Kontemplasi Situasi Terkini 2019-2020 (1440H-1441H)

In Opini by Hamba AllahLeave a Comment

Assalamu ‘alaikum Warahmatullah Wabaraktuh. Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca blog/media ini atas jarangnya admin dalam mengupdate situs ini. Hal ini dikarenakan keterbatasan waktu admin yang sedang sibuk belajar memperdalam dan implementasi ilmu pertanian berkelanjutan atau yang disebut dengan istilah saat ini sebagai permakultur dan atau regenerative agriculture. Dan seiring dengan perjalanannya ternyata segala sesuatu yang bersifat natural (alami) atau menyesuaikan dengan fitrahnya memang dibutuhkan kesabaran, konsistensi, persistensi dan pengorbanan diri yang sangat tinggi.

Seiring dengan waktu admin mulai menyadari banyak hal terutama dalam hal menyikapi dunia kita saat ini dimana fitnah terbesar di akhir zaman yaitu Dajjal benar-benar telah berdampak ke seluruh lini kehidupan sehari-hari kita, baik dalam konteks kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat nasional maupun internasional (seluruh dunia). Dan pada akhirnya kebijaksanaan internal ilahiah sematalah yang kita butuhkan dalam menjalani waktu kita di masa tersebut. Karena jika tidak, maka arogansi dan kebodohan akan terus merasuk ke kalbu kita, sehingga islam, iman dan ihsan yang merupakan prioritas utama dalam kehidupan ini menjadi sulit kita bina dalam diri kita masing-masing. Begitu banyak hal, situasi dan kondisi dalam kehidupan kita saat ini yang benar-benar membutuhkan waktu dan pengorbanan diri dalam menyikapinya. Dimana waktu yang terasa berjalan semakin cepat, proses kejadian dan momentum dunia baik di lingkup kecil, masyarakat sekitar dan global yang silih berganti menggiring kita ke dalam lubang kegelapan dunia dan tentu saja merugilah diri ini ketika kita tidak mampu untuk belajar, berpikir kritis dan mengambil hikmah dari semuanya.

Dalam Surah Al Kahf (18) Ayat 2, Allah yang Maha Bijaksana telah menyampaikan atau memberi pemahaman yang begitu luas tentang bagaimana kita dapat mengambil sikap terhadap segala momentum atau kejadian yang berada di dalam lingkup kehidupan kita saat ini.

[Bahwasanya Al Qur’an ini adalah] Sebagai bimbingan/petunjuk yang lurus, untuk memperingatkan (memberi kabar buruk) siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah (kepada mereka kaum yang merugi/fasik/zalim/munafik) dan memberi kabar/berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik [di sisi Allah]

Sheikh Imran Hosein, guru besar kami yang telah mengajarkan ilmu akhir zaman (eskatologi islam) menjelaskan tentang maksud dari ayat di atas. Yaitu bahwasanya segala kejadian (momentum), situasi dan kondisi yang terjadi di dunia kita saat ini, semua itu memiliki dua perspektif bagi manusia. Dimana perspektif pertama adalah semua itu merupakan kabar buruk atau peringatan bagi mereka yang merugi/fasik/zalim/munafik, yang tidak mau berpikir dan mengambil pelajaran darinya. Sedang perspektif kedua adalah bahwa segala hal yang ada di dalam kehidupan kita semasa di bumi ini, semua itu adalah kabar baik atau berita gembira bagi mereka yang yakin dan percaya (beriman) akan ketetapan (Qada dan Qadar) dari Allah, mereka yang berpikir kritis dan berusaha untuk memahami dengan bijak untuk mengambil pelajaran dari segala kejadian (momentum) dunia dari awal sejarah, masa kini hingga pada akhir sejarah peradaban manusia.

Bagi saudara-saudariku yang telah sekian lama mengkaji Ilmu Akhir Zaman yang berbasis Al-Qur’an dan Sunnah ini, tentu saja telah memahami bahwa kita saat ini hidup di era (masa) dimana fitnah Dajjal telah merajalela, dan berbagai bentuk penindasan, perbudakan, kezaliman, kefasikan, penipuan, kebohongan, kekerasan, dll, juga dilakukan oleh kaum Ya’juj wa Ma’juj bagi manusia di seluruh dunia saat ini. Jadi bisa kita bayangkan betapa kerasnya atau beratnya tantangan dan ujian bagi mereka yang hidup di masa tersebut. Dan yang paling menyedihkannya adalah perlahan namun pasti, kesadaran diri bahwa mayoritas masyarakat di sekitar kita bahkan dalam konteks dunia global baik secara sadar maupun tidak sadar, telah tergiring kedalam peradaban kehidupan yang dikendalikan oleh Dajjal dan Ya’juj wa Ma’juj saat ini.

Semua lini kehidupan telah di-infiltrasi untuk merusak sendi-sendi kehidupan manusia secara internal oleh Dajjal dan secara eksternal oleh Ya’juj wa Ma’juj. Mulai dari sistem edukasi (pendidikan) kita sejak dini, sumber pangan (makanan dan minuman), sistem penetapan waktu, dunia kesehatan, ekonomi, sosial budaya, pemerintahan (politik), dll. Sebagai contoh, sedari kecil kita telah disodori oleh produk makanan dan minuman yang sumbernya berbasis kimiawi dan rekayasa genetika, serta melalui proses yang juga berbasis kimiawi, sintesis dan perisa rasa. Sehingga terciptalah berbagai produk makanan dan minuman instan yang memang terasa nikmat dan lezat namun pada dasarnya memiliki dampak buruk bagi tubuh dalam jangka panjang, yaitu rusaknya antibodi yang membentuk sistem imunitas tubuh manusia. Secara fisik memang tubuh kita tampak sehat, tumbuh besar, gemuk, tinggi dan lain-lain, namun dari dalam tubuh akan begitu rentan terhadap segala bentuk penyakit, serangan bakteri negatif dan virus (wabah). Dalam sistem waktu, sedari kecil kita telah dibiasakan untuk mengenali dan memahami waktu berbasis angka dan digital, tidak lagi berbasis proses perputaran bumi terhadap matahari, proses perputaran bumi pada porosnya dan proses perputaran bulan terhadap bumi, dimana ketiga proses tersebutlah yang menjadi basis penentuan waktu yang sebenarnya bagi kehidupan manusia sehari-harinya, sehingga tiada lagi istilah waktu akan terasa berlalu begitu cepat melainkan waktu yang berjalan bagi air yang mengalir turun dari pegunungan yang menawarkan kesucian, sumber kehidupan bagi alam semesta dan keindahan tiada tara dalam prosesnya menuju lautan yang luas. Ini baru dalam konteks di bidang sumber pangan (makanan dan minuman) kita dan sistem waktu kita, belum pada konteks yang lain. Namun pada dasarnya prinsipnya tetap sama, segala jenis bentuk kerusakan telah sekian lama dibina, dirawat, dikembangkan, dan dijadikan sebagai gaya hidup manusia sehingga pada suatu masa, semuanya akan menjadi kebiasaan dan hal yang wajar atau normal dalam kehidupan manusia.

Dan kini, tibalah kita di masa dimana sebuah momentum unik dan begitu ajaib dimana belum pernah ada kejadian serupa dalam sejarah peradaban umat manusia yang membuat seluruh dunia bertekuk lutut untuk taat dan patuh kepada suatu perintah, arahan, anjuran dari satu pihak. Tiada lain adalah “global lockdown” sebagai respon dunia dalam menghadapi coronavirus (covid-19).

Apakah ini kabar/berita buruk atau justru kabar baik/berita gembira? Apa peranannya dalam konteks momentum dunia akhir zaman? Bagaimana sikap kita dan bagaimana kita dapat meresponnya dengan kebijaksanaan internal ilahiah dalam diri kita masing-masing?

Insha Allah admin akan membahasnya pada artikel selanjutnya yang bertema Coronovirus dalam konteks Ilmu Akhir Zaman.

Dan sebagaimana mestinya, semua ini adalah opini pribadi admin dari hasil kontemplasi, mengamati, mempelajari, menganalisa dari segala informasi, ilmu, wawasan dan berbagai situasi dan kondisi yang terjadi di dunia kita saat ini dengan menjadikan Ilmu Akhir Zaman yang berbasis Al Qur’an dan Sunnah (Eskatologi Islam) sebagai panduannya. Namun kebenaran yang HaQ hanyalah berasal dari Allah yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.

9 Ramadan 1441H

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Leave a Comment