Menyikapi Novel Coronavirus dalam Pandangan Ilmu Akhir Zaman

In Opini by Hamba AllahLeave a Comment

Assalamu ‘alaikum warahmatullah wabarakatuh. Dalam postingan berikut ini, mari kita simak salah satu dari ceramah dan penjelasan guru besar Sheikh Imran Hosein dalam menyikapi novel coronavirus. Semoga bermanfaat bagi mereka yang berusaha untuk berpikir kritis dan sedang berjuang dalam melepaskan dirinya dari jeratan dan penjara fitnah akhir zaman. Insha Allah…

“Maka bertakwalah (berserah dirilah) hanya Kepada Allah, namun tetap ikat eratlah unta Anda.”

Rasulullah Muhammad Shallalaahu ‘alaihi Wasallam

Tidak pernah sekalipun termaktub dalam sejarah peradaban manusia, dunia mengalami wabah penyakit seperti yang terjadi pada saat ini (novel coronavirus). Karena pada dasarnya, virus/wabah ini bukanlah virus/wabah alami, melainkan sebuah virus/wabah yang direkayasa oleh manusia (sekelompok manusia) yang ditujukan kepada seluruh umat manusia di seluruh dunia demi sebuah pencapaian agendanya. Oleh karena virus/wabah tersebut adalah sebuah rekayasa yang dilakukan oleh para setan yang berwujud manusia dan semoga Allah menghancurkan mereka, maka implikasinya adalah adalah mereka dapat memproduksi (merekayasa) virus tersebut pada berbagai tingkat kekuatan dan tingkatan dari dampak membahayakannya. Seharusnya para pemikir Islam dan ulama-ulama Islam kita saat ini menyadari dan memahami bahwasanya virus/wabah ini adalah hasil rekayasa yang akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama dan semakin lama. Mungkin saja virus ini akan bersama kita dalam beberapa tahun ke depan, mungkin saja lebih lama lagi, dan tiada satupun yang dapat memastikannya. Apakah virus/wabah ini alami atau sesuatu yang telah direkayasa sedemikian rupa oleh mereka yang merupakan musuh kita dan musuh dari seluruh umat manusia di dunia ini. Tidakkah kamu berpikir???

Tujuan dari serangan virus rekayasa ini adalah untuk menghancurkan, mengendalikan sepenuhnya (kontrol total) kepada mereka yang menentang Dajjal dan mereka yang menentang kezaliman dan penindasan yang dilakukan oleh Negara Israel. Jadi jenis/bentuk paling lemah/rendah dari virus rekayasa ini akan diluncurkan kepada Negara-Negara atau masyarakat/rakyat yang cenderung telah bersikap lebih lunak kepada Israel. Namun bagi Negara-Negara (masyarakat) yang menentang Israel, sebagai contoh rakyat Pakistan dan atau rakyat/masyarakat Arab (bukan pemerintahnya yang mungkin tidak lama lagi justru akan mengakui dan menerima keberadaan Negara Israel secara resmi/diplomasi) yang tidak akan pernah sedikitpun meninggalkan kebenaran dan tidak akan pernah sekalipun mengakui keberadaan Negara Israel yang tidak lain adalah umat sejati dari Rasulullah Muhammad s.a.w dan umat dari Nabi Isa al Masih a.s, mereka inilah yang tentu saja akan mendapat serangan yang paling kuat dampak dan pengaruhnya serta paling ganas dari virus rekayasa tersebut tanpa henti, dan ketika hal itu belum terjadi maka momentum tersebutlah yang akan segera menghampiri mereka.

Maka seharusnya, para pemikir dan ulama Islam menyadari atau memahami penjelasan eskatologis dari virus rekayasa ini, dimana virus ini telah sukses menggiring hampir seluruh umat manusia di muka bumi ini meresponnya dengan cara yang sama, tiada lain adalah ‘masker’. Hari ini kita semua telah hidup di era manusia masker. Inilah fenomena universal yang dialami oleh umat manusia di muka bumi saat ini. Namun jika di rumah Allah (masjid), apakah kita akan menerapkan kebijakan atau regulasi yang sama sesuai dengan ketetapan atau aturan dari mereka? dimana kita diwajibkan untuk menggunakan masker dan menjaga jarak (shaf shalat) kita? Maka saya katakan kepada kamu saat ini juga, Itu adalah Bid’ah. Menciptakan hukum baru dengan menganulir hukum yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasul-Nya, dalam hal ini adalah Shalat berjamaah seperti shalat Jum’at. Jadi tujuan utama dari serangan virus rekayasa ini adalah secara sosiologis untuk menciptakan/membangun sebuah tatanan dunia baru (new world order) yang akan semakin melancarkan agenda kendali total kepada seluruh dunia, mengarahkan seluruh manusia untuk berperilaku dengan cara yang sama. Kemudian virus rekayasa tersebut juga hadir untuk melakukan sesuatu yang berdampak secara psikologis yaitu menakut-nakuti Anda, membuat Anda semakin ketakutan, hidup yang dipenuhi oleh rasa ketakutan terhadap virus rekayasa itu sendiri seperti kelinci yang sedang ketakutan, dan ketika Anda berada dalam kondisi yang dipenuhi oleh ketakutan tersebut, Anda akan melakukan/menerima/mematuhi segala arahan, anjuran dan atau perintah yang diterapkan oleh mereka. Anda akan berdansa dan menari sesuai dengan alunan musik yang mereka lantunkan, sehingga sedemikian rupa akan memudahkan mereka untuk mengendalikan seluruh umat manusia dalam satu tatanan dunia universal. Implikasi lainnya dari keberadaan virus rekayasa ini adalah untuk melemahkan budaya kehidupan bersama komunitas (masyarakat) seperti budaya silaturahmi, gotong royong, teposaliro, dll. Dan ketika manusia telah kehilangan budaya tersebut, maka tiada bedanya mereka seperti seekor domba yang tidak lagi hidup berkelompok, melainkan sendiri-sendiri, sehingga pada akhirnya para serigala pun akan dengan mudahnya menyerang dan memangsa mereka satu persatu. Di momentum kehidupan yang mengarahkan diri manusia dalam gaya hidup yang terisolasi, maka secara psikologis manusia akan mudah untuk menderita penyakit mental, depresi, dll.

Inilah beberapa dari hasil analisis tentang virus rekayasa ini yang bisa kita pahami dari sudut pandang eskatologis Islam (ilmu akhir zaman), dimana ilmu pengetahuan kesehatan, politik, sosial, ekonomi dan lain-lain tidak bisa memahaminya.

Dalam dunia ekonomi, virus rekayasa ini sedemikian rupa telah diciptakan tentu saja untuk menghancurkan kehidupan ekonomi masyarakat dunia, dimana hanya hanya kaum (orang-orang) yang kaya sajalah yang akan mampu bertahan darinya, sedang mereka yang miskin akan kehilangan mata pencaharian mereka, kehilangan kapasitas dan kapabilitas mereka untuk mempertahankan hidup mereka, dan akan semakin ketergantungan kepada pihak lain (hilangnya kemandirian/keswadayaan) mereka.

Ketika para setan ini menutup keran airnya, maka tidak akan ada lagi air yang mengalir. Jadi ketika Anda menggantungkan kehidupan anda dari air keran tersebut, maka ketika setan-setan ini menutup keran airnya, maka tentu saja Anda akan melakukan segala hal (apapun) perintah dan arahan dari mereka. Anda akan melakukannya demi mendapatkan air keran dari mereka.

Pada akhirnya, umat manusia akan lebih mudah untuk dikontrol atau dikendalikan sepenuhnya ketika virus rekayasa tersebut telah menghancurkan ekonomi sedemikian rupa sehingga manusia akan semakin ketergantungan (diperbudak) secara ekonomi melainkan mandiri secara ekonomi.

Respon Kami Menghadapi Virus Rekayasa dalam Konteks Ilmu Akhir Zaman

Respon pertama kami dalam menyikapi virus rekayasa ini yang pertama dan paling utama adalah dengan melenyapkan rasa takut yang berada di dalam hati Anda. Saya pribadi dengan Segala Puji bagi Allah yang Maha Bijaksana, semenjak kemunculan pertama dari virus rekayasa ini, tidak pernah sedikitpun terbersit rasa takut kepada virus ini. Saya tidak pernah menyampaikan sesuatu kepada Anda selain daripada apa-apa yang telah saya lakukan dan yang telah saya rasakan dari pengalaman pribadi saya. Maka hilangkanlah rasa takut dari dalam hati (dada) Anda.

Respon kedua kami adalah dengan memastikan cara hidup atau jalan hidup kita untuk mandiri, swadaya, menopang kehidupan kita dari hasil kerja/karya kita sendiri. Karena serangan virus rekayasa terhadap ekonomi akan begitu dahsyat dan ini baru permulaan dan kami merasa bahwa momentum ini akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama sehingga ekonomi dunia pada akhirnya akan runtuh atau hancur dan hanya kaum yang kayalah yang akan bertahan dari momentum tersebut. Maka tolong DENGARKAN sekali lagi nasehat kami. Hijrahlah atau tariklah diri Anda untuk kembali beraktifitas sebagai manusia yang memanen (mengonsumsi) apa-apa yang mereka tanam. Dalam kata lain, bertani, berkebun, dan beternak lah, namun tentu saja dengan cara-cara yang baik dan benar, yang alami dan sehat, tanpa melakukan segala hal yang dapat berdampak kerusakan kepada alam dan seluruh makhluk hidup di dalamnya.

Respon ketiga dari kami adalah bergegaslah dan bergegaslah dengan segala kemampuan dan usahamu untuk mempelajari dan memahami realitas dari dunia kita saat ini dimana Anda berada saat ini, dan tentu saja Anda tidak akan bisa melakukannya tanpa panduan (tuntunan) dari Allah. Anda tidak akan bisa melakukannya tanpa panduan dari Al-Qur’an al Kareem.

Dan satu hal lagi, bahwa Rasulullah s.a.w telah menyampaikan bahwa akan datang suatu masa dimana seorang laki-laki akan harus memelihara (menjaga) 50 wanita, maka carilah mereka (kaum wanita) saudari-saudari kita yang hidup dalam kesendirian dan tidak dapat memelihara (menjaga) dirinya, terutama bagi kaum wanita yang telah memiliki anak-anak dan tidak memiliki kemampuan atau siapapun untuk menjaga (memelihara) anak-anaknya. Carilah dan berusahalah untuk membantu dalam menjaga dan memelihara mereka. Inilah prioritas bagi Anda di masa ini, di saat keberadaan virus rekayasa yang membelenggu saudari-saudari kita yang mungkin saja tidak memiliki keberanian apalagi kemampuan dalam menemukan bantuan pertolongan Anda, maka sebaiknya Andalah yang berusaha untuk mencari dan menemukan mereka serta berusahalah untuk membantu, menjaga dan memelihara mereka. Dan jika Anda memiliki kapabilitas atau kemampuan untuk menikahi mereka, itu lebih baik, namun Al-Qur’an telah menyampaikan bahwasanya jika kamu ragu, takut akan ketidakmampuan untuk menjaga dan memelihara mereka, maka tetaplah pada satu istri saja, namun jika sebaliknya kamu memiliki kemampuan dan yakin untuk menjaga dan memelihara wanita lebih dari satu maka lakukanlah, nikahilah mereka. Dan jika dunia tidak ber-Tuhan ini berkata bahwasanya lelaki yang baik adalah mereka yang beristri hanya satu saja, maka katakanlah kepada dunia yang tidak ber-Tuhan tersebut, “Enyahlah dari hadapanku”.

Inilah beberapa respon kami dalam menyikapi momentum keberadaan virus rekayasa di dunia kehidupan kita saat ini.

Semoga Allah menyempurnakan petunjuk-Nya yang lurus kepada kita semua yang sedang berusaha untuk hidup di Jalan Kebenaran-Nya.

Insha Allah…

Oleh Sheikh Imran Nazar Hosein

Editorial dan Alih Bahasa oleh Awaluddin Pappaseng Ribittara

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Leave a Comment