Rangkuman Liputan Kegiatan Kunjungan INH di Indonesia 1440H

In Opini by Hamba AllahLeave a Comment

Kampungmuslim.org – Kunjungan Maulana Imran Nazar Hosein selaku ulama besar ilmu akhir zaman yang berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah ke Indonesia di tahun 1440H ini benar-benar sangat berkesan bagi para pembelajar dan para pengamat ilmu akhir zaman. Selain mendapatkan kesempatan untuk melihat ceramah langsung, beramah tamah, berfoto bersama dan mendapatkan tanda tangan beliau di buku-bukunya, tentu saja ada beberapa hal yang sangat penting dan wajib untuk dipahami oleh kita semua dalam kaitannya dengan proses pembelajaran dalam memahami dan megimplementasikan ilmu akhir zaman di kehidupan kita sehari-hari dalam menjalani dunia yang telah diselimuti oleh fitnah akhir zaman ini.

Ada 4 tema yang dibahas oleh Maulana dalam ceramahnya kali ini di Indonesia, yaitu “Larangan Riba dalam Al Qur’an dan Sunnah,” pada tanggal 01 Juli 2019 dan “Metodologi dalam Mengkaji Al Qur’an,” pada tanggal 02 Juli 2019 yang berlokasi di Masjid Pondok Pesantren Al Wafa Tempurejo Jember, Jawa TImur yang dihadiri oleh sekitar 2500 peserta dari berbagai kalangan di lingkup Ponpes Al Wafa dan juga sekitar 40 peserta yang merupakan para pembelajar dan pengamat ilmu akhir zaman dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Sedangkan dua tema selanjutnya adalah “Dajjal, Al Qur’an dan Jasad,” dan “Konstantinopel dalam Al Qur’an,” yang berlokasi di Hotel Aston Tropicana Bandung pada tanggal 06-07 Juli 2019 yang dihadiri oleh sekitar 150 peserta dari para pembelajar dan pengamat ilmu akhir zaman yang berada di wilayah sekitar kota Bandung atau yang aksesnya dekat dengan kota Bandung dan juga beberapa peserta dari berbagai daerah di luar pulau Jawa. Penentuan tema-tema dan urutannya tersebut dan di dua tempat yang berbeda ini tentu saja bukanlah sebuah kebetulan belaka. Maulana sedemikian rupa telah memancing kita untuk berpikir keras tentang berbagai alasan dari penentuan tema-tema dan urutannya tersebut.

Tempurejo Jember Jawa Timur adalah salah satu contoh bagaimana kehidupan masyarakat desa (perkampungan) di Indonesia yang benar-benar sangat terasa dampak dan akibat dari perbudakan Riba yang telah merajalela di kehidupan dunia kita saat ini. Riba adalah senjata yang paling mematikan dan fitnah yang paling dahsyat yang diciptakan dan diterapkan oleh Dajjal di dunia akhir zaman ini. Oleh karena itu Beliau memilih tema Riba ini sebagai sebuah jalan untuk membuka ruang pemahaman kita tentang perbudakan Riba ini dan bagaimana solusi yang perlu kita jalankan dalam melepaskan diri dari perbudakan tersebut, dan sekali lagi mengingatkan kita atas jasa-jasa dan perjuangan Bapak Achmad Soekarno Presiden pertama Indonesia yang berusaha membawa Indonesia untuk melepaskan dirinya dari perbudakan riba. Sedangkan di lokasi (tempat) ceramah di Mesjid Pondok Pesantren Al Wafa Tempurejo yang dihuni oleh 1000 santri yang dididik untuk mempelajari dan mengkaji Al-Qur’an, maka Maulana memilih tema Metodologi dalam Mengkaji Al Qur’an sebagai sebuah gerbang utama bagi para pengkaji dan pembelajar Al Qur’an untuk memahami metodologi yang benar dalam mengkaji Al Qur’an sehingga akan tercipta generasi-generasi baru yang akan mampu memahami metodologi dalam menjadikan Al Qur’an sebagai basis landasan dalam menyikapi kehidupan dunia dan dalam mengambil keputusan serta solusi dan implementasi yang benar dalam menjalani kehidupan dunia saat ini dan di masa yang akan datang. Baik dalam skala kecil (lokal) maupun dalam skala besar (global).

Bandung Jawa Barat, adalah salah satu kota besar di Indonesia yang cukup terkenal sebagai kota pendidikan dimana berbagai perkembangan kemajuan peradaban barat modern selalu bermula di kota ini. Seperti perkembangan dalam dunia industri hiburan (musik dan film), teknologi informasi, dan berbagai ilmu pengetahuan eksternal lainnya. Admin sendiri pernah mengenyam pendidikan di kota ini selama 10 tahun lebih dimana admin telah mengenal internet dan surat elektronik (email) pada tahun 1997 dan mulai membuat website pada tahun 2001. Perkembangan dunia teknologi Informasi dan peradaban barat modern yang pesat sangat terasa di kota Bandung ini. Mungkin kita semua sudah tahu tentang institusi pendidikan di kota ini yang sangat terkenal yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah banyak menghasilkan para ahli dan pakar di bidangnya masing-masing yang bisa jadi telah banyak membawa pengaruh terhadap perkembangan kehidupan di Negara dan Bangsa kita saat ini. Tema Dajjal, Al Qur’an dan Jasad ini tentu saja sangat tepat dalam kaitannya dengan perkembangan teknologi informasi di kehidupan masyarakat di Negara kita ini. Dengan tema tersebut, Maulana membuka ruang pemahaman kita tentang metodologi dan epistimologi dalam memahami Dajjal dengan menggunakan Al Qur’an yang berkaitan langsung dengan perkembangan teknologi informasi yang puncaknya adalah penggunaan Artificial Intelligence (kecerdasan buatan) dimana dampak dan resikonya adalah terciptanya manusia-manusia yang menjadi Jasad tanpa Ruh. Dan saat ini kita telah berada di masa tersebut, dimana manusia-manusia yang berada di sekeliling kita, sadar maupun tidak sadar telah mengikuti gaya hidup yang dikendalikan oleh Dajjal. Menjadi Jasad tanpa Ruh.

Bandung juga adalah kota bersejarah bagi Indonesia, terutama dalam sejarah geopolotik dan geoekonomi Indonesia di masa Bapak Achmad Soekarno yang menjabat sebagai Presiden pertama Indonesia yang berhasil mengadakan KTT Asia Afrika pertama di dunia yang berlangsung di kota Bandung dalam merespon kebijakan geopolitik UN (PBB) pada masa itu, yang cenderung menindas atau berlandas pada ketidakadilan. Pemilihan tema “Konstantinopel dalam Al Qur’an” adalah sekali lagi pekerjaan rumah bagi kita semua selaku pembelajar dan pengamat ilmu Akhir Zaman untuk dapat memamahami metodologi dan epistimologi dari kebijakan geopolitik dan geoekonomi Indonesia di saat ini dan di masa yang akan datang. Buku Konstatinopel dalam Al Qur’an ini sedang dalam proses terjemahan ke dalam bahasa, namun untuk membuka pemahaman awal tentang hal ini, buklet “Al Qur’an, Perang Besar dan Dunia Barat,” sangat kami rekomendasikan dan Alhamdulillah terjemahan bahasanya telah kami tayangkan di website ini.

Poin-poin utama dalam momen kunjungan INH di Indonesia

Dalam kedatangan Maulana Imran Hosein kali ini ke Indonesia, ada beberapa poin-poin utama atau sangat penting untuk kita ketahui, antara lain adalah:

Penegasan sekaligus pengumuman yang disampaikan langsung oleh Maulana tentang satu-satunya murid terpelajar yang beliau percaya untuk mengajarkan (membina) murid-murid beliau di Indonesia dan sekitarnya adalah Hasbullah Syafi’i.

Visi Maulana Imran Hosein dan Hasbullah Syafi’i ialah untuk menciptakan generasi penerus (generasi ulama baru) dalam ilmu Akhir Zaman yang berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah.

Berulang kali Maulana Imran Hosein mengingatkan kita, yang juga ditegaskan oleh Hasbullah Syafi’i tentang tugas dan pekerjaan rumah kita untuk dapat membaca dan meng-khatamkan Al Qur’an minimal 1 kali dalam setiap bulan hijriah dengan sikap kerendahan hati dan tidak ada sedikitpun rasa arogansi dalam diri.

Untuk dapat memahami tasbih (rangkaian titik-titik kebenaran) dalam ilmu Akhir Zaman, maka ada tujuh buku tulisan Maulana Imran Hosein yang direkomendasikan oleh Hasbullah Syafi’i dimana e-booknya telah kami sediakan di website ini, antara lain adalah:

  • Jerusalem dalam Al Qur’an
  • Larangan Riba dalam Al Qur’an dan Sunnah
  • Khilafah, Hijaz dan Negara-Bangsa Saudi Wahabi
  • Pandangan Islam tentang Ya’juj dan Ma’juj di Zaman Modern
  • Surah Al Kahf dan Zaman Modern
  • Metodologi dalam Mengkaji (memahami) Al Qur’an
  • Dajjal, Al Qur’an dan Awal Zaman

Dari hasil diskusi panjang setelah seminggu lebih bersama Hasbullah Syafi’i dan Mogamat Abraham yang tidak lain adalah murid Maulana Imran Hosein yang telah lama mengabdi bersama Maulana, didapatkan kesimpulan sementara bahwasanya metode kajian Ilmu Akhir Zaman berlandaskan Al Qur’an dan Sunnah yang dibawa oleh Maulana ini bukanlah sebuah ilmu yang statis atau stagnan begitu saja, namun ianya dapat bertransformasi, berkembang dan berevolusi sesuai dengan perkembangan zaman dan situasi serta kondisi terkini dari dunia yang sedang kita jalani. Jadi tidak ada kesempurnaan di dalamnya, namun adalah sebuah jalan yang mampu menjadi cahaya petunjuk dalam menemukan kebenaran akan kesempurnaan itu sendiri yang tentu saja hanya dimiliki oleh Allah yang Maha Bijaksana. Maka adalah sebuah persyararatan utama bagi kita semua untuk menemukan kebijaksanaan internal ilahiah dalam diri kita masing-masing dalam menjalani dunia akhir zaman yang diselimuti oleh fitnah terbesar di sepanjang sejarah peradaban manusia dari awal hingga di akhir sejarah manusia.

Insya Allah…

Sebarkan Kebaikan dan Kebenaran:

Leave a Comment