Hutan Pangan Alami sebagai Respon Pemuda Akhir Zaman dalam Menghadapi Fitnah Riba

In Hijrah, Opini by Hamba AllahLeave a Comment

Pemenuhan kebutuhan dasar yang utama (premier) dengan cara/jalan yang alami (natural), yang mencerminkan manusia-manusia yang baik yang menjaga hubungan baiknya dengan alam semesta dan seluruh makhluk hidup di dalamnya, adalah cermin-cermin bagi manusia yang berusaha menjadi makhluk yang dapat menjadi rahmat bagi semesta alam.

Dengan cara pemenuhan kebutuhan dasar tersebut, maka kita selaku umat manusia di akhir zaman akan memiliki kesempatan besar untuk melepaskan dirinya dari penjara riba yang telah memperbudak kita selama ini. Dan ketika ini berjalan dengan baik sebagaimana mestinya, maka kesempatan (ruang) yang luas bagi diri kita untuk memperbaiki kehidupan ekonomi dalam usaha kita menentaskan kemiskinan diri dan masyarakat di sekitar kita akan terbuka dengan seluas-luasnya.

Pengembangan hutan pangan alami adalah salah satu solusi dan implementasi nyata bagi kita dalam mewujudkan pemenuhan kebutuhan dasar tersebut. Alhamdulillah di Sulawesi Selatan Indonesia proyek ini sedang dikembangan, dimana aktifitas ini dirancang dan dilakukan oleh para pemuda pembelajar ilmu akhir zaman sebagai respon dan sikap dirinya dalam mengambil solusi dan implementasi menghadapi salah satu fitnah terbesar di akhir zaman ini, yaitu Riba. Pengembangan hutan pangan alami adalah penggabungan dari aktifitas pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan energi terbarukan yang saling terintegrasi antara satu dengan yang lainnya sehingga dapat menciptakan ekosistem habitat alami yang saling ber-simbiosis mutualisme dan akan menjaga kelestariannya dengan sendirinya. Dari sini, manusia akan dapat berpotensi untuk memenuhi kebutuhan dasar (utama)-nya terlebih dahulu, sehingga pelan tapi pasti kita akan dapat meninggalkan atau melepaskan diri dari sistem kehidupan kita yang berbasis Riba selama ini. Dan dari hasil pengembangan produk olahannya, kita akan memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan produk-produk kebutuhan utama dan pendukungnya yang dapat kita jadikan sebagai bahan untuk menjalani aktifitas perekonomian kita khususnya dan komunitas kita pada umumnya.

Perlu kami tekankan bahwasanya tidak ada istilah hama, gulma dan gelar-gelar buruk lainnya bagi siapapun makhluk hidup di alam semesta ini. Karena semua makhluk hidup tersebut telah memiliki fitrah, tugas dan peranannya masing-masing. Termasuk manusia di dalamnya. Maka tentu saja sifat arogansi dan kesombongan diri selaku manusia yang memiliki akal dan pikiran, tidak akan bisa berlaku dalam aktifitas ini. Di sini, manusia memiliki peranan dalam hal manajemen, pengelolaan dan pengembangan serta maintenance (menjaga kelestarian) dari ekosistem habitat alam yang sedang berjalan, dengan sikap tawadhunya yang berusaha untuk menghormati dan menghargai keberadaan dari seluruh makhluk hidup ciptaan Tuhan.

Alam semesta ciptaan Tuhan ini telah memiliki mekanisme kerjanya masing-masing dan fitrah mereka adalah untuk menjaga keseimbangan bumi dimana kita berada saat ini. Ketika manusia mampu untuk menjaganya, menghormati dan menghargai proses tersebut, maka alam akan merespon dengan hal yang sama bahkan lebih dari yang manusia harapkan. Selain dari potensi pemenuhan kebutuhan dasar yang cukup bagi manusia, mereka akan memberikan nilai (hasil) lebih kepada manusia untuk mengembangkan kehidupan perekonomiannya agar manusia dapat memiliki kesempatan yang luas dalam mengembangkan diri dan komunitasnya sehingga dapat mereka gunakan sebaik-baiknya untuk menjaga keseimbangan alam semesta dan untuk menjadi makhluk yang berperan sebagai rahmat bagi semesta alam. Ini masih merupakan bagian awal atau langkah dasar bagi kita dalam menyikapi dunia akhir zaman ini.

Setelah hal ini mampu kita implementasikan di kehidupan masyarakat di sekitar kita, maka aktifitas dari 5 pilar ekonomi Islam akan mampu kita wujudkan dalam kehidupan komunitas kita sebagai bagian dari tugas kita dalam menjaga keseimbangan kehidupan di antara sesama umat manusia. Dimana 5 pilar ekonomi Islam itu antara lain adalah:

  1. Perputaran dinar & dirham
  2. Market
  3. Transaksi Qirat & Syirka
  4. Karavan
  5. Gilda

Penjelasan lebih lanjut (spesifik) mengenai artikel opini kami dan kaitannya dengan 5 pilar ekonomi Islam ini, akan kami kupas lebih dalam dalam artikel selanjutnya. Insha Allah.

Dan hanya Allah sematalah yang Maha Benar lagi Maha Bijaksana.

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Leave a Comment