekalahan Napoleon), dan memaksa Inggris untuk mendirikan Bank of England, dibawah kendali Nathan Mayer Rothschild.

“Saya tidak peduli siapa yang menguasai takhta Imperium Britania di mana matahari tidak pernah terbenam. Orang yang mengendalikan suplai uang Inggris akan menguasai Inggris. Saya lah yang mengendalikan suplai uang Inggris”[34]Nathan Mayer Rothshild

Karena mengendalikan Bank of England, Rothschild menggantikan metode pengiriman emas antar-negara dan bahkan menggunakan lima bank mereka yang telah tersebar di seluruh Eropa untuk membentuk sebuah sistem debit dan kredit kertas, sistem perbankan saat ini.

Pada akhir abad ke-18, yang dikenal sebagai periode “Age of Rothschild”, diperkirakan bahwa keluarga Rothschild memiliki setengah lebih kekayaan dunia.

Dengan kekayaan yang melimpah, setelah perang melawan Napoleon berakhir, mereka mengadakan Kongres Vienna untuk membahas perdamaian dan menciptakan Pemerintahan Dunia. Dengan begitu, karena Rothschild telah memegang surat utang sebagian besar pemerintahan Eropa, maka Rothschild bisa mengendalikan politik atas semua peradaban dunia.

1. Arthur Wellesley, 1st Duke of Wellington, 2. Joaquim Lobo Silveira, 7th Count of Oriola, 3. António de Saldanha da Gama, Count of Porto Santo, 4. Count Carl Löwenhielm, 5. Jean-Louis-Paul-François, 5th Duke of Noailles, 6. Klemens Wenzel, Prince von Metternich, 7. André Dupin, 8. Count Karl Robert Nesselrode, 9. Pedro de Sousa Holstein, 1st Count of Palmela, 10. Robert Stewart, Viscount Castlereagh, 11. Emmerich Joseph, Duke of Dalberg, 12. Baron Johann von Wessenberg, 13. Prince Andrey Kirillovich Razumovsky, 14. Charles Stewart, 1st Baron Stewart, 15. Pedro Gómez Labrador, Marquis of Labrador, 16. Richard Le Poer Trench, 2nd Earl of Clancarty, 17. Wacken (Recorder), 18. Friedrich von Gentz (Congress Secretary), 19. Baron Wilhelm von Humboldt, 20. William Cathcart, 1st Earl Cathcart, 21. Prince Karl August von Hardenberg, 22. Charles Maurice de Talleyrand-Périgord, 23. Count Gustav Ernst von Stackelberg

Kongres berjalan dengan baik. Namun rencana mereka untuk membentuk pemerintahan dunia gagal ketika Tsar Alexander I dari Kekaisaran Rusia, salah satu kekuatan besar yang tidak menyerah pada bank sentral Rothschild, menolak untuk menerima agenda pemerintahan dunia.

Nathan Mayer Rothschild sangat marah, dan bersumpah bahwa suatu hari nanti dia atau keturunannya akan menghancurkan seluruh keluarga dan keturunan Tsar Alexander I tersebut. Ternyata benar, sekitar 100 tahun kemudian kaum Yahudi Bolshevik yang didanai Rothschild berhasil membantai seluruh keluarga Tsar Nicholas II dan keluarganya, serta menghancurkan Kekaisaran Rusia.

Tahun 1816, Kongres Amerika meloloskan sebuah RUU yang memungkinkan Rothschild mendominasi bank sentral, dan sekali lagi memberikan Rothschild kendali penuh atas pasokan uang Amerika. Ini disebut “the Second Bank of the United States”.

Tahun 1827, Sir Walter Scott menerbitkan bukunya yang 9 jilid, “The Life of Napoleon,” dan pada jilid dua dia menyatakan bahwa Revolusi Perancis direncanakan oleh Illuminati (Adam Weishaupt) dan dibiayai oleh money changers dari Eropa (Keluarga Rothschild).

Setelah 12 tahun berdirinya the Second Bank of the United States, dengan kejamnya memanipulasi ekonomi Amerika yang merugikan rakyat demi kepentingan tujuan Rothschild dan sekutunya. Rakyat Amerika tidak heran, dan menentang bank ini dengan menominasikan Senator Andrew Jackson dari Tennessee untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Jackson memenangkan Kepresidenan dan cukup jelas bahwa dia akan menggunakan mandatnya untuk membunuh bank ini pada kesempatan pertama. Dia mulai keluar kantor selama masa jabatan pertamanya, menyingkirkan banyak antek bank dari dinas pemerintah. Untuk membayangkan seberapa dalam kanker yang berakar dalam pemerintah, dia harus memecat 2.000 dari 11.000 karyawan dari Pemerintah Federal.

Tahun 1832, the Second Bank of the United States meminta Kongres untuk meloloskan pembaharuan piagam bank, empat tahun lebih awal. Kongres memenuhinya dan mengirimkan RUU kepada Presiden Jackson (Presiden ke-7 Amerika Serikat 1829-1837), untuk ditanda tangani. Presiden Jackson memveto RUU ini dan dalam pesan vetonya dia menyatakan:

“Bukan hanya rakyat yang menerima hadiah dari Pemerintahan kami. Lebih dari delapan juta saham Bank dimiliki oleh orang asing … Tidak adakah kebebasan dan kemerdekaan kita dalam sebuah bank yang telah mengikat negara kita?

Mengontrol mata uang kita, menerima uang rakyat kita, dan menahan ribuan warga kita dalam ketergantungan … lebih menakutkan dan berbahaya daripada kekuatan militer musuh. Jika pemerintah membatasi diri untuk perlindungan yang sama, dan, sebagaimana Surga menurunkan hujannya, melimpahkan rahmat di tempat yang tinggi dan rendah, kaya dan miskin, akan menjadi berkah tanpa pengecualian.

Bertindak tanpa sepengetahuan saya, tampaknya sudah menjadi kebiasaan umum yang tidak perlu dari prinsip-prinsip yang adil.”[35]

Juli 1832, Kongress tidak mampu menggeser vetonya Presiden Jackson. Jackson kemudian mencalonkan kembali, dan untuk pertama kalinya dalam sejarah Amerika, dia mengutarakan pendapatnya secara langsung dalam kampanyenya di jalanan. Slogan kampanyenya adalah “Jackson and No Bank!”.

Meskipun Rothschild menghabiskan $3,000,000 dalam kampanye pihak oposisi, Partai Republik, Senator Henry Clays,  Presiden Jackson tetap terpilih kembali dengan kemenangan besar pada bulan November. Bagaimanapun, Presiden Jackson sadar bahwa pertarungan baru saja dimulai.

Presiden Jackson mulai menghapus deposito pemerintah yang didapat dari Second Bank of the United States dan bahkan mennyetorkannya ke bank yang dimiliki bankir partainya, Demokrat. Hal ini membuat Rothschild panik dan melakukan yang terbaik dengan mengurangi pasokan uang dan menyebabkan depresi ekonomi. Presiden Jackson tahu apa yang mereka lakukan dan kemudian menyatakan:

“Kalian adalah ular pencuri berbisa yang bersembunyi di sebuah sarang, dan saya berniat untuk menyingkirkan kalian, dan dengan bantuan Tuhan, saya akan menyingkirkan kalian.”

30 Januari 1835, sebuah percobaan pembunuhan dilakukan dengan menembak Presiden Jackson, tapi ajaibnya usaha pembunuhan itu gagal. Presiden Jackson kemudian mengklaim bahwa dia tahu kalau Rothschild bertanggung jawab atas usaha pembunuhan tersebut. Bukan Rothschil saja orang yang bertanggung jawab. Bahkan, si pembunuh, Richard Lawrence, yang tidak disalahkan karena dianggap gila, dengan sombongnya bahwa orang-orang kuat Eropa menyewanya dan berjanji untuk melindunginya jika dia tertangkap.

Tahun 1835, Rothschild memperoleh hak atas pertambangan air raksa Almadén di Spanyol. Pada saat itu, pemberian hak secara sukarela tersebut merupakan yang terbesar di dunia dan sebagaimana air raksa merupakan komponen penting dalam memurnikan emas atau perak yang benar-benar memberikan Rothschild kemampuan untuk memonopoli dunia. Akibatnya, Rothshild kemudan mulai memurnikan emas dan perak untuk Royal Mint, the Bank of England, dan banyak nasabah internasional lainnya.

Tahun 1836, Presiden Jackson akhirnya berhasil menendang bank sentral Rothshild keluar Amerika, ketika piagam bank tidak lagi diperpanjang. Bank Rothshild tidak ada lagi di Amerika hingga pada tahun 1913, Rothshild mampu mendirikan bank sentral ketiga mereka di Amerika, the Federal Reserve.

Gedung Perkantoran Federal Reserve Bank

Tahun 1841, Presiden John Tyler (Presiden ke-10 AS 1941-1845) memveto upaya pembaharuan piagam Bank of United States, di mana agen-agen Rothshild berusaha membujuk Kongres. Dia kemudian menerima ratusan surat ancaman pembunuhan.

Tahun 1845, Andrew Jackson wafat. Dia kemudian mewasiatkan sebuah tulisan agar dicantumkan ke batu nisannya, sesuai dengan apa yang dia pandang seperti jasa besarnya atas umat manusia. Tulisan tersebut adalah:

“I killed The Bank.”(Q.S Yunus, 10:92)

Tahun 1848, Seorang Yahudi Ashkenazi, Karl Marx menerbitkan sebuah buku, “The Communist Manifesto”. Menariknya, pada tahun yang sama, Karl Ritter dari Universitas Frankfurt juga menulis bentuk dasar “Nietzscheanism” karya dari Friedrich Wilhelm Nietzsche. “Nietzscheanism” kemudian dikembangkan menjadi Fasisme dan Nazisme dam akan digunakan untuk memicu perang dunia pertama dan kedua.

Marx, Ritter, dan Nietzsche, semuanya didanai dan mendapat perintah dari Rothschild. Ide di balik skema ini adalah bahwa mereka yang mengarahkan konspirasi menyeluruh, bisa menggunakan perbedaan ideologi untuk membagi faksi besar dan lebih besar dari ras manusia sehingga mereka bisa dipersenjatai dan kemudian dicuci otaknya agar bertempur dan saling menghancurkan satu sama lain, dan khususnya, dalam menghancurkan semua institusi politik dan agama. Ini pada dasarnya adalah rencana yang sama dikemukakan oleh Weishaupt tahun 1776.

Menariknya, Marxisme, komunisme dan turunannya, Sosialisme, jika dilihat tahun berikutnya dalam prakteknya, hanya negara kapitalisme (yang dikendalikan para minoritas istimewa) lah yang menguasai mayoritas yang hampir tidak memiliki kekayaan dan hak hukum. Hal ini menjelaskan mengapa Rothschild begitu tertarik untuk mendanai ideologi ini, yang kemudian akan berkembang menjadi “demokrasi”, sebuah sistem negara dua partai di mana kedua belah pihak dikendalikan oleh kekuatan yang sama, dan sementara mereka mungkin bertengkar atas masalah yang tidak penting, untuk memberikan kesan bahwa mereka berlainan satu sama lain. Mereka benar-benar mengikuti ideologi dasar yang sama, hingga penduduk demokrasi segera mengetahui bahwa tidak peduli siapa mereka pilih, tetap saja tidak ada yang berubah.

Tahun 1834, seorang pemimpin revolusi Itali, Guiseppe Mazzini, dipilih oleh Illuminati untuk mengarahkan program revolusi mereka ke seluruh dunia. Tahun 1871, satu tahun sebelum kematiannya, Guiseppe Mazzini membujuk seorang Jendral Amerika yang bernama Albert Pike untuk menjadi anggota Illuminati. Albert Pike kemudian menyelesaikan blueprint yang berisi proyek tiga perang dunia dan berbagai macam revolusi di seluruh dunia. Rincian perang dunia tersebut adalah:

  1. Perang Dunia Pertama bertujuan untuk menghancurkan Tsar Rusia, seperti yang dijanjikan oleh Nathan Mayer Rothschild pada tahun 1815. Tsar akan digantikan dengan komunisme yang akan digunakan untuk menyerang agama, terutama agama Kristen. Perbedaan yang terjadi antara Inggris dan kekaisaran Jerman akan digunakan untuk memicu perang ini.
  2. Perang Dunia Kedua digunakan untuk memicu pertentangan antara fasisme dan politik Zionisme dengan penindasan Yahudi di Jerman dalam rangka untuk menciptakan kebencian terhadap orang-orang Jerman. Perang ini dirancang untuk menghancurkan fasisme (yang diciptakan Rothschild) dan meningkatkan kekuatan politik Zionisme. Perang ini juga dirancang untuk meningkatkan kekuatan komunisme ke tingkat yang setara dengan bersatunya dunia Kristen.
  3. Perang Dunia Ketiga digunakan untuk menghasut kebencian dunia Islam demi tujuan mengadu dunia Islam dan politik Zionis. Ketika Perang Dunia Ketiga berlangsung, negara-negara yang tersiksa akan terpaksa bertarung dengan sesama mereka hingga keadaan mental, fisik, spiritual dan ekonomi mereka menjadi lemah.

Salinan Blueprint tersebut sempat ada di Musium Pustaka Inggris, hingga salah satu keturunan Rothshild menjadi Direktur di Musium tersebut tahun 1977. Begitu dia menjadi direktur, blueprint itu pun hilang.

Seperti yang tertulis dalam Blueprint tersebut, politik Zionisme benar benar diciptakan. Tahun 1897, Rothschild membiayai Kongres Zionis untuk mempromosikan Zionisme. Zionisme diperankan sebagai gerakan politik yang mencari dukungan untuk mengamankan tanah air bagi orang-orang Yahudi, tapi pada kenyataannya, itu adalah sebuah konspirasi untuk membuat seluruh dunia berada di bawah Pemerintahan Dunia yang dikendalikan oleh orang-orang Yahudi, dan terutama Rothshild.

Pertemuan pertama Kongres Zionis diatur di Munich, akan tetapi ditentang oleh orang Yahudi lokal. Pertemuan ini dipindahkan ke Basel, Swiss, dan berlangsung pada tanggal 29 Agustus 1897. Pertemuan tersebut dipimpin oleh Yahudi Ashkenazi, Theodor Herzl. Kemudian dia terpilih menjadi Presiden Organisasi Zionis yang dengan segera menerapkan “Heksagram Merah Rothschild” sebagai lambang Zionis dan 51 tahun kemudian menjadi lambang bendera Negara Israel.

Satu tahun setelah beridirinya organisasi Zionis, yakni tahun 1898, ditemukan Jasad yang masih utuh di Mesir. Tahun 1975, sebeuah penelitian dilakukan dan dipimpin oleh Profesor Michel Durigon. Kemudian, jasad tersebut diketahui sebagai jasadnya Fir’aun. Jasad Firaun pun dibawa ke Perancis demi penelitian.

Hasil penelitian menemukan hal yang mengejutkan bahwa sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh mumi adalah petunjuk bahwa Fir’aun meninggal karena tenggelam. Jasadnya yang baru dikeluarkan dari laut kemudian segera dibalsem untuk diawetkan. Namun hal ini tetap membuat sang profesor bingung.

Hanya beda satu tahun antara berdirinya Organisasi Zionis dan ditemukannya jasad Fir’aun. Sebenarnya peristiwa ini sudah lama diberitahu oleh Al-Qur’an:

Maka pada hari ini Kami selamatkan jasadmu (Fir’aun) agar engkau dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang setelahmu, tetapi kebanyakan manusia tidak mengindahkan tanda-tanda (kekuasaan) Kami(Q.S Yunus, 10:92)

Seharusnya orang-orang Zionis Israel mengetahui keanehan ini. Mereka harus tahu, bahwa suatu hari nanti mereka akan bernasib sama dengan yang dialami Fir’aun. Mereka boleh saja merasa bahwa zaman keemasan akan datang. Namun mereka akan sadar dengan apa yang mereka lakukan setelah kebenaran diperlihatkan ketika nyawa mereka berada di tenggorokan. Sebagaimana Fir’auun baru mengakui bahwa Saat itu, mereka tidak akan memiliki kesempatan untuk bertobat:

Apakah sekarang (baru kamu percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.(Q.S Yunus, 10:91)

Sumber:

Buku, Sheikh Imran N. HoseinSebuah Pandangan Islam Mengenai Ya’juj dan Ma’juj pada Zaman Modern

  1. Benjamin H. Freedman, The Zionist Whistleblower, Washington: 1961, https://www.youtube.com/watch?v=UmXbbPXAR_s
  2. Benjamin H. Freedman, Facts are Facts: The Truth About Khazars, Benjamin H. Freedman, 1954, hlm 51
  3. Al Muqaddasi, (945-991), Descriptio Imperii Moslemici, Bibliotheca Geographorum Arabica III, 3 (Bonn).
  4. Arthur Koestler, The Thirteenth Tribe: The Khazar Empire And Its Heritage
  5. Dunlop, D.M, The History of the Jewish Khazars, New Jersey: Princeton University Press, 1954, hlm 9-10
  6. Yiddish : bahasa Khazar yang huruf-hurufnya diganti dengan huruf Ibrani
  7. Ben-Sasson, Hayim, A History of the Jewish People, Harvard University Press, 1976,
  8. Feodal adalah struktur pendelegasian kekuasaan sosiopolitik yang dijalankan kalangan bangsawan/monarki untuk mengendalikan berbagai wilayah yang diklaimnya melalui kerja sama dengan pemimpin-pemimpin lokal sebagai mitra.
  9. Glassman, Bernard, Anti-Semitic Stereotypes Without Jews: Images of the Jews in England 1290–1700, Wayne State University Press, 1975, hlm 14.
  10. Parkes, James, The Jew in the Medieval Community, Hermon Press, 1976, hlm 303.
  11. Rubinstein, W. D, A History of the Jews in the English-Speaking World: Great Britain, Macmillan Press, 1996, hlm 37.
  12. Ibid, hlm 36
  13. Ibid, hlm 39
  14. Glassman, Bernard, Anti-Semitic Stereotypes Without Jews: Images of the Jews in England 1290–1700, Wayne State University Press, 1975, hlm 16
  15. Undang-undang yang dikeluarkan oleh Edward I dari Inggris pada tahun 1275
  16. Prestwich, Michael, Edward I, Yale University Press, 1997, hlm 345
  17. Ibid, hlm 306
  18. Ibid, hlm 346
  19. Ibid, hlm 343
  20. Domus Conversorum (House of the Converts) adalah sebuah bangunan dan lembaga orang-orang Yahudi di London yang telah menjadi Kristen.
  21. King Charles I executed for treason, http://www.history.com/this-day-in-history/king-charles-i-executed-for-treason
  22. Shira Schoenberg, The Virtual Jewish History Tour of England (Chapter 5: Readmission), Retrieved 2012.
  23. Dengan nama yang menipu, mereka menyebut perusahaan keuangan mereka sebagai Bank of England. Padahal perusahaan itu bukan milik pemerintah Inggris, tapi dimiliki oleh orang-orang Yahudi. Bank of England didirikan pada tahun 1961 ketika Paterson bekerjasama dengan Michael Godfrey dan pedagang London lainnya. Bank of England berperan sebagai Bank Sentral Inggris pada tahun 1964.
  24. Christopher Hollis, The Breakdown of Money, London: Purnell and Sons Paulton, 1934, hlm 50
  25. Andrew Carrington Hitchock, The Synagogue of Satan: The Secret History of Jewish World Domination, London: Rivercrest Publishing, 2006, hlm 6
  26. Dr. John Coleman, The Rothschild Dynasty, 2007, hlm 2
  27. Andrew Carrington Hitchock, The Synagogue of Satan: The Secret History of Jewish World Domination, London: Rivercrest Publishing, 2006, hlm 7
  28. Ibid, hlm 8
  29. Ibid, hlm 9
  30. Pepatah Dinasti Rothschild dan prinsip dasar bank-bank Eropa.
  31. Ibid, hlm 10
  32. Ibid, hlm 13
  33. Ibid, hlm 14
  34. Ibid, hlm 15
  35. Ibid, hlm 20
  36. Albert Pike lahir di Boston-Massachusets pada tanggal 29 Desember 1809. Orang yang sangat cerdas dan menguasai 16 bahasa. Dia lulusan Universitas Harvard dan secara terang-terangan menyatakan bahwa dia memuja setan.

 

 

Leave a Comment