Al Qur’an dan Bulan

In E Book, Metodologi by Hamba AllahLeave a Comment

Metodologi Ilahi dalam Mengkhatamkan Pembacaan Al-Qur’an di Setiap Bulan

‘Mengetahui’ Kebenaran dan ‘mengecap’ kebenaran tidaklah sama! Kecuali jika dan hingga Anda bisa terbang dengan kepakan sayap waktu, berenang di lautan waktu, hilang kesadaran akan waktu dalam dunia tak berbatas waktu, maka, jika belum, berarti Anda belum ‘mengecap’ Kebenaran! Al-Quran mesti dibacakan selaras dengan ‘bulan’, lalu dipelajari layaknya ‘bintang gemintang’, persisnya demi sukacita itu, yakni ‘mengecap’ Kebenaran! Mereka yang bulannya mengacu ke Arab Saudi atau Moroko, padahal mereka tinggal di London, tidak mengetahui ‘rasa’ kebenaran tersebut, bahkan mungkin tidak akan pernah mengetahuinya. Tapi Anda, pembaca yang budiman, sekarang mengetahui hal tersebut; maka, bepergianlah bersama Al Qur’an, dan suatu hari, mungkin engkau akan dianugerahi dengan sebuah pengalaman mengasyikkan tentang ke-tak-terbatasan waktu,

– hingga akhirnya, mengecap ‘rasa’ kebenaran.

“SEKALI-KALI TIDAK! Aku mengambil sumpah (demi waktu) sebagaimana ia saksikan terbenamnya matahari, lalu menyibak tirai malam yang membentang, dan pada rembulan yang tumbuh hingga mencapai bulan penuh (bulan purnama)- engkau dipastikan akan (bisa) untuk melakukan perjalanan tahap demi tahap (pada waktunya).”

Al Qur’ān, al-Insyiqāq, 84:16-19

“Perhatikanlah, bagi Kamilah pengumpulan semua wahyu dan untuk menjadikannya suatu ‘keseluruhan’, dan bagi Kami pula lah untuk membuatnya dibacakan sebagaimana semestinya ia dibacakan. Maka, ketika Kami membacakannya, engkau harus mengikuti cara pembacaan itu; dan maka, perhatikanlah, bagi Kami pula lah kelak untuk menerangkannya.’

Al Qur’ān, al-Qiyāmah, 75:17-19

Allah SWT membacakan Al Quran melalui malaikat Jibril yang turun bersama cara pembacaan Ilahi tersebut kepada Rasulullah SAW di setiap malam bulan Ramadhan, dan yang mengkhatamkan pembacaan Al-Quran dalam 1 bulan berdasarkan kalender lunar (bulan qamariyah).

“Ini adalah Qur’an yang telah Kami bagi menjadi beberapa bagian, yakni sebagai Suwar (bentuk jamak dari Surah). Kami menjadikannya demikian agar engkau dapat membacakannya kepada manusia dalam jangka waktu, dan selaras dengan pembagian Suwar tersebut. Kami juga lah yang menurunkannya sebagian demi sebagian.”

Al Qur’ān, al-Isra’, 17:106

Surah adalah ‘dinding’. Karena Allah SWT telah membuat ‘dinding pembatas’ dalam Al Qur’an, maka dari itu tidak diperkenankan bagi siapapun untuk menambahkan lagi ‘dinding-dinding pembatas’ dalam Al Quran.

[Penulis buku ini berpandangan bahwa Al Qur’an tidak bisa diterjemahkan ke dalam bahasa lain; maka dari itu penulis hanya memberikan penjelasan dan komentar terhadap ayat- ayat Al Qur’an yang dikutip dalam buku ini. Kapan saja ayat- ayat Al Qur’an dikutip, kami mencantumkan nama Surahnya dan nomor ayatnya langsung di bawah teks berbahasa Arabnya; dan di bawah ayat tersebut kami memberikan penjelasan dan bukan terjemahan dari ayat tersebut.]

Al Qur'an dan Bulan (Bahasa)

Oleh Sheikh Imran Nazar Hosein

Unduh di Sini

Gabung dengan Kanal Telegram kami di:

Leave a Comment